Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGROMIX

PEMANFAATAN BAYAM MERAH (BLITUM RUBRUM) UNTUK MENINGKATKAN KADAR ZAT BESI DAN SERAT PADA MIE KERING I Komang Suwita; Maryam Razak; Rizqa Andari Putri

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.139 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i1.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan bayam merah (Blitum rubrum) terhadap kadar zat besi, kadar serat, kadar air, mutu organoleptik, mutu fisik dan menetukan taraf perlakuan terbaik dari proporsi penambahan daun bayam merah pada mie kering. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis statistik yang digunakan untuk kadar zat besi, kadar serat, kadar air dan mutu fisik (daya putus) adalah One Way Anova, sedangkan untuk mutu organoleptik adalah Kruskall Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Perlakuan penelitian adalah penambahan bayam merah ke dalam mie kering dengan 6 taraf perlakuan yaitu penambahan bayam merah dengan proporsi 0%, 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40% dengan replikasi sebanyak 3 kali setiap taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan bayam merah ke dalam mie kering maka kadar zat besi, kadar serat, kadar air serta mutu fisik (daya putus) semakin meningkat. Hasil analisis penilaian mutu organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan bayam merah maka persentase penerimaan panelis terhadap tekstur, rasa, dan warna meningkat namun persentase penerimaan panelis terhadap aroma menurun. Penilaian perlakuan terbaik menunjukkan bahwa taraf perlakuan P5 (penambahan bayam merah 40%) dapat direkomendasikan menjadi taraf perlakuan terbaik. Taraf perlakuan P5 (penambahan bayam merah 40%) dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk memenuhi zat besi dalam rangka menanggulangi masalah anemia zat besii.
PENAMBAHAN JAMBU BIJI MERAH TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK MIE BEKATUL UNTUK ANAK OBESITAS Mujahidah Fidienia Harliani; Maryam Razak

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.554 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i2.786

Abstract

Prevalensi obesitas semakin meningkat dari tahun ke tahun terutama pada anak sekolah yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi serat per orang di Indonesia. Salah satu upaya penanggulangan obesitas adalah melakukan penambahan jambu biji merah pada mie basah yang telah disubstitusi dengan tepung bekatul. Pengembangan produk dengan penambahan jambu biji merah pada mie basah bekatul sebagai pangan fungsional tinggi serat yang diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan makanan bagi penderita obesitas khususnya pada anak usia 7-9 tahun. Mie basah menjadi pilihan alternatif karena mudahnya pengolahan mie basah yang telah dikenal masyarakat. Tujuan penelitian adalah menganalisis mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) pada mie basah tepung bekatul dengan penambahan jambu biji merah untuk anak sekolah yang obesitas. Jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Taraf perlakuan adalah perbandingan tepung terigu: tepung bekatul dan jambu biji merah yaitu P0=(90:10:0), P1=(90:10:25), P2=(90:10:30), P3=(90:10:35). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu organoleptik warna, aroma, rasa, dan tekstur berpengaruh signifikan terhadap penambahan jambu biji merah pada mie basah bekatul. Taraf perlakuan P1 merupakan taraf perlakuan terbaik. Mie basah bekatul dengan penambahan jambu biji merah untuk perlakuan terbaik dapat dijadikan sebagai makanan alternatif untuk penurunan berat badan karena merupakan produk tinggi serat dengan kadar serat 4,18 g/100 g. Saran untuk penelitian ini adalah perlu penambahan BTP untuk memperbaiki tekstur mie basah agar lebih kenyal dan tidak mudah putus, yaitu STPP (sodium tri polyphospat). Selain itu tekstur mie terasa berpasir sehingga sebaiknya biji jambu merah tidak digunakan.
JUS BUAH BERBASIS BIT MERAH (Beta vulgaris) PENAMBAHAN NANAS SMOOTH CAYENNE (Ananas comosus (L) merr.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BAGI PENDERITA HIPERTENSI Safarotul Magfiroh; Maryam Razak

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.607 KB) | DOI: 10.35891/agx.v10i1.1458

Abstract

Hypertension is an increase in systolic blood pressure, the height of which depends on the age of the individual affected. Red beet (Beta vulgaris) is one of the vegetables rich in inorganic nitrate, betalain, folic acid, riboflavin and potassium antioxidant compounds. Potassium and folic acid play an important role in the process of regulating blood pressure. The addition of pineapple aims to reduce the smell of the soil in red beets. In addition, pineapple also contains potassium and vitamin C which can help lower blood pressure. The purpose of this study was to determine the organoleptic quality, potassium levels and antioxidant activity of red beet juice (Beta vulgaris) by adding smooth cayenne pineapple (Ananas comosus (L) merr.) To patients with hypertension. This research is a RAL study (Completely Randomized Design) with three levels of treatment, namely the ratio of red bits to pineapple, P1 (100: 37.5), P2 (100: 50) and P3 (100: 62.5). Organoleptic quality analysis descriptively and Kruskal Wallis with Mann Whitney follow-up. Potassium test using the Spectometry test and the antioxidant activity test using DPPH Spectometry and converted to IC50. Chemical quality analysis using One-way ANOVA with Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the addition of smooth cayenne pineapple had a significant influence on the quality of organoleptic juices. The panelists' acceptance of organoleptic quality of juice (smell, taste and color) tends to be favored. The level of potassium juice increased by an average of 468-1128 mg/ 100ml, the antioxidant juice activity on average was weak to moderate (166.9-101.4 µg/ml). The best treatment level is P3. Further research is needed on the use of pineapple humps, to increase antioxidant levels, and the addition of pineapple or other types of fruit is needed to increase the acceptability of juice.