Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan Program PelatihanPreseptor Untuk Meningkatkan Efikasi Diri dan Kinerja Preseptor Kurniaty Ulfah; Nanan Sekarwana; Farid Husin; Johanes Cornelius Mose; Nurhalim Shahib; Dany Hilmanto
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 3, No 1 (2016): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.759 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v3i1.61

Abstract

Sistem pembelajaran praktik klinik kebidanan yang berjalan di Indonesia selama ini dinilai belum optimal. Salah satu permasalahannya adalah masih rendahnya kualitas pembelajaran praktik klinik karena terbatasnya jumlah preseptor yang dipersiapkan melalui pelatihan. Selanjutnya, belum adanya panduan standar yang digunakan oleh preseptor dalam membimbing praktik klinik mahasiswa mengakibatkan kualitas bimbingan tidak sesuai harapan. Preseptor yang tidak dilatih mengakibatkan rendahnya efikasi diri dalam menjalankan perannya sehingga kinerja preseptor dalam membimbing praktik klinik mahasiswa tidak muncul secara optimal. Oleh karena itu, pengembangan program pelatihan preseptor sesuai dengan kebutuhan program sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan program pelatihan preseptor terhadap efikasi diri dan kinerja preseptor. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen kuasi pre-post-testdesignwith control groups. Sampel penelitian ini adalah seluruh preseptor dan mahasiswa yang berpraktik klinik di ruang bersalin RSUD Majalaya sebagai kelompok perlakuan dan preseptor dan mahasiswa yang berpraktik klinik di ruang bersalin RSUD Soreang sebagai kelompok kontrol mulai dari Bulan September sampai dengan Desember 2015. Pengumpulan data menggunakan instrumen daftar tilik observasi dan kuesioner.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan efikasi diri yang bermakna pada kelompok perlakuan yaitu 10,1% dibandingkan kelompok kontrol (0,8%) (p<0,001).Skor kinerja kelompok perlakuan (68,8) lebih tinggi secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol (37,1) (p <0,001).Program pelatihan preseptor yang dikembangkan merupakan upaya yang efektif untuk meningkatkan efikasi diri dan kinerja preseptor dalam pembelajaran praktik klinik mahasiswa kebidanan.
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN EFIKASI DIRI WANITA USIA SUBUR TERKAIT KESEHATAN PRAKONSEPSI Wiwin Widayani; Kurniaty Ulfah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.089 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1906

Abstract

Wanita usia subur merupakan periode aktifnya fungsi organ reproduksi untuk menghadapi siklus reproduksi bagi seorang perempuan yakni masa kehamilan. Pendidikan kesehatan merupakan interaksi antara pendidik dan peserta didik yang mendorong terjadinya pembelajaran sebagai upaya menambah pengetahuan baru, sikap, dan ketrampilan untuk menghasilkan perubahan perilaku. Pengetahuan wanita tentang prakonspsi yang kurang dan pada akhirnya, sikap dan efikasi diri wanita tentang kesehatan prakonsepsi tentunya akan berpengaruh terhadap perilaku dalam meningkatkan kesehatan prakonsepsi. Efikasi diri akan berkembang berangsur-angsur secara terus menerus seiring meningkatnya kemampuan dan bertambahnya pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan pengetahuan individu. Tingginya efikasi diri yang dipersepsikan akan memotivasi individu secara kognitif untuk bertindak secara tepat dan terarah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain survei untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan efikasi diri WUS terkait kesehatan prakonsepsi. Penelitian ini dilaksanakan di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung dan Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Subjek penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) dengan rentang usia 15-49 tahun dengan besar sampel penelitian adalah sebanyak 82. Sampel diambil secara consecutive sampling pada saat WUS datang ke posyandu/klinik bidan yang ada di wilayah lokasi penelitian.
PENGALAMAN REMAJA TUNANETRA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL: STUDI KUALITATIF: Indonesian Kurniaty Ulfah; Wiwin Widayani
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.179 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i2.1976

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki tantangan untuk berpartisipasi dalam berbagai sektor kehidupan. Remaja dengan tunanetra dapat mengalami masalah lebih luas dan kompleks serta pengalaman hidup yang berbeda terkait dengan kesehatan reproduksi dan seksualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman remaja tunanetra terkait kesehatan reproduksi dan seksualnya. Sebuah studi kualitatif dilaksanakan dari Bulan Oktober 2020 sampai dengan Februari 2021 di salah satu Sekolah Luar Biasa di Kota Bandung. Penelitian ini melibatkan 11 orang partisipan remaja tunanetra sampai tercapainya saturasi data. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam dan analisis data dilakukan secara analisis tematik. Hasil penelitian ini mendapatkan dua tema utama, yakni 1) Respon, sikap dan kepercayaan terkait kesehatan reproduksi dengan sub-tema: gejolak emosi menghadapi pubertas, meyakini mitos terkait menstruasi, dan orang yang diajak ’curhat’ tentang kesehatan reproduksi dan seksual; 2) Perilaku seksual dengan sub-tema: rasa suka dan hubungan dekat dengan lawan jenis, gairah seksual yang bergejolak pada remaja laki-laki, dan perilaku masturbasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya kesadaran, pengetahuan, dan perilaku remaja tunanetra terkait kesehatan reproduksi dan seksualnya masih kurang yang dapat memengaruhi perilaku dan kualitas hidup mereka. Oleh sebab itu, penting sekali memperhatikan pengalaman remaja tunanetra dalam periode ini. Pendidikan dan pendampingan sangat diperlukan baik dari orang tua, tenaga pendidik, dan konselor untuk memberikan informasi dan arahan yang benar agar remaja dapat memiliki perilaku yang lebih baik terkait kesehatan reproduksi dan seksualnya.
EFEKTIFITAS ASUHAN BERPUSAT PADA KELUARGA DALAM KELAS ANTENATAL TERHADAP PENURUNAN STRES WANITA HAMIL Kurniaty Ulfah; Yuni Nurchasanah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2212

Abstract

Stress in pregnancy is closely related to the incidence of preterm labor. The estimated rate of preterm birth in Indonesia is 15.5%. Preventive efforts are needed to reduce women's stress levels during pregnancy. One such effort is family-centered care. The research results show that implementing this model can increase patient satisfaction and care outcomes and reduce anxiety and stress. However, its application in pregnancy care in Indonesia is still limited. This study aimed to determine the effectiveness of implementing family-centered care (FCC) in antenatal classes on reducing stress in women during pregnancy. This research was a quasi-experimental design with pre and post-test with control. The sample size of pregnant women for each group was 44. The sampling technique was carried out consecutively. The Revised Prenatal Distress Questionnaire (NuPDQ) measured pregnant women's stress. Data processing was done computerized with SPSS. Data analysis used a nonparametric test. This study's results indicated no significant difference in reducing the stress level of pregnant women between the groups that attended FCC antenatal classes and the control group (p>0.05). It was thought to be due to less than optimal support from husbands during antenatal classes and pregnant women in the research sample have a low risk of stress during pregnancy. Further research is needed regarding the effectiveness of FCC antenatal classes in groups of pregnant women at higher risk of experiencing stress/anxiety/depression.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. Y DENGAN PENERAPAN GYM BALL DI PUSKESMAS CISURUPAN GARUT Karbilasari, Karbilasari; Kurniaty Ulfah, Kurniaty Ulfah
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan adalah proses alami yang dialami oleh seorang ibu dalam melahirkan bayinya. Namun, beberapa ibu mengalami hambatan dalam proses persalinan  yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan risiko komplikasi. Oleh karena itu digunakan teknik gym ball yang efektif dalam mempercepat kemajuan persalinan.Penggunaan gym ball sebagai metode non-farmakologis dapat membantu mempercepat kemajuan persalinan dengan melatih otot panggul, mengurangi tekanan pada tulang belakang, dan memberikan efek psikologis yang positif. Metode ini dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi selama proses persalinan. Penulisan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penggunaan gym ball dalam mengurangi nyeri dan mempercepat proses persalinan. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penggunaan gym ball dalam persalinan. Metode yang digunakan berupa studi kasus, dilaksanakan di Desa Cipelah Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut dari bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2023. Subjek asuhan adalah Ny. Y usia 32 tahun. Asuhan diterapkan sejak ibu hamil, bersalin, nifas hingga bayi baru lahir. Hasil kemajuan persalinan pada kala 1 fase aktif berlangsung selama 4 jam.Selama asuhan tidak terdapat masalah dalam kehamilan,nifas dan bayi baru lahir ,saat persalinanan diberikan penerapan gym ball untuk mengurangi nyeri dan mempercepat kemajuan persalinan. Kata kunci : gym ball, Asuhan komprehensif
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D DENGAN PENERAPAN PIJAT PERINEUM DI PUSKESMAS CISURUPAN, KABUPATEN GARUT Alneza Apriliani Dwi Putri, Alneza; Kurniaty Ulfah, Kurniaty
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan, persalinan dan nifas merupakan proses fisiologis bagi setiap wanita. Namun jika tidak dilakukan asuhan sejak masa kehamilan, 20% dapat menjadi patologi yang mengancam ibu dan bayi, baik pada masa kehamilan, persalinan maupun nifas. Salah satu masalah yang dapat terjadi saat persalinan, yaitu ruptur perineum. Pada persalinan primigravida angka kejadian ruptur perineum sebanyak 98% dan pada multigravida sebanyak 85%. Hal ini menunjukkan baik primigravida ataupun multigravida angka kejadian rupture perineum masih tinggi. Untuk mencegahnya, dilakukan pijat perineum sejak kehamilan. Tujuan dari penyusunan laporan kasus ini yaitu memberikan asuhan kebidanan komprehensif dengan menerapkan manajemen kebidanan. Laporan kasus yang dilakukan pada Ny. D secara komprehensif mulai dari masa kehamilan hingga nifas. Asuhan ini dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2023 di Puskesmas Cisurupan, Kabupaten Garut dengan metode pengumpulan data: wawancara, observasi dan studi dokumentasi buku KIA ibu. Dalam asuhan kebidanan kehamilan yang dilakukan terhadap Ny. D pada trimester III, didapatkan masalah kecemasan jika terjadi ruptur perineum seperti riwayat persalinan sebelumnya. Kecemasan ini diatasi dengan melakukan penerapan pijat perineum dan senam hamil. Intervensi ini berhasil dan tidak terdapat ruptur perineum saat persalinan.   Pada asuhan persalinan, nifas dan bayi baru lahir tidak didapatkan masalah. Asuhan komprehensif yang diberikan sebagian besar sudah sesuai dengan standar, namun masih terdapat kesenjangan, diantaranya pemotongan tali pusat tanpa penundaan, pasien dipulangkan kurang dari 24 jam postpartum dan pemberian antibiotik pada ibu nifas tanpa indikasi. Diharapkan asuhan kebidanan ditingkatkan lagi sesuai dengan evidence based practice.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D DENGAN ANEMIA RINGAN, PERDARAHAN POSTPARTUM DAN PENERAPAN BIRTHBALL Fauziah Zulhijah Diniya, Fauziah; Kurniaty Ulfah, Kurniaty
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab sering terjadinya kasus anemia pada ibu hamil di Indonesia dikarenakan ibu hamil kurang patuh dalam mengonsumsi tablet Fe. Anemia pada ibu hamil dapat berisiko terhadap kelahiran prematur, persalinan lama, perdarahan, BBLR dan kejadian asfiksia. Perlu dilakukannya asuhan kebidanan komprehensif sejak kehamilan hingga masa nifas pada ibu hamil salah satunya adalah untuk mengurangi resiko kejadian anemia pada ibu hamil yang dapat berakibat pada terjadinya penyulit pada saat persalinan maupun saat nifas. Metode yang digunakan dalam asuhan ini adalah dengan studi kasus pada Ny. D G1P0A0 yang dilakukan sejak bulan Januari 2023 – Mei 2023 di wilayah Kabupaten Garut. Hasilnya menunjukkan ibu mengalami anemia pada kehamilan yang disebabkan karena ketidak patuhan ibu terhadap konsumsi tablet Fe selama hamil. Ibu juga mengalami penyulit saat persalinan diantaranya; Fase aktif memanjang, perdarahan postpartum primer pada Kala IV persalinan hingga ibu perlu dirujuk ke Rumah Sakit dan kondisi bayinya yang tidak segera menangis. Kondisi ini dicurigai akibat dari anemia ibu yang tidak tertangani. Dari kejadian ini dapat disimpulkan bahwa pentingnya melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap konsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Terkhusus kepada ibu hamil dengan anemia perlu adanya evaluasi yang berkelanjutan dari kondisi tersebut.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DENGAN PENEREAPAN MASSAGE COUNTERPRESSURE DAN BIRTHING BALL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CISURUPAN KABUPATEN GARUT Nursifayanti, Anisa; Ulfah, Kurniaty
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan dan persalinan merupakan suatu keadaan fisiologis namun memiliki risiko dalam perjalanannya. Risiko masalah tersebut dapat diatasi sedini mungkin dengan asuhan komprehensif. Salah satu masalah dalam persalinan yang terjadi adalah nyeri persalinan. Nyeri persalinan dapat diatasi dengan metode non farmakologi, yaitu dengan massage counterpressure yang merupakan pijatan lembut membantu ibu merasa rileks dan nyaman selama persalinan, serta birthing ball merupakan terapi fisik menggunakan bola yang dapat mengurangi nyeri persalinan. Tujuan studi kasus ini adalah melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, neonatus, hingga masa nifas pada Ny. S, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cisurupan Kabupaten Garut. Asuhan kehamilan yang diberikan untuk mengurangi nyeri punggung yang dikeluhkan belum bisa dievaluasi efektivitasnya, karena asuhan yang dilakukan hanya satu kali. Asuhan persalinan pada Ny. S dapat dilakukan secara efektif sehingga masalah nyeri persalinan dapat teratasi dengan massage counterpressure dan birthing ball. Namun ditemukan tindakan yang kurang efektif dalam standar asuhan persalinan, yaitu dilakukan penjepitan dan pemotongan tali pusat <1 menit dan penjahitan luka laserasi derajat 2 tanpa anestesi. Hal ini juga menyebabkan IMD yang dilakukan tidak sesuai dengan standar atau anjuran. Asuhan masa nifas berlangsung dengan baik, masalah yang ditemukan dapat teratasi. Hal ini serupa dengan asuhan pada bayi baru lahir yang secara keseluruhan bayi dalam keadaan baik dan normal. Asuhan komprehensif ini dilaksanakan berdasarkan manajemen dan standar pelayanan kebidanan, namun bidan harus dapat memperhatikan tindakan penjahitan luka laserasi sesuai dengan standar asuhan kebidanan, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
PERSPEKTIF DAN TANTANGAN PELAYANAN PRAKONSEPSI: STUDI KUALITATIF PADA BIDAN DAN PEMANGKU KEPENTINGAN DI KOTA BANDUNG Ulfah, Kurniaty; Ferina, Ferina; Sriyanti, Chris
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.2767

Abstract

Indonesia continues to face major challenges in reducing maternal mortality, as many women begin pregnancy in poor health due to conditions such as anemia, hypertension, and chronic energy deficiency (CED). These health issues increase maternal risk and contribute to adverse birth outcomes like low birth weight and stunting. Although preconception care plays a crucial role in addressing these problems, it remains underutilized, particularly at the primary healthcare level. This study explored the perspectives and experiences of midwives and stakeholders regarding the challenges and strategies in delivering preconception care in Bandung City. A qualitative exploratory study was conducted from July to November 2024, involving in-depth interviews with 18 participants from two primary healthcare centers and the Bandung City Health Office. Data were analyzed thematically using Braun and Clarke’s approach, with triangulation through interviews, field observations, and member checking to ensure credibility. Two main themes emerged: midwives' views and experiences of preconception services, and stakeholders’ insights into implementation challenges. While midwives acknowledged the importance of preconception care in preventing complications, implementation was limited, hindered by the lack of operational policies, limited resources, low public awareness, and insufficient training. Stakeholders emphasized the need for community and family-based education, policy advocacy, and capacity strengthening of healthcare workers. In conclusion, preconception care has strong potential to prevent pregnancy complications and improve maternal and child health. Enhancing its impact within reproductive health services requires stronger policy backing, sufficient resource allocation, and integrated, sustainable implementation, including broader public education and ongoing health provider training.