Edy Susanto
Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Lamongan

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Keuntungan Tata Niaga Sapi Siap Potong Dengan Metode Taksiran Panca Indera Dan Taksiran Pita Ukur Rondo Di Pasar Hewan Babat Faridatul Latifah; Dyah Wahyuning Aspriati; Edy Susanto
International Journal of Animal Science Vol. 2 No. 03 (2019): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v2i03.51

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui alur tata niaga sapi siap potong dan menganalisis keuntungan tata niaga sapi potong dengan metode taksiran panca indera dan taksiran pita ukur rondo di pasar hewan Babat. Penentuan sample dalam penelitian ini dilakukan dengan Sampel Nonprobabilitas dengan menggunakan Convenience Sampling dimana seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang tersebut berada di tempat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan studi kasus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa harga t tabel dengan db = N-1 = 20-1 = 19, dengan taraf signifikan (α) 5% dengan harga t tabel = 2,09. T-hitung = 0,75 < dari t-tabel sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, artinya jika dilakukan penghitungan untuk menghitung keuntungan ternak sapi dengan dua cara yang berbeda yakni metode taksiran panca indera dan taksiran pita ukur rondo tidak berbeda nyata.
Analisis Kelayakan Usaha Kecil Menengah Kerupuk Rambak Kulit Sapi Di Desa Kauman Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto Putu Geby Dea Kusuma; Edy Susanto; Wahyuni Wahyuni
International Journal of Animal Science Vol. 2 No. 04 (2019): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v2i04.56

Abstract

Kulit hewan merupakan produk samping ternak yang harganya berkisar antara 10-15% dari harga sapi. Di kabupaten Mojokerto terdapat beberapa industri kecil dan menengah yang terkenal memproduksi produk olahan kulit sapi yang berlokasi di Kecamatan Bangsal. Analisis kelayakan menjadi penting dalam menjalankan upaya untuk menghindari kerugian dan pembengkakan investasi. Aspek kelayakan usaha non finansial yang akan dianalisis adalah aspek manajemen, aspek teknis dan produksi, dan aspek pemasaran. Sedangkan aspek finansial kelayakan usaha yang akan dianalisis adalah total biaya, total pendapatan, keuntungan, profitabilitas, break event point, dan benefit / cost ratio.
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Pepaya terhadap Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, dan Konversi Pakan Ayam Layer Fase Starter Salman Firdaus Romadhon; Edy Susanto; Muridi Qomarudin
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 03 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v4i03.69

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manfaat penggunaan tepung daun pepaya terhadap ayam layer. Terutama pada konsumsi pakan berat badan dan konversi pakan ayam layer fase starter. Materi penelitian adalah ayam layer fase starter strain Isa brow sejumlah 90 ekor dengan berat rata " 76-82 gram / ekor. Menggunakan pakan starter umur 1-21 hari jenis pakan PAR DOC (bentuk pellet). metode riset ialah rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan dan 3 ulangan. adapun perlakuan tersebut dengan pemberian tepung daun pepaya sebesar 0%, 4%, dan 6%. Hasil riset memperlihatkan, pengaruh masing -masing perlakuan terhadap tingkat konsumsi pakan dan Pertamabahan Bobot Badan ayam layer umur 8-36 hari adalah F hitung > F Tabel 5% .H0 diterima dan H1 Ditolak (tidak ada pengaruh/perbedaan). Sedangkan pengaruh konversi pakan ayam layer umur 8 – 36 hari yakni F hitung > F tabel 5% H0 ditolak dan H1 diterima (ada perbedaan signifikan).
Pengaruh Penambahan Level Gula Merah pada Air Minum terhadap Mortalitas Itik Pedaging Fase Starter Ridho Bagus Sugiarto; Edy Susanto; Wardoyo Wardoyo
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 04 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v4i04.72

Abstract

Itik pedaging yakni jenis itik yang dapat tumbuh dengan cepat dan mengubah makanan menjadi daging bergizi tinggi. Selama proses persalinan, DOD rentan mengalami stres akibat dehidrasi, kelaparan, dan akan menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu pemberian air gula merah pada DOD yang baru diterima oleh peternak dimaksudkan untuk mengembalikan kondisi tubuh itik yang sedang mengalami stress. Penelitian bertujuan guna mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan kadar gula merah pada air minum terhadap mortalitas itik pedaging fase starter. Metode pada penelitian yakni metode analisis deskriptif RAL ANOVA.. Variabel yang diamati yakni angka kematian pada pakan itik broiler. Analisis data yang digunakan yakni uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula pada air minum itik pedaging dengan kadar 15% tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas, mortalitas tertinggi pada perlakuan penambahan kadar gula merah 15%, sedangkan pada P0 laju mortalitas 5%, pada P1 0%, P2 0% dan P3 15% berpengaruh. Kesimpulan dari penelitian diatas bahwa penambahan gula pada air minum itik pedaging tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas P<0,05.
Analisis Tata Niaga Telur Puyuh Milik Bapak Budi di Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan Sarvian Taat; Edy Susanto; Muridi Qomaruddin
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 04 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v4i04.76

Abstract

Tujuan dari penelitian ini iyalah untuk memahami alur dsitribusi tataniaga telur puyuh milik bapak budi, unsur-unsur pemasaran yang terlibat, share keuntungan yang di dapat pedagang dan efisiensi pemasaran yang di peroleh peternak telur puyuh. Metode yang digunakan yakni metode sampling (purposive random sampling dan proposional random sampling. Data di dapat dengan melaksanakan observasi dan interview langsung kepada peternak beserta unsur yang terlibat dalam pemasaran. kemudian dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alur distribusi yang terbentuk terdapat satu pola yaitu pola I. untuk pola I didominasi pedagang besar (pengepul), pasar (penjual dan pengecer), peagang pengecer (toko) kemudian konsumen. Unsur-unsur pemasaran yang terlibat diantaranya adalah Peternak telur puyuh ( produsen) - Pedagang Besar (prngepul)-Pasar (penjual dan pengecer)-pedagang pengecer (toko) dan konsumen. Share keuntungan yang diperoleh pedagang tertinggi adalah pedagang pasar (penjual dan pengecer) yakni sebesar (7,0%) dikarenakan pedagang ini membeli telur puyuh dari pedagang besar (pengepul) dengan harga Rp. 21,000/Kg. Kemudian dijual kembali kepada konsumen akhir/konsumen di pasar maupun kepada pedagang pengecer (toko) dengan harga Rp.22.000/Kg (menyesuaikan harga pasar), Sedangkan Share keuntungan terendah di peroleh pedagang pengecer (toko) dikarenakan unsur ini membeli telur puyuh dengan harga Rp. 22.000 – 23.000/Kg dari pedagang pasar (penjual dan pengecer) dan dijual kembali kepada konsumen dengan harga Rp.22.000-2300/Kg + kerugian yang didapat karna kebusukan telur maupun pecah saat perjalanan, jadi semakin besar populasi ternak maka semakin efisien pemasaran yang diterima oleh peternak.
Pengaruh Penambahan Level Gula Merah pada Air Minum terhadap Mortalitas Itik Pedaging Fase Starter Ridho Bagus Sugiarto; Edy Susanto; Wardoyo Wardoyo
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 04 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v4i04.72

Abstract

Itik pedaging yakni jenis itik yang dapat tumbuh dengan cepat dan mengubah makanan menjadi daging bergizi tinggi. Selama proses persalinan, DOD rentan mengalami stres akibat dehidrasi, kelaparan, dan akan menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu pemberian air gula merah pada DOD yang baru diterima oleh peternak dimaksudkan untuk mengembalikan kondisi tubuh itik yang sedang mengalami stress. Penelitian bertujuan guna mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan kadar gula merah pada air minum terhadap mortalitas itik pedaging fase starter. Metode pada penelitian yakni metode analisis deskriptif RAL ANOVA.. Variabel yang diamati yakni angka kematian pada pakan itik broiler. Analisis data yang digunakan yakni uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula pada air minum itik pedaging dengan kadar 15% tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas, mortalitas tertinggi pada perlakuan penambahan kadar gula merah 15%, sedangkan pada P0 laju mortalitas 5%, pada P1 0%, P2 0% dan P3 15% berpengaruh. Kesimpulan dari penelitian diatas bahwa penambahan gula pada air minum itik pedaging tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas P<0,05.
Analisis Tata Niaga Telur Puyuh Milik Bapak Budi di Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan Sarvian Taat; Edy Susanto; Muridi Qomaruddin
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 04 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/asj.v4i04.76

Abstract

Tujuan dari penelitian ini iyalah untuk memahami alur dsitribusi tataniaga telur puyuh milik bapak budi, unsur-unsur pemasaran yang terlibat, share keuntungan yang di dapat pedagang dan efisiensi pemasaran yang di peroleh peternak telur puyuh. Metode yang digunakan yakni metode sampling (purposive random sampling dan proposional random sampling. Data di dapat dengan melaksanakan observasi dan interview langsung kepada peternak beserta unsur yang terlibat dalam pemasaran. kemudian dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alur distribusi yang terbentuk terdapat satu pola yaitu pola I. untuk pola I didominasi pedagang besar (pengepul), pasar (penjual dan pengecer), peagang pengecer (toko) kemudian konsumen. Unsur-unsur pemasaran yang terlibat diantaranya adalah Peternak telur puyuh ( produsen) - Pedagang Besar (prngepul)-Pasar (penjual dan pengecer)-pedagang pengecer (toko) dan konsumen. Share keuntungan yang diperoleh pedagang tertinggi adalah pedagang pasar (penjual dan pengecer) yakni sebesar (7,0%) dikarenakan pedagang ini membeli telur puyuh dari pedagang besar (pengepul) dengan harga Rp. 21,000/Kg. Kemudian dijual kembali kepada konsumen akhir/konsumen di pasar maupun kepada pedagang pengecer (toko) dengan harga Rp.22.000/Kg (menyesuaikan harga pasar), Sedangkan Share keuntungan terendah di peroleh pedagang pengecer (toko) dikarenakan unsur ini membeli telur puyuh dengan harga Rp. 22.000 – 23.000/Kg dari pedagang pasar (penjual dan pengecer) dan dijual kembali kepada konsumen dengan harga Rp.22.000-2300/Kg + kerugian yang didapat karna kebusukan telur maupun pecah saat perjalanan, jadi semakin besar populasi ternak maka semakin efisien pemasaran yang diterima oleh peternak.