This study aims to explain the role of family-like communication in shaping intrinsic motivation among members of BEM Fikom Untar. Departing from the phenomenon of interpersonal closeness within student organizations, this research draws upon the concepts of organizational communication and affective communication, emphasizing emotional connectedness, psychological support, and mutual trust as fundamental components in strengthening internal relations. The study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with key informants, non-participatory observations of organizational interactions, and documentation of internal communication processes to gain a comprehensive contextual understanding of the communication patterns occurring within the organization. The findings reveal that family-like communication, manifested through emotional support, openness, solidarity, and a collective sense of togetherness, cultivates a sense of belonging and enhances members’ psychological comfort. Informal communication plays a central role in fostering personal connections, while formal communication is practiced in an egalitarian manner through participatory decision-making. The findings indicate that family-like communication plays a role in the development of intrinsic motivation and encourages active participation and sustained engagement within the student organization. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran komunikasi kekeluargaan dalam membentuk motivasi intrinsik anggota BEM Fikom Untar. Berangkat dari fenomena kedekatan interpersonal dalam organisasi mahasiswa, penelitian ini berlandaskan pada konsep komunikasi organisasi serta pendekatan komunikasi afektif yang menekankan nilai kedekatan emosional, dukungan psikologis, dan kepercayaan sebagai dasar penguatan hubungan antaranggotanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dihimpun melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi nonpartisipatif terhadap dinamika organisasi, serta dokumentasi internal organisasi untuk memperoleh pemahaman kontekstual yang menyeluruh mengenai pola komunikasi dan interaksi yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kekeluargaan yang diwujudkan melalui dukungan emosional, keterbukaan, solidaritas, serta atmosfer kebersamaan mampu menumbuhkan rasa memiliki dan meningkatkan kenyamanan psikologis anggota. Komunikasi informal berperan penting dalam memperkuat kedekatan personal, sedangkan komunikasi formal juga diterapkan secara egaliter melalui proses pengambilan keputusan yang partisipatif. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi kekeluargaan berperan dalam pembentukan motivasi intrinsik serta dalam meningkatkan partisipasi aktif dan keberlanjutan keterlibatan anggota dalam organisasi mahasiswa.