Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gambaran Sanitasi Lingkungan pada Masyarakat Pesisir Desa Bajo Indah S, Misdayanti
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v1i4.134

Abstract

Masyarakat pesisir adalah sekumpulan masyarakat yang hidup bersama mendiami wilayah pesisir kemudian membentuk dan memiliki kebudayaan yang khas terkait dengan ketergantungannya pada pemanfaatan sumberdaya pesisir. Sanitasi merupakan factor penting dalam kesehatan masyarakat. Salah satu wilayah yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam pengelolaan wilayahnya adalah wilayah pesisir. Masalah utama dalam kesehatan lingkungan pada masyarakat Indonesia pada umumnya masih berfokus pada perumahan yang layak, pengadaan air bersih, jamban keluarga, pembuangan sampah dan pembuangan limbah rumah tangga. Masyarakat Rumah masyarakat Desa Bajo Indah pada umumnya semi permanen dan tidak memiliki sarana sanitasi yang memadai karena dengan keterbatasan ekonomi menjadikan PHBS tidak dianggap suatu kebutuhan dan tidak begitu penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi sanitasi lingkungan masyarakat daerah pesisir di Desa Bajo Indah kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Propinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Responden berjumlah 63 orang. Penelitian ini dilakukan di Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia. Hasil penelitian ini adalah masih minimnya sarana sanitasi lingkungan yang brdampak pada status Kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, sangat penting untuk dilakukan promosi Kesehatan terkait PHBS dan melakukan pemberdayaan masyarakat.
Gambaran Sanitasi Lingkungan pada Masyarakat Pesisir Desa Bajo Indah Misdayanti S
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v1i4.134

Abstract

Masyarakat pesisir adalah sekumpulan masyarakat yang hidup bersama mendiami wilayah pesisir kemudian membentuk dan memiliki kebudayaan yang khas terkait dengan ketergantungannya pada pemanfaatan sumberdaya pesisir. Sanitasi merupakan factor penting dalam kesehatan masyarakat. Salah satu wilayah yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam pengelolaan wilayahnya adalah wilayah pesisir. Masalah utama dalam kesehatan lingkungan pada masyarakat Indonesia pada umumnya masih berfokus pada perumahan yang layak, pengadaan air bersih, jamban keluarga, pembuangan sampah dan pembuangan limbah rumah tangga. Masyarakat Rumah masyarakat Desa Bajo Indah pada umumnya semi permanen dan tidak memiliki sarana sanitasi yang memadai karena dengan keterbatasan ekonomi menjadikan PHBS tidak dianggap suatu kebutuhan dan tidak begitu penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi sanitasi lingkungan masyarakat daerah pesisir di Desa Bajo Indah kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Propinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Responden berjumlah 63 orang. Penelitian ini dilakukan di Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia. Hasil penelitian ini adalah masih minimnya sarana sanitasi lingkungan yang brdampak pada status Kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, sangat penting untuk dilakukan promosi Kesehatan terkait PHBS dan melakukan pemberdayaan masyarakat.
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Metode Operasi Wanita (Mow) pada Pasangan Usia Subur di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari Tahun 2021 Krisdayanti B; Thamrin Datjing; Misdayanti
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Di Sulawesi Tenggara pada cakupan peserta KB aktif nasional yaitu 343.405 (75,4%) dari total pasangan usia subur sebanyak 455.402. Kontrasepsi merupakan cara untuk mencegah kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi (MOW) pada pasangan usia subur di Rumah Sakit Dewi Sartika. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok kasus 28 kasus dan 28 kontrol. Teknik analisis yang dilakukan dengan analisa Uji Chi-square. Hasil : Hasil penelitian didapatkan variabel pengetahuan ( p value = 0,020), pekerjaan ( p value = 0,059), paritas ( p value = 0,048), dukungan suami ( p value = 0,000). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan, paritas dan dukungan suami memiliki pengaruh yang signifikan dengan pemilihan kontrasepsi metode operasi wanita (MOW), sedangkan pekerjaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan pemilihan kontrasepsi metode operasi wanita (MOW) di RSU Dewi Sartika
Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berupa Biskuit Terhadap Status Gizi Ibu Hamil Kek Di Wilayah Kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022 Supriyadi; Rasma; Mayurni Firdayana Malik; Misdayanti
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v2i3.56

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi KEK pada wanita hamil di Sulawesi Tenggara sebesar 28,0% sedangkan di Kota Kendari, data pada tahun 2017-2018 khususnya di Pusekesmas Nambo mengalami peningkatan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK). Dalam laporan tersebut status gizi ibu hamil (KEK) meningkat. Pada tahun 2017 mencapai 65,8% sedangkan pada tahun 2018 mencapai 79,5%. Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit terhadap Status Gizi LILA Ibu Hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quassy experimental dengan rancangan one group before and after design. Dalam desain penelitian ini, sampel akan diberi pre-test terlebih dahulu, setelah itu diberi intervensi, dan post-test dalam 1 kelompok tanpa kelompok control. Hasil: pemberian makanan tambahan dengan biskuit memperoleh nilai p-value sebesar 0,001 < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian makanan tambahan dengan biskuit terhadap status gizi ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Nambo
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2023 Sendi Klara Patulak; Wa Anasari; Suhartati; Misdayanti
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v3i2.76

Abstract

Latar Belakang: Proporsi anemia pada ibu hamil di indonesia sebesar 48.9%, sedangkan di Kota Kendari kasus tertinggi anemia pada ibu hamil berada di Puskesmas Lepo-Lepo yang berjumlah sebanyak 431 orang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, kunjungan ANC, pola makan, dan pendapatan keluarga Metode: penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 104. Dengan sampel 74 responden, sampel penelitian ini menggunakan metode accidental sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: uji statistik anatara pengetahuan dan anemia (p value = 0,000), kunjungan ANC (p value = 0,036), pola makan (p value = 0,000) dan pendapatan keluarga (p value = 0,012). Kesimpulan: tingkat pengetahuan ibu, kunjungan antenatal care, pola makan, dan tingkat pendapatan berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil di Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Poasia La Ode Liaumin Azim; Lestari Putri Dae; Misdayanti Misdayanti; Erniwati Daranga
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/ndcahm42

Abstract

Latar belakang: Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah aneia gizi adalah mengkonsumsi tablet Fe, namun masih banyak ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sampai 90 tablet. Puskesmas Poasia Kota Kendari, kepatuhan konsumsi tablet Fe Pada tahun 2020 hanya sebesar 88,6%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dukungan suami dan pendapatan keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari . Jenis penilitian yang digunanakan adalah observasional analitik dengan pendekatan Crosectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia sebanyak 52 orang dan sampel yang digunakan sebesar 46 orang. Analisis data yang digunakan adalah chi square. Hasil: hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan (p-value = 0,033 ), pengetahuan (p-value = 0,029 ), dukungan suami (p-value = 0,029 ), pendapata keluarga (p-value = 0,412). Kesimpulan: pendidikan , pengetahuan dan dukungan suami berhubungan dengan Konsumsi Tablet Fe, sedangkan pendapatan keluarga tidak berhubungan dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2021
Peran Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Terhadap Pemahaman Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri 16 Konawe Selatan Irmawati; Misdayanti; Wa Anasari
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i1.125

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kehidupan remaja, yang sering kali kurang mendapatkan perhatian yang memadai. Kurangnya informasi yang tepat dapat menyebabkan remaja rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) hadir sebagai inisiatif untuk memberikan edukasi dan informasi yang tepat tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja sekolah. Namun, efektivitas PIK-R dalam meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi di kalangan remaja masih perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PIK-R dalam meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi di kalangan siswa SMA Negeri 16 Konawe Selatan. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Informan penelitian adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. terdiri dari 5 orang yaitu: 1 pembina PIK-R, 2 anggota PIK-R dan 2 siswa yang bukan anggota PIK-R. Teknik yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi dan untuk keabsahan data dilakukan triangulasi sumber. Pengolahan data analisis menggunakan analisis isi dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh Peran PIK-R SMA Negeri 16 Konawe Selatan terhadap pemahaman kesehatan reproduksi remaja belum begitu maksimal, siswa dan siswi SMA belum seluruhnya merasakan adanya PIK-R di sekolah mereka bahkan ada beberapa siswa yang belum mengetahui keberadaan PIK-R itu sendiri. Ada beberapa faktor penyebab diantaranya kurang maksimalnya sosialisasi yang dilakukan oleh PIK-R SMA Negeri 16 Konawe Selatan kepada siswa, belum dibentuknya pengurus baru sehinga kurangnya keaktifan para pengurus PIK-R, pengurus PIK-R disibukan dengan kegiatan lain. Kesimpulan: Pemahaman siswa dan siswi SMA Negeri 16 Konawe Selatan terhadap kesehatan reproduksi remaja masih kurang. Terbukti dari beberapa hasil wawancara dengan siswa dan siswi SMA SMA Negeri 16 Konawe Selatan, mereka belum faham betul mengenai kesehatan reproduksi. Namun kebanyakan dari mereka mengungkapkan bahwa sangat penting pemahaman kesehatan reproduksi itu difahami oleh remaja
LITERATUR REVIEW: RISIKO KESEHATAN MELALUI KONSUMSI IKAN YANG MENGANDUNG LOGAM BERAT NIKEL (Ni) Sri Damayanty; Misdayanti Misdayanti; Ainurafiq Ainurafiq
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.20940

Abstract

Industri logam berat Nikel menyumbang limbah ke badan perairan. Logam berat dalam perairan yang relatif kecil pun akan diserap dan terakumulasi secara biologis oleh tanaman dan biota air, kemudian terlibat dalam sistem jaring makanan. Ikan kecil menjadi termakan oleh ikan besar dan akhirnya dikonsumsi oleh manusia. Artikel ini mereview sepuluh jurnal internasional dan dua jurnal nasional untuk mengkonfirmasi risiko kesehatan akibat konsumsi ikan yang mengandung Nikel. Kata kunci pencarian sumber yang digunakan adalah risiko kesehatan logam Nikel melalui konsumsi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kesehatan penduduk akibat pajanan Nikel melalui konsumsi ikan. Metode yang digunakan adalah literature review (study literature). Hasil yang diperoleh adalah umumnya konsentrasi Nikel di perairan dan organ tubuh ikan belum melewati batas aman yang ditetapkan. Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan oleh Kepmen LH No. 51 Tahun 2004, untuk perairan adalah 0,075 mg/l dan untuk biota laut adalah 0,05 ppm (0,05 mg/kg), juga pada nilai Target Hazard Quotient menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang mengandung Nikel semuanya kurang dari 1, artinya konsumsi ikan dari perairan yang tercemar Nikel tersebut masih aman bagi kesehatan. Namun nilai Target Cancer Risk rata-rata menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang mengandung Nikel secara terus menerus selama 70 tahun, berisiko karsinogenik artinya dapat menyebabkan kanker pada manusia. Kesimpulan bahwa konsentrasi Nikel di perairan dan organ tubuh ikan belum melewati ambang batas yang ditetapkan, jadi konsumsi ikan dari perairan tersebut masih pada level yang aman.
Hubungan Keikutsertaan Prolanis Terhadap Kepatuhan Minum Obat dan Kualitas Hidup Pasien Faskes Pertama di Kota Kendari Restu Nur Hasanah Haris; Wa Ode Masrida; Muhamad Ramadhan Salam; Misdayanti Misdayanti; Hesti Trisnianti Burhan
Varied Knowledge Journal Vol. 3 No. 4 (2026): Varied Knowledge Journal, May 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/vkj.v3i4.154

Abstract

This study examines the relationship between participation in the Chronic Disease Management Program (PROLANIS) and medication adherence, as well as the quality of life among patients at first-level health facilities in Kendari City. PROLANIS is an integrated health service program involving BPJS, health facilities, and patients. Medication adherence is an important factor influencing therapy success and the quality of life. This non-experimental cross-sectional study involved 480 active PROLANIS patients with hypertension and diabetes mellitus, receiving drug therapy. The research took place at the Kendari City Community Health Center from July to September 2024, using purposive sampling. Medication adherence was measured with the MARS-5 instrument, and quality of life was assessed with the SF-6D. Data analysis involved coding, scoring, and bivariate chi-square tests. Non-adherence was defined by a MARS-5 score <25, while adherence was represented by a score of 25 (maximum). A quality of life utility value of 0.00-0.78 indicated low quality, while 0.79-1.00 indicated high quality. The findings revealed that both PROLANIS and non-PROLANIS patients exhibited non-adherence (MARS-5 score <25) but reported high quality of life. Chi-square tests showed a significant relationship between PROLANIS participation and medication adherence (p-value 0.036) as well as quality of life (p-value 0.001).
Pemberdayaan Ibu PKK melalui Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Sagu di Desa Mata Lamokula Kabupaten Konawe Selatan Asniar; Wa Anasari; Misdayanti; Maulidiyah; Tamrin; Dhian Herdiansyah; Ansharullah
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i3.18341

Abstract

This community service program aims to improve nutritional knowledge, develop practical skills in producing sago–moringa–cheese cookies among members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group, and promote the diversification of economically valuable local food products to support stunting prevention efforts in Mata Lamokula Village. The program was implemented using a participatory approach that included educational sessions and demonstrations. Participants' practical skills were evaluated using an observation checklist, and the data were analyzed descriptively. The results showed that all participants successfully prepared three varieties of sago cookies in accordance with the demonstrated procedures. Participants also demonstrated increased awareness of the importance of utilizing local food resources to improve family nutrition. Furthermore, the program strengthened participants' economic motivation and enhanced collaboration among PKK members in developing local food-based enterprises.