Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN CYBERNETICS BEHAVIOR PADA DIRECT INSTRUCTION UNTUK PENGAJARAN MIKRO DI PGSD STKIP HAMZANWADI SELONG 2014 Dina Apriana; Muh. Husni
Educatio Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v10i1.104

Abstract

Dalam upaya membelajarkan pengajaran mikro, diperlukan media pembelajaran yang dirancang untuk kebutuhan belajar mahasiswa dengan mempertimbangkan stimulus yang paling efektif dan berfungsi secara optimal membantu penguasaan keterampilan dasar mengajar kepada mahasiswa. Bentuk media pembelajaran yang dapat digunakan yaitu bahan ajar cetak dan bahan ajar audiovisual. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan pendekatan cybernetic behavior yang memberikan penekanan bahwa melalui bahan ajar teknologi akan mempermudah mahasiswa dalam memproses pesan informasi yang ditemukan untuk dikembangkan melalui praktik dan latihan-latihan dengan penekanan pada perubahan perilaku yang mampu menguasai keterampilan dasar mengajar.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan karena menghasilkan suatu paket pembelajaran yang terdiri dari bahan ajar cetak dan bahan ajar audiovisual. Penelitian ini dilakukan di STKIP Hamzanwadi Selong pada mahasiswa program studi PGSD. Adapun rancangan penelitian menggunakan model pengembangan Dick Carey karena prosedur pengembangan ini dianggap paling sistematis dalam penyusunan bahan ajar. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa: observasi, wawancara, angket validasi ahli media dan ahli materi, tes hasil belajar, dan angket respon/tanggapan mahasiswa, serta dokumentasi.Hasil penelitian pengembangan ini berupa data deskriptif kualitatif. Data dari hasil validasi ahli media diperoleh persentase skor sebesar 77,6%, sedangkan ahli materi sebesar 82,22%. Kedua skor tersebut menunjukkan kualifikasi produk baik dan tanpa perlu revisi. Namun dari kedua ahli terdapat saran yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan revisi produk menjadi lebih baik. Untuk tes hasil belajar diperoleh skor rata-rata sebesar 76,87 dan perolehan skor di atas 65 sebesar 95%. Data pada angket respon/tanggapan mahasiswa diperoleh rata-rata skor 87,44% dengan kualifikasi mendapatkan respon positif.Dari hasil penelitian pengembangan ini diharapkan membawa peningkatan produktivitas pembelajaran pengajaran mikro, dimana mahasiswa dapat menggunakan bahan ajar untuk lebih menguasai pesan dan melatih kemandirian dalam mengaplikasikan keterampilan dasar mengajar. Adanya bahan ajar ini akan memberikan sebuah pemecahan masalah terkait dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Selain itu, penelitian ini mengupayakan agar proses pembelajaran pengajaran mikro dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Kata kunci: bahan ajar, cybernetic behavior, pengajaran mikro
“Bimbingan Belajar” Peningkatan Literasi Siswa sebagai program kerja mahasiswa Universitas Hamzanwadi di SDN 2 Masbagik Timur Uswatun Hasanah; Ulpatul Laeli; Shelly Alviani Utami; Ilma Karmila; Moh Yudi Nursyaid; Muhammad Husnan; Dina Apriana
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i1.2203

Abstract

Education serves as a fondation for societal welfare, serving to foster knowledge and skills for meaningful contributions to community life. Through the Bina Desa Community Service Program (KKN) based on SDGs, Goal 4—quality education—students from the education faculty at Universitas Hamzanwadi aim to contribute by implementing literacy and numeracy tutoring programs. Students in grades 3, 4, and 5 who struggled with learning, especially in reading and writing, were identified through observations and teacher interviews. The tutoring program aimed to improve reading skills and motivate continuous learning, employing a personal approach through private sessions to tailor learning strategies. According to the findings, students' excitement for studying significantly increased. Additionally, instructive videos and thematic lectures were used to enhance students' literacy during the Sabtu Budaya lesson. The program's success in producing favorable results for kids was largely due to cooperation with teachers and the use of adaptive techniques.
Pengembangan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Berbasis PJBL (Project Based Learning) pada Pelajaran IPAS Siswa Kelas 5 SDN 01 Bungtiang Sabtila Raymanita; Mijahamuddin Alwi; Dina Fadilah; Dina Apriana
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas keterbatasan penggunaan bahan ajar inovatif pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar yang sering menyebabkan keterlibatan siswa pasif dan hasil belajar yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk IPAS kelas V di SDN 01 Buntiang. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development dengan model 4-D yang dimodifikasi, melibatkan 96 siswa dengan 64 siswa dipilih melalui purposive sampling sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket kepraktisan, serta tes hasil belajar pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan LKPD yang dikembangkan valid, praktis, dan secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta pemahaman konsep ekosistem siswa. Temuan ini menegaskan bahwa LKPD berbasis PjBL dapat meningkatkan pembelajaran aktif dan keterampilan abad ke-21 pada pendidikan IPAS sekolah dasar. Kesimpulannya, produk ini direkomendasikan sebagai bahan ajar alternatif yang efektif untuk implementasi lebih luas di sekolah dasar.