Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GERAKAN PENERAPAN CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN PADA MURID SEKOLAH DASAR Dwi Christina Rahayuningrum; Veolina Irman
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i2.804

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan manusia dan menjadi kata kunci kebahagian anak. Perilaku hidup bersih dan sehat dapat dicapai dengan perilaku menjaga kebersihan diri yang dapat dilakukan dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun. Dengan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat tentu saja dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak diperiode golden age. Penerapan cuci tangan menggunakan sabun belum dijalankan oleh siswa SDN 22 Kampung Luar Salido Kabupaten Pesisir Selatan sehingga anak belum terbisa mencuci tangan setelah selesai melakukan kegiatan. Kondisi ini menyebabkan anak disekolah tidak dalam keadaan benar-benar bersih, sehingga beberapa anak banyak terserang penyakit diare. Kegiatan penyuluhan penerapan cuci tangan menggunakan sabun dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal Sabtu, 23 Februari 2019 di SDN 22 Kampung Luar Salido berjalan dengan lancar mulai persiapan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Semua siswa antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari benyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan siswa dimana terlihat adanya peningkatan siswa sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari koesioner pre dan post test yaitu sebesar 28,43 point.
HUBUNGAN MOTIVASI BERMAIN GAME ONLINE DENGAN ADIKSI GAME ONLINE PADA REMAJA Dwi Christina Rahayuningrum
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/8812201720179-161

Abstract

Adiksi game online saat ini menjadi permasalahan global. Game online  memiliki kecenderungan membuat pemainnya asik bermain game online hingga melupakan waktu Kelompok usia yang paling rentan akan adiksi game online ini adalah para remaja. Banyak studi yang telah menunjukkan bahwa adiksi game online memberikan dampak negatif psikososial gamer remaja. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi adiksi game online diantaranya motivasi bermain. Penelitian ini  merupakan penelitian dengan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi bermain dengan adiksi game online pada remaja. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 7 dan 8 SMP N 13 Padang yang berjumlah 150 orang. Hasil penelitian menunjukkan remaja yang mengalami adiksi game online adalah 64,7%, motivasi remaja 66,7%. Terdapat hubungan antara motivasi bermain dengan adiksi game online,. Perawat jiwa perlu melakukan skrinning adiksi game online pada remaja kemudian memberikan upaya kerjasama dengan sekolah untuk membentuk Usaha Kesehatan Jiwa Sekolah (UKJS) serta memberikan terapi perilaku kognitif untuk menurunkan adiksi game online untuk mengembangkan konsep adiksi game online di Indonesia.The current online game additions are becoming a global issue. Online game has a tendency to make the players cool to play online games to forget the time The most vulnerable age group will be the addiction of this online game is the teenagers. Many studies have shown that online game addiction positively affects teens' psychosocial gamers. There are several factors that influence the online game addiction including play motivation. This research is a research with descriptive analytic design with cross sectional approach that aims to know the relationship of motivation to play with adiksi online game in adolescent. The sample in this research is the students of grade 7 and 8 SMP N 13 Padang which amounts to 150 people. The results showed adolescents who experienced online game addiction was 64.7%, teen motivation 66.7%. There is a relationship between the motivation of playing with online game addiction. Nurse of the soul needs to do online game addiction screening in adolescent then give effort co-operation with school to establish School Mental Health Business (UKJS) as well as provide cognitive behavioral therapy to decrease addiction game online to develop game addiction concept online in Indonesia.
PENERAPAN ASSERTIVE TRAINING TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA Emira Apriyeni; Helena Patricia; Dwi Christina Rahayuningrum; Siska Sakti Angraini
Khidmah Vol 3 No 2 (2021): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v3i2.362

Abstract

Kota Padang merupakan daerah rawan bencana sehingga kasus Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) mengalami peningkatan. Remaja merupakan salah satu yang rentan mengalami PTSD karena masa remaja merupakan masa transisi yang penuh gejolak dan tidak stabil dengan berbagai perubahan fisik, fisiologis, kognitif, emosional, perilaku, sosial. Remaja yang berada di daerah rawan bencana menunjukkan nilai Psychological Well Being yang rendah dan akan berdampak pada kesehatan mental. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih perilaku remaja melalui Assertive Training (AT) agar menciptakan generasi remaja yang sehat jiwa. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi pada kelompok. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu remaja yang memiliki pshycological well being yang rendah. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan rata-rata pshycological well being setelah diberikan latihan asertif yang dilihat melalui hasil koesioner yaitu 9,25 dan pre test sebelum diberikan latihan asertif yaitu 5,19. Diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan sikap dan perilaku asertif serta kesejahteraan psikologis pada remaja.
SKRINING KESEHATAN MATA PADA ANAK SEKOLAH DASAR Nova Fridalni; Dwi Christina Rahayuningrum; Etri Yanti; Eliza Eliza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2563

Abstract

Mata adalah salah satu indera yang penting bagi perkembangan anak. Sebagian besar pembelajaran pada usia sekolah dasar bergantung pada penglihatan yang baik. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi bisa menghambat kemampuan anak untuk membaca, menulis, dan belajar secara efektif. Skrining kesehatan mata dapat membantu mendeteksi masalah penglihatan pada tahap awal, memungkinkan intervensi yang tepat waktu, dan memastikan bahwa anak-anak mendapat akses ke perawatan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan prestasi akademik mereka. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah diketahuinya kesehatan mata murid SDN 10 Surau Gadang Nanggalo Kota Padang. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi tentang cara menjaga kesehatan mata dan pemeriksaan visus serta wawancara tentang kebiasaan menggunakan gadget pada murid SDN 10 Surau Gadang Nanggalo. Edukasi kesehatan telah diberikan kepada 56 murid yang berasal dari kelas I, begitu juga dengan pemeriksaan visus. Kegiatan berlangsung selama 3 hari. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan murid tentang cara menjaga kesehatan mata dan hasil pemeriksaan visus didapatkan 32 murid memiliki nilai visus tidak normal. Diharapkan orang tua dapat melakukan tindak lanjut terhadap hasil skrining ini sehingga murid gangguan kesehatan mata yang terjadi mendapatkan perawatan yang tepat.Kata kunci : Deteksi, visus, murid.
EDUKASI PENCEGAHAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA Dwi Christina Rahayuningrum; Helena Patricia; Emira Apriyeni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2427

Abstract

ABSTRAK Informasi dan teknologi komunikasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup. Smartphone memfasilitasi individu dalam proses melakukan komunikasi dan memberikan tingkat mobilitas yang memungkinkan pengguna smartphone dapat dihubungi setiap saat. Tujuan dari kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan nomophobia. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Padang. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja mengenai nomophobia. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Semua remaja antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan remaja dimana terlihat adanya peningkatan remaja sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari kuesioner pre dan post test yaitu sebesar 9,84 point.Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai nomophobia.Kata Kunci : smartphone, nomophobia, informasi, teknologi  ABSTRACT Information and communication technology have become an inseparable part of life. Smartphones facilitate individuals in the process of communicating and provide a level of mobility that allows smartphone users to be contacted at any time. The aim of this activity is to increase teenagers' knowledge about preventing nomophobia. This activity was carried out at Padang 7 State Junior High School. This activity begins by asking questions about teenagers' knowledge about nomophobia. Followed by providing material using power point and giving leaflets. All teenagers were enthusiastic about taking part in this activity as seen from the many questions they asked. This activity was effectively carried out in increasing teenagers' knowledge where it was seen that there was an increase in teenagers before and after receiving counseling as seen from the pre and post test questionnaires, namely 9.84 points. This activity is the first step to provide understanding to teenagers aboutKeywords: smartphone, nomophobia, information, technology