Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Relationship between Housewife Behavior in Using Clean Water and Diarrhea in Toddlers (0-59 Months) at Sukamulya Public Health Center, Singkup District, Ketapang Regency subardi; khayan; Paulina
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v2i2.34

Abstract

Diarrhea is one of the leading causes of morbidity and mortality, especially in children under five. Some of the causes of disease are clean water and disposal of feces, both of which are influenced by human behavior. This research is research using the observational method with a case-control study design. The samples taken in this study were toddlers (0-59 months) who suffered from diarrhea and the houses around the patients who did not have diarrhea. The data used in this study is secondary data from related agencies and primary data obtained from interviews and observations. From the survey results, 31.1% suffer from diarrhea, and 68.9% are not sick. Then from the bivariate results with X2 5% analysis received four variables that are not related to diarrheal disease in toddlers, namely the variable of using clean water sources (0.297), behavior variable choosing clean water (0.227), behavior variable transporting clean water (1,000), behavioral variable using clean water (0.073) and one related variable, namely the variable protecting clean water (0.021).
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) TERHADAP KEMATIAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti Rosmaya Eka Wati; Moh. Adib; Paulina
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.479

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pengendalian nyamuk Aedes aegypti biasanya menggunakan beberapa metode yaitu pengendalian lingkungan, pengendalian biologi, pengendalian mekanik, pengendalian fisik dan pengendalian kimia. Adapun upaya pengendalian jentik nyamuk Aedes aegypti yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengendalian kimia dengan menggunakan insektisida nabati yang lebih ramah lingkungan berupa tanaman serai dapur (Cymbopogon citratus) yang mengandung senyawa aktif seperti Flavonoid, Saponin, dan Tanin yang bersifat racun terhadap kematian jentik Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan, yaitu eksperimental (quasi eksperimen) dengan desain Nonequivalent Posttest Only With Control Group Design. Pada desain tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diuji dengan ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) dan kelompok kontrol tanpa perlakuan, serta dilakukan lama kontak selama 24 jam. Hasil penelitian mengunakan uji Kruskal Wallis yang diketahui bahwa nilai p = 0,668 sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar konsentrasi ekstrak yang digunakan terhadap jumlah kematian jentik. Konsentrasi yang paling efektif terdapat pada konsentrasi 0,2% dengan persentase kematian 95%. Kesimpulannya adalah ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) efektif sebagai kematian jentik Aedes aegypti.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE PENJUAL DENGAN KEBERADAAN BAKTERI COLIFORM PADA AIR TEBU DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR 2023 Carolina Wirola Deta; Iswono; Paulina; Sunarsieh; Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.441

Abstract

Air tebu adalah minuman yang enak dan menyegarkan yang dibuat dari tebu. Banyak anak-anak dan orang tua suka minum air tebu. Di Pontianak Timur, ada penjual air tebu yang berjualan di pinggir jalan dengan gerobak khusus. Sayangnya, beberapa penjual tidak menjaga kebersihan saat membuat air tebu. Akibatnya, air tebu bisa terkontaminasi oleh bakteri yang tidak baik untuk tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebersihan pribadi penjual dengan keberadaan bakteri coliform pada air tebu di Kecamatan Pontianak Timur pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual air tebu di Pontianak Timur memiliki kebersihan pribadi yang kurang baik dengan presentase (100 %), dan keberadaan bakteri coliform pada air tebu juga tidak memenuhi syarat dengan presentase (100 %). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebersihan pribadi penjual air tebu di Pontianak Timur kurang baik, dan terdapat hubungan antara kebersihan pribadi dengan keberadaan bakteri coliform pada air tebu di Kecamatan Pontianak Timur.
EFEKTIVITAS AERATOR VENTURI DAN FILTRASI MENGGUNAKAN MEDIA PASIR KERANG TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI DI DESA AMPERA RAYA SUNGAI AMBAWANG Febriyan Yusaputra; Asmadi; Paulina; Suharno; Abdul Syukur
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.443

Abstract

Kadar besi (Fe) pada air sumur gali di Desa Ampera Raya sangat tinggi yaitu 6,30 mg/L, hasil tersebut melebihi batas aman yang ditetapkan oleh Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023 yaitu 0,2 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar besi (Fe) melalui proses aerator venturi dan filtrasi menggunakan media pasir kerang pada air sumur gali. Metode aerator venturi dipilih karena pembuatannya cukup sederhana sehingga mudah diaplikasikan oleh masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian metode quasi eksperimental (eksperimen semu). Sampel yang diteliti memiliki kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menggunakan 5 perlakuan waktu pengendapan setelah proses aerasi venturi. Hasil penelitian menunjukkan proses aerator venturi dan filtrasi menggunakan media pasir kerang dapat menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur gali. Hasil penurunan kadar besi (Fe) paling optimal di menit ke-80, dari nilai kadar besi awal 4,62 mg/L turun menjadi 3,31 mg/L dengan efektivitas penurunan sebesar 28,35%. Hasil penelitian kombinasi aerator venturi dan filtrasi menggunakan media pasir kerang bisa menurunkan kadar besi pada air sumur gali. namun, hasil olahan tersebut masih jauh dari nilai kadar besi yang diperbolehkan berdasarkan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023. Sebaiknya peneliti selanjutnya melakukan proses penambahan koagulan jenis PAC (Poly Aluminium Chloride) sebelum proses filtrasi.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KEPATUHAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT (TKBM) IPC TERMINAL PETIKEMAS JASA KARYA PT PELINDO II DI PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK Zora Alya Putri; Sunarsieh; Moh. Adib; Paulina; Susilawati
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.446

Abstract

Pada terminal petikemas terdapat berbagai hazard, seperti kejatuhan barang, terpeleset, terjepit, atau tertimpa alat berat yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting, mulai dari pelindung kepala, rompi keselamatan, sarung tangan, hingga sepatu keselamatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) kapal di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan jumlah sampel 67 TKBM IPC Terminal Petikemas. Penelitian dilaksanakan pada 20–22 Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pekerja terkait APD tergolong baik pada 62 responden (92,5%) dan cukup pada 5 responden (7,4%). Sikap pekerja terkait APD menunjukkan 65 responden (97%) setuju dan 2 responden (2,9%) netral. Kepatuhan pekerja terhadap penggunaan APD diperoleh 65 responden (97%) patuh dan 2 responden (2,9%) tidak patuh. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD pada TKBM di IPC Terminal Petikemas Pelabuhan Dwikora Pontianak tergolong baik. Disarankan pekerja mengikuti pelatihan, segera mengganti APD yang rusak, serta selalu menggunakan APD saat bekerja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA PANEN PT PERKEBUNAN SAWIT MJP 11 NANGA MENTERAP SEKADAU Yuyun Dianti; Sunarsieh; Moh. Adib; Paulina; Malik Saepudin
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.447

Abstract

ABSTRAK Salah satu komponen penting dalam penerapan kesehatan dan keselamatan kerja adalah penyediaan serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). APD merupakan langkah terakhir dalam hierarki pengendalian risiko yang berperan penting mengurangi dampak bahaya di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja panen PT Perkebunan Sawit MJP 11 Nanga Menterap Sekadau dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 135 pekerja panen dengan sampel 60 orang yang diambil secara acak menggunakan rumus Slovin. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 94,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang APD, 56,7% memiliki sikap kurang baik, 51,7% melaporkan ketersediaan APD kurang, dan 56,7% menyatakan pengawasan kurang baik. Sebanyak 53,3% responden tidak patuh menggunakan APD. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan, namun terdapat hubungan signifikan antara sikap, ketersediaan APD, dan pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD. Perusahaan diharapkan memberi dukungan berupa penghargaan atau bonus bagi pekerja yang patuh serta sanksi, seperti peringatan tertulis atau pengurangan tunjangan, bagi pekerja yang melanggar.