Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROFIL KAMPUNG SEREH DISTRIK SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Labok, Anna M; Yanthy, Normalia Ode; Sitorus, Yannice Luma Marnala; Purcahyono, Joko Ode
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 2 Juni (2024): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v5i2.1371

Abstract

Profil Kampung sangat diperlukan sebagai informasi dasar saat merencanakan berbagai program pembangunan di suatu kampung. Umumnya kampung-kampung yang berada di Distrik Sentani belum memiliki profil yang lengkap. Kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim dosen dari Universitas Sains dan Teknologi Jayapura adalah pendampingan penyusunan Profil Kampung Sereh di Distrik Sentani lewat pelatihan dan praktek survei kepada warga kampung yang duduk dalam jajaran pemerintahan kampung, seperti para ketua RT dan RW serta staf Kantor Kampung. Dalam pelaksanaan survei, tim dosen dibantu oleh beberapa mahasiswa USTJ yang berperan sebagai surveyor. Upaya penyusunan profil kampung ini dapat berjalan dengan baik walau tidak tuntas, dengan harapan nantinya akan diteruskan secara mandiri oleh jajaran pemerintahan kampung setempat. Laporan awal profil kampung ini mendukung Kepala Kampung Sereh agar lebih berinisiatif dalam memetakan potensi dan permasalahan di wilayah pemerintahannya.
PENDAMPINGAN PEMETAAN WILAYAH ADMINISTRATIF KAMPUNG KWADEWARE DISTRIK WAIBU KABUPATEN JAYAPURA Labok, Anna Mariani; Sitorus, Yannice Luma Marnala; Yanthy, Normalia Ode; Musfira, Musfira
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 6 No 1 Januari (2025): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v6i1.1447

Abstract

Kampung Kwadeware merupakan kampung yang belum memiliki peta wilayah administratif hingga level RW/RT. Informasi mengenai batas daerah menjadi hal yang sangat penting karena batas wilayah berfungsi untuk menciptakan terjaminnya kejelasan dan kepastian hukum sehingga meminimalisir terjadinya konflik seperti konflik batas dan fiskal daerah. Kemudian dilakukan kerjasama antara Universitas Sains dan Teknologi Jayapura dan Sesuai dengan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa, pemerintah Kampung Kwadeware sedang melakukan pemetaan wilayah administratif kampung. Aktivitas ini terdiri dari beberapa langkah, yaitu: (1) Tahapan Pendahuluan berupa Inventarisasi Data dan Dokumen Pendukung; (2) Tahapan Pemetaan Partisipatif; (3) Survei Lapangan dan Pengambilan Data Spasial; (4) Pengolahan dan Visualisasi Data; serta (5) Pengesahan dan Sosialisasi Hasil Pemetaan. Dari hasil kegiatan ini diperoleh peta wilayah administratif Kampung Kwadeware sehingga masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan ketertiban administrasi mengenai batas wilayah mereka yang penting untuk mengurangi potensi konflik dan memperjelas tanggung jawab administratif. Bagi pemerintah daerah, informasi batas yang jelas akan mempermudah perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan serta penyaluran bantuan, sehingga program-program tersebut bisa lebih tepat sasaran. Selain itu, dokumen batas wilayah yang akurat dapat menjadi alat penting bagi berbagai pihak dalam merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan, serta dalam pengelolaan sumber daya dan potensi daerah secara lebih efektif.
KAJIAN RUANG PARKIR DI PASAR SENTRAL HAMADI KOTA JAYAPURA Wakum, Ilona R; Purcahyono, Joko; Yanthy, Normalia Ode; Labok, Anna M
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 14 No 02 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v14i02.1474

Abstract

Masalah ruang parkir di Pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura, menjadi perhatian karena berdampak signifikan pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi di sana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat layanan fasilitas parkir di Pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif untuk menganalisis kapasitas dan indeks parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas parkir roda dua masih memadai dengan indeks parkir rata-rata 17,19%, sedangkan roda empat mengalami kelebihan beban dengan indeks parkir rata-rata 145%. Kondisi ini menyebabkan banyak kendaraan roda empat parkir di badan jalan, yang mengurangi kapasitas jalan dan memicu kemacetan lalu lintas. Minimnya fasilitas pendukung, seperti rambu parkir dan petugas pengatur parkir, memperburuk situasi di sana. Dampaknya meliputi kemacetan yang berkepanjangan, penurunan efisiensi pasar sebagai pusat perdagangan, dan ketidaknyamanan bagi pengunjung. Penelitian ini merekomendasikan penyediaan lahan parkir tambahan, perbaikan fasilitas pendukung, dan pengelolaan parkir yang lebih terorganisir sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi lalu lintas, kenyamanan pengguna, dan keberlanjutan fungsi pasar.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROFIL SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI WILAYAH RW 03 DAN 04 KAMPUNG SEREH Musfira, Musfira; Sitorus, Yannice Luma Marnala; Yanthy, Normalia Ode; Labok, Anna Mariani
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 6 No 2 Juni (2025): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v6i2.1510

Abstract

Akses pada layanan air bersih masih menjadi masalah bagi sebagian besar warga Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, padahal air bersih merupakan kebutuhan hidup yang mendasar. Untuk itu diperlukan informasi awal ketersediaan infrastruktur layanan air bersih saat ini di Kampung Sereh agar selanjutnya dapat direncanakan pengadaan infrastruktur tersebut sebagai salah satu solusi dalam pemenuhan kebutuhan air bersih setiap warga di sana. Penyusunan profil sistem penyediaan air bersih merupakan langkah awal untuk mengatasi masalah tersebut dan menurut Kepala Kampung Sereh, mayoritas penduduk yang masih sulit memperoleh air bersih secara langsung adalah warga di wilayah RW 03 dan 04. Pendampingan penyusunan profil ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Sains dan Teknologi Jayapura dengan melibatkan beberapa mahasiswanya. Observasi dan penyebaran kuesioner pada setiap kepala keluarga di RW 03 dan 04 dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi infrastruktur air bersih terkini. Data dari hasil observasi dan survei tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi tipe permasalahan air bersih di sana berikut rencana jenis infrastruktur pendukungnya serta menghitung kebutuhan air bersih warga pada masa mendatang. Buku profil yang tersusun ini dapat digunakan sebagai informasi awal dalam proses perencanaan teknis infrastruktur pengadaan air bersih yang lebih rinci sebagai tahap selanjutnya dalam mengatasi permasalahan air bersih di Kampung Sereh.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN KAYO PULAU DI KAMPUNG TAHIMA SOROMA DISTRIK JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA Flassy, Gabriel Frits D; Yanthy, Normalia Ode; Musfira, Musfira; Labok, Anna M; Wally, Johanes F
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1520

Abstract

Kampung Tahima Soroma merupakan kampung adat pesisir di Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, yang dihuni oleh masyarakat asli Port Numbay. Permukiman kampung ini didominasi oleh rumah panggung di atas perairan, dengan akses terbatas terhadap infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Meskipun letaknya strategis dan dekat dengan pusat kota, kampung ini menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan permukiman, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) dan metode analisis deskriptif serta memperoleh data primer melalui penyebaran kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat masih tergolong rendah hingga sedang, dengan indeks rata-rata 38%. Partisipasi tertinggi terlihat pada pemeliharaan jalan lingkungan yang berbasis norma adat, namun rendah pada aspek konservasi, pengelolaan sanitasi, dan pemanfaatan air bersih. Minimnya fasilitas dasar, rendahnya pendapatan warga, rendahnya kesadaran lingkungan, dan kurangnya pelibatan dalam perencanaan menjadi faktor penghambat utama. Penelitian ini merekomendasikan strategi peningkatan partisipasi melalui penyediaan sarana-prasarana, edukasi lingkungan, dan pendekatan berbasis budaya lokal.
Konsultasi Publik dan Focus Group Discussion pada Kegiatan Penyusunan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua Sitorus, Yannice Luma Marnala; Yanthy, Normalia Ode
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3 No 2 Juni (2022): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v3i2.1222

Abstract

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang memandatkan bahwa perlu dilakukan integrasi ruang laut dan ruang darat dalam satu rencana tata ruang wilayah. Oleh karena itu setiap pemerintah daerah kemudian melakukan revisi RTRW daerahnya masing-masing. Konsultasi Publik dan Focus Group Discussion merupakan bagian dari proses penyusunan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua, yang melibatkan berbagai unsur dalam masyarakat, antara lain pihak akademisi. Pada Konsultasi Publik terkait revisi RTRW Provinsi Papua tahun 2021, Universitas Sains dan Teknologi juga turut diundang. Acara konsultasi publik ke-dua dilaksanakan selama dua hari pada bulan Desember 2021. Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan pemaparan hasil kerja tim revisi dan pada hari ke-dua dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dibagi menurut beberapa bidang kajian. Hasil diskusi setiap kelompok disampaikan dalam forum untuk kemudian diserahkan pada tim revisi. Masukan yang diperoleh dari konsultasi publik dan diskusi kelompok ini menjadi dasar bagi tim revisi RTRW untuk melakukan tahapan kerja selanjutnya.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN KAYO PULAU DI KAMPUNG TAHIMA SOROMA DISTRIK JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA Flassy, Gabriel Frits D; Yanthy, Normalia Ode; Musfira, Musfira; Labok, Anna M; Wally, Johanes F
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1520

Abstract

Kampung Tahima Soroma merupakan kampung adat pesisir di Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, yang dihuni oleh masyarakat asli Port Numbay. Permukiman kampung ini didominasi oleh rumah panggung di atas perairan, dengan akses terbatas terhadap infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Meskipun letaknya strategis dan dekat dengan pusat kota, kampung ini menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan permukiman, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) dan metode analisis deskriptif serta memperoleh data primer melalui penyebaran kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat masih tergolong rendah hingga sedang, dengan indeks rata-rata 38%. Partisipasi tertinggi terlihat pada pemeliharaan jalan lingkungan yang berbasis norma adat, namun rendah pada aspek konservasi, pengelolaan sanitasi, dan pemanfaatan air bersih. Minimnya fasilitas dasar, rendahnya pendapatan warga, rendahnya kesadaran lingkungan, dan kurangnya pelibatan dalam perencanaan menjadi faktor penghambat utama. Penelitian ini merekomendasikan strategi peningkatan partisipasi melalui penyediaan sarana-prasarana, edukasi lingkungan, dan pendekatan berbasis budaya lokal.
ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN TUTUPAN MANGROVE DAN IMPLIKASI SOSIAL-EKOLOGISNYA DI TELUK YOUTEFA, JAYAPURA (2017-2024) Tuturop, Norviana A; Yanthy, Normalia Ode; Labok, Anna M
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i02.1588

Abstract

Penelitian ini mengkaji perubahan spasial tutupan mangrove dan implikasi sosial-ekologisnya di Teluk Youtefa, Jayapura, pada periode 2017-2024. Masalah utama yang diidentifikasi adalah menyusutnya luasan mangrove akibat konversi lahan untuk permukiman, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan konservasi. Analisis dilakukan menggunakan citra Sentinel-2 tahun 2017, 2020, dan 2024 yang diolah melalui Sistem Informasi Geografis untuk melakukan klasifikasi penutupan lahan dan deteksi perubahan, kemudian di-overlay dengan pola ruang dan zonasi pengelolaan Teluk Youtefa. Data spasial dilengkapi dengan observasi lapangan serta wawancara mendalam dengan masyarakat, tokoh adat, dan pemangku kepentingan pemerintah untuk memahami bentuk tekanan, persepsi, dan strategi pengelolaan yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tutupan mangrove yang cukup nyata dan konsentrasi tekanan pada zona yang berdekatan dengan permukiman dan akses transportasi, dengan dampak terhadap fungsi perlindungan pantai, habitat biota perikanan, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir. Kelembagaan adat masih berperan dalam pengaturan pemanfaatan ruang, namun belum sepenuhnya terintegrasi dalam skema pengelolaan formal. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian pengelolaan pesisir berkelanjutan dengan menunjukkan pentingnya integrasi analisis spasial dan perspektif kelembagaan lokal dalam perumusan strategi pengelolaan mangrove di kawasan konservasi perkotaan.
STUDI PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG MATATUN KABUPATEN TAMBRAUW MELALUI PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA Songgreri, Yance; Yanthy, Normalia Ode; Labok, Anna M
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i02.1601

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah perdesaan. Kampung Matatun di Kabupaten Tambrauw memiliki berbagai potensi wisata alam dan budaya yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti sumber air panas Aremi, Bukit Sontiri, serta kekayaan budaya lokal masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pariwisata Kampung Matatun, menganalisis kendala pengembangannya, serta merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen pemerintah dan literatur terkait. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, dan Ancillary Services) dan analisis SWOT untuk menentukan posisi strategis pengembangan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Matatun memiliki kekuatan utama berupa daya tarik wisata alam dan budaya yang unik serta lingkungan yang masih relatif alami. Namun pengembangan pariwisata masih menghadapi berbagai kendala, antara lain: rendahnya aksesibilitas, minimnya sarana dan prasarana pendukung, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta belum terbentuknya kelembagaan pengelola wisata. Hasil analisis SWOT menempatkan Kampung Matatun pada kuadran Weaknesses–Threats (WT), sehingga strategi yang direkomendasikan adalah meminimalkan kelemahan internal dan ancaman eksternal melalui pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan promosi, serta pembentukan kelembagaan pariwisata berbasis masyarakat. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
DINAMIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT YAHUKIMO DALAM SEKTOR INFORMAL PERKOTAAN: STUDI KASUS KOTA JAYAPURA Yanthy, Normalia Ode; Weya, Kalemon; Musfira, Musfira
DINAMIS Vol 22 No 2.Desember (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i2.Desember.1579

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika sosial ekonomi masyarakat Yahukimo yang bekerja dalam sektor informal Kota Jayapura, dengan fokus pada karakteristik demografis, pola usaha, persebaran spasial, serta tantangan dan modal sosial yang membentuk strategi bertahan hidup mereka. Migrasi masyarakat Yahukimo menuju Jayapura dipahami sebagai respons terhadap ketimpangan wilayah, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya peluang ekonomi di daerah asal. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha berada pada usia produktif (20-40 tahun), berpendidikan dasar (70%), serta telah bermukim lebih dari enam tahun, menandakan migrasi permanen dan pembentukan jaringan sosial yang stabil. Sektor informal menjadi arena adaptasi utama bagi masyarakat Yahukimo akibat rendahnya akses terhadap pekerjaan formal. Sebanyak 40% responden bekerja sebagai pedagang kaki lima dan 30% sebagai penjual makanan, dengan persebaran usaha terkonsentrasi di pasar tradisional (45%) dan pinggir jalan (35%). Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai ruang negosiasi identitas dan pembentukan micro-territories berbasis etnis dalam struktur ruang Kota Jayapura. Perempuan Yahukimo memainkan peran signifikan dalam ekonomi subsisten urban melalui perdagangan makanan dan kerajinan (termasuk noken), sehingga berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi rumah tangga sekaligus pelestarian budaya. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa modal sosial Yahukimo, terutama melalui jaringan kekerabatan, solidaritas etnis, dan pinjaman keluarga menjadi mekanisme penting dalam mempertahankan usaha, mengingat 55% modal awal berasal dari tabungan pribadi dan 25% dari jaringan internal. Tantangan struktural meliputi keterbatasan modal (40%), persaingan tinggi (30%), minimnya fasilitas (20%), dan tekanan regulasi (10%). Kondisi ini menegaskan perlunya tata kelola kota yang lebih inklusif, pengakuan terhadap sektor informal, revitalisasi pasar rakyat, serta kebijakan penataan ruang yang mendukung keberlanjutan ekonomi migran Papua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sektor informal tidak hanya menopang ekonomi masyarakat Yahukimo, tetapi juga membentuk interaksi sosial-budaya dan struktur ruang Kota Jayapura. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi studi perencanaan wilayah dan kota, khususnya terkait urban informalities, migrasi internal Papua, dan inklusivitas kebijakan kota.