Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN RELIGIOSITAS DAN EFIKASI DIRI DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Helena Patricia; Emira Apriyeni; Dwi Christina Rahayuningrum
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1381

Abstract

 Penyakit jantung koroner mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi penderita dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis atau Psychological well-being. Psychological well-being dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama religiusitas dan efikasi diri  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan efikasi diri  dengan  Psychological well-being. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik, dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di ruangan Instalasi Rawat Intensive (IRI) RSUD Sawahlunto, penelitian dilakukan pada bulan November 2021. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, dengan jumlah sampel 35 orang. Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan untuk menganalisa secara univariat yaitu dengan distribusi frekuensi dan univariat dengan melakukan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden 19 (54,3%) memiliki Psychological Well Being yang rendah, lebih dari separuh responden 21 (60%) memiliki religiusitas yang rendah, dan lebih dari separuh responden yaitu 23 (65,7%) memiliki efikasi diri yang rendah. Hasil Bivariat ditemukan terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas (0,002), dan efikasi diri (0,000) dengan Psychological well being pada pasien penyakit jantung koroner. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada perawat agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien tentang religiusitas dan  efikasi diri agar dapat lebih meningkatkan religiusitas dan efikasi diri pasien demi terciptanya Psychological well being yang tinggi.
Upaya Penurunan Kecemasan Saat Vaksinasi Dengan Terapi Musik Helena Patricia; Emira Apriyeni; Dwi Christina Rahayuningrum; Veolina Irman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5701

Abstract

ABSTRAK  Kasus covid-19 yang terkonfirmasi sampai bulan Oktober tnimbulkan efek negatif pada kesehatan fisik dan psikologis individu. Dampak psikologis selama pandemi diantaranya gangguan stres, kecemasan, kebingungan, kegelisahan, frustrasi, ketakutan akan infeksi, insomnia dan merasa tidak berdaya. Kecemasan merupakan salah satu dampak psikologis yang paling banyak ditemukan pada masyarakat Indonesia. Kecemasan akan berpengaruh terhadap menurunnya imunitas seseorang serta penerimaan seseorang terhadap vaksin sehingga meningkatkan resiko seseorang terpapar virus (Puteri dkk, 2021). Tujuan penelitian ini apakah ada terjadinya penurunan kescemasan saat vaksinasi dengan terapi musik. Tahap persiapan dari kegiatan adalah pembuatan pre planing, mengajukan ijin dan persiapan tempat dan alat – alat lainnya di STIKES Syedza Saintika Padang. Pembuatan leaflet dan persiapan musik yang akan digunakan pada 2 hari sebelum kegiatan penyuluhan dimulai. Pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan tentang Covid 19 dan kecemasan serta pemberian terapi musik sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai upaya menurunkan kecemasan sehingga dapat mengantisipasi mahasiswa cemas dan takut saat dilaksanakan vaksinasi. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mahasiswa mahasiwa tingkat pertama STIKES Syedza Saintika. Siswa yang hadir sebanyak 40 Orang. Dari hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang  upaya penurunan kecemasan saat vaksinasi dengan terapi musik di STIKES Syedza Saintika,  maka disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa pada saat pretest 49.65 menjadi 55.23 pada saat posttest mengenai pengertian, penularan dan pencegahan Covid19, konsep kecemasan, dan penurunan kecemasan mahasiswa saat vaksinasi dengan terapi music. Kata Kunci : Covid-19, Kecemasan, Terapi Musik, Vaksinasi ABSTRACT Confirmed cases of covid-19 until October have a negative effect on the physical and psychological health of individuals. Psychological impacts during the pandemic include stress disorders, anxiety, confusion, restlessness, frustration, fear of infection, insomnia and feeling helpless. Anxiety is one of the most common psychological effects found in Indonesian society. Anxiety will affect a person's immunity to decrease and a person's acceptance of vaccines, thereby increasing a person's risk of being exposed to the virus (Puteri et al, 2021). The purpose of this study is whether there is a decrease in anxiety when vaccinated with music therapy. The preparation stage of the activity is making pre-planing, applying for permits and preparing places and other tools at STIKES Syedza Saintika Padang. Making leaflets and preparing music that will be used 2 days before the outreach activity begins. Community service in the form of health education about Covid 19 and anxiety as well as providing music therapy as an effort to increase student knowledge about efforts to reduce anxiety so that students can anticipate anxiety and fear when vaccination is carried out. The target of this community service activity is the first-year students of STIKES Syedza Saintika. There were 40 students who attended. From the results of Community Service activities regarding efforts to reduce anxiety when vaccinating with music therapy at STIKES Syedza Saintika, it was concluded that there was an increase in student knowledge at pretest 49.65 to 55.23 in posttest about the understanding, transmission and prevention of Covid19, the concept of anxiety, and a decrease in student anxiety when vaccinating with music therapy. Keywords: Covid-19, Anxiety, Music Therapy, Vaccination
EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Dwi Christina Rahayuningrum; Helena Patricia; Emira Apriyeni; Veolina Irman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3110-3116

Abstract

Bullying merupakan persoalan serius dan mengancam bagi anak Indonesia. Kejadian bullying yang berlangsung lama akan menyebabkan dampak bagi korban bullying, baik fisik, psikologis, dan sosial. Perlu dilakukan program untuk pencegahan bullying yang dapat meningkatkan pengetahuan untuk menurunkan tindakan bullying. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pencegahan bullying. Pengabdian masyarakat dilaksanakan kepada siswa dan siswi SD 37 Pegambiran Padang dengan metode ceramah, diskusi, Sebelum kegiatan dilakukan pre test dan post test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terkait pencegahan bullying. Setelah diberikan edukasi kepada siswa dan siswi SD 37 Pegambiran serta dilakukan evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan siswa dan siswi mengenai pencegahan bullying yaitu dari 40% menjadi 85%. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menjadikan pendidikan kesehatan mengenai bullying dalam salah satu kegiatan di sekolah.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AIR REBUSAN JAHE EMPRIT DAN MADU HUTAN PADA PENDERITA HIPERTENSI Helena Patricia; Emira Apriyeni; Dwi Christina Rahayuningrum
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2199

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah dalam pembuluh arteri yang melebihi batasan normal. Tindakan untuk mengatasi hipertensi secara nonfarmakologi yaitu cara pemberian air rebusan jahe emprit dan madu hutan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas pemberian air rebusan jahe emprit dan madu hutan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini quasy eksperimental dengan desain penelitian pre test dan post test one group designt. Penelitian dilakukan  di wilayah Kerja Puskesmas Lolo Kabupaten Kerinci dengan jumlah sampel 16 orang melalui teknik purposive sampling. Analisis hasil penelitian dilakukan secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji t-test independen. Hasil penelitian terdapat pengaruh air rebusan jahe emprit terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan p-value 0,000, dan terdapat pengaruh madu hutan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan p-value 0,000. Tidak terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian air rebusan jahe emprit dan madu hutan terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai signifikan > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara efektivitas pemberian air rebusan jahe emprit dan madu hutan terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran, melalui kepala Puskesmas diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan pendidikan kesehatan terapi non farmakologi sebagai tindakan mandiri.
Pendidikan Kesehatan Hipertensi pada Lansia Emira Apriyeni; Dwi Christina Rahayuniingrum; Helena Patricia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8239

Abstract

ABSTRAK  Prevalensi hipertensi pada lansia di Asia diperkirakan sudah mencapai 8-18% dan di Indonesia sebesar 115 juta penduduk (31,7%). Data Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin didapatkan jumlah lansia sebanyak 107 orang dan lebih dari 50% menderita hipertensi. Tingginya kasus disebabkan kurangnya pengetahuan dan sikap lansia dalam pencegahan hipertensi. Hipertensi yang tidak terkendali akan dapat menimbulnya komplikasi penyakit lain dan kematian. Salah satu penanganan dengan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan pada lansia tentang hipertensiagar meningkatkan derajat kesehatan lansia. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan media audio visual dan leaflet. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan pendidikan kesehatan berjalan dan lancar, peserta aktif memberi dan menjawab pertanyaan dan mengikuti kegiatan sampai akhir serta pengetahuan lansia meningkat terkait hipertensi sebesar 8,25. Kegiatan ini sebagai antisipasi terjadinya komplikasi hipertensi lebih lanjut pada lansia. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan dan Pengetahuan  ABSTRACT  Prevalence of elderly’s hypertension in Asia is estimated to have reached 8-18% and in Indonesia by 115 million people (31.7%). Data from the Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Social Institution, it was found 107 elderly and more than 50% suffered from hypertension. The high cases was due to a lack of knowledge and attitudes of the elderly in preventing hypertension. Hypertension was not controlled will lead to complications of other diseases and death. One of treatment was by increasing the knowledge of the elderly about hypertension. The purpose of this activity was to provide health education to the elderly about hypertension in order to improve the health status of the elderly. The counseling methods was used with audio-visual media and leaflets. The results obtained were health education activities running well and smoothly, participants actively gave and answered questions and followed activities until the end and increased knowledge aound 8.25. This activity to anticipated hypertension complication for eldery.  Keywords: Health Education, Hypertension, Knowledge
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) Dwi Christina Rahayuningrum; Helena Patricia; Emira Apriyeni; Pamela Yulandari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i1.1883

Abstract

ABSTRAK Anak usia prasekolah (3-5 tahun) belum mandiri dalam melakukan toilet training perlu bantuan orang tuanya dalam toilet training sehingga kejadian menahan saat ingin BAK sering terjadi yang dapat menyebabkan dampak fisik seperti infeksi saluran kemih (ISK), enuresis (mengompol). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian toilet training pada anak usia pra sekolah (3-5 tahun). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik, dengan metode cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak pra sekolah berusia 3-5 tahun di Tk Pembangunan Laboratorium UNP sebanyak 39 murid, teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan untuk menganalisa secara univariat yaitu dengan distribusi frekuensi dan univariat dengan melakukan uji chi square. Hasil penelitian lebih dari separuh (61,5%) kemandiran toilet training yang kurang, lebih dari separuh (56,4%) pengetahuan ibu rendah, lebih dari separuh (51,3%) sikap ibu kurang, lebih dari separuh (56,4%) pendidikan ibu rendah, lebih dari separuh (59%) peran ibu kurang. Ada hubungan pengetahan ibu dengan kemandirian toilet training dengan p-value 0,000, ada hubungan sikap ibu dengan kemandirian toilet training dengan p-value 0,006, ada hubungan pendiidkan ibu dengan kemandirian toilet training dengan p-value 0,000, ada hubungan peran ibu dengan kemandirian toilet training dengan p-value 0,000. Diharapkan kepada semua guru agar dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap mengenai kemandirian toilet training pada ibun anak agar anak menjadi kebiasaan meakukan toilet training seperti melakukan pertemuan sekali sebulan khusus membahas toilet training anak kepada ibu, atau juga bisa seperti melakukan sosialisasi tentang toilet training.Kata Kunci : pengetahuan; sikap; pendidikan; peran; kemandirian toilet training ABSTRACTPreschool-aged children (3-5 years) who are not yet independent in toilet training need the help of their parents in toilet training so that events of holding back when they want to urinate often occur which can cause physical effects such as urinary tract infections (UTI), enuresis (wetting the bed). The purpose of this study was to determine the factors that influence the independence of toilet training in pre-school children (3-5 years). This research is a type of descriptive analytic research, with cross sectional method. The population in this study were all pre-school children aged 3-5 years at UNP Laboratory Development Kindergarten, totaling 39 students. The sampling technique was total sampling. Data processing uses computerization to analyze it univariately, namely by frequency distribution and univariately by conducting a chi square test. The results of the study were more than half (61.5%) lack of independence in toilet training, more than half (56.4%) mothers had low knowledge, more than half (51.3%) mothers attitudes were lacking, more than half (56.4%) %) mother's education is low, more than half (59%) mother's role is less. There is a relationship between mother's knowledge and toilet training independence with a p-value of 0.000, there is a relationship between mother's attitude and toilet training independence with a p-value of 0.006, there is a relationship between mother's education and toilet training independence with a p-value of 0.000, there is a relationship between mother's role and toilet training independence. with a p-value of 0.000. It is hoped that all teachers will be able to increase the level of knowledge and attitudes regarding the independence of toilet training for mothers of children so that children will become in the habit of doing toilet training, such as holding meetings once a month specifically to discuss toilet training for children to mothers, or also by conducting socialization about toilet training.Keywords: knowledge; attitude; education; role; independent toilet training 
PENERAPAN ASSERTIVE TRAINING TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA Emira Apriyeni; Helena Patricia; Dwi Christina Rahayuningrum; Siska Sakti Angraini
Khidmah Vol 3 No 2 (2021): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v3i2.362

Abstract

Kota Padang merupakan daerah rawan bencana sehingga kasus Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) mengalami peningkatan. Remaja merupakan salah satu yang rentan mengalami PTSD karena masa remaja merupakan masa transisi yang penuh gejolak dan tidak stabil dengan berbagai perubahan fisik, fisiologis, kognitif, emosional, perilaku, sosial. Remaja yang berada di daerah rawan bencana menunjukkan nilai Psychological Well Being yang rendah dan akan berdampak pada kesehatan mental. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih perilaku remaja melalui Assertive Training (AT) agar menciptakan generasi remaja yang sehat jiwa. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi pada kelompok. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu remaja yang memiliki pshycological well being yang rendah. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan rata-rata pshycological well being setelah diberikan latihan asertif yang dilihat melalui hasil koesioner yaitu 9,25 dan pre test sebelum diberikan latihan asertif yaitu 5,19. Diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan sikap dan perilaku asertif serta kesejahteraan psikologis pada remaja.