Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MEDIAN

Inventarisasi Dan Pemanfaatan Nipah (Nypa fruticans ( Thunb.) Wurmb) Oleh Masyarakat Pada Hutan Mangrove Kampung Mariat Pantai Distrik Aimas Kabupaten Sorong Ihsan Febriadi; Fajrianto Saeni
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.887 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i3.176

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan pemanfaatan nipah (Nypa Fruticans) oleh masyarakat  di Kampung Mariat Distrik Aimas  Kabupaten Sorong. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat yang berlangsung pada Tahun 2018. Metode yang digunakan untuk inventarisasi tegakan nipah yang akan dilakukan di lapangan dengan menggunakan metode petak sampling, dengan teknik jalur berpetak. Sedangkan untuk menjelaskan pemanfaatan nipah oleh masyarakat dilakukan pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner.  Penarikan sampel masyarakat dilakukan dengan metode purposive sampling. Penentuan responden dibagi menjadi dua, yaitu responden umum dan responden kunci. Penentuan responden umum dilakukan dengan metode sensus terhadap seluruh atau sebagian besar masyarakat  Kampung Mariat Pantai. Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan pada 3 titik pengamatan didapat 124 pohon nipah dengan nilai kerapatan 86,11 ind/ha. Dengan nilai kerapatan tersebut dapat dikatakan bahwa potensi tegakan pohon nipah di Kampung Mariat Pantai sangat kurang. Sedangakan terkait tentang pemanfaatan nipah dari 60 responden, baik daun (atap,sapu lidi, kertas rokok dan anyaman), batang daun (garam), batang nira (minuman tradisional) dan buah (kolang-kaling), dimana menurut masyarakat, pemanfaatan nipah lebih banyak diluar kawasan Kampung Mariat Pantai.
Kajian Aspek Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Dalam Melakukan Aktivitas Perladangan Berpindah Oleh Masyarakat Kampung Ibasuf Distrik Aitinyo Kabupaten Maybrat Ihsan Febriadi; Fajrianto Saeni
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.755 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i1.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat peladang berpindah Kampung Ibasuf Distrik Aityo Kabupaten Maybrat pada umumnya melakukan aktifitas perladangan sehubungan dengan aktifitas perladangan yang dilakukan, terutama pada lahan dengan kondisi kemiringan yang curam. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Ibasuf Distrik Aityo Kabupaten Maybrat yang berlangsung pada Tahun 2019.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan survey dengan tehnik  wawancara langsung  di lapangan.Pemilihan responden untuk wawancara dilakukan secara purposif (purposive sampling), yang terdiri dari kepala keluarga, dan informan kunci (kepala desa, sekretaris desa, tokoh adat/masyarakat, dan kaur), dengan jumlah 10 responden. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Sosial ekonomi masyarakat mempengaruhi dilakukannya perladangan berpindah oleh masyarakat di kampung Ibasuf Distrik Aitinyo Kabupaten Maybrat. Sistem perladangan berpindah oleh masyarakat di kampung Ibasuf dilakukan secaran turun menurun, yang dipengaruhi oleh tingkat umur, pendidikan dan tanggungan keluarga. Dengan luas keseluruhan perladangan berpindah sebesar 16,725 ha
Penyulingan Minyak Lawang Tradisional Oleh Masyarakat Di Kampung Pasir Putih Distrik Fkour Kabupaten Sorong Selatan Fajrianto Saeni; Azis Maruapey
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.205 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i1.1668

Abstract

Minyak lawang merupakan hasil ekstrasi kulit pohon Lawang (Cinnamomun sp.) melalui penyulingan. Masyarakat Kampung Pasir Putih Distrik Fkour Kabupaten Sorong Selatan sejak lama telah memanfaatkan kulit pohon lawang untuk diambil minyak atsirinya, namun pengolahan masih secara tradisional dan sederhana. kegiatan ini dijadikan industri rumah tangga yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Tujuan ini adalah  mengetahui teknik penyulingan minyak lawang, jumlah minyak lawang yang dihasilkan, dan sistem dan marjin pemasaran minyak lawang oleh masyarakat di kampung Pasir putih Distrik Fkour. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey dan wawancara FGD. Analisis teknik pengusahaan minyak lawang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang didasarkan atas teknik penyulingan, jumlah dan sistem pemasaran.  Hasil penelitian terlihat bahwa teknik penyulingan minyak lawang oleh masyarakat dilakukan dengan dua cara yakni penyulingan dengan air (water destilation) dan penyulingan air dan uap (water and steam destilation). Jumlah minyak lawang yang dihasilkan sebanyak sebanyak ± 1,4 liter, dari rata-rata kulit kayu yang dikukus sebanyak ± 40 kg cacahan kulit. Biasanya satu pohon lawang dilakukan penyulingan 6 - 9 kali, tergantung diameter batangnya. Sistem pemasaran Minyak lawang dilakukan dengan menjual minyak lawang yang diperolehnya kepada pengusaha, yaitu yang bersifat mutlak dimana masyarakat harus menyerahkan hasil perolehannya kepada pengusaha sebelum proses penyulingan minyak lawang. Sedangkan kemungkinan kedua adalah hubungan tidak mutlak dimana petani penyuling biasanya tidak mempunyai hubungan ikatan kerja, dimana petani penyuling dalam melakukan proses pencarian bahan baku minyak lawang hinga proses penyulingan tidak tergantung dari pengusaha.
Penilaian Kualitas Kesehatan Pohon Pada Jalur Hijau Kota Sorong Lona Helti Nanlohy; Fajrianto Saeni
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.772 KB)

Abstract

Pohon merupakan faktor penting pada penanaman Ruang Terbuka Hijau. Pohon dalam kondisi sehat pasti menghasilkan kualitas pertumbuhan yang baik dengan kemampuann untuk mampu bertahan hidup pada kondisi apapun. Pohon yang mengalami kerusakan dapat dilihat dari keberadaan pohon tersebut yang mengalami gangguan pada pertumbuhannya. Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk mengetahui komposisi jenis pohon dan menganalisis kondisi kesehatan pohon pada lokasi green belt kiri kanan jalan di Kota Sorong. Penelitian dilaksanakan pada kawasan green line kiri kanan jalan sepanjang jalan Basuki Rahmat Km. 7 sampai km. 12 Kota Sorong. Penelitian dilaksanakan selama 1 satu bulan yaitu pada bulan April 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus. Dengan mengamati seluruh pohon dan kondisi kerusakan pohon di kawasan green belt kiri kanan jalan. Pohon yang diamati meliputi seluruh bagian pohon yaitu akar, batang, dahan, ranting dan tajuk. Pengumpulan data meliputi tipe kerusakan yang terjadi, letak lokasi kerusakan, dan kondisi keparahan. Jenis-Jenis penyusun kawasan green line kiri kanan jalan Basuki Rahmat Kota sorong yaitu 6 jenis pohon dengan 218 jumlah individu pohon. Komposisi jenis tersebut yaitu Linggua (Pterocarpus indicus), Mahoni (Swietenia mahagoni), Ketapang (Terminalia catappa), Trembesi (Samanea saman), Matoa (Pometia pinnata), Jati (Tectona grandis) dan beringin (Ficus sp), dimana pohon yang paling banyak ditemukan adalah jenis Trembesi (Samanea saman) dengan jumlah individu sebanyak 99 pohon (45,41%) dan jenis yang paling sedikit ditemukan yaitu  beringin (Ficus sp) dengan jumlah individu sebanyak 1 pohon (0,46%). Kondisi kualitas kesehatan pohon pada kawasan green line kiri kanan Kota Sorong menunjukan kondisi yang Sehat. Hal ini dikarenakan jumlah pohon yang termasuk kriteria kelas sehat mendominasi yaitu sebesar 64% (139 pohon)  pohon dengan kerusakan ringan sebesar 25 % (54 pohon), pohon dengan kelas kerusakan sedang dan kelas kerusakan berat masing-masing 6 % (14 pohon) dan 5 % (11 pohon)