Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis MANOVA Satu Arah untuk Melihat Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Wilayah Pembangunan Utama di Indonesia Tahun 2017 Muhammad Iqbal; Inas Salsabila; Dwi Astiti Syahbani; Januaria Douw; Marzuki Marzuki; Asep Rusyana
Journal of Data Analysis Volume 3, Number 1, June 2020
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jda.v3i1.12604

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang masih berupaya melakukan pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya kesehatan, khususnya pada anak. Perlu dilakukan penilaian terhadap aspek kesehatan tersebut untuk mengetahui bagaimana pemerataan pembangunan yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian tersebut menggunakan metode MANOVA dengan melihat perbedaan persentase balita menurut status gizi sangat pendek, pendek, dan normal berdasarkan empat wilayah pembangunan utama di Indonesia, serta melihat wilayah manakah yang memberikan perbedaan pengaruh pada persentase tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pembangunan berpengaruh terhadap persentase balita dengan status gizi sangat pendek dan normal. Kemudian tidak ada perbedaan pengaruh antara masing-masing wilayah pembangunan terhadap persentase balita menurut status gizi sangat pendek dan normal di Indonesia. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemerataan pembangunan pada wilayah pembangunan utama di Indonesia belum tercapai. Indonesia is a country that still strives to carry out development in various aspects of life, one of which is health, especially for children. It is necessary to assess the health aspects to find out how even the development has been done. This study aims to conduct these assessments using the MANOVA method by looking at the differences in the percentage of toddlers in very short, short, and normal nutritional status based on the four main development areas in Indonesia, and looking at which areas give a difference in the percentage. The results showed that the development area affected the percentage of toddlers with very short and normal nutritional status. Then there is no different effect between each development area on the percentage of toddlers according to very short and normal nutritional status in Indonesia. Therefore, it can be concluded that equitable development in the main development areas in Indonesia has not been achieved.
Penerapan Time Delay Neural Network pada Model Akustik untuk Sistem Voice-to-Text Berbahasa Sunda Alim Misbullah; Nazaruddin Nazaruddin; Marzuki Marzuki; Zulfan Zulfan
Journal of Data Analysis Volume 2, Number 2, December 2019
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.714 KB) | DOI: 10.24815/jda.v2i2.15235

Abstract

Penerapan metode deep learning dalam berbagai bidang terutama pada kasus pengenalan pola sudah menghasilkan akurasi yang sangat menjanjikan. Jaringan saraf tiruan atau neural network merupakan bagian dari deep learning yang digunakan untuk melatih model pada kasus pengenalan pola seperti model untuk sistem pengenalan ucapan (voice-to-text). Neural network akan menyimpan informasi dari setiap fitur data berupa bobot pada jaringan yang terhubung antar layer pada model yang dibangun. Bobot pada jaringan tersebut diperbaharui berdasarkan banyaknya fitur dari data yang diinput. Sistem voice-to-text merupakan salah satu bidang pengenalan pola yang mengimplementasikan neural network untuk membangun model akustik. Model akustik pada sistem pengenalan ucapan dilatih menggunakan data audio berupa percakapan atau rekaman dari setiap individu untuk bahasa tertentu seperti bahasa Inggris. Penerapan neural network untuk sistem pengenalan ucapan berbahasa Inggris sudah banyak dilakukan bahkan sudah diimplementasikan dalam bentuk aplikasi karena mampu menghasilkan akurasi yang tinggi. Namun, penggunaan neural network untuk bahasa lokal masih jarang digunakan. Dalam tulisan ini, time delay neural network digunakan untuk membangun model akustik pada sistem pengenalan ucapan berbahasa Sunda. Berdasarkan hasil pengujian terhadap model akustik, time delay neural network mampu menghasilkan WER sampai dengan 0.57% setelah dilakukan penyesuaian pada hyperparameter dari neural network.Implementation of deep learning techniques has given promising results recently in any research area, especially for pattern recognition. Neural network as a part of deep learning has been widely used to build model for various pattern recognition field including speech recognition. In neural network, weights which is parameters among layers play important roles to capture information from input data. The parameters are updated frequently based on input features in each iteration. In speech recognition, neural network is implemented to build acoustic model that uses speech from different speakers as training data. The acoustic model is built for specific language such as English, Mandarin and Indonesian. In recent years, the speech recognition system using deep neural network for English language has been developed well and use in many applications. But, implementation of deep neural network for local language is rarely done. In this research, time delay neural network is used to build acoustic model for speech recognition system of Sundanese language. Based on experimental result, the implementation of time delay neural network can reduce WER to be 0.57% with well-tuned hyperparameters of neural network.
Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi RWikiStat 3.0 Hizir Sofyan; Rasudin Rasudin; Miftahuddin Miftahuddin; Kurnia Saputra; Marzuki Marzuki; Muhammad Iqbal; Doddy Maulana
Journal of Data Analysis Volume 2, Number 2, December 2019
Publisher : Department of Statistics, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.833 KB) | DOI: 10.24815/jda.v2i2.16104

Abstract

RWikiStat 3.0 adalah aplikasi android untuk pebelajaran statistika berbasis RWeb dan Teknologi Wiki. Aplikasi ini merupakan pengembangan dari RWikiStat 2.0. Kepuasan pengguna aplikasi RWikiStat 3.0. dianalisis dalam tulisan ini. Performa yang dianalisis adalah tampilan aplikasi, tingkat responsif, dan kemanfaatan aplikasi. Data penelitian diperoleh dengan metode survei. Survei dilakukan setelah pelatihan penggunaan aplikasi ini. Pelatihan tersebut dilakukan pada tiga perguruan tinggi di Banda Aceh, yaitu Universitas Serambi Mekkah (USM), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG). Sampel diambil dengan menggunakan metode cluster random sampling dan Unsyiah terambil sebagai klaster penelitian. Jumlah sampel dari Unsyiah adalah sebanyak 37 responden. Responden diberikan angket yang mengandung 9 pertanyaan terkait dengan pendeskripsian secara umum tentang kepuasan responden sebagai pengguna terhadap aplikasi RWikiStat 3.0. Hasil analisis menghasilkan bahwa secara umum responden telah puas akan aplikasi RWikiStat 3.0. Kepuasan terhadap tampilan aplikasi, tingkat responsif, dan kebergunaan aplikasi cukup tinggi. Kemudian, responden memiliki keinginan yang besar untuk merekomendasikan aplikasi ke teman, kolega, atau lainnya. RWikiStat 3.0 is an android application for RWeb and Wiki technological -based statistics learning. This application is the development of RWikiStat 2.0. User satisfaction of RWikiStat 3.0 application was analysed in this paper. Performance was analysed based on the application interface, responsiveness, and features of the application. The research data were obtained by survey method conducted after the training to use this application. The training was conducted at three universities in Banda Aceh, namely Serambi Mekkah University (USM), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), and the Higher School of Teacher Training and Education of Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG). Samples were taken using cluster random sampling method and Unsyiah was fetched as research clusters. The number of samples of Unsyiah were 37 respondents. Respondents were given a questionnaire containing nine questions related to the general description of respondent satisfaction as users for using the application of RWikiStat 3.0. The results of the analysis showed that the overall respondents were satisfied using the application of RWikiStat 3.0. There was higher satisfaction in the application interface, the level of responsiveness and usability of applications. Then, the respondents had a great intention to recommend the application to friends, colleagues, or others.
Kajian Capaian Indikator Makro Pembangunan Kota Subulussalam Tahun 2015-2020 Muhammad Iqbal; Marzuki Marzuki; Muhammad Halim Pohan; Syuhadi Syuhadi; Ramadhan Ramadhan
Statistika Vol. 21 No. 2 (2021): Statistika
Publisher : Department of Statistics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/statistika.v21i2.329

Abstract

Kinerja pemerintahan daerah memiliki target yang diukur dengan sebuah alat ukur. Target kinerja dituangkan dalam sebuah dokumen perencanaan. Indikator utama dalam pengukuran capaian kinerja tahunan ada dua, yaitu Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci. Aspek inti dari penelitian ini adalah aspek kepentingan bersama. Aspek ini diukur dengan indikator makro, meliputi kebutuhan dasar masyarakat Subulussalam dalam hal pembangunan manusia, ketertiban dan ketenteraman, pemerataan pendapatan dan kesempatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan antara target dan realisasi kinerja dengan menggunakan pengujian statistika yaitu uji Mann-Whitney. Data yang digunakan merupakan data indikator makro pembangunan daerah, yaitu Laju Pertumbuhan Ekonomi (%), Angka Kemiskinan (%), Rata-rata Lama Sekolah atau RLS (tahun), Indeks GINI, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT (%), Angka Harapan Hidup atau AHH (tahun), dan Angka Melek Huruf. Data terdiri atas 2 variabel, yaitu target kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Subulussalam dan implementasi indikator kinerja dari tahun 2015-2020. Hasil yang diperoleh adalah terdapat 3 indikator yang realisasi kinerja hampir mendekati target kinerja pada selang kepercayaan 99%, yaitu angka kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Angka Melek Huruf. Terdapat 4 indikator pada selang kepercayaan 95% dan 90%, dimana realisasi kinerja hampir mendekati target kinerja, yaitu Angka Kemiskinan, Indeks GINI, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Angka Melek Huruf. Sedangkan untuk indikator lainnya terdapat perbedaan yang signifikan antara target kinerja dan realisasi kinerja.
Prospek Industri Garam Tradisional Ditinjau Dari Aspek Teknis, Aspek Finansial Dan Aspek Pasar Di Kabupaten Aceh Besar Marzuki Marzuki; Indra Indra; Sofyan Sofyan
Jurnal Agrisep Vol 15, No 2 (2014): Volume 15 Nomor 2 Desember 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT. This study aims to determine whether the traditional salt industry already has the appropriate standard manufacture the technical aspects and prospects of development of the traditional salt industry reviewed of the financial aspects of feasibility and prospects of the market aspects Opportunities for the salt industry in Aceh Besar district is still wide open. These results indicate that the average farmer owned land measuring 468 M2. Salt processing is still done traditionally, wiyh an average production of 25 kg of salt per day. Financial analysis explains that the salt production is feasible, with the B/C ratio of 1.48. IRR of 37.60 percent, means that manufacture salt is able to produce a greater opportunity cost than the cost of capital so that the desired feasible. With NPV of Rp. 5,515,758 per year and a payback period of 11 months for 2 years. Opportunities for the salt industry in Aceh Besar district is still wide open. Until 2014, Aceh Besar can only produce as much as 117.74 tons of salt people or 117 740 kg per year. While the number of requests to salt over 572 835 kg per year.