Gangguan muskuloskeletal (musculoskeletal disorders) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang sering terjadi pada pekerja perkantoran akibat postur kerja yang tidak ergonomis, posisi duduk statis dalam waktu lama, serta penggunaan perangkat komputer secara berulang. Berdasarkan studi pendahuluan menggunakan kuesioner Gangguan Otot Rangka (GOTRAK) pada 21 pekerja di perusahaan penyedia jasa kelistrikan di Malang, Divisi Administrasi Umum dan Keuangan menunjukkan tingkat keluhan muskuloskeletal tertinggi dibandingkan divisi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi pada furnitur dan stasiun kerja perkantoran menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA), memberikan rekomendasi perancangan ulang furnitur dan stasiun kerja yang ergonomis melalui simulasi desain, serta menilai perubahan tingkat risiko ergonomi setelah dilakukannya perancangan ulang. Metode GOTRAK digunakan sebagai studi pendahuluan untuk mengidentifikasi tingkat risiko musculoskeletal disorder, sedangkan metode ROSA digunakan untuk mengevaluasi kondisi ergonomi stasiun kerja berdasarkan komponen kursi, monitor, telepon, mouse, dan keyboard. Hasil penilaian ROSA menunjukkan bahwa stasiun kerja pekerja memiliki tingkat risiko ergonomi yang memerlukan tindakan perbaikan segera dengan skor sebesar 8 dan 6. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dilakukan simulasi redesain furnitur dan stasiun kerja menggunakan prinsip ergonomi dan data antropometri pekerja menggunakan perangkat lunak CATIA. Hasil simulasi menunjukkan adanya penurunan skor ROSA menjadi 3, yang mengindikasikan berkurangnya tingkat risiko ergonomi pada stasiun kerja. Penerapan stasiun kerja yang ergonomis diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan kerja, mengurangi potensi keluhan muskuloskeletal, serta mendukung produktivitas dan kesehatan pekerja perkantoran dalam jangka waktu yang panjang.