Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Pembelajaran Kecakapan Hidup Berbasis Karakter Kewirausahaan pada Jenjang Sekolah Dasar Muhammad Hasan; Nurul Azizah; Nurjannah Nurjannah; Nurdiana Nurdiana; Nur Arisah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan pembelajaran kecakapan hidup berbasis karakter kewirausahaan pada jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sistem coding. Teknik pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan melalui observasi dan juga wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di SDN 90 Mattumpu. Analisis data dengan sistem coding dilakukan dalam 2 tahap, yaitu initial coding dan focused coding. Hasil kajian ini menemukan bahwa guru di SDN 90 Mattumpu sudah mengetahui dan memahami pendidikan karakter kewirausahaan dan nilai-nilai kewirausahaan tetapi belum menerapkan secara maksimal. Temuan lain menunjukkan bahwa kepala sekolah dan guru SDN 90 Mattumpu mengakui bahwa nilai-nilai karakter kewirausahaan sangat penting untuk diterapkan kepada siswa-siswa agar mempunyai bekal dasar agar mereka mulai diperkenalkan dan tertarik dengan kegiatan berwirausaha. Pengembangan pembelajaran dalam persepktif pendidikan kewirausahaan pada jenjang pendidikan dasar diarahkan untuk pengembagan berbagai keterampilan akademik dan keterampilan sosial (soft skill) yang terinternalisasi dalam kecakapan hidup general.
Pengembangan Pembelajaran Kecakapan Hidup Berbasis Karakter Kewirausahaan pada Jenjang Sekolah Dasar Muhammad Hasan; Nurul Azizah; Nurjannah Nurjannah; Nurdiana Nurdiana; Nur Arisah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan pembelajaran kecakapan hidup berbasis karakter kewirausahaan pada jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sistem coding. Teknik pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan melalui observasi dan juga wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di SDN 90 Mattumpu. Analisis data dengan sistem coding dilakukan dalam 2 tahap, yaitu initial coding dan focused coding. Hasil kajian ini menemukan bahwa guru di SDN 90 Mattumpu sudah mengetahui dan memahami pendidikan karakter kewirausahaan dan nilai-nilai kewirausahaan tetapi belum menerapkan secara maksimal. Temuan lain menunjukkan bahwa kepala sekolah dan guru SDN 90 Mattumpu mengakui bahwa nilai-nilai karakter kewirausahaan sangat penting untuk diterapkan kepada siswa-siswa agar mempunyai bekal dasar agar mereka mulai diperkenalkan dan tertarik dengan kegiatan berwirausaha. Pengembangan pembelajaran dalam persepktif pendidikan kewirausahaan pada jenjang pendidikan dasar diarahkan untuk pengembagan berbagai keterampilan akademik dan keterampilan sosial (soft skill) yang terinternalisasi dalam kecakapan hidup general.
Enterprise Architecture Design Using TOGAF ADM at Apotek Kimia Farma Ilham Abu; Nurul Azizah; Andika Isma
Indonesian Journal of Enterprise Architecture Vol. 1 No. 1 (2023): IJEA, Agustus 2023
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijea.v1i1.0234

Abstract

Information technology is developing quite rapidly and has a significant impact in various aspects of business, including in the pharmaceutical industry. This research aims to design enterprise architecture at Kimia Farma Pharmacy. The method used in this research is TOGAF ADM (The Open Group Architecture Framework Architecture Development Method), which consists of several phases, namely preliminary phase, architecture vision, business architecture, information system architecture, technology architecture, opportunities and solutions, and migration planning. This research will produce a blueprint of enterprise architecture design that is in accordance with the needs and objectives of the Kimia Farma Pharmacy. This blueprint includes structured guidance on architecture components such as business architecture, information system architecture, and technology architecture. By having this blueprint, Kimia Farma Pharmacy can have clear guidelines in optimizing the use of information technology, increasing operational efficiency, and strengthening its competitive advantage in the pharmaceutical industry. The results of this research are expected to provide significant benefits to Kimia Farma Pharmacy and the pharmaceutical industry in general. A structured and integrated enterprise architecture design will help Kimia Farma Pharmacy in facing technological challenges and increasingly fierce competition.
Pengenalan Budaya Sulawesi Selatan dalam Kegiatan Modul Nusantara Pada Program PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) Batch 4 Andi Fatimah; Nurul Azizah; Hardianti Hardianti; Armi Indrayuni; Andi Ibrahim Yunus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36419

Abstract

AbstrakIndonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman ras, suku, agama, serta budaya. Generasi muda yang lebih menyukai budaya barat terlihat lebih gaul daripada budaya kita sendiri, merupakan salah satu permasalahan pengenalan budaya. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan kurikulum dan keterampilan non-teknis. Kerja sama antar perguruan tinggi dapat mengurangi disparitas kualitas yang signifikan antar perguruan tinggi di Indonesia. Program MBKM merupakan kebijakan pemerintah bertujuan memiliki pengalaman belajar lintas kampus. Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang memberikan kebijakan perguruan tinggi untuk memberikan kebebasan kepada Mahasiswa/i untuk mencari pengalaman belajar di luar program studinya. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan sebuah program pertukaran mahasiswa/i belajar di perguruan tinggi lain untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia. Modul Nusantara menjadi salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa/i yang mengikuti program PMM. Subjek atau sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu mahasiswa/i PMM Angkatan 4 sebanyak 16.250 mahasiswa/i. Kegiatan Modul Nusantara terdiri dari kegiatan kebhinekaan, refleksi, inpirasi, dan kontribusi sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan Modul Nusantara, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa/i mengenai pengenalan budaya Sulawesi Selatan dalam Meningkatkan toleransi budaya. Metode pelaksanaan kegiatan Modul Nusantara melalui pendampingan oleh Dosen Modul Nusantara (DMN) dan Liaison Officer (LO). Adapun hasil kegiatan dicapai, sebagai berikut: kunjungan ke tempat obyek wisata sejarah dan peribadatan, pemutaran film khas Kota Makassar, kajian naskah kuno, menelusuri sejarah dan peninggalan Raja-Raja Gowa, kuliner nusantara, dan eksplorasi budaya dan kunjungan ke berbagai obyek wisata. Kata kunci: kegiatan; budaya; kebhinekaan; mahasiswa/i; dan modul nusantara. AbstractIndonesia is known as a country rich in racial, ethnic, religious, and cultural diversity. Cooperation between universities can reduce the significant disparity in quality between universities in Indonesia. The MBKM program is a government policy that provides universities with the freedom to study at universities. The Independent Student Exchange Program (PMM) is a student exchange program for students studying at other universities in Indonesia. The Nusantara Module is one of the compulsory courses for students participating in the PMM program. Nationally, the participants of the PMM Batch 4 Program were 16,250 students. The Nusantara Module activities consisted of diversity activities, reflection, inspiration, and social contribution. This study aims to examine the Nusantara Module Activities, which are expected to increase students' understanding of the Introduction to South Sulawesi Culture. Community Service uses qualitative descriptive research. The Nusantara Module activities were accompanied by the Nusantara Module Lecturer (DMN) and Liaison Officer (LO). The results of the implementation are as follows: visits to historical and religious tourist attractions, screening of films typical of Makassar City, study of ancient manuscripts, exploring the history and heritage of the Kings of Gowa, Indonesian culinary, and cultural exploration and visits to various tourist attractions. Keywords: activities; culture; diversity; students; and nusantara module.