Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Oportunitas

ANALISIS KUALITAS TAHU HOME INDUSTRY DI DALAM PROSES PRODUKSI UNTUK MENJAGA KUALITAS GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN (STUDI KASUS PADA DESA REMEN KEC. JENU KAB. TUBAN JAWA TIMUR) Hendra Purwanto; Handaru Indrian Sasmito Adi
OPORTUNITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 2 No 02 (2021): Oportunitas
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.019 KB)

Abstract

Home industry tahu yang terletak di kawasan desa Remen Kec. Jenu Kab. Tuban yang dikelola oleh bapak Rasio sekeluarga, usaha ini sudah berdiri ± 4 tahun yang lalu tepatnya tahun 2017 serta memiliki jumlah karyawan sebanyak 4 orang dan melakukan produksi tahu setiap harinya. Proses produksi tahu milik bapak Rasio ini seperti pada umumnya yaitu mulai dari pemilihan biji kedelai yang berkualitas baik sampai pencetakan dan pemotongan tahu, tetapi ada nilai plus untuk tahu buatan bapak Rasio ini, yaitu pemberian air saat pemasakan kedelai yang menggunakan air sumber dari desa setempat yang memiliki kadar garam yang sangat tinggi dan jumlah kandungan air saat pengepresan sangat sedikit sekali sehingga menjadikan tahu berkualitas bagus, tidak mudah pecah dan memiliki rasa yang gurih, hal inilah yang menjadi ciri khas tahu bapak Rasio dengan produksi tahu lainnya. Untuk menjaga kualitas tahu, bapak Rasio melakukan pemilihan kedelai sendiri yang hanya didapatkan dari agen tertentu dan menggunakan kedelai import, memperhatikan kebersihan tempat dan peralatan yang digunakannya, serta melakukan penggilingan sendiri kedelai yang akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan tahu. Untuk pemasaran produk tahu bapak Rasio ini masih sangat sederhana yaitu di jual ke pasar desa Merkawang, sedangkan untuk meningkatkan penjualan hendaknya usaha bapak Rasio menambah jumlah karyawan dan bahan baku, sehingga dapat meningkatkan volume produksi serta dalam melakukan pemasaran tidak hanya di satu tempat (pasar), tetapi bisa mencakup 3 pasar sekaligus (Merkawang, Tambakboyo, dan Jenu) sehingga bisa meningkatkan volume penjualan tahu home industry milik paka Rasio.
ANALISIS RISIKO KREDIT UNTUK MENURUNKAN TERJADINYA KREDIT DEBITUR BERMASALAH PADA PT. BPR DAMATA ARTHANUGRAHA LAMONGAN Handaru Indrian Sasmito Adi; Hendra Purwanto; Muhammad Yusuf
OPORTUNITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 3 No 01 (2022): Oportunitas
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.657 KB)

Abstract

Bank sebagai perantara masyarakat yang memiliki dana lebih dengan masyarakat yang membutuhkan dana, maka usaha utama yang dilakukan oleh bank ialah kegiatan-kegiatan terhadap sektor penyaluran dana atau yang disebut Perkreditan. Dalam usaha Penyaluran dana tidak lepas dengan adanya risiko terhadap kegagalan pembayaran atau kemacetan pelunasan, yang mana debitur tidak bisa lagi untuk membayar kreditnya. Begitu pula terhadap PT. BPR Damata Arthanugraha yang terletak di Kabupaten Lamongan Jawa Timur tidak lepas dengan adanya kredit yang bermasalah, untuk menghindari hal ini terjadi diperlukan manajemen Risiko Kredit yang efektif sehingga mampu untuk menurunkan kredit yang bermasalah. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui apakah manajemen kredit yang diterapkan PT. BPR Damata Arthanugraha dapat menurunkan terjadinya kredit bermasalah dan Untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kredit bermasalah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data yang dikumpulkan merupakan data primer dan sekunder dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis diperoleh bahwa manajemen kredit yang diterapkan PT. BPR Damata Arthanugraha sudah efektif dalam pengelolaan kredit serta menurunkan jumlah kredit yang bermasalah dengan menggunakan analisis 5C dan dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Faktor penyebab kredit bermasalah adalah nasabah yang tidak memiliki niat yang baik dalam pembayaran kreditnya, PT. BPR Damata Arthanugraha melakukan tindak lanjut untuk menurunkan jumlah kredit bermasalah dengan cara melakukan Peringatan tertulis pada debitur 1-3x, Mendatangi debitur bersama tim, Debitur akan dibawa ke hukum cukup efektif serta ditinjau dari kolektibility tahun 2019-2021 kredit bermasalah tiap tahunnya mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 15,8% , tahun 2020 sebesar 15,2%, sampai tahun 2021 menurun 12,6%.