Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGGUNAAN METODE THE HOUSE MODEL UNTUK PERBAIKAN GREEN MANUFACTURING PADA LIMBAH KEMASAN MINUMAN RINGAN Wisma Soedarmadji; Mohammad Effendi; Cahyuni Novia; Deny Utomo
CYBER-TECHN Vol. 13 No. 01 (2019): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep green manufacturing merupakan proses inovatif karena akan memberikan mnafaat yang sangat positif pada minimalisasi limbah dan pencegahan polusi. Green manufacturing tidak hanya melibatkan penggunaan desain produk, penggunaan bahan baku ramah lingkungan, tetapi juga kemasan yang ramah lingkungan, atau penggunaan kembali suatu produk. Penerapan green manufacturing dalam produksi kemasan plastik minuman ringan seharusnya melalui beberapa tahap, yaitu proses pewarnaan, persiapan pembersihan, perbaikan ramah lingkungan, dan kondisi ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan strategi perbaikan green manufacturing pada pewarnaan, persiapan pembersihan, perbaikan ramah lingkungan, dan kondisi ramah lingkungan pada limbah kemasan minuman ringan. Penenelitian ini menggunakan metode the house model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi perbaikan green manufacturing limbah kemasan minuman ringan memiliki tiga pilar utama (kondisi ramah lingkungan, perbaikan ramah lingkungan, dan persiapan pembersihan) dan pondasi yang merupakan pendukung melalui kebijakan dan regulasi pemerintah dalam menentukan jenis pewarnaan yang ramah lingkungan untuk limbah kemasan minum ringan, sehingga dapat menurunkan tingkatan dan dampak limbah di lingkungan.
PENGARUH PERSIAPAN PEMBERSIHAN TERHADAP IDENTIFIKASI WARNA MELALUI KONDISI RAMAH LINGKUNGAN PADA LIMBAH BOTOL PLASTIK DENGAN KONSEP GREEN MANUFACTURING Wisma Soedarmadji; Tulus Subagyo; Deny Utomo
CYBER-TECHN Vol. 12 No. 02 (2018): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh positif antara persiapan pembersihan dengan identifikasi warna, 2) Mengetahui pengaruh positif antara persiapan pembersihan dengan kondisi ramah lingkungan, 3) Mengetahui pengaruh positif antara identifikasi warna dengan kondisi ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan teknik analisis data menggunakan Generate Structural Component Analisis (GSCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) persiapan pembersihan mempunyai hubungan negatif dan tidak signifikan dengan variabel identifikasi warna, dengan nilai -0,142 dengan SE sebesar 0,117, 2) persiapan pembersihan mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan variabel kondisi ramah lingkungan dengan nilai 0,170 dengan SE sebesar 0,081, 5) identifikasi warna mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan variabel kondisi ramah lingkungan dengan nilai 0,255 dengan SE sebesar 0,150.
PENGGUNAAN METODE THE HOUSE MODEL UNTUK PERBAIKAN GREEN MANUFACTURING PADA LIMBAH KEMASAN MINUMAN RINGAN Wisma Soedarmadji; Mohammad Effendi; Cahyuni Novia; Deny Utomo
CYBER-TECHN Vol. 13 No. 01 (2019): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep green manufacturing merupakan proses inovatif karena akan memberikan mnafaat yang sangat positif pada minimalisasi limbah dan pencegahan polusi. Green manufacturing tidak hanya melibatkan penggunaan desain produk, penggunaan bahan baku ramah lingkungan, tetapi juga kemasan yang ramah lingkungan, atau penggunaan kembali suatu produk. Penerapan green manufacturing dalam produksi kemasan plastik minuman ringan seharusnya melalui beberapa tahap, yaitu proses pewarnaan, persiapan pembersihan, perbaikan ramah lingkungan, dan kondisi ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan strategi perbaikan green manufacturing pada pewarnaan, persiapan pembersihan, perbaikan ramah lingkungan, dan kondisi ramah lingkungan pada limbah kemasan minuman ringan. Penenelitian ini menggunakan metode the house model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi perbaikan green manufacturing limbah kemasan minuman ringan memiliki tiga pilar utama (kondisi ramah lingkungan, perbaikan ramah lingkungan, dan persiapan pembersihan) dan pondasi yang merupakan pendukung melalui kebijakan dan regulasi pemerintah dalam menentukan jenis pewarnaan yang ramah lingkungan untuk limbah kemasan minum ringan, sehingga dapat menurunkan tingkatan dan dampak limbah di lingkungan.
PENGARUH PERSIAPAN PEMBERSIHAN TERHADAP IDENTIFIKASI WARNA MELALUI KONDISI RAMAH LINGKUNGAN PADA LIMBAH BOTOL PLASTIK DENGAN KONSEP GREEN MANUFACTURING Wisma Soedarmadji; Tulus Subagyo; Deny Utomo
CYBER-TECHN Vol. 12 No. 02 (2018): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh positif antara persiapan pembersihan dengan identifikasi warna, 2) Mengetahui pengaruh positif antara persiapan pembersihan dengan kondisi ramah lingkungan, 3) Mengetahui pengaruh positif antara identifikasi warna dengan kondisi ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan teknik analisis data menggunakan Generate Structural Component Analisis (GSCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) persiapan pembersihan mempunyai hubungan negatif dan tidak signifikan dengan variabel identifikasi warna, dengan nilai -0,142 dengan SE sebesar 0,117, 2) persiapan pembersihan mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan variabel kondisi ramah lingkungan dengan nilai 0,170 dengan SE sebesar 0,081, 5) identifikasi warna mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan variabel kondisi ramah lingkungan dengan nilai 0,255 dengan SE sebesar 0,150.
Optimization of Edible Drinking Straw Characteristics from Banana Corm Starch and Stem Fiber with Klaras Leaf Dye Deny Utomo; Rukmini Rukmini
Food ScienTech Journal Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/fsj.v7i2.34453

Abstract

Environmental issues from single-use plastic straws have intensified globally, prompting the search for sustainable alternatives. This study aimed to optimize the formulation of edible drinking straws made from banana corm starch and banana stem fiber, enhanced with natural dye from klaras leaves. Optimization focused on physicochemical, visual, and sensory characteristics. The study consisted of two stages: (1) formulation of straws with varying starch-to-fiber ratios (P1S6–P6S1), and (2) evaluation of klaras leaf dye concentrations (0%, 3%, 6%, 9%). Parameters tested included thickness, water resistance at 10°C, 30°C, and 70°C, crude fiber content, color intensity (L*, a*, b*), and sensory attributes (taste, flavor, color, flowability). Statistical analyses used ANOVA, Tukey, Friedman, and a modified De Garmo method. The optimal formulation was P3S4 (4.5 g starch : 5.5 g fiber), with a thickness of 0.40 mm, highest water resistance (68.96%), and crude fiber content of 5.86%. Addition of 3% klaras dye (P3S4K1) yielded the darkest color (L* = 37.67), with a* = 2.08 and b* = 0.63, while achieving the highest sensory scores: taste (3.24), flavor (3.40), color (3.64), and flowability (3.68). These findings suggest that P3S4K1 is the most suitable formulation for edible straws, combining structural integrity, appealing appearance, and consumer acceptability.