Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PERBEDAAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM PERAWATAN USIA LANJUT PADA ETNIS JAWA DAN MADURA Minarti, Minarti; Kholifah, Siti Nur; Sulistijono, Heru
-
Publisher : Pusat Perencaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan, BPPSDMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Keluarga adalah masyarakat yang paling dekat dengan usia lanjut. Keluarga merupakan pendukung utama dalam pemberian perawatan kepada usia lanjut di rumah. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan kemampuan keluarga dalam merawat usia lanjut pada etnis Jawa dan Madura. Metode Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel adalah 36 responden yaitu 18 responden dari etnis Jawa dan 18 responden dari etnis Madura. Cara pemilihan sampel adalah simple random sampling. Kemampuan keluarga dalam merawat usia lanjut dinilai dari aspek aktifitas fisik, psikologis, spiritual dan interaksi sosial. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada kemampuan keluarga dalam merawat usia lanjut dari aspek aktifitas fisik (p=0,229) dan aspek psikologis (p=0,60). Kemampuan keluarga dalam merawat usia lanjut dari aspek spiritual dan interaksi sosial terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai masing-masing p=0,002 dan p=0,042. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga perlu memperhatikan dan mengingatkan usia lanjut terutama aspek spiritual dan aspek interaksi sosial pada etnis Jawa dan meningkatkan dukungan pada etnis Madura. Simpulan Kemampuan keluarga dalam merawat usia lanjut etnis Jawa baik pada aspek psikologis dan etnis Madura baik pada aspek spiritual dan interaksi sosial. Terdapat perbedaan antara etnis Jawa dan Madura yaitu pada aspek spiritual dan interaksi sosial, sedangkan pada aspek aktifitas fisik dan psikologis tidak ada perbedaan. Perawat perlu melakukan promosi kesehatan tentang perawatan usia lanjut dari berbagai aspek holistik dan mempunyai pengetahuan tentang budaya dari berbagai etnis.
Lingkungan Bermain terhadap Perkembangan Sosial Emosional pada Anak Usia Prasekolah di PAUD Barunawati Surabaya Heru Sulistijono; Bambang Heriyanto; Hermin Tumini
JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.703 KB)

Abstract

Playing is the most important element for the development of children's physical, emotional, mental, intellectual, creative and social. The research objective investigate the influence of social environment on the development of emotional play in preschoolers in early childhood.This study design analytic correlations, by the time a cross-sectional design. Independent variables play environmental research, study the dependent variable social-emotional development of pre-school age children. ECD student population of 82 children. Large sample 68 based on the inclusion criteria and exclusively with the selection of the sample using simple random sampling. The instrument uses a check list playing environment and social emotional development.Results presented in the form of cross-tabulation and narrative and statistical test Multiple Logistic Regression obtained significant level ρ = 0,000Environmental research results play a good kid that amounted to 35 children (51.5%), just 31 children (45.6%), and less than 2 children (2.9%). Social development of the child's emotional well a majority of the 35 children (51.5%), just 26 children (38.2%) and less than 7 children (10.3%).There are environmental influences play on emotional social development in preschoolers. Hopefully, the teachers always pay attention and develop methods of learning and play for children, so that children do not get bored in play. Because playing for children is learningKeywords: Playing Environment, Social Emotional Development, Childhood
Reading Too Near, Seeing Television, Using Gagets or Computers in a Long Time and the Decrease of Visual Acuity in School Aged Children in the Elementary School Heru Sulistijono; Bambang Heriyanto
Aloha International Journal of Multidisciplinary Advancement (AIJMU) Vol 1, No 3 (2019): MARCH
Publisher : Alliance of Health Activists (AloHA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.123 KB) | DOI: 10.33846/aijmu10305

Abstract

Attention to vision disorders, technological progress is one of the things that might cause visual disturbances. The facts that occur a lot in the field, there are so many children who are familiar with gadgets or PC. The general purpose of this study is to obtain a description of the get us to factors of reading, seeing TV, gaget, PC that affect the decrease of visual acuity in school-aged children. The subject were 30 students in the grade 4-6 of elementary school Kemayoran 1 Surabaya, selected by purposive sampling. Data was collected through by questionnaire. The conclusion is that the get us to factor affects the decreased sharpness of the respondent’s vision. Keywords: get us to factor; decreased sharpness of vision; school-aged children
Pemberdayaan Keluarga Dalam Meningkatkan Perawatan Mandiri Pasien Gagal Ginjal Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Paciran Lamongan Dyah Wijayanti; Wijayanti Dyah; Fadilah Nikmatul; Minarti Minarti; Cahyono Intim; Nurkholifah Siti; Windi Yohanes Kambaru; Sulistijono Heru; Heriyanto Bambang; Asnani Asnani; Tumini Tumini; As’ari Hasyim; Suriana Suriana; Baiq Dewi Harnani; Hilmi Yumni; Dinarwiyata; Eko Rustamaji; Ferry Kumala
Health Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.945 KB)

Abstract

Tahap akhir penyakit gagal ginjal dengan terapi hemodialisis dilaporkan menyebabkan masalah yang kompleks bagi pasien dan keluarga yang merawat. Kondisi berupa peningkatan biaya pengobatan serta jumlah tenaga edukator yang tidak cukup juga turut andil menjadi alasan perawatan mandiri penting ditingkatkan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis beserta keluarganya. Keluarga dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan keyakinan, nilai dan penerimaan pasien terhadap program pengobatan yang seharusnya dijalani. Keluarga dapat memberi dukungan dan membuat keputusan mengenai perawatan dari anggota keluarga yang sakit Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayaan keluarga dalam meningkatkan perawatan mandiri pasien gagal ginjal kronik di wilayah kerja Puskesmas Paciran Kabupaten Lamongan. Komitmen keluarga dalam memelihara kesehatan bagi anggota keluarga yang sakit sangat diperlukan. Keluarga (pasangan/anak) adalah orang yang terdekat bagi pasien gagal ginjal kronik yang diharapkan dapat menjadi pendukung pasien dalam mencapai kemandirian perawatan. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 40 orang anggota keluarga pasien gagal ginjal kronik. Kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan dan dilanjutkan proses pendampingan keluarga terhadap perawatan mandiri pasien. Modul tentang perawatan mandiri sebagai media pendidikan kesehatan disosialisaikan terlebih dahulu kepada keluarga pasien. Hasil pengabdian masyarakat ini menujukkan peningkatan pengetahuan pada anggota keluarga pasien dan peningkatan peran keluarga dalam meningkatkan kemadirian perawatan mandiri pasien. Rekomendasi dari pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan anggota keluarga sebagai pemberi perawatan perlu dikembangkan sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat berbasis keluarga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dukungan dan pemantauan yang berkesinambungan dari anggota keluarga dapat meningkatkan kualtas hidup pasien gagal ginjal kronik dan keluarganya.
Empowerment of Mother's Groups to Improve Adolescent Reproductive Health in Kampung Nelayan Health Center Siti Nurkholifah; Nikmatul Fadilah; Minarti Minarti; Intim Cahyono; Yohanes Kambaru Windi; Heru Sulistijono; Bambang Heriyanto; Asnani Asnani; Tumini Tumini; Dyah Wijayanti; Hasyim As'ari; Suriana Suriana; Baiq Dewi Harnani; Hilmi Yumni; Dinarwiyata Dinarwiyata; Eko Rustamaji; Ferry Kumala
Community Empowerment in Health Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Now, adolescent reproductive health problems are increasing, which may be caused by a lack ofknowledge, self-confidence, religiosity and family support. So we need community service activities thataim to empower women's groups in improving adolescent reproductive health in the work area of theKampung Nelayan Health Center, Gresik Regency. Adolescents' commitment to maintaining reproductivehealth requires support from the family. Mothers are the closest people to their children, so mother'ssupport is an important component in improving adolescent reproductive health. This activity wasattended by 40 mothers of adolescents. The first stage was increasing knowledge, then mentoring andthe next was empowerment. The module on reproductive health as a media for health education wasfirst socialized to the mother group. The results of the activity showed that there was an increase in theknowledge and role of mothers in improving adolescent reproductive health.
Pemberdayaan Keluarga Dalam Meningkatkan Perawatan Mandiri Pasien Gagal Ginjal Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Paciran Lamongan Dyah Wijayanti; Wijayanti Dyah; Fadilah Nikmatul; Minarti Minarti; Cahyono Intim; Nurkholifah Siti; Windi Yohanes Kambaru; Sulistijono Heru; Heriyanto Bambang; Asnani Asnani; Tumini Tumini; As’ari Hasyim; Suriana Suriana; Baiq Dewi Harnani; Hilmi Yumni; Dinarwiyata; Eko Rustamaji; Ferry Kumala
Health Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2022): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahap akhir penyakit gagal ginjal dengan terapi hemodialisis dilaporkan menyebabkan masalah yang kompleks bagi pasien dan keluarga yang merawat. Kondisi berupa peningkatan biaya pengobatan serta jumlah tenaga edukator yang tidak cukup juga turut andil menjadi alasan perawatan mandiri penting ditingkatkan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis beserta keluarganya. Keluarga dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan keyakinan, nilai dan penerimaan pasien terhadap program pengobatan yang seharusnya dijalani. Keluarga dapat memberi dukungan dan membuat keputusan mengenai perawatan dari anggota keluarga yang sakit Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayaan keluarga dalam meningkatkan perawatan mandiri pasien gagal ginjal kronik di wilayah kerja Puskesmas Paciran Kabupaten Lamongan. Komitmen keluarga dalam memelihara kesehatan bagi anggota keluarga yang sakit sangat diperlukan. Keluarga (pasangan/anak) adalah orang yang terdekat bagi pasien gagal ginjal kronik yang diharapkan dapat menjadi pendukung pasien dalam mencapai kemandirian perawatan. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 40 orang anggota keluarga pasien gagal ginjal kronik. Kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan dan dilanjutkan proses pendampingan keluarga terhadap perawatan mandiri pasien. Modul tentang perawatan mandiri sebagai media pendidikan kesehatan disosialisaikan terlebih dahulu kepada keluarga pasien. Hasil pengabdian masyarakat ini menujukkan peningkatan pengetahuan pada anggota keluarga pasien dan peningkatan peran keluarga dalam meningkatkan kemadirian perawatan mandiri pasien. Rekomendasi dari pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan anggota keluarga sebagai pemberi perawatan perlu dikembangkan sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat berbasis keluarga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dukungan dan pemantauan yang berkesinambungan dari anggota keluarga dapat meningkatkan kualtas hidup pasien gagal ginjal kronik dan keluarganya.
Family empowerment as an effort to prevent hypertension in the adolescent group in the working area of the Kebonsari Health Center Surabaya Siti Nur Kholifah; M. Minarti; Heru Sulistijino; Ferry Kumala
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v3i1.18359

Abstract

Hypertension in adolescents is increasing in Indonesia, including in East Java. An unhealthy lifestyle, activity, eating less vegetables and fruits and increasing smoking habits are the causes of the increasing prevalence of hypertension in adolescents. This condition is a big problem, because the incidence of hypertension in adolescence will continue in adulthood and have a higher risk of morbidity and mortality. This service activity aims to identify the role of the family in preventing hypertension in adolescents before and after the empowerment process, as well as identifying family behavior to prevent hypertension after the empowerment process. The method used is an empowerment intervention to the family. The result of this empowerment activity is that the empowerment that has been carried out can increase the role of the family in preventing the occurrence of hypertension in adolescents. The empowerment process is carried out through the activities of providing health education, mentoring, and monitoring the increase in the role of the family.
Model of Guidance: Effective Communication with the Elderly for Empowering Elderly Caregivers in Nursing Homes in Indonesia Minarti Minarti; Siti Nur Kholifah; Heru Sulistijono; Hilmi Yumni; Y.K Windi; Asnani Asnani; Intim Cahyono; Hasyim As’ari; Bambang Heriyanto; Nikmatul Fadilah; Dyah Wijayanti; Suriana Suriana; Baiq Dewi Harnani; Dinarwiyata Dinarwiyata; Eko Rustamaji W; Ferry Kumala
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 1 No. 2 (2022): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v1i2.11

Abstract

Activities related to increasing the caregiver's ability to care for the elderly who experience daily problems related to psychological approaches and the like have never been carried out. Caregiver communication does not support effective communication and is still social communication. Supported by the results of research conducted at the Nursing Home for the Elderly, it showed that there was a difference between pre and post-test in the group that received guidance or counseling treatment on the happiness of the elderly with a significant value. The purpose of this training is to empower elderly caregivers at Nursing Home at St. Yosef, Surabaya, and identify the effectiveness of the guidance model (Guidance) by caregivers. The number of participants is 50 people. The method used is cadre training through discussions, demonstrations, competence training and competence assessment. The result of training for caregivers is an increase in knowledge based on pre-test and post-test scores. There was an increase in skills seen in four skills, namely communication in the elderly, active movement, passive movement, mobilization, and daily activity training. The advantage of this cadre training is that it can effectively improve communication with the elderly people who are cared for in the orphanage. The implication of this activity is to increase the knowledge and skills of caregivers in providing care for the elderly through effective communication with the elderly in nursing homes as an effort to improve the health of the elderly.
Gymnastics Assistance for the Independent Elderly: Service in Efforts to Prevent Dementia in Bulak Village, Surabaya Utomo, Bedjo; Soetjiatie, Liliek; Sulistijono, Heru; Hindaryani, Nurul
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v3i2.58

Abstract

Degenerative diseases are infections that almost occur in old age, with decreased physiological function will have an impact on several chronic diseases, such as hypertension, diabetes, osteoarthritis, Alzheimer's, heart disease, kidney failure, therefore, to prevent the occurrence of these diseases it is necessary to strive for promotive, preventive, and rehabilitative measures. One of the efforts made is to carry out community service in the form of assisting the elderly so that they can live independently and have a good quality of life. Community service for Departemen of health Poltekkes Kemenkes Surabaya which was carried out at RW 2 Bulak Village in the form of counseling, health checks, nutrition fulfillment education and elderly gymnastics. The results of counseling education about degenerative diseases and their prevention have shown a 90% good level of understanding, and the elderly have high enthusiasm to participate in gymnastics movements and do health tests. Furthermore, the continuation of this activity is expected to be followed up by improving effective communication between puskesmas officers, elderly cadres so that the elderly program can run optimally
The Effect of Structured Physical Exercise on the Quality of Life of Patients with Multiple Sclerosis Minarti Minarti; Heru Sulistijono; Agus Mukholid; Khrisna Agung Cendekiawan; Andro Ruben Runtu
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v2i2.759

Abstract

neurologis kronis yang seringkali menimbulkan penurunan fungsi fisik dan psikologis. Multiple Sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun yang memengaruhi sistem saraf pusat, sering menyebabkan penurunan fungsi fisik dan psikologis. Gejala seperti kelemahan otot, kelelahan, dan gangguan kognitif dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup pasien secara signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah latihan fisik terstruktur dapat memperbaiki QoL pada pasien dengan MS. Metode penelitian yang digunakan adalah sebuah studi klinis acak terkontrol. Sejumlah pasien dengan Multiple Sclerosis dibagi secara acak menjadi dua kelompok: kelompok intervensi yang menjalani program latihan fisik terstruktur dan kelompok kontrol yang tidak menjalani program tersebut. Intervensi dilakukan dengan mengawasi dan menyesuaikan latihan fisik sesuai dengan kebutuhan individu pasien, dengan fokus pada peningkatan kekuatan, keseimbangan, dan mobilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menjalani latihan fisik terstruktur mengalami peningkatan dalam QoL mereka dibandingkan dengan kelompok kontrol. Para peserta menunjukkan peningkatan dalam aspek-aspek seperti kemandirian, mobilitas, kualitas tidur, dan kesejahteraan psikologis. Selain itu, mereka melaporkan pengurangan dalam gejala kelelahan dan depresi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu latihan fisik terstruktur memiliki dampak positif pada QoL pasien dengan Multiple Sclerosis. Intervensi ini tidak hanya meningkatkan fungsi fisik, tetapi juga memberikan manfaat psikologis yang signifikan, meningkatkan rasa percaya diri dan kesejahteraan emosional. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya memasukkan latihan fisik terstruktur sebagai bagian integral dari manajemen MS, membantu pasien untuk mengelola gejala mereka secara efektif dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.