Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Keterampilan Berpikir Kritis: Dampak Model Pembelajaran SiMaYang dan Concept Map Pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Tumbuhan Laila Puspita; Reva Antika Putri; Komarudin
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 1 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.279 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/4182-894782

Abstract

Background: Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu aspek penting bagi peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan penggunaan keterampilan berpikir kritis yang tepat akan membantu peserta didik dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SiMaYang berbantuan concept map terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi struktur dan fungsi jaringan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Adapun data diambil dengan menggunakan teknik tes, yaitu data tentang keterampilan berpikir kritis peserta didik. Instrumen tes tersebut berupa soal uraian (essay) yang dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis. Adapun analisis data yang digunakan yaitu uji-t Independent. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa nilai = 5.94 sedangkan = 1.67 sehingga . Kesimpulan: Hal ini menunjukan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh model pembelajaran SiMaYang berbantuan concept map terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi struktur dan fungsi jaringan
Penerapan Model Inquiry Learning Berbantuan Papan Interaktif pada Materi Bagian Tumbuhan dan Fungsinya di Kelas IV Sekolah Dasar: Implementation of the Inquiry Learning Model Assisted by Interactive Boards on the Material of Plant Parts and Their Functions in Grade IV Elementary School Deliana Dwi Hafsari; Cantika Sri Agustin; Holy Angelica Hot Mauli Gultom; Syahira Ramadhini; Aulia Salma Sola; Laila Puspita; Assyfa Devalina Septya Hamdani; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pembelajaran Inquiry Learning berbantuan media konkret papan interaktif didik pada materi Bagian Tubuh Tumbuhan dan fungsinya di kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih rendahnya pemahaman konsep IPAS di sekolah dasar serta kebutuhan pembelajaran yang lebih aktif dan mendalam sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar dengan metode pre-eksperimen, menggunakan desain one group pretest. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas IV. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 61,67 dengan skor minimum 20 dan maksimum 100, sedangkan nilai rata-rata posttest sebesar 58,33 dengan skor minimum 20 dan maksimum 100. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data pretest (Sig. = 0,055) dan posttest (Sig. = 0,051) berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,638 (Sig. > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Inquiry Learning berbantuan papan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan belum terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi IPAS setelah pembelajaran Inquiry Learning berbantuan papan interaktif, sebagaimana dibuktikan oleh skor posttest yang lebih tinggi dibandingkan pretest dan hasil uji-t yang menunjukkan perbedaan signifikansi. Berdasarkan temuan ini, pembelajaran berbasis inkuiri dan media interaktif sangat disarankan untuk dirancang dengan sebaik mungkin dan kemudian diaplikasikan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pemahaman konsep peserta didik secara lebih optimal.
Eksplorasi Nilai Budaya Kaulinan Barudak Sunda Pada Permainan Oray-Orayan Dalam Pembelajaran Di SD: Exploration of the Cultural Values of Sundanese Barudak in the Oray-Orayan Game in Elementary School Learning Sahrany Nurmalasari; Aida Nurasyipha; Laila Puspita; Rita Nuraeni; Indah Nurmahanani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11048

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya eksistensi kaulinan barudak Sunda akibat perkembangan teknologi digital, sehingga nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional mulai kurang dikenal oleh anak-anak. Salah satu permainan tradisional yang memiliki nilai budaya dan edukatif adalah permainan oray-orayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional oray-orayan serta relevansinya dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai artikel ilmiah dan literatur yang relevan mengenai permainan oray-orayan dan nilai budaya dalam pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dengan mengelompokkan data berdasarkan indikator nilai budaya, yaitu nilai moral, nilai kearifan lokal, dan nilai karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan oray-orayan mengandung nilai moral berupa sikap saling menghargai dan kebersamaan, nilai kearifan lokal berupa pelestarian budaya Sunda melalui bahasa, lagu, dan tradisi permainan, serta nilai karakter berupa kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Selain itu, permainan oray-orayan memiliki potensi sebagai media pembelajaran kontekstual yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar. Dengan demikian, permainan tradisional oray-orayan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sebagai upaya penguatan pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal.