Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERBEDAAN DOSIS PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) ASAL AKAR BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) Ady Setyawan; Rahmad Jumadi; Endah Sri Redjeki
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i1.3907

Abstract

Pemanfaatan ekstrak akar bambu sebagai PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada tanaman kacang bambara diharapkan dapat berperan sebagai pemacu pertumbuhan. Akar bambu banyak terkolonisasi oleh bakteri PF (Pseudomonas fluorescens). Bakteri ini berperan sebagai PGPR karena menghasilkan zat pengatur tumbuh (ZPT) dan dapat meningkatkan ketersediaan hara melalui produksi asam organic. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan dosis PGPR pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu perlakuan dosis pupuk PGPR (P), yang terdiri atas 6 taraf perlakuan dan diulang tiga kali. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) untuk mengetahui perbedaan nyata perlakuan pada uji F 5%. Perlakuan yang memperlihatkan perbedaan nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kemudian diuji lebih lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada pemberian dosis pupuk PGPR terhadap laju perkecambahan, jumlah daun pada seluruh pengamatan, tinggi tanaman 4 dan 6 mst, panjang petiol dan internode, panjang batang dan bobot kering akar.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) PADA PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK Firda Rohmaniya; Rahmad Jumadi; Endah Sri Redjeki
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v6i1.5376

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) adalah tanaman pangan yang mempunyai peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan selain tanaman padi. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas jagung manis yakni dengan penggunaan bahan organik. Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara N, P dan K pada tanaman jagung manis dapat dilakukan dengan pemberian pupuk, salah satunya adalah penggunaan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan JuniAgustus 2022 di Desa Melirang, Pereng Wetan, Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk kambing terdiri dari 3 taraf faktor kedua pemberian pupuk NPK terdiri dari 4 taraf. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, primodia bunga, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji per tongkol, bobot basah tongkol tanpa kelobot per tanaman, estimasi bobot basah tongkol tanpa kelobot per petak dan per hektar. Analisis data menggunakan Analysis of Variance 5% jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test 5%. Hasil penelitian menunjukka adanya interaksi aplikasi pemberian dosis pupuk Kambing (10 ton/ha) dan NPK (450 kg/ha) terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan hasil panjang tongkol, diameter tongkol tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt).
UJI TOLERAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA GALUR KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) Verdc) Mitra syahbana; Endah Sri Redjeki; Rahmad Jumadi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i2.4466

Abstract

Kacang bambara merupakan salah satu dari lima tanaman penting di Afrika selatan yang memiliki kemampuan tahan terhadap kekeringan dibandingkan dengan tanaman kacang-kacang lainnya. Di Indonesia kacang bambara lebih dikenal dengan nama kacang Bogor. Hasil analisis kimiawi biji kacang bambara mengandung 32.72% dari total asam amino esensial dan 66.10% dari asam amino non esensial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultasi Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik di desa Klangonan kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik yang memiliki ketinggian ±20 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 kali ulangan terdiri 5 galur (G1,G2,G3,G4,G5) dan 4 taraf volume air (V1,V2,V3,V4) sehingga diperoleh 20 satuan percobaan Pengamatan dilakukan pada fase pertumbuhan yaitu laju perkecambahan, tinggi tanaman 2,4,6,8,10 dan 12 mst, jumlah daun 2,4,6,8,10 dan 12 mst, lebar tajuk 4,8 dan 12 mst, Panjang daun tengah, panjang internode, Panjang petiole, bukaan stomata, saat pertama berbunga dan 50 % berbunga. Variabel hasil bobot basah dan kering brangkasan, jumlah polong, jumlah biji, bobot basah dan kering polong, bobot kering biji, bobot 100 biji, bobot kering akar, persen kupasan dan estimasi ton/hektar. Dari data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), Uji Lanjut dengan Duncan’s dengan taraf 5% dan uji korelasi. Dari hasil penelitian ini tidak terdapat Interkasi perlakuan galur dan volume air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang bambara
INTERAKSI JENIS GALUR DAN VOLUME AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (VIGNA SUBTERRANEA (L.) VERDC) Muhammad Kurnia Sandi; Endah Sri Redjeki; Setyo Budi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 6 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v6i2.6313

Abstract

Kacang bambara adalah salah satu tanaman legume yang toleran terhadap kekeringan dan tumbuh baik dilahan marginal. Kacang bambara bisa dijadikan sumber makanan alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pangan Indonesia. Peran air tetap di butuhkan untuk keberlangsungan hidup kacang bambara meskipun tanaman ini toleran kekeringan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan air terhadap lima galur kacang bambara untuk tetap tumbuh dan menghasilkan. Penelitan ini dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, pada bulan Agustus-Januari 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 5 kali ulangan sehingga terdapat 15 kombinasi perlakuan. Faktor utama yaitu jenis galur (G) terdiri atas 5 galur (G1 G2, G3, G4, G5 ) dan faktor kedua yaitu volume air (V) terdiri dari tiga taraf (V1, V2, V3). Variabel pengamatan terdiri dari 8 fase vegetatif dan 13 fase genaratif. Analisis data yang digunakan adalah Anova dan uji DMRT 5%. Terdapat interaksi sangat nyata perlakuan jenis galur dan volume air pada variabel laju perkecambahan (HST), tinggi tanaman 11 dan 15 HST (cm), jumlah daun 5,6,7,8,11,12,13,14,15,16 dan 17 MST (helai), lebar tajuk 30,60,90, dan 120 HST (cm), panjang petiole (cm), jumlah polong (Butir), ketebalan kulit polong (mm), bobot brangkasan basah (g), bobot brangkasan kering (g), fruit set (%). Hasil terbaik menunjukkan G2V1 (Galur Gresik Hitam 54 dan Volume Air 200 ml/hari) terdapat interaksi nyata oleh variabel tinggi tanaman 11 MST (21,80 cm), jumlah daun 16 MST (89 Helai), jumlah polong (9,00 butir), bobot basah brangkasan (57,78 g), dan bobot kering brangkasan (7,20 g).
PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA KLON TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA TANAH ALUVIAL DI DESA SAMBIROTO KECAMATAN SOOKO – MOJOKERTO Khoirul Anwar; Endah Sri Redjeki; setyo budi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v4i1.2316

Abstract

Kebutuhan gula nasional beberapa tahun terakhir masih belum tercukupi dan mengalami penurunan dikarenakan rendahnya nilai rendemen pada tebu. Pemuliaan tanaman dilakukan sebagai solusi untuk menghasilkan varietas tebu baru yang memiiki potensi hasil yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan hasil tanaman dari Klon SB03, Klon SB19, dan Klon SB02 serta klon yang memiliki potensi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu Klon (Klon SB03, Klon SB19, dan Klon SB02) diulang 3 kali dengan variabel pengamatan meliputi variabel pertumbuhan dan hasil. Data pengamatan kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA). Jika terdapat perbedaan nyata, dilanjutkan dengan uji BNT 5%, uji korelasi dan heritabilitas. Terdapat perbedaan nyata tiga klon tanaman tebu pada variabel pertumbuhan dan hasil. Klon SB03 memiliki diameter batang 3,1 cm, tinggi batang 315 cm, Jumlah ruas 23, jumlah anakan 3, Brix 17%, dengan bobot batang tebu 7,04 ton/ha. Klon SB02 memiliki diameter batang 3,0 cm, tinggi batang 302 cm, jumlah ruas 25, jumlah anakan 3, Brix 18% dengan bobot batang tebu 7,84 ton/ha. Klon SB19 memiliki diameter batang 3,5 cm, tinggi batang 283 cm, jumlah ruas 27, jumlah anakan 3, Brix 22% dengan bobot batang tebu 9,8 ton/ha. Terdapat korelasi nyata searah diameter batang dengan bobot batang dab Brix (0,739, 0,758). Nilai heritabilitas ketiga klon 0,14 sampai 0,30 atau tergolong sedang cenderung rendah. Dari ketiga klon yang diamati, klon SB19 memiliki potensi vegetative dan generative yang baik.
EVALUASI KETAHANAN CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KOMPONEN HASIL LIMA GALUR KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) Muhammad Rizqi Adi Setiawan; Setyo Budi; Endah Sri Redjeki
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i2.5178

Abstract

Kacang bambara adalah salah satu tanaman jenis kacang-kacangan yang dikembangkan di Indonesia karena memiliki gizi yang kompetitif serta seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan (zero-waste). Upaya meningkatkan hasil tanaman diupayakan melalui penanaman berbagai jenis galur kacang bambara pada berbagai jenis volume air. Penelitian dilaksanakan di dalam greenhouse pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2021, di kebun percobaan Fakultas Pertanian di Desa Klangonan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor yang pertama yaitu jenis galur (G) yang terdiri atas lima galur (G1, G2, G3, G4, G5) dan faktor kedua yaitu volume air (V) yang terdiri atas empat taraf (V1, V2, V3, V4). Kedua faktor dikombinasikan sehingga diperoleh 20 kombinasi perlakuan kemudian perlakuan diulang tiga kali. Pengamatan pada fase pertumbuhan meliputi, laju perkecambahan, tinggi tanaman (2,4,6,8,10 dan 12 mst), jumlah daun (2,4,6,8,10 dan 12 mst), lebar tajuk (4,8 dan 12 mst), panjang daun tengah, panjang internode, panjang petiole, persentase bukaan stomata, saat pertama berbunga dan 50% berbunga. Pengamatan komponen hasil meliputi bobot basah dan kering brangkasan, jumlah polong, jumlah biji, bobot basah dan kering polong, bobot kering biji, bobot kering 100 biji, bobot kering akar, persen kupasan dan estimasi hasil polong kering ton/hektar. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) berdasarkan uji F5%. Jika terdapat perbedaan nyata, dilanjutkan uji lanjut dengan Duncan’s multiple range test dengan taraf signifikan 5% serta uji korelasi. Dari hasil penelitian ini tidak terdapat interkasi nyata perlakuan galur dan volume air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang bambara.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG BAMBARA ( Vigna subterranea (L.) Verdc ) PADA PEMBERIAN PUPUK NPK DAN ARANG SEKAM PADI Irgi Dwi Risma Junianto; Endah Sri Redjeki; Rahmad Jumadi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v5i2.5181

Abstract

Kacang bambara merupakan salah satu kacang–kacangan minor yang belum banyak diminati. Kacang ini diminati oleh petani karena harga jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual kacang-kacangan pada umumnya. Upaya meningkatkan hasil tanaman kacang bambara melalui pemberian pupuk NPK dan arang sekam padi. Pemberian pupuk anorganik dan organik dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kacang bambara seperti unsur hara P. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu perlakuan dosis pupuk NPK (P) dan dosis pupuk arang sekam padi (S), yang terdiri dari 9 taraf perlakuan dan 2 kali ulangan. Penelitian ini digunakan jarak tanam 40 x 25 cm. Mode perhitungan pada penelitian ini ialah Analisis sidik ragam untuk mengetahui pengaruh nyata antara perlakuan pada taraf F 5%. Perlakuan yang memperlihatan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil emudian di uji lanjut dengan DMRT. Pada interaksi dosis pupuk arang sekam padi dan pupuk NPK tidak menunjukan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang bambara. Sedangkan perlakuan dosis pupuk NPK menunjukkan pengaruh nyata teradap pertumbuhan dan hasil kacang bambara. Berdasarkan hasil penelitian disarankan penelitian lebih lanjut terhadap dosis arang sekam agar menunjukkan pengaruh nyata terhadap tanaman.