Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SISTEM MONITORING KEPEKATAN NUTRISI PADA TANAMAN AQUAPONIK BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID Ramli; Mutiara Safitri; Riza Trihaditia; Siti Yiyis Rahmah
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v8i1.6489

Abstract

Dengan Perkembangan infrastruktur semakin pesat dikota-kota besar, lahan yang dapat digunakan untuk bercocok tanam menjadi semakin sempit, metode aquaponik bisa menjadi solusi yang menarik untuk lahan sempit. Tanaman aquaponik adalah metode pertanian yang menggabungkan budidaya ikan dengan pertanian tanaman air dalam sebuah sistem. Kepekatan nutrisi yang tepat pada tanaman aquaponik menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan pertumbuhan optimal tanaman. Oleh karena itu, pengembangan sistem monitoring yang efisien menjadi penting untuk memantau kondisi nutrisi tanaman secara terus-menerus. Maka dari itu penulis mengusulkan sebuah sistem monitoring kepekatantan nutrisi pada tanaman aquaponik berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diakses melalui perangkat smartphone Android. Sistem ini terdiri dari sensor kepekatan nutrisi (TDS), sensor suhu dan kelembaban (DHT22), papan display LCD 12x6 I2C, dan papan BreadBoard yang ditempatkan di media tanam, microkontroler sebagai unit pemrogram data, dan modul komunikasi nirkabel untuk mengirimkan data ke server. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif yaitu data yang dikumpulkan oleh sensor kemudian diproses dan disajikan melalui aplikasi smartphone Android. Pengguna dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai kepadatan nutrisi tanaman secara realtime. Berdasarkan pengujian dan penelitian dapat diselesaikan dengan baik. Sistem yang dibuat untuk mengukur kadar nutrisi, suhu, dan kelembaban tanaman aquaponik dapat berjalan dengan baik. Alat pengukur TDS menghasilkan nilai rata-rata 1217 ppm, suhu 28 °C, dan kelembaban 89%.
OPTIMASI ORGANOLEPTIC MINUMAN FUNGSIONAL DARI FORMULASI DAUN KUMIS KUCING, BUNGA ROSELLA, DAN BUNGA TELANG Yuliani; Riza Trihaditia; Angga Atmadja
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 16 No 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v16i1.6378

Abstract

Minuman fungsional adalah minuman yang dirancang khusus untuk memberikan manfaat kesehatan tambahan di luar nutrisi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi minuman fungsional kaya dengan antioksidan yang mengkombinasikan ekstrak daun kumis kucing, bunga rosella dan bunga telang. Optimasi organoleptik bertujuan menemukan keseimbangan rasa, aroma, dan warna visual yang disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan metode Response Surface Method (RSM) dengan enam formulasi kombinasi yang berbeda dari : daun kumis kucing, bunga rosella dan bunga telang. Uji mutu sensoris yang dilakukan meliputi warna, rasa, kekentalan dan aroma oleh 30 orang panelis. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap keempat parameter. Formulasi terbaik diperoleh pada perlakuan F dengan formulasi kumis kucing 25% bunga rosella 25% bunga telang 50% mendapatkan skor wilayah optimasi untuk parameter : Warna = 1; Rasa = 1; Kekentalan = 1 dan Aroma = 3. Dengan demikian, formulasi F dapat dikategorikan sebagai formulasi yang paling optimal berdasarkan keseluruhan penilaian sensori. Formulasi terbaik ini selanjutnya di uji FTIR(Fourier Transform Infrared Spectroscopy), hasil analisis FTIR menunjukkan adanya gugus –OH, C=O, C=C aromatik, dan C–O glikosidik yang menandakan kehadiran senyawa fenolik seperti flavonoid dan antosianin, yang berperan sebagai antioksidan. Dengan demikian, formulasi F berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional herbal yang memiliki karakteristik sensori baik dan kandungan antioksidan yang mendukung manfaat kesehatan.
UJI ORGANOLEPTIK PANGAN FUNGSIONAL ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN BUNGA TELANG DAN KULIT BUAH NAGA MERAH Ramli Muli; Siti Alia Rahmatunisa; Riza Trihaditia
Pro-STek Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5978

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat dan pewarna alami mendorong pengembangan produk pangan fungsional, salah satunya es krim. Pewarna sintetis pada pangan dapat menimbulkan risiko kesehatan, sehingga diperlukan alternatif alami seperti bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan kulit buah naga merah yang kaya antosianin dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kedua bahan tersebut terhadap sifat organoleptik es krim serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian bersifat eksperimental menggunakan metode Response Surface Method (RSM) dengan lima perlakuan perbandingan bunga telang dan kulit buah naga merah, melibatkan 30 panelis (29 umum dan 1 ahli). Tahapan meliputi pembuatan bubur bahan, formulasi es krim, uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur), dan analisis data. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap keempat parameter. Formulasi terbaik diperoleh pada kombinasi 0 g bunga telang dan 20 g kulit buah naga merah dengan skor warna, aroma, rasa, dan tekstur tertinggi dibanding perlakuan lain. Penambahan kulit buah naga merah terbukti meningkatkan daya tarik visual, tekstur, serta memberikan manfaat fungsional sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan limbah kulit buah naga merah dan bunga telang sebagai inovasi pangan sehat.