Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN STIMULASI IBU DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Fenny Fernando; Etri Yanti; Wiwit Novela Tandra
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i2.783

Abstract

Keterlambatan motorik halus pada anak dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan dan stimulasi. Di Jambi (2013) balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang sebanyak (34,70%). Di Kerinci khususnya di TK RA Ar-Rahman Tanjung Pauh Mudik pada bulan Juli 2019 terdapat 50% perkembangan motorik halus yang diduga. Tujuan penelitian ini untuk melihat rangsangan hubungan ibu dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK RA Ar-Rahman Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan tanggal 9-14 September 2019 Populasi penelitian anak usia 4-5 tahun bisa dikatakan 40 orang. Responden penelitian 32 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan pengambilan sampel tidak disengaja.  Pengumpulan data menggunakan format DDST dan kuesioner. Data analisa univariat dan analisa bivariat diolah secara komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan hampir separuh 34,4% perkembangan motorik halus diduga. 43,8% stimulasi ibu kurang. Berdasarkan analisa bivariat dengan uji Chi-Square  p = 0,027 p (<0,05). Dapat diabaikan bahwa ada stimulasi hubungan ibu dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK RA Ar-Rahman Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci Tahun 2019. Diharapkan ibu untuk memperhatikan perkembangan motorik halus anak dengan pergi ke pelayanan kesehatan untuk tumbuh kembang anak.
PENGARUH PEMBERIAN KOLANG KALING (Arengea pinnata ) TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI REMATIK PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMUN Etri Yanti; Eliza Arman
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.246

Abstract

Tinggi nya angka kejadian Rematik di wilayah kerja Puskesmas Kumun dikarenakan kurangnya tingkat pengetahuan terhadap Rematik, akibatnya lansia tidak tahu cara penanganan rematik itu sendiri, Terapi kolang kaling merupakan cara yang dilakukan dalam penurunan skala nyeri rematik pada lansia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolang kaling terhadap penurunan skala nyeri rematik pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kumun tahun 2018.  Jenis penelitian Quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design,penelitian ini telah dilakukan  di wilayah kerja puskesmas Kumun mulai dari proposal sampai penelitian dari bulan mei-september.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang menderita rematik di wilayah kerja puskesmas kumun tahun 2018 sebanyak 127 orang diambil dengan cara Acak Rendom Sederhana sebanyak 16 orang.Teknik pengolahan data dengan editing,coding, entry, dan cleaning.Analisa data univariat menggunakan mean (rata) dan bivariat menggunakan  uji paired sampel tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata skala nyeri rematik lansia (pretest) 5,62 dengan standar devisiasi 0,619 dan rata rata skala nyeri setelah (posttest) diberikan kolang 3,31 dengan standar devisiasi 1,138 dan perbedaan rata rata skala nyeri pretest dan posttes adalah 2,500 dengan standar devisiasi 0,894 hasil uji statistik didapatkan p-value= 0,000 ( p ≤ 0,05 ) berarti ada  pengaruh kolang kaling terhadap penurunan skala nyeri rematik pada lansia di wilayah kerja puskesmas kumun. Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kolang kaling terhadap penurunan skala nyeri  rematik pada lansia.Disarankan kepada kepala puskesmas Kumun untuk melakukan perawatan penyakit rematik pada lansia dengan melakukan tindakan perawatan nonfarmakologi yaitu terafi kolang kaling selain tindakan perawatan farmakologi.
PENGARUH BERKUMUR LARUTAN MADU TERHADAP Ph SALIVA PADA SISWA SDN AIR TAWAR TIMUR KECAMATAN PADANG UTARA Etri Yanti; Doni Marsha; Nike Puspita Alwi; Vino Rika Nofia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i1.1118

Abstract

Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi. Dampak yang terjadi dari karies gigi adalah gigi menjadi keropos, berlubang bahkan patah. Data World Health Organization (WHO) tahun 2014 menunjukkan bahwa 92% dari jumlah anak di dunia mengalami masalah kerusakan gigi, untuk mencegah hal tersebut adalah dengan berkumur larutan madu. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh berkumur dengan larutan madu terhadap pH saliva pada siswa/i SDN 16 Air Tawar Timur Kecamatan Padang Utara tahun 2017.Jenis penelitian adalahPraEksperiment dengan desain One-GroupPre-Post-Test yang dilaksanakan tanggal 15-16 Agustus 2017.Populasi semua siswa kelas III dengan teknik sampel Purposive Samplingdengan jumlah 16 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data diolah secara komputerisasi dengananalisis univariat menggunakan tabel rerata dan analisis bivariat menggunakan uji t-dependen dengan tingkat kemaknaan 95%.Hasil penelitian didapatkan rata-rata pH saliva siswa/i sebelum berkumur dengan larutan madu adalah 6,38 dan sesudah berkumur dengan larutan madu adalah 7,63. Ada pengaruh berkumur dengan larutan madu terhadap pH saliva pada siswa/i (p value = 0,000).Berpedoman dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh berkumur dengan larutan madu terhadap pH saliva pada siswa/i, maka diharapkan kepada pada guru-guru SDN 16 Air Tawar agar memberikan informasi bagi setiap siswa/i agar menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam upaya mencegah penyakit gigi dan mulut yaitu karies gigi serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat dalam memberikan penyuluhan tentang cara merawat dan menjaga kesehatan gigi dan mulut.
MANAJEMEN STRES PADA PASIEN CANCER DENGAN KEMOTERAPI Etri Yanti; Veolina Irman; Siti Aisyah Nur; Harmawati Harmawati
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1471

Abstract

Kanker juga merupakan salah satu penyakit kronis yang menimbulkan kematian di dunia..Metode pengobatan kanker saat ini antara lain dengan operatif, radioterapi dan kemoterapi. Kemoterapi berpengaruh pada fisik dan psikologis pasien. Secara fisik, kemoterapi akan menimbulkan gejala seperti mual, muntah, lidah pahit, tidak nafsu makan dan rambut rontok. Sedangkan secara psikologis, ansietas dan stress menjadi hal yang paling sering dialami berkaitan dengan pemikiran akan kesembuhan penyakit kanker. (Marcelina 2021). Tujuan Kegiatan ini aadalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien dalam mengatasi stress yang dialaminya selama menjalani kemoterapi. Kegiatan dilaksanakan di bangsak Gynekologi  RSUP Dr.M.Djamil pada tanggal 22 Mei 2022 yang dihadiri oleh 11  orang pasien dan keluarga. Metode dilaksanakan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan, pemahaman pasien tentang manajemen stress. Diharapkan penyuluhan serupa bisa dilanjutkan oleh perawat di ruangan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.Kata kunci : Kanker, psikologis,  manajemen stress 
UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA PASIEN DAN KELUARGA Harmawati Harmawati; Etri Yanti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1473

Abstract

Anemia atau biasa dikenal dengan sebutan kurang darah adalah suatu penyakit dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dibawah normal. Menurut Kepmenkes RI, 2018 anemia sebuah tanda dari proses penyakit bukan penyakit itu sendiri Gejala yang sering dikeluhkan pasien mudah lelah, mengantuk, sakit kepala, mata berkunang – kunang sulit konsentrasi. Banyak faktor penyebab dari anemia tergantung dari penyakit yang dialami oleh pasien seperti anemia  dari perdarahan aktif, defesiensi besi, penyakit kronis dan lain-lain. Pengetahuan tentang pencegahan anemia pada pasien dan keluarga masih kurang atau rendah sehingga  pasien yang datang dibawa keluarga biasanya pada kondisi kritis atau anemia berat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang upaya pencegahan anemia pada pasien dan keluarga dengan mengkansumsi diet tinggi zat besi, meningkatkan konsumsi makanan bergizi, Metode yang digunakan adalah cermah, simulasi, diskusi serta kuesioner dengan jumlah 16 orang pasien dan keluarga di RSUP Dr. M.Djamil Padang. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga dalam upaya pencegahan anemia pada pasien dan keluarga..  Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga dalam upaya pencegahan anemia .Kata kunci : Upaya pencegahan , Anemia, Penurunan kadar haemoglobin (Hb)
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN TAPAK LIMAN (ELEPHANTOPUS SCABER) TERHADAP INTESITAS NYERI HAID (DISMINORE) PADA SISWI SMP PADA TAHUN 2022 Veolina Irman; Nicen Suherlin; Etri Yanti; Niken Niken
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1477

Abstract

Jumlah siswi yang nyeri haid (disminore) di SMP. 34 Padang masih tinggi. Nyeri haid (disminore)ini menyebabkan proses belajar di SMP. 34 Padang terganggu. Ada yang meminta izin pulangdan juga ada yang meminta izin pergi ke UKS.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiadanya pengaruh pemberian air rebusan daun tapak liman terhadap intensitas nyeri haid(disminore) pada siswi kelas VII SMP. 34 Padang tahun 2022. Jenis penelitan ini yaitu praeksperimen dengan pendekatan pre test post test one group design. Jumlah sampel yaitu 25 orangsiswi kelas VII yang dilakukan dengan teknik purposive sampling.Dapat disimpulkan adanyapengaruh pemberian air rebusan daun tapak liman terhadap intensitas nyeri haid (disminore) padasiswi kelas VII SMP. 34 Padang tahun 2020. Disarankan kepada pihak sekolah SMP. 34 Padanguntuk mengoptimalkan upaya meningktakan pengetahuan tentang penurunan nyeri haid dengancara memanajemen stress dengan baik, mengkosumsi makanan yang sehat dan memberikanedukasi kepada siswi untukmengkosumsi minuman daun tapak liman.Kata Kunci : Daun Tapak Liman, Nyeri, Disminore
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA LABUH Nova - Fridalni; Putri Dafriani; Etri Yanti; Rahma Kurnia Ilahi; Eliza eliza; Liza Oktaria
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2495

Abstract

Masa balita merupakan masa yang ditandai dengan proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan kasus kekurangan gizi pada anak balita yang tinggi bila dibandingkan dengan  ambang batas yang ditetapkan WHO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Muara Labuh. Penelitian  dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dan anak balitanya dengan jumlah sampel sebanyak 159 orang dengan teknik sampling yang digunakan adalah teknik proporionate stratified random sampling. Data dianalisis dengan uji Chi square. Hasil penelitian didapatkan 43.4% responden memiliki status gizi buruk dan lebih dari separuh 64.2% responden memiliki pola makan kurang baik, lebih dari separuh yaitu 58.5% tingkat pengetahuan ibu rendah, lebih dari separuh yaitu 62.3% pendapatan orang tua rendah. Ada hubungan pola makan, tingkat pengetahuan dan pendapatan orang tua dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Muara Labuh (p=0,000). Perlu meningkatkan sumber informasi untuk ibu balita tentang kejadian status gizi pada anak dan faktor penyebab melalui penyuluhan kesehatan secara berkala atau menempelkan poster di puskesmas tentang pentingnya pemeriksaan status gizi pada anak balita.  Kata Kunci :  Pengetahuan; pendapatan; pola makan; status gizi.