Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS SKALA PRIORITAS PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG RUMAH SUSUN KOTA MADIUN DENGAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) Setyagraha, Yoseph Iskandar; Bakhtiar E, M Arif; Rendrarini, Diana
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6947

Abstract

Perkembangan pembangunan terus meningkat dari waktu ke waktu. Sehingga perlu diadakannya pemeliharaan pada bangunan gedung. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung, bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyati dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan social, budaya, maupun kegiatan khusus. Penelitian ini mengambil objek pada gedung Rusunawa Manis Raya Kota Madiun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu penilaian kondisi fisik bangunan dan menentukan urutan prioritas penanganan pemeliharaan bangunan. Metode yang digunakan adalah metode AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode pengambilan keputusan dalam menentukan urutan prioritas komponen mana saja yang dilakukan pemeliharaan atau perbaikan dengan mempertimbangkan indeks kondisi bangunan, biaya pemeliharaan, dan umur layan komponen bangunan. Proses perhitungan juga dibantu Software Expert Choice 11 sebagai kontrol perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian indeks kondisi fisik bangunan gedung Rusunawa Kota Madiun menunjukkan angka sebesar 90,044 % dengan kategori kondisi baik sekali dan prioritas pemeliharaan bangunan gedung dengan urutan: genteng, pipa air bersih, kran air, permukaan lantai, penutup plafond, lampu, stop kontak, handle pintu, cat plafond, cat dinding, AC, dinding pagar, area parkir, taman.
Kajian Jalur Evakuasi Serta Tempat Evakuasi Bencana Gempa Tsunami Terhadap Hasil Partisipatif Masyarakat Di Kelurahan Ploso Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan rendrarini, diana
Jurnal Qua Teknika Vol 15 No 02 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/quateknika.v15i02.4963

Abstract

Wilayah pesisir selatan Jawa memiliki potensi risiko bencana tsunami yang sangat tinggi akibat keberadaan zona subduksi megathrust. Salah satu wilayah terdampak potensial adalah Kelurahan Ploso di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan jalur evakuasi dan lokasi tempat evakuasi bencana tsunami berdasarkan pendekatan partisipatif masyarakat. Metodologi yang digunakan adalah kombinasi pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan pemetaan ancaman, proyeksi jumlah penduduk terdampak, serta analisis kapasitas evakuasi jalur berdasarkan standar BNPB dan ITB. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar jalur evakuasi eksisting belum memenuhi kriteria teknis evakuasi karena hambatan fisik, kapasitas sempit, serta keterbatasan aksesibilitas bagi kelompok rentan. Partisipasi masyarakat dalam penentuan jalur dan tempat evakuasi menunjukkan efektivitas pendekatan bottom-up dalam perencanaan mitigasi bencana. Penelitian ini menyimpulkan perlunya pembangunan Tempat Evakuasi Sementara (TES), peningkatan kapasitas jalur evakuasi, dan integrasi perencanaan teknis dengan pendekatan sosial untuk mewujudkan kawasan tangguh bencana berbasis komunitas
STUDI KELAYAKAN PENINGKATAN JALAN PENGHUBUNG PANTAI SRAU DAN PANTAI WATUKARUNG KABUPATEN PACITAN rendrarini, diana
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 7 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v7.i1.598

Abstract

Aksesibilitas merupakan faktor penting dalam pengembangan sektor pariwisata. Jalan penghubung antara Pantai Srau dan Pantai Watukarung di Kabupaten Pacitan saat ini belum mampu mendukung pertumbuhan wisata secara optimal, karena kondisi jalan yang rusak, sempit, dan minim fasilitas keselamatan. Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai kelayakan peningkatan jalan tersebut melalui analisis aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kelayakan dengan pengumpulan data primer dan sekunder serta analisis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi eksisting jalan tergolong kelas III C, dengan lebar jalan 3–4 meter dan permukaan yang tidak merata. Diperlukan peningkatan ke kelas III B dengan pelebaran hingga minimal 5,5 meter, penguatan lereng, dan sistem drainase yang baik. Dari segi ekonomi, proyek dinilai layak dengan nilai NPV positif, IRR lebih dari 25%, dan rasio manfaat-biaya (BCR) sebesar 1,09. Secara sosial, proyek ini berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat, membuka akses ke layanan dasar, dan menciptakan lapangan kerja. Sementara dari aspek lingkungan, risiko erosi dan gangguan ekosistem dapat diminimalkan melalui strategi mitigasi. Oleh karena itu, proyek ini dinyatakan layak dan strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Pacitan
IDENTIFIKASI JENIS ANCAMAN BENCANA DAN PERKIRAAN DAMPAKNYA PADA LINGKUNGAN SEKITAR Rendrarini, Diana; Fatmawati, Laily; Susila, Candra Budi; Meifani, Nely Indra; Sukadi, Sukadi; Tristono, Tomi; Susilo, Hendro
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i2.6730

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ancaman bencana dan prediksi dampaknya bagi Desa Sukoharjo, Kec./ Kabupaten Pacitan. Kami menggunakan metode wawancara pada penduduk setempat untuk menggali data empiris. Wawancara dilaksanakan pada saat diskusi kajian risiko bencana partisipatif tahun 2022 dalam rangka konstruksi Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Hasil studi menyatakan bahwa ancaman bencana untuk Desa Sukoharjo, yaitu banjir dan sampah rumah tangga. Pada Dusun Prambon dan Dusun Nitikan yang wilayahnya berada di dataran tinggi, terdapat ancaman tanah longsor. Tingkat resiko banjir yang sifatnya tahunan terutama pada alam/ lingkungan, fisik/ infrastruktur, dan roda perekonomian tergolong tinggi serta dampaknya dikatagorikan agak parah, parah, sangat parah. Sedangkan tingkat resiko tanah longsor secara umum dampaknya tidak parah dan agak parah. Dampak bencana karena sampah rumah tangga dikatagorikan parah. Sampah yang hanyut bersama aliran sungai Jelok dapat menyumbat bendungan air dan menyebabkan banjir.
Pemberian Prioritas Bantuan Terhadap Wilayah Potensi Bencana Gempa Bumi Menggunakan Metode Likert dan Weighted Sum Model Diana Rendrarini; Pradityo Utomo; Dwi Nor Amadi; Candra Budi Susila
Journal of Computer and Information Systems Ampera Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Computer and Information Systems Ampera
Publisher : APTIKOM SUMSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51519/journalcisa.v6i1.630

Abstract

Earthquakes are one of the natural disasters that frequently occur in several regions of Indonesia. The government can map in advance the areas that are prone to earthquakes. The results of this mapping can serve as a reference for prioritizing aid distribution to regions with high earthquake disaster potential. This study utilizes the Weighted Sum Model (WSM) to map the priority areas for government aid distribution. The WSM method provides an output ranking regions from high priority to low priority. Several criteria are considered, including the number of exposed populations, the number of disabled individuals, the number of impoverished residents, the number of vulnerable age groups, and the class of exposed populations. Since the exposed population class is non-numeric data, this study employs the Likert method to convert it into numeric data. In addition to criteria, this study also utilizes alternative data, specifically the names of sub-districts in Pacitan Regency, East Java. The combination of the Likert and WSM methods helps in recommending regions with earthquake disaster potential as priority aid recipients. The most prioritized region for receiving aid is Tulakan Sub-district, Pacitan Regency, East Java. Based on WSM calculations, Tulakan Sub-district has the highest WSM final score of 26,642.35, making it the top-priority region compared to others.
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH UNTUK PENGENDALIAN MORFOLOGI TIKUNGAN KALI GEDE DAS SONO KABUPATEN MADIUN Susilo, Hendro; Rendrarini, Diana
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 2 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i2.6377

Abstract

The weir is a vital infrastructure supporting irrigation sustainability by serving as the primary structure for water diversion. Its performance depends heavily on river morphology and channel alignment stability. Morphological changes caused by erosion and sedimentation can alter the river’s course, reducing water diversion effectiveness and decreasing the weir’s capacity to supply irrigation networks. A common phenomenon is the formation of a shortcut channel at river bends, diverting flow away from the weir. This study analyzes channel changes at a bend that reduced weir function and designs a flow control structure to restore the original flow. Conducted at the Kali Gede River in Madiun Regency, where an upstream shortcut diverted the flow, the study employed hydrological analysis to determine design flood discharge using synthetic unit hydrograph methods. Hydraulic analysis via HEC-RAS was performed to obtain flood water elevations. A retaining wall was designed as a flow control structure and evaluated using Geo5 software for stability against overturning, sliding, bearing capacity, and slope stability. HEC-RAS results show that while flood levels remain within sectional capacity, flow tends to bypass through the shortcut. The proposed retaining wall design satisfies all required safety factors for overturning, sliding, and bearing capacity. Thus, constructing a retaining wall to close the shortcut is an effective solution to maintain river morphology and support optimal irrigation weir function.
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI TAMAN BERBASIS PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN PACITAN Rendrarini, Diana; Susila, Candra Budi; Susilo, Hendro; Minarsih, Susi; Nugroho, Tri Cahyo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 2 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i2.6531

Abstract

Pantai Taman in Ngadirojo District, Pacitan Regency, possesses significant potential as a sustainable coastal tourism destination with unique geological characteristics in the form of karst cliffs, abrasion platforms, and sea turtle conservation areas. However, this potential has not been optimally managed, as indicated by fluctuating tourist visits and limited supporting facilities. This study aims to formulate a sustainable tourism development concept based on physical, environmental, social, and economic aspects. The research employs a qualitative-descriptive method with spatial and collaborative governance approaches. Data were collected through field observations, in-depth interviews with stakeholders, and document studies. The findings reveal that tourism development faces fundamental challenges, including the absence of a comprehensive masterplan, weak zoning implementation, minimal environmental management (waste and wastewater), and non-optimal community involvement. The study recommends an integrated development concept with four main strategies: (1) ecologically-based zoning with strict protection of conservation areas and sea turtle habitats; (2) environmentally friendly infrastructure development supporting waste management and clean water availability; (3) a collaborative governance model involving government, BUMDes, Pokdarwis, and local communities; (4) community economic empowerment through UMKM development and sustainable tourism packages. The implementation of this concept is expected to increase tourist visits by 15-20% per year while maintaining the environmental carrying capacity of the coastal ecosystem