Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Resistensi Insektisida Malation, DDT, Piretreoid, dan Cypermetrin terhadap Nyamuk A.E Aegypti dan A.E Albopictus: Study Literature Haerul Latif; Elvi Sunarsih; Yuanita Windusari
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.1000

Abstract

Sekitar 3,9 miliar manusia rentan terhadap demam berdarah,96 juta kasus demam berdarah setiap tahun di 128 lokasi internasional.vektor potensial Ae.Aegypty dan Ae.Albopictus menyebabkan penyakit yang terkait dengan arbovirus seperti demam kuning,demam berdarah,demam chikungunya,dan virus zika.frekuensi penyemprotan insektisida berakhir dengan paparan berlebih,diikuti pertumbuhan di dalam tingkat resistensi insektisida.Tujuan untuk memberikan gambaran tentang faktor risiko kejadian demam berdarah dan resistensi insektisida yang dibahas dalam kajian pustaka berdasarkan sumber literatur. Metode Tinjauan sistematis mengikuti objek pelaporan untuk tinjauan Sistematis meninjau penelitian yang diterbitkan prevalensi resistensi insektisida pada Ae. Aegypti dan Ae.Albopictus.Hasil jenis insektisida kelompok malathion dan deltamethrin adalah 31,25%, sedangkan resistensi insektisida terendah terhadap nyamuk Ae.Aegepty dan Ae.Albopictus berasal dari kelompok karbamat dengan persentase 0%. Kesimpulan Penelitian kami merangkum pola resistensi insektisida Ae.Aegypti dan Ae.Albopictus yang mewakili setiap amerika serikat dari Eropa, Asia, Afrika, terutama berpusat pada malathion, DDT, permethrin, pestisida deltametrin yang paling lazim digunakan untuk pengendalian vektor.malathion insektisida terbaik terhadap Ae.Aegypti di Asia, permetrin bermanfaat dalam mengendalikan Ae.Albopictus.malathion insektisida terbaik Ae.Aegypti di Asia, bahkan sebagai permetrin tetap bermanfaat mengendalikan Ae.Albopictus.  
Metode Pengolahan Air Sederhana untuk Menurunkan Kadar Fe (Besi) pada Air Sumur: Studi Literatur Denni Agustian; Yuanita Windusari; Hamzah Hasyim
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.1024

Abstract

Penyehatan air sebagai salah satu upaya bidang kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat. Oleh karena air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Apabila ada salah satu parameter yang tidak memenuhi syarat terutama kandungan Fe (Besi) tinggi pada air sumur maka air tersebut tidak layak untuk dimanfaatkan karena kualitas air tersebut tersebut dapat menimbulkan gangguan Kesehatan dan lingkungan serta dapat menimbulkan noda kekuningan pada pakaian yang dicuci. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui alternatif metode pengolahan air sumur  yang efektif terhadap penurunan kadar Fe (Besi) berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama studi empiris lima tahun terakhir. Desain penelitian ini adalah Literature Review atau tinjauan pustaka dengan sumber literatur yang didapatkan dari Google Scholar, Science Direct yang kemudian data disintesis menggunakan metode naratif dengan mengelompokkan data hasil ekstraksi yang sejenis sesuai dengan hasil yang diukur untuk menjawab tujuan penelitian. Artikel yang disertakan terbatas pada artikel diterbitkan pada tahun 2018-2022, hasil pencarian mendapatkan total 72 artikel. Setelah dilakukan screening didapatkan 12 artikel untuk dianalisis. Hasil dari penelitian ini ditemukan 2 jenis metode pengolahan air dalam menurunkan kadar Fe (Besi) yaitu metode pengolahan air dengan sistem aerasi, dan Fitoremediasi. berdasarkan hasil dari Literature Review dengan total pembahasan 12 artikel.
BERBAGAI METODE INTERVENSI UNTUK PENGENDALIAN VEKTOR MALARIA: NARATIF REVIEW YUVITA FITRIANA; YUANITA WINDUSARI; HAMZAH HASYIM
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4120

Abstract

Pendahuluan: Pengendalian vektor malaria merupakan strategi yang penting dalam upaya pengendalian dan eliminasi malaria karena sangat efektif dalam mencegah infeksi dan mengurangi penularan penyakit. Terdapat dua metode intervensi yang utama dalam pengendalian vektor malaria yaitu Indoor Residual Spraying (IRS) dan Insecticide-Treated Nets (ITNs). Meskipun demikian, beberapa intervensi lain juga terus dikembangkan untuk pengendalian vektor malaria. Melihat hal tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan studi literatur review tentang “Berbagai Metode Intervensi untuk Pengendalian Vektor Malaria: A Narrative Review”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran berbagai metode intervensi untuk pengendalian malaria. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan desain literature review dengan pendekatan naratif review. Dimana ulasan, rangkuman, dan pemikiran dari beberapa sumber pustaka dibahas sesuai topik yang ditentukan, rentang waktu artikel yang dipilih dalam studi ini adalah 5 tahun terakhir. Artikel yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan oleh peneliti. Hasil dan Pembahasan: Dari artikel yang telah ditetapkan peneliti tentang berbagai metode intervensi untuk pengendalian vektor malaria sehingga diperoleh 21 artikel yang digunakan dalam studi ini. Dari 21 artikel tersebut diperoleh 8 artikel membahas tentang pengedalian vektor malaria dengan metode IRS, 4 artikel membahas metode LLINs, 4 artikel membahas metode larvasida, 4 artikel membahas metode ITNs dan 8 artikel membahas berbagai metode lainnya.. Kesimpulan: Adanya resistensi yang merupakan dampak akibat penggunaan insektisida pada beberapa intervensi dapat mengancam keberhasilan program pencegahan malaria sehingga perlu dikembangkan dan diteliti lebih lanjut guna memperoleh intervensi yang tepat dalam upaya pengendalian vektor malaria.
Program Pengelolaan Penyakit Kronis Diabetes Mellitus sebagai Pencegahan Penyakit Degenerative Diabetes Mellitus, Dan Dampaknya Bagi Pekerja Di Indonesia Dicky Permana Putra; Anita Rahmiwati; Yuanita Windusari; Novrikasari; Nur Alam Fajar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13935

Abstract

The World Health Organization (WHO) estimates that the number of people with diabetes mellitus (DM) worldwide will increase rapidly to reach 21.3 million by 2030, an increase from 8.4 million in 2020. Workers are one of the groups most vulnerable to the risk of diabetes mellitus (DM). Almost all of the worker time is spent working indoors and doing only a few physical movements. This can lead to health problems. Due to the pressure brought on by their jobs, workers tend to engage in bad habits such as smoking, alcohol, and eating unhealthy foods, among others, which have an impact on their behavior and their lifestyle. The high level of stress experienced by para is the cause of this behavioural tendency. The impact of this behaviour makes workers vulnerable to diabetes mellitus (DM). Diabetes mellitus (DM) can appear suddenly without symptoms (silent killer). Workers must carry out health checks immediately to find out and prevent diseases such as diabetes mellitus (DM) early. Because Diabetes Mellitus tends to increase and begin to appear at a younger age of workers, companies must plan and optimize the management of screening examinations early for workers to detect the incidence of Diabetes Mellitus through occupational health activities, especially by involving all workers so that the risk of Diabetes Mellitus events with risk factors that already exist in each worker can be predicted early through The Chronic Disease Management Program (PROLANIS) has a positive impact in managing type 2 Diabetes Mellitus (DM) in the prevention of degenerative diseases in Indonesia. However, there are still several obstacles, such as inappropriate schedules, lack of public awareness, and the need for role models and peer group support in running this program. Therefore, efforts to optimize the PROLANIS DM program and increase the understanding of participants and the public about the importance of DM prevention are very important to overcome this problem and its impact on Indonesian workers in the prevention of degenerative NCDs that can prevent productive age.