Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

GAMBARAN TENTANG KEJADIAN DIARE DI SD INP BIRU KABUPATEN BONE Maria Sumaryati; Darmi Arda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.202 KB) | DOI: 10.35816/jiskh.v9i1.64

Abstract

Terjadinya penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan yang masih merupakan masalah kesehatan terbesar di indonesia baik dikarenakan masih buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik maupun rendahnya perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Tentang Kejadian Diare di SD Mis Darul Istiqamah,Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan tehnik random sampling. Besar sampel menggunakan rumus 20% dari jumlah populasi yaitu 20% x 102 = 36,6 atau 30 orang. Dan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 juni-29 juni 2013.Hasil penelitian ini adalah untuk menggambarkan kejadian diare di SD Mis Darul Istiqamah Puce’e kebanyakan responden memiliki pengetahuan dengan kategori Ya. Saran tingkatkan motivasi kepada anak agar menggunakan air dari sumber yang memenuhi syarat kesehatan dan sebaiknya air yang hendak di komsumsi dimasak terlebih dahulu serta menyediakan wadah khusus yang memiliki penutup sebagai tempat untuk menyimpan air agar air tidak terkontaminasi.Kesimpulan, Kepada anak agar menggunakan air dari sumber yang memenuhi syarat kesehatan dan sebaiknya air yang hendak dikonsumsi dimasak terlebih dahulu serta menyediakan wadah khusus yang memiliki penutup sebagai tempat untuk menyimpan air agar air tidak terkontaminsai. Kepada murid agar menggunakan jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan serta memperhatikan letak jamban agar tidak mengkontaminasi makanan, air dan tanah disekitarnya. Kepada murid agar menjaga personal higyennya secara baik dan benar yakni dengan mencuci tangan sebelum makan, mandi dua kali sehari dan memakai alas kaki kekamar mandi atau kejamban. Untuk pemerintah setempat agar membuat kebijakan dalam mengatasi kejadian diare sebagai bentuk stimulan bagi masyarakat guna membangun atau memperbaiki sarana kesehatan lingkungan dan memberikan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.
STUDI KASUS PADA KELUARGA Tn. ” M ” DENGAN BRONKHITIS DIPUSKEMAS BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Darmi Arda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v7i1.15

Abstract

Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional tersebut, khususnya pembangunan bidang kesehatan maka sangat diperlukan adanya dukungan sumber daya manusia profesi kesehatan yang cakap dan menguasai bidang profesinya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan. Perawatan merupakan salah satu komponen pembangunan dibidang kesehatan, oleh sebab itu perawatan merupakan bagian integral dari sistem kesehatan nasional, pengaruh yang pesat dari bidang teknologi, sosial, serta kedokteran mengakibatkan bertambahnya tuntutan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik.Bronkitis adalah suatu peradangan dari bronkioli, bronkus dan trakea oleh berbagai sebab (Purnawan Junadi,2016). Tujuan Penelitian diperolehnya gambaran secara umum tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan keluarga Tn.”M” dengan Bronchitis dipuskesmas Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Metode penelitian dengan pendekatan studi kasus untuk asuhan keperawatan, maka pendekatan yang digunakan adalah proses keperawatan mulai dari pengkajian, penyusunan diagnosa, perencanaan, tindakan dan evaluasi Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya dan hasil pelaksanaan Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tn. “M” dengan Bronkhitis di puskesmas Barombong, maka penulis menyimpulkan beberapa hal, yaitu :Bronkhitis adalah suatu peradangan dari bronkhioli, bronkus dan trakea oleh berbagai sebab, Penyakit bronchitis adalah merupakan penyakit yang harus mendapat penatalaksanaan yang baik dan apabila tidak ditangani akan menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat bahkan dapat menimbulkan kematian, Didalam asuhan keperawatan keluarga pada Tn.”M” ternyata ditemukan tiga masalah kesehatan antara lain mengalami bronchitis, personal hygiene dan sanitasi lingkungan. Intervensi yang di lakukan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain memberikan penyuluhan dan memberi motivasi pada pasien dan keluarga,Setelah melakukan pembinaan keluarga pada Tn.”M” dengan masalah bronchitis, personal hygiene dan sanitasi lingkungan, ternyata keluarga dapat lebih memahami dan mengerti tentang cara perawatan penyakit bronchitis., Didalam pelaksanaan tindakan keperawatan terutama mengenai pelaksanaan asuhgan keperawatan keluarga pada Tn.”M” dengan masalah bronchitis, personal hygiene dan sanitasi lingkungan maka perlu untuk meningkatkan kerja sama yang baik antara petugas kesehatan dengan klien keluarga dan masyarakaat. Saran diharapkan kepada keluarga setelah dilakukan pembinaan agar hendaknya mengubah prilaku, pengetahuan dan pemahaman yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan sehingga tercipta kondisi-kondisi yang memungkinkan keluarga untuk hidup sehat dan dapat mencegah atau memperbaiki masalah-masalah kesehatan dalam ruang lingkupnya sebagai unit pelayanan kesehatan. Puskesmas, Pada usaha perawatan keluarga hendaknya menggunakan pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi masalah kesehatan secara cepa, Libatkan keluarga dalam penentuan diagnosa, rencana Asuhan Keperawatan, maupun pelaksanaan tindakan untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai,Perlu adanya peningkatan informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan guna meningkatkan pemahaman keluarga dan masyarakat terhadap suatu penyakit yang dialami dan masalah kesehatan yang terkait dengan kehidupan orang banyak, melalui preventif, dan promosi kesehatan. Institusi, hendaknya mahasiswa lainya menindaklanjuti pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga terutama yang bermasalah serius, setelah ujian akhir program ini diperpanjang guna keefektifan tindakan dan evaluasi yang dilakukan
GAMBARAN TENTANG KEJADIAN DIARE DI SD INP BIRU KABUPATEN BONE Maria Sumaryati; Darmi Arda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v9i1.64

Abstract

Terjadinya penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan yang masih merupakan masalah kesehatan terbesar di indonesia baik dikarenakan masih buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik maupun rendahnya perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Tentang Kejadian Diare di SD Mis Darul Istiqamah,Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan tehnik random sampling. Besar sampel menggunakan rumus 20% dari jumlah populasi yaitu 20% x 102 = 36,6 atau 30 orang. Dan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 juni-29 juni 2013.Hasil penelitian ini adalah untuk menggambarkan kejadian diare di SD Mis Darul Istiqamah Puce’e kebanyakan responden memiliki pengetahuan dengan kategori Ya. Saran tingkatkan motivasi kepada anak agar menggunakan air dari sumber yang memenuhi syarat kesehatan dan sebaiknya air yang hendak di komsumsi dimasak terlebih dahulu serta menyediakan wadah khusus yang memiliki penutup sebagai tempat untuk menyimpan air agar air tidak terkontaminasi.Kesimpulan, Kepada anak agar menggunakan air dari sumber yang memenuhi syarat kesehatan dan sebaiknya air yang hendak dikonsumsi dimasak terlebih dahulu serta menyediakan wadah khusus yang memiliki penutup sebagai tempat untuk menyimpan air agar air tidak terkontaminsai. Kepada murid agar menggunakan jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan serta memperhatikan letak jamban agar tidak mengkontaminasi makanan, air dan tanah disekitarnya. Kepada murid agar menjaga personal higyennya secara baik dan benar yakni dengan mencuci tangan sebelum makan, mandi dua kali sehari dan memakai alas kaki kekamar mandi atau kejamban. Untuk pemerintah setempat agar membuat kebijakan dalam mengatasi kejadian diare sebagai bentuk stimulan bagi masyarakat guna membangun atau memperbaiki sarana kesehatan lingkungan dan memberikan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.
Pengetahuan Perawat Tentang Komunikasi Terapeutik Di Rumah Sakit Darmi Arda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i2.117

Abstract

Communication is an important part of human life. Throughout the course of his life humans always communicate whether consciously or not. The ability of nurses in conducting therapeutic communication is an important thing in the implementation of nursing care. The nurse must not look confused, the patient must feel that he is the nurse's main focus during the interaction. So that nurses can play an active and therapeutic role, nurses must analyze themselves including self-awareness, clarification of values, feelings and being able to be a responsible model. The purpose of this study is descriptive research in which the measurement results are presented as is. This research method uses descriptive research. Descriptive research is research in which the researcher only does a description of the phenomenon found, where the measurement results are presented as is without analyzing why the phenomenon occurred. By using this type of research, researchers wanted to obtain information about the demographic data of nurses and the level of nurse knowledge about therapeutic communication. The results of this study showed that in general the level of hospital nurses' knowledge about therapeutic communication was included in both categories. Of the 52 respondents studied, it was found that respondents with good knowledge were 45 people (86.5%) and respondents with less knowledge were 7 people (13.5%).The conclusion of this study was the knowledge of nurses working in Makassar hospitals about therapeutic communication in general is included in either category.
Studi Kasus Pasien dengan Diare Rumah Sakit di Kota Makassar Darmi Arda; Hartaty Hartaty; Hasriani Hasriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.324

Abstract

Diarrhea is the most common cause of death in infants and toddlers. Diarrhea causes poor nutritional status and poor nutritional status and causes growth failure, even permanent weight loss caused by fluid loss and dehydration. The perceived problem is defecation with a soft or liquid consistency, it can even be in the form of water only and the frequency is more often usually three times or more in one day. This case study aims to look at nursing care provided to clients suffering from diarrhea. The research design uses case studies, which aim to describe the nursing care that is carried out. The number of samples 2 people were observed for 3 days in the hospital. The results of observations in the case of patients 1 age 2.5 years with complaints of diarrhea, vomiting and heat with a temperature of 38.3ºC. In the case of 2 patients aged 3 years with complaints of diarrhea and vomiting. Nursing diagnoses in both cases namely diarrhea are associated with intestinal inflammation. Planned interventions are managing diarrhea, monitoring vital signs, managing drug therapy. The implication of this research is to optimize the management of diarrhea in nursing care in Toodler children with acute liquid diarrhea with mild to moderate dehydration.
Fasting Blood Glucose with Serum Creatinine Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Yohan Trayanus Lasarus Djaha; Maria Kurni Menga; Darmi Arda
Journal Interdisciplinary Health Vol. 2 No. 2 (2026): Journal Interdisciplinary Health
Publisher : Edukasi Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61099/jih.v2i2.259

Abstract

Introduction: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a major global health problem associated with various chronic complications, particularly diabetic nephropathy. Persistent hyperglycemia can damage renal microvasculature and lead to impaired kidney function. Fasting blood glucose (FBG) is commonly used to assess glycemic control, while serum creatinine is a key indicator of renal function. Understanding the relationship between these parameters is important for early detection of kidney complications among patients with T2DM. This study aimed to analyze the relationship between fasting blood glucose levels and serum creatinine levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus in a primary healthcare setting. Research Methodology: This study employed an analytical observational design using a cross-sectional approach. Data were collected from medical records of patients with Type 2 Diabetes Mellitus at UPT Puskesmas Buki, Indonesia, in March 2026. A total of 38 patients who met the inclusion criteria were selected using purposive sampling. Fasting blood glucose levels were measured using the enzymatic GOD-PAP method, while serum creatinine levels were determined using the Jaffe reaction method. Data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rank correlation test with a significance level of p ≤ 0.05. Results: The mean fasting blood glucose level was 176.4 ± 42.5 mg/dL, while the mean serum creatinine level was 1.18 ± 0.36 mg/dL. Statistical analysis revealed a moderate positive correlation between fasting blood glucose and serum creatinine levels (r = 0.421; p = 0.009). This indicates that higher fasting blood glucose levels tend to be associated with increased serum creatinine levels. Conclusions: Fasting blood glucose levels are significantly associated with serum creatinine levels among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Regular monitoring of glycemic status and renal function in primary healthcare settings is essential for early detection and prevention of diabetic kidney complications.
Program PHBS Gigi: Edukasi Dan Demonstrasi Cara Sikat Gigi Yang Efektif Untuk Anak Sekolah Darmi Arda; Rezqiqah Aulia Rahmat; Andi Kamal M.Sallo
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Oral and dental health is an important part of overall health. In school-age children, dental health problems such as caries are still common due to poor dental hygiene habits. One promotional effort that can be implemented is through the Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) program, which provides education and demonstrations on how to brush teeth properly. This community service activity aims to improve schoolchildren's knowledge and skills regarding effective tooth brushing. Implementation methods included dental health education, demonstrations on how to brush teeth properly, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge evaluations. The results of the activity showed an increase in children's knowledge and skills regarding proper tooth brushing and an increased awareness of maintaining dental hygiene. This PHBS dental program is expected to foster healthy dental habits from an early age. Keywords: Community Service, PHBS, Children's Dental Health, Tooth Brushing ABSTRAK Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pada anak usia sekolah, masalah kesehatan gigi seperti karies masih sering ditemukan akibat kurangnya kebiasaan menjaga kebersihan gigi. Salah satu upaya promotif yang dapat dilakukan adalah melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan edukasi dan demonstrasi cara menyikat gigi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak sekolah mengenai cara menyikat gigi yang efektif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan gigi, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak mengenai cara menyikat gigi yang benar serta meningkatnya kesadaran anak dalam menjaga kebersihan gigi. Program PHBS gigi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, PHBS, Kesehatan Gigi Anak, Menyikat Gigi
Workload, Stress, and Patient Safety in Emergency Nursing Units: An Analytic Cross-Sectional Study Rahagia, Rasi; Zusana A.Sasarari; Yunita Kristina; Darmi Arda; Chanchal Kurup
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.221

Abstract

Introduction: Emergency departments represent high-risk clinical environments where workforce strain may compromise patient safety. The World Health Organization reports a global shortage of health workers exceeding 10 million, disproportionately affecting acute care settings. According to the Global Burden of Disease study, non-communicable diseases and injury-related conditions continue to drive emergency service utilization worldwide. In many middle-income countries, increasing patient volume and limited staffing contribute to excessive nurse workload and occupational stress, which are recognized determinants of adverse events and reduced safety compliance. To examine the association between workload, occupational stress, and patient safety practices among nurses working in emergency units. Research Methodology: An analytic cross-sectional study was conducted among 80 emergency nurses in a tertiary hospital. Total sampling was applied. Data were collected using validated self-administered questionnaires measuring workload, occupational stress, and patient safety practices. Bivariate analysis was performed using Chi-square tests, followed by multivariate logistic regression to estimate adjusted odds ratios (AOR) with 95% confidence intervals (CI). Statistical significance was set at α = 0.05. Results: High workload was significantly associated with inadequate patient safety practice (AOR = 3.05; 95% CI: 1.14–8.15; p = 0.026). High occupational stress also independently predicted inadequate safety practice (AOR = 2.47; 95% CI: 1.01–6.05; p = 0.048). The final model explained 31% of the variance in patient safety outcomes. Conclusion: Excessive workload and occupational stress are significant determinants of patient safety performance in emergency nursing units. Workforce regulation, staffing optimization, and stress mitigation strategies should be integrated into hospital quality improvement and public health workforce policies.