Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISA DAMPAK AKTIVITAS PENAMBANGAN PASIR TERHADAP KUALITAS FISIK AIR SUNGAI SERAYU DI KABUPATEN CILACAP Rosita Dwityaningsih; Nurlinda Ayu Triwuri; Murni Handayani
Jurnal Akrab Juara Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sand mining activities that continue to increase as a result of increasing demand for raw materials for infrastructure development have an impact on the environment. Negative impacts on the environment will occur if sand reduction can not be properly managed. One of the locations that is often used as a sand mining activity is the watershed. One of the river basin areas that contain sand mining activities is the Serayu DAS of Cilacap regency. In this research, the analysis of sand mining impact on physical quality of serayu river in Cilacap regency. Physical parameters measured were temperature, total dissolved solid (TDS) and electrical conductivity (DHL). The measurement results were conducted in 4 stations from upstream to downstream of Serayu River Cilacap Regency resulting temperature value of water between 30oC -31.5oC. The TDS value is in the range of 100 mg / L - 140 mg / L and the DHL value is in the range of 100 μS / cm - 200 μS / cm. Sand mining activities affect the rise of TDS and DHL in serayu river even though the value is still below the quality standard. Keywords: physical quality of river water, serayu river, sand mining
KAJIAN STATUS MUTU PERAIRAN SUNGAI SERAYU DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE INDEKS PENCEMARAN (POLLUTION INDEX) Nurlinda Ayu Triwuri; Murni Handayani; Rosita Dwityaningsih
Jurnal Akrab Juara Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serayu River crossing several districts Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, until empties into Cilacap. This research was conducted at Banyumas and Cilacap regency. Banyumas Regency, Kebasen consists of three stations in the sand mining area before sand mining, sand mining location, after sand mining. Cilacap regency consists of three stations Sampang, Maos and Slarang. The method used there are two that is purposive sampling method for sampling location and method of pollution index (IP) to determine water quality of Serayu River. From the calculation of IP method, the water quality of Serayu River in Banyumas Regency is obtained at station 1, 2 and 3 (0,922), (0,921) and (0,934). Meanwhile, located in Cilacap Regency, obtained at stations 1, 2 and 3 of (0.897), (0.921) and (0.891). Based on Ministry Decree No.115/2003 relationship value of IP with water quality status is still included in the IP value of 0 to 1.0 is the status of good condition quality. Keyword : Serayu River, Pollution Index, Quality status.
KONFLIK PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR UNTUK IRIGASI SAWAH DAN KOLAM DI KECAMATAN MAOS, KABUPATEN CILACAP Murni Handayani; Rosita Dwityaningsih; Nurlinda Ayu Triwuri
Jurnal Akrab Juara Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wetland farmers in Maos District, Cilacap Regency were originally all farmers of paddy fields, but the increasing economic need, the farmers began to shift to fish farmes (pond) because the income is hgher. However, this resulted in conflicts over the utilization of water resources for paddy fields and ponds. The research method is deskriptive, databased on interview result both to farmer of paddy field, pond farmer, water user officer and related service in Maos District, Cilacap Regency. The result showed that conflict of utilization of water resources of irrigation in Maos District between wetland farmer and fish farmer (pond) have an effect on paddy farmer production result. Rice production is not optimal because water that should be used for irrigation is reduced to the pond. Maintained capacity of the irrigation network can ensure the water requirements of farmers. The Goverment as a main authorities in management of primary irrigation network, needs to improve its capabilities especially in allocating operational and maintenance funds. To increase paddy production and the welfare of society, policies need to be done first is to increase the irrigation capacity. Keywords : conflict, paddy field, fish pond
Pembuatan Briket dari Serbuk Kayu dan Daun Jati Kering Menggunakan Molase sebagai Bahan Perekat Rafi Hidayat; Rosita Dwityaningsih; Taufan Ratri Haarjanto
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2022.006.02.03

Abstract

Langkanya jumlah bahan bakar menyebabkan permasalahan terhadap pemenuhan sumber energi. Oleh karena itu, mendapatkan bahan alternatif penukar bahan bakar fosil yang..lebih..ramah lingkungan dilakukan. Serbuk kayu dan daun jati kering merupakan biomassa yang belum digunakan..secara optimal. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan pembuatan briket dari serbuk kayu dan daun jati kering. tujuan dari penilitan ini adalah untuk mengetahui kualitas briket serbuk kayu dan daun jati kering berdasarkan SNI 01-6235-2000. Pembutan briket dari serbuk kayu dan daun jati kering dengan menggunakan molase sebagai perekat dapat menjadi sumber enetgi alternatif. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis pada suhu 300⁰C dengan variasi waktu 2 jam dan 3 jam pada serbuk kayu dan daun jati kering. briket yang telah jadi dilakukan pengujian nilai kalor, kadar abu, kadar air, nilai kerapatan, uji laju pembakaran, dan lama mulai terbakar sesuai dengan SNI 01-6235-2000. Dari hasil penelitian didapatkan briket dengan komposisi terbaik yaitu perbandingan serbuk kayu dan daun jati kering adalah sampel H dengan komposisi serbuk kayu 100%, perekat molase sebanyak 25 gram pada waktu pengarangan 3 jam, briket tersebut mempunyai nilai kalor 6197 kal/g, kadar abu 64%, kadar air 2,18%, kerapatan 0,77 g/cm3, laju pembakaran 4,85 g/menit, dan lama mulai terbakar 10 detik.
Aplikasi Pupuk Organik Padat dari Sludge Biogas dengan Penambahan Eceng Gondok dan Serbuk Gergaji Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai rosita dwityaningsih
Buletin Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2471

Abstract

Sludge biogas merupakan limbah padat organik yang mengakibatkan pencemaran. Padahal sludge biogas masih mempunyai senyawa organik yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan lagi sebagai bahan pembuatan pupuk. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pupuk organik padat kombinasi yang dibuat dari campuran sludge biogas, eceng gondok dan serbuk gergaji dapat digunakan sebagai pupuk pada tanaman cabai. Aplikasi Pupuk Organik Padat (POP) kombinasi tersebut dilakukan dengan mengamati tinggi batang dan jumlah daun dari tanaman cabai yang ditanam pada 4 variasi yaitu tanpa pupuk, POP sludge biogas, POP kombinasi dan POP komersial selama 9 minggu. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada minggu ke-9 POP kombinasi dapat menghasilkan jumlah daun 6 lembar dan tinggi batang 7 cm yang setara dengan pupuk komersial.
The Effect of Electrode Types and Voltage on COD in Flavoring Industry Waste Using Electrocoagulation Muhammad Faishal Muzakky; Ilma Fadlilah; Rosita Dwityaningsih
Stannum : Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Department of Chemistry - Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jstk.v5i2.4323

Abstract

Industrial waste is something that must be managed by every company so as not to endanger the surrounding environment. One of the industries that must process its waste is the food flavoring industry. This industrial waste has the characteristics of high Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solid (TSS) values. This study used the electrocoagulation method which aims to treat this food flavor industrial waste. This electrocoagulation method uses variations of aluminum and steel electrodes, variations of voltaje 6v, 9v and 12v where the waste will be processed for 120 minutes. The results of this study were the COD value to 31.25 Mg/l from the initial 22,310 mg/L.
PELATIHAN PEMBUATAN BIOBRIKET DARI LIMBAH KERAJINAN BAMBU SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI DESA BANJARWARU NUSAWUNGU Nurlinda Ayu Triwuri; Oto Prasadi; Rosita Dwityaningsih; Mardiyana, Mardiyana; Murni Handayani; Lutfi Syafirullah; Theresia Evila Purwanti Sri Rahayu
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i10.9919

Abstract

Kecamatan Nusawungu tepatnya di desa Banjarwaru merupakan sentra perajin anyaman bambu menjadi barang yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hasil produk bambu ini penjualannya sudah sampai ke berbagai daerah bahkan ke manca negara. Seiring dengan permintaan pangsa pasar yang meningkat sehingga meningkat pula limbah bambu yang dihasilkan dari perajin bambu. Selama ini, limbah bambu tersebut belum digunakan untuk menjadi produk lain yang memiliki manfaat lebih baik, padahal limbah bambu masih memiliki potensi yang besar untuk menjadi produk yang lebih bernilai jual. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan solusi dalam pemanfaatan limbah bambu menjadi briket bambu yang minim asap polutan udara. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melalui 3 tahapan yaitu tahapan survei lokasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat, tahapan pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat , tahapan pendampingan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat mampu memahami pengelolaan limbah secara benar dan tepat yaitu menjadi produk briket.
ANALISA DAMPAK AKTIVITAS PENAMBANGAN PASIR TERHADAP KUALITAS FISIK AIR SUNGAI SERAYU DI KABUPATEN CILACAP Rosita Dwityaningsih; Nurlinda Ayu Triwuri; Murni Handayani
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 9 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas penambangan pasir yang terus meningkat sebagai akibat meningkatnya kebutuhan bahan baku pembangunan infrastruktur berdampak pada lingkungan. Dampak negatif terhadap lingkungan akan terjadi apabila penamabngan pasir tidak bisa di kelola dengan baik. Salah satu lokasi yang sering dijadikan kegiatan penambangan pasir adalah daerah aliran sungai. Salah satu daerah alian sungai yang terdapat aktivitas penambangan pasir adalah DAS Serayu kabupaten Cilacap. Pada penelitian ini dilakukan analisis dampak penambangan pasir terhadap kualitas fisik sungai serayu di kabupaten Cilacap. Parameter fisik yang diukur adalah suhu, total dissolved soli d(TDS) dan daya hantar listrik (DHL). Hasil pengukuran dilakukan di 4 stasiun dari hulu sampai hilir sungai serayu kabupaten Cilacap dihasilkan nilai suhu air antara 30oC -31.5oC. Nilai TDS berada pada kisaran 100 mg/L – 140 mg/L dan nilai DHL berada pada kisaran 100 µS/cm – 200 µS/cm. Aktivitas penambangan pasir mempengaruhi kenaikan TDS dan DHL pada sungai serayu meskipun nilainya masih di bawah baku mutu
KAJIAN STATUS MUTU PERAIRAN SUNGAI SERAYU DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE INDEKS PENCEMARAN (POLLUTION INDEX) Nurlinda Ayu Triwuri; Murni Handayani; Rosita Dwityaningsih
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sungai Serayu melintasi beberapa Kabupaten yaitu Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga bermuara di Cilacap. Penelitian ini dilakukan di lokasi Kabupaten Banyumas dan Cilacap. Kabupaten Banyumas, Kebasen terdiri dari tiga stasiun di daerah penambangan pasir yaitu sebelum penambangan pasir, lokasi penambangan pasir, setelah penambangan pasir. Kabupaten Cilacap terdiri dari tiga stasiun yaitu Kecamatan Sampang, Maos dan Slarang. Metode yang digunakan ada dua yaitu metode purposif sampling untuk pengambilan lokasi sampling dan metode Indeks Pencemaran (IP) untuk menentukan kualitas air Sungai Serayu. Dari hasil perhitungan metoda IP, kualitas air Sungai Serayu yang berada di Kabupaten Banyumas, diperoleh pada stasiun 1, 2 dan 3 sebesar (0,922), (0,921) dan (0,934). Sedangkan, yang berada di Kabupaten Cilacap, diperoleh pada stasiun 1, 2 dan 3 sebesar (0,897), (0,921) dan (0,891). Berdasarkan KEPMENLH No.115 Tahun 2003 hubungan nilai IP dengan status mutu air masih termasuk dalam nilai IP sebesar 0 – 1,0 yaitu dengan status mutu kondisi baik.