Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penambahan Campuran Plasticizer Gliserol dan Sorbitol Terhadap Karakteristik Edible Film Karagenan Nur Asriani; Andi Noor Asikin; Irman Irawan; Indrati Kusumaningrum; Bagus Fajar Pamungkas
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.35481

Abstract

Penggunaan plastik sebagai kemasan sudah tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, namun kemasan plastik juga dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan karena tidak dapat terurai secara alami. Salah satu alternatif untuk menggantikan plastik sebagai pengemas makanan yang ramah lingkungan (biodegradable) dan aman bagi kesehatan adalah edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran plasticizer gliserol dan sorbitol pada konsentrasi berbeda terhadap karakteristik edible film dari karagenan K. alvarezii.  Pembuatan edible film dilakukan dengan cara mencampurkan 1 g karagenan dalam 100 ml aquades, diaduk menggunakan magnetic stirrer selama 15 menit pada suhu 80oC selama 15 menit. Plasticizer yang digunakan dalam pembuatan edible film berupa campuran gliserol dan sorbitol dengan konsentrasi berbeda sebagai perlakuan yaitu : 10%,20%,30%,40%,50% dan 60%, dihomogenkan kembali selama 25 menit. Edible film tuang ke dalam cawan petri dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50oC selama ± 24 jam, setelah kering dilepaskan dari cawan petri dan disimpan dalam plastik klip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan campuran plasticizer gliserol dan sorbitol dengan konsentrasi berbeda tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap karakteristik edible film karagenan untuk parameter ketebalan dan laju transmisi uap air, namun berpengaruh (p<0,05) terhadap parameter elongasi dan kuat tarik edible film. Edible film karagenan dengan penambahan campuran plasticizer gliserol dan sorbitol 60% menunjukkan karakteristik terbaik yaitu memiliki nilai ketebalan 0,05 mm, kuat tarik 6,03 MPa, elongasi 10,53% dan laju transmisi uap air 8,49 g/m2.24 jam.
Evaluasi Rasio Puree Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) dan Puree Nanas (Ananas comosus) terhadap Karakteristik Fisik dan Preferensi Konsumen pada Selai Agus Mardeki; Adlina Ardhanawinata; Seftylia Diachanty; Irman Irawan; Ita Zuraida; Ilmiani Rusdin
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.33138

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas perikanan yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk pangan olahan, salah satunya selai. Namun, karakteristik sensori rumput laut yang relatif netral dapat memengaruhi tingkat penerimaan konsumen, sehingga diperlukan penambahan bahan lain seperti buah nanas (Ananas comosus) untuk meningkatkan mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio puree K. alvarezii dan puree A. comosus terhadap karakteristik fisik dan tingkat kesukaan konsumen pada selai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan rasio puree, yaitu A0 (puree K. alvarezii 100%); A1 (puree K. alvarezii 70% dan puree A. comosus 30%); A2 (puree K. alvarezii 60% dan puree A. comosus 40%); A3 puree K. alvarezii 50% dan puree A. comosus 50%); serta A4 (puree K. alvarezii 40% dan puree A. comosus 60%) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Parameter pengujian meliputi karakteristik fisik berupa pH dan warna (L*, a*, b*), serta uji hedonik yang mencakup aroma, tekstur, rasa, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan puree A. comosus berpengaruh terhadap karakteristik fisik selai, ditandai dengan penurunan nilai pH serta peningkatan nilai kecerahan (L*) dan intensitas warna kuning (b*). Hasil uji hedonik menunjukkan nilai kesukaan aroma sebesar 4,67–7,53, tekstur 4,03–7,47, rasa 4,77–8,30, dan warna 4,90–7,93. Perlakuan terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis terdapat pada perlakuan A4 (puree K. alvarezii 40% dan puree A. comosus 60%), yang memperoleh nilai tertinggi pada seluruh parameter sensori.