Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

One Year Pandemic: Community Knowledge and Self-Efficacy in Prevention Behavior of Covid-19 Based on The Health Promotion Model by Nola J. Pender Hera Hastuti; Kartini Kartini; Annisaa F. Umara; Shieva Nur Azizah; Eriyono Budi Wijoyo; Rizkiyani Istifada
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.823 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.513

Abstract

The community has a new adaptation after one year of the COVID-19 pandemic. The concept of Nola J. Pender describes that the behaviour is in line with the knowledge and self-efficacy that an individual possesses. This study aims to analyze the relationship between knowledge, self-efficacy, and behaviour of the community about preventive of COVID-19 after one year of the pandemic. This research is a quantitative study with a cross-sectional method design. Respondents consist of 246 people. Data analysis used chi-square and spearmen tests which were adjusted to the type of variables being analyzed. The results showed that there was good knowledge, positive self-efficacy, and good behaviour in the community in preventing COVID-19 after one year of the pandemic. There is a relationship between self-efficacy and community behaviour in preventing COVID-19, but there is no relationship between knowledge and community behaviour. Other factors also influence the growth of positive community behaviour. Collaboration and commitment from the community and stakeholders are the main factors in harmonizing knowledge and behaviour in preventing COVID-19. Masyarakat memiliki adaptasi baru setelah satu tahun pandemi COVID-19. Model Nola J. Pender mendeskripsikan bahwa perubahan perilaku terjadi seiring dengan adanya pengetahuan dan efikasi diri yang dimiliki individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, efikasi diri, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan COVID-19 setelah satu tahun pandemi. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan rancangan metode cross-sectional. Responden yang terlibat dalam penelitian berjumlah 246 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square dan spearmen yangdisesuaikan dengan jenis variabel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi, efikasi diri positif, dan perilaku baik masyarakat dalam pencegahan COVID-19 setelah satu tahun pandemi. Ada hubungan antara efikasi diri dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan COVID-19, namun tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku masyarakat. Adanya faktor lain yang juga mempengaruhi tumbuhnya perilaku positif masyarakat. Kerja sama dan komitmen masyarakat, serta pemegang kebijakan menjadi faktor utama untuk menselaraskan pengetahuan dan perilaku dalam pencegahan COVID-19.
Peningkatan pengetahuan dan pengurangan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS melalui edukasi kesehatan dalam peringatan hari AIDS sedunia Siti Latipah; Indah Wulandari; Imas Yoyoh; Annisaa F. Umara; Nuraini Nuraini; Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Giri Widakdo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39129

Abstract

Abstrak Stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di masyarakat. Stigma seringkali muncul akibat kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penularan, pencegahan, serta kehidupan orang yang hidup dengan HIV. Kondisi ini dapat menyebabkan diskriminasi sosial yang berdampak pada kualitas hidup ODHA serta menurunkan akses terhadap layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengurangi stigma terhadap ODHA melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka peringatan World AIDS Day dengan sasaran masyarakat umum yang berjumlah 38 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta pembagian media edukasi berupa leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS, cara penularan, serta pentingnya memberikan dukungan sosial kepada ODHA. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif dan empati terhadap ODHA setelah mengikuti kegiatan edukasi. Dengan demikian, edukasi kesehatan terbukti menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi stigma sosial terhadap ODHA. Kata kunci: edukasi kesehatan; HIV/AIDS; stigma masyarakat; ODHA; pengabdian masyarakat. Abstract Stigma toward people living with HIV/AIDS (PLWHA) remains a major barrier in HIV/AIDS prevention and control efforts within communities. Stigma often arises due to limited public knowledge regarding HIV transmission, prevention, and the lives of individuals living with HIV. This condition may lead to social discrimination that negatively affects the quality of life of PLWHA and reduces their access to health services. This community service activity aimed to improve community knowledge and awareness in reducing stigma toward PLWHA through health education. The activity was conducted in commemoration of World AIDS Day and involved 38 community participants. The methods included health education sessions, interactive discussions, and distribution of educational leaflets. The results showed an increase in participants’ understanding regarding HIV/AIDS, modes of transmission, and the importance of providing social support to PLWHA. Participants also demonstrated more positive attitudes and empathy toward PLWHA after attending the education session. Therefore, health education is considered an effective strategy to enhance community health literacy while reducing social stigma toward PLWHA. Keywords: health education; HIV/AIDS; stigma; community service; PLWHA.