Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) MENGGUNAKAN TIGA JENIS BENTUK TURBIN STUDI KASUS DI PANTAI JATISARI KAB. REMBANG Ahmad Ali Miftadin; Muhammad Taqijjuddin Alawiy; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 11, No 2 (2019): SCIENCE ELEKTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.139 KB)

Abstract

Listrik, menjadi elemen penting pada kehidupan sehari-hari. Pertubuhan penduduk yang sangat pesat di Indonesia mempengaruhi kebutuhan energi listrik yang sangat besar. Listrik telah menjadi kebutuhan yang mendasar untuk berbagai aktifitas manusia yang kemudian digunakan untuk beragam fungsi kedepannya. Angin merupakan sumber energi yang tidak habis dan dapat terus dimanfaatkan untuk menjadi bahan bakar atau bahan dasar suatu energi. Energi angin merupakan energi yang fleksibel karena dapat diterapkan di mana-mana baik di dataran landai, dataran tinggi, dan laut. Pantai Jatisari di Kabupaten Rembang merupakan daerah pantai pesisir Jawa yang memiliki sumber potensi angin yang cukup besar. Pemilihan turbin menjadi kunci untuk pemanfaatan energi angin yang ada pada lokasi tersebut. Berdasarkan hasil dari perhitungan berbagai macam bentuk turbin diantaranya, Turbin Horizontal 3 Sudu dengan total daya maximum 48,197 kWh, Turbin Vertikal Savonius 8 Sudu dengan daya total maximum 3,217 kWh, dan Turbin Vertikal Darrius 2 Sudu dengan daya total maximum 11,059 kWh. Dari hasil perhitungan ketiga turbin didapatkan kesimpulan bahwa turbin horizontal 3 sudu dirasa sangat efisien untuk dimanfaatkan pada lokasi pantai Jatisari, dikarenakan mempunyai daya maximum paling tinggi dan sangat cocok diterapkan pada daerah bertebing dan rata.
ANALISIS KEGAGALAN TRAFO BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN DISSOLVED GAS ANALYSIS PADA TRAFO I 50 MVA 150/20kV GI PIER Angger Yulinda C P; M Taqijjuddin Alawiy; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 10, No 1 (2019): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.583 KB)

Abstract

Minyak isolasi merupakan salah satu komponen isolasi yang sangat penting pada transformator. Selain sebagai isolasi, minyak trafo juga berfungsi melarutkan gas-gas akibat kegagalan thermal dan kegagalan elektris. Untuk mengetahui kandungan gas terlarut dan konsentrasinya perlu dilakukan pemantauan rutin melalui pengujian Dissolved Gas Analysis (DGA). Hasil pengujian DGA dapat digunakan untuk mengidentifikasi indikasi jenis kegagalan pada trafo. Beberapa metode yang digunakan untuk melakukan analisa kegagalan gas pada trafo sesuai IEEE std. C57-104.1991 dan IEC 6059 yaitu Key Gas, Rasio Rogers, Rasio Doernenburg dan Segitiga Duval. Jika jenis kegagalan pada trafo sudah diketahui maka langkah selanjutnya yaitu memberikan rekomendasi tindak lanjut agar kegagalan trafo dapat dicegah.Berdasarkan dari hasil pengujian DGA dan analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan empat metode di atas diperoleh kesimpulan bahwaindikasi jenis kegagalan yang terjadi pada Trafo 1 GI Pier berdasarkan hasil pengujian DGA yaitu panas berlebih didalam trafo yang disebabkan oleh isolasi kertas yang terkarbonisasi.Tindak lanjut yang dilakukan untuk mengatasi kegagalan tersebut yaitu dengan melakukan pengujian ulang DGA dan melakukan filter minyak.Kata kunci : Transformator, Minyak Isolasi, Gas Terlarut, Dissolved Gas Analysis dan Gardu Induk Pier
Studi Susut Energi Pada Penyulang Sumberpucung Dengan Perbaikan Susut Di Wilayah PT. PLN (Persero) Rayon Sumberpucung Isya Asep Fatmana; Bambang Dwi Sulo; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 2 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.922 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi PLN adalah besarnya rugi-rugi daya yang terjadi selama proses pengiriman Energi listrik  kepada konsumen. Rugi-rugi daya ini menyebabkan daya yang dikirimkan tidak sebesar daya yang dihasilkan.. Susut energi merupakan kerugian energi akibat masalah teknis dan non teknis. PT PLN (PERSERO) Rayon Sumberpucung sedang berupaya meminimalisir terjadinya susut energi dimana besarnya susut energi tidak seperti yang diharapkan. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan susut teknis, yaitu dengan menghitung susut penghantar JTM dan susut transformator pada penyulang sehingga akan diketahui seberapa besar susut energi yang disebabkan oleh penghantar JTM dan transformator pada penyulang. Dari hasil perhitungan didapatkan besar susut energi teknis pada penyulang Sumberpucung  yaitu susut energi penghantar JTM adalah 241279 kWh dengan persentase susut sebesar 7,9 % dan susut energi teknis pada Transformator adalah 10922 kWh dengan persentase susut sebesar 0,3559 %. Total susut energi teknis pada penyulang sumberpucung pada penghantar JTM dan transformator adalah 252201 kWh. Besar susut energi teknis setelah perbaikan pada penghantar JTM adalah 163591 kWh dengan persentase susut menjadi 5,3 %, dapat menekan susut sebesar 77688 kWh dengan persentase penurunan susut sebesar 2,6 %. Sedangkan besar susut energi teknis setelah perbaikan pada transformator besar susut energi teknis adalah 10885 kWh dengan persentase susut menjadi  0,3547 %, dapat menekan susut sebesar 37 kWh dengan persentase penurunan susut sebesar 0,0012 %
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN GROUNDING PADA KABEL TANAH 20 KV DI GARDU HUBUNG SARANGAN PLN RAYON MALANG KOTA UNTUK MENURUNKAN GANGGUAN PENYULANG MENGGUNAKAN E-TAP 12.6 Zaenal Furqon; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 6, No 1 (2017): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.008 KB)

Abstract

Gardu distribusi merupakan salah satu komponen dari suatu sistem distribusi yang berfungsi untuk menguhubungkan jaringan ke konsumen atau untuk mendistribusikan tenaga listrik pada konsumen, baik konsumen tegangan menengah mapun konsumen tegangan rendah. Salah satu gardu distribusi adalah gardu hubung. Gardu hubung merupakan satu gardu yang terdiri dari peralatan-peralatan hubung serta alat-alat control lainnya, namun tidak terdapat trafo daya. Alat penghubung yang terdapat pada gardu hubung adalah saklar beban yang selalu dalam kondisi terbuka (normally open), saklar ini bekerja menutup (close) jika penyulang utama mengalami gangguan. Adapun pengaruh dari tidak terpasangnya grounding pada kabel tanah tersebut apabila terjadi gangguan fasa tanah relay proteksinya tidak akan bekerja secara riil atau normal, serta dapat menimbulkan Io yang besarannya lebih dari = 2A. Untuk sistem pentanahan di Gardu Induk Polehan adalah 500 Ohm, dengan perhitungan : 20kV / 1,732 : 500 Ohm =23,09. Untuk setting relay DGR yaitu 2A, di dapatkan dari 10% dari besar arus gangguan DGR dari setting relay. Sehingga perlu untuk Grounding kabel tanah di pasang, sehingga jika ada gangguan proteksi gardu hubung dapat bekerja dan Io tidak lebih dari arus nominal. Sehingga relay Gardu Induk aman tidak trip atau gangguan. Aplikasi ETAP 12.6 digunakan untuk medeteksi arus hubunf singkat fasa tanah dengan melihat panjang jaringan dari aplikasi ETAP 12.6.Kata Kunci : Gardu Distribusi, Proteksi Jaringan Distribusi, Grounding Kabel Tanah, Aplikasi Program Sofware ETAP 12.6
Pelacak Surya Otomatis Berbasis IOT Mohamad Yusak; Muhammad Jasa Afroni; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 15, No 1 (2022): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.085 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan desain dan implementasi sebuah sistem pelacak surya 2-sumbu berbasis IOT. Komponen utama sistem ini yaitu 4 LDR yang dikonfigurasikan sesuai 4 penjuru arah mata angin untuk mengetahui posisi matahari, 2 motor servo digunakan untuk mengakomodasi panel agar dapat bergerak pada 2-sumbu yaitu X dan Y, Arduino UNO digunakan untuk mengatur semua proses pelacakan matahari kemudian NodeMCU ESP12 digunakan sebagai jembatan antara pelacak surya dengan sistem IOT. Pelacak surya ini memberikan fleksibilitas dalam lokasi pemasangannya dan 2 buah servo yang dirancang sedemikian rupa memberikan kemampuan panel surya untuk menghadap ke sumber cahaya dari segala arah, selain itu alat ini dapat beroperasi dalam dua mode yaitu AUTO dan MANUAL untuk memberi kendali penuh kepada pengguna atas pelacak surya ini. Hasil pengujian di lapangan memperlihatkan peningkatan perolehan daya rata-rata sebesar 15.93% dibanding panel tanpa pelacak serta kegiatan monitoring dan kendali yang mudah untuk dilakukan melalui ponsel dengan aplikasi Blynk.
DESAIN WEBSITE PENJUALAN PERUMAHAN BERBASIS MOBILE ECOMMERCE DI KOTA MALANG JAWA TIMUR Andri Hermanto; Muhammad Taqijjuddin Alawiy; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 11, No 2 (2019): SCIENCE ELEKTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.626 KB)

Abstract

Peningkatan sistem informasi diharapkan mampu membantu sebuah promosi penjualan agar memilikidaya saing dan meningkatakan efektifitas. Salah satu sistem informasi yang dapat ditingkatkan dalamsebuah jual beli yaitu dalam hal transaksi serta pemasaran dan pengelolaan data. Dengan pengelolaandata yang baik diharapka mampu meningkatkan pelayanan dan mencapai tujuan yang diinginkan baikpemnjual maupun pembeli. Begitu juga untuk beberapa calon pembeli yang berasal dari luar kota yangingin melalukan pembelian rumah, yang secara langsung tidak mungkin harus datang langsung ketempat untuk melihat kondisi karena membutuhkan waktu yang lama dan biaya transportasi yangmahal. Dalam perancangan dan pengujian terhadap beberapa spesifikasi minimal perangkat selulardihasilkan data berjalan dengan baik pada resolusi range 1024 x 768 px, 375 x 667 px , 320 x 533 px , 240x 320 px. Penerapan program pada desain website penjualan rumah dapat di awali dengan tahap pengenalansistem administrasi terpadu berbasis web, cara pengoperasian baik user dan admin, desain tampilan, proseskomunikasi data serta kode program pada database secara fungsi keseluruhan berjalan baik dan dapatmembantu proses informasi penjualan rumah menggunakan mobile ecommerce. Dengan diperoleh hasiltersebut diharapkan bisa menjadi cara efektif dalam proses memasarkan properti perumahan yang selama inimasih banyak dilakukan secara manual. Dengan menggunakan mobile ecommerce dalam hal media informasiberbasis web yang responsive pada tampilan mobile serta proses memasukan data dan informasi rumah dapatdilakukan secara personal oleh pemilik properti membuat portal informasi yang fleksibel kapanpun dandimanapun tetap bisa terhubung. Web server admin akan merespon setiap kegiatan yang dilakukan pembelimaupun penjual dan status data validator beserta berkas kelengkapanya.Kata kunci : PHP, MySQL, Desain Web.
Rancangan Alat Monitoring Arus Dan Tegangan Pada PHB-TR Dan Suhu Pada Transformator Menggunakan Arduino Berbasis Mobile Hanafi Kurnia Tri Nur Amani; Bambang Minto Basuki; Sugiono Sugiono
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 3 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.401 KB)

Abstract

Telah dibuat alat Monitoring arus dan tegangan pada PHB-TR dan suhu pada Transformator secara real-time berbasis menggunakan Arduino Mega berbasis Mobile. Alat ini akan bekerja dengan cara mengukur tegangan masing-masing fasa yang ada di PHB-TR menggunakan 3 Sensor Tegangan ZMPT101B dan mengukur Arus menggunakan 3 Sensor Arus SCT-013-000 yang nantinya data akan disimpan sementara di Arduino lalu dikirimkan ke API menggunakan Modul GSM SIM800L melalui Internet. Prinsip kerja yang sama juga di lakukan untuk pengukuran Suhu pada Transformator menggunakan Sensor Suhu DHT-11. Hasil pengukuran yang telah dikirimkan ke API nantinya akan dapat dibaca melalui aplikasi mobile “Gardu Pintar”. Alat ini memilki sistem data logger yang dapat menyimpan seluruh hasil pengukuran terdahulu agar dapat dilihat di kemudian hari. Secara keseluruhan sistem dapat memberikan hasil pengukuran arus dan tegangan pada PHB-TR dan Suhu pada Transformator dengan rata-rata error sebesar 0,686% untuk ketiga sensor tegangan, 2,367% untuk sensor arus dan 0,457% untuk sensor suhu.
RANCANG BANGUN INVERTER SATU FASA BERKAPASITAS 100 WATT Siska Viminawati; Bambang Minto Basuki; Bambang Dwi Sulo
SCIENCE ELECTRO Vol 12, No 2 (2020): Internet of Things Pada Bidang Elektro
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.414 KB)

Abstract

Inverter merupakan salah satu alat elektronika yang berfungsi mengubah arus searah (DC)menjadi arus bolak-balik (AC) dengan besaran tegangan dan frekuensi yang bisa diatur. Melalui penelitian ini penulis mencoba melakukan perancangan inverter satu fasa dengan kapasitas 100 Watt. Penambahan rangkaian driver menggunakan IC 4017 serta sistem pensaklaran(switching) menggunakan IRF 3205. Dalam perancangan inverter satu fasa ini menggunakan sumbertegangan dari batrai DC 12V. Pengujian rangkaian inverter menggunakan dua trafo yang berbedamenghasilkan Vac driver sebesar 6,1 V pada Trafo UPS 5A dan 4,8 V pada trafo CT 10A. Dengantrafo yang berbeda Inverter sama-sama mampu mengubah tegangan 12Vdc menjadi 220Vac.Tegangan dan Frekuensi yang dihasilkan dari inverter dengan trafo CT UPS 5A lebih stabil. Tetapidari kelebihan tersebut penggunaan trafo CT UPS 5A terdapat kelemahan yakni penggunaanyaterbatas oleh waktu. Trafo dan kabel yg menuju rangkaian pensaklaran akan panas dan jika di paksamaka mosfet IRF 3205 akan meledak. Sedangkan pada penggunaan trafo CT 10A inverter mampubekerja melebihi batas waktu kerja dari penggunaan trafo UPS 5A, namun terbatas kemampuanpembebanan pada daya 250 Watt.Kata kunci : Inverter, PLTMH, UPS (Uninterruptible Power Supply),Trafo CT, driver
PROTOTYPE PENGATUR KADAR PH DAN PEMBERIAN PAKAN IKAN KOI SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Hilda Nur Rama Dhana; Sugiono Sugiono; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 1 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.863 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah purwarupa pengatur kadar pH dan pemberian pakan ikan koi secara otomatis. Perangkat tersebut dilengkapi dengan pengaturan batas bawah pH air akuarium dan penjadwalan pemberian pakan pada ikan koi. Dengan demikian, perangkat akan menjalankan operasi pemberian pakan ikan secara otomatis menurut jadwal yang telah diberikan. Untuk penggantian air akuarium, perangkat ini dilengkapi dua stop kontak yang bisa dihubungkan ke pompa air, satu untuk menguras dan satu untuk mengisi air di akuarium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat berhasil memberi pakan ikan secara otomatis dengan akurasi massa pakan sebesar 3 gram. Selain itu perangkat juga berhasil mempertahankan ketinggian air akuarium di tingkat 95% hingga 105%, serta mempertahankan pH air sesuai dengan pengaturan yang diberikan.
PROTOTYPE KENDALI SEMI OTOMATIS PENERANGAN, PROYEKTOR DAN PENDINGIN RUANGAN SEBAGAI KENYAMANAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BERBASIS IoT Robbi Romadhoni; M. Taqiyyuddin Alawiy; Bambang Minto Basuki
SCIENCE ELECTRO Vol 13, No 3 (2021): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2408.401 KB)

Abstract

Penerapan teknologi tepat guna dalam kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan untuk menunjang kualitas hidup manusia, karena dapat memberikan kemudahan dan efisiensi waktu dalam melaksanakan sebuah aktifitas. Secara umum, penghematan energi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan peningkatan efisiensi teknologi yang digunakan, atau dengan merubah perilaku penggunanya. Pada kondisi seperti ini dibutuhkan keefisienan dalam penggunaan energi listrik guna melakukan penghematan energi dan memberikan kenyamanan dalam ruangan. Untuk pengaplikasiannya akan dibuat sebuah prototype kendali otomatis penerangan, proyektor, dan pendingin ruangan (AC). Pada bagian sensor, untuk mendeteksi keberadaan orang dapat menggunakan sensor ultrasonic, untuk mendeteksi suhu menggunakan sensor suhu dan kelembaban, untuk mendeteksi nilai pencahayaan dapat menggunakan sensor intensitas cahaya, untuk mendeteksi keberadaan benda yang nantinya untuk menghidupkan sebuah proyektor menggunakan sensor halangan. Hasilnya, kondisi sistem pada prototype ini berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan seperti pada seluruh perintah dan fungsi-fungsi dalam program yang di upload pada ESP32 DevKit V1 melalui software Arduino IDE. Dan sistem ini hanya dapat memonitor dan mengontrol pada satu area atau satu jaringan hotspot/WiFi saja, karena memang sistem ini mengandalkan web server menggunakan IP lokal yang tersedia pada ESP32 DevKit V1 saat sudah terhubung pada hotspot/WiFi dengan cara melihat IP lokal pada serial monitor Arduino IDE untuk mengakses web server-nya.