Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Inquiry Learning Berbantuan Papan Interaktif pada Materi Bagian Tumbuhan dan Fungsinya di Kelas IV Sekolah Dasar: Implementation of the Inquiry Learning Model Assisted by Interactive Boards on the Material of Plant Parts and Their Functions in Grade IV Elementary School Deliana Dwi Hafsari; Cantika Sri Agustin; Holy Angelica Hot Mauli Gultom; Syahira Ramadhini; Aulia Salma Sola; Laila Puspita; Assyfa Devalina Septya Hamdani; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pembelajaran Inquiry Learning berbantuan media konkret papan interaktif didik pada materi Bagian Tubuh Tumbuhan dan fungsinya di kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih rendahnya pemahaman konsep IPAS di sekolah dasar serta kebutuhan pembelajaran yang lebih aktif dan mendalam sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar dengan metode pre-eksperimen, menggunakan desain one group pretest. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas IV. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 61,67 dengan skor minimum 20 dan maksimum 100, sedangkan nilai rata-rata posttest sebesar 58,33 dengan skor minimum 20 dan maksimum 100. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data pretest (Sig. = 0,055) dan posttest (Sig. = 0,051) berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,638 (Sig. > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Inquiry Learning berbantuan papan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan belum terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi IPAS setelah pembelajaran Inquiry Learning berbantuan papan interaktif, sebagaimana dibuktikan oleh skor posttest yang lebih tinggi dibandingkan pretest dan hasil uji-t yang menunjukkan perbedaan signifikansi. Berdasarkan temuan ini, pembelajaran berbasis inkuiri dan media interaktif sangat disarankan untuk dirancang dengan sebaik mungkin dan kemudian diaplikasikan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pemahaman konsep peserta didik secara lebih optimal.
Tingkat Keberhasilan Produk Makanan Inovatif Mahasiswa Berdasarkan Respon dan Pembelian Pengunjung Bazar: Success Level of Student Innovative Food Products Based on Responses and Purchases from Bazaar Visitors Primanita Sholihah Rosmana; Cantika Sri Agustin; Caroline Rotua; Fathan Tamam; Rizky Nurul Muslih; Sahrany Nurmalasari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan konsumen sebagai dasar penentuan strategi pengembangan produk makanan berbasis buah yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Penelitian ini merupakan pengembangan dari studi sebelumnya yang berfokus pada analisis deskriptif kepuasan konsumen, dengan penajaman pada penentuan prioritas perbaikan produk berdasarkan indikator kepuasan dan minat beli. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik accidental sampling terhadap 20 responden pengunjung bazar kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–4 yang mencakup indikator rasa/kualitas, harga, kemasan, dan minat beli, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pemeringkatan prioritas pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator rasa/kualitas memperoleh nilai kepuasan tertinggi dan menjadi kekuatan utama produk, diikuti oleh harga dan minat beli yang berada pada kategori baik. Sebaliknya, indikator kemasan memiliki nilai kepuasan terendah sehingga menjadi prioritas utama dalam strategi pengembangan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan desain dan fungsionalitas kemasan berpotensi meningkatkan daya tarik produk serta minat beli konsumen. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya dalam merancang produk makanan berbasis buah yang berdaya saing dan berkelanjutan