Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, DUKUNGAN SUAMI, DAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA IBU YANG MENIKAH DI USIA DINI Irma Mulyani
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.536 KB)

Abstract

Latar Belakang: Proporsi penggunaan alat kontrasepsi pada wanita yang menikah di usia dini sebesar 46% (lebih rendah dari target RPJM 60,1%). Penggunaan alat kontrasepsi pada wanita yang menikah di usia dini masih tergolong rendah karena kurangnya pengetahuan, informasi serta dukungan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan melihat hubungan pengetahuan, dukungan suami, dan tenaga kesehatan terhadap penggunaan alat kontrasepsi, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penggunaan alat kontrasepsi pada ibu yang menikah di usia dini di Kabupaten Bandung Barat Metode Penelitian: Metode penelitian menggunakan mixed methods dengan concurrent embedded design. Hasil: Hasil penelitian diketahui 60,3% responden menggunakan alat kontrasepsi, 43,7% berpengetahuan baik tentang alat kontrasepsi, dan 50,8% mendapat dukungan dari suami maupun tenaga kesehatan dalam penggunaan alat kontrasepsi. Dukungan suami berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi, sedangkan pengetahuan dan dukungan tenaga kesehatan tidak berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi. Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi
PERBEDAAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PIJAT OKSITOSIN: PERBEDAAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PIJAT OKSITOSIN Irma Mulyani
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan (April 2021)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v8i1.95

Abstract

Background : Breast milk is the best food that meets all baby's growth and development needs until the age of 6 months. There are times when a mother experiences problems in breastfeeding which is because her milk production is little or not smooth. Oxytocin massage is one solution to overcome the not smooth production of breast milk. Research Purpose : To determine the difference in breast milk expenditure postpartum mothers 6 hours before and after oxytocin massage in Puskesmas Batujajar District West Bandung In 2019. Research Method : This research uses the method Quasi-experiment by design one group pre and post test design. The sampling technique uses accidental sampling, the sample in this study was 6 hours postpartum mothers amounted to 30 people. Data collection uses observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate to see the frequency distribution and differences in breast milk expenditure before and after oxytocin massage. Results : Average breast milk expenditure before oxytocin massage was 1.50 cc and after the oxytocin massage increased to 2.93 cc. Conclusion : there is a difference between the expenditure of breast milk in postpartum mothers 6 hours before and after oxytocin massage. Keywords : Oxytocin massage, expenditures breast milk
PENGARUH PIJAT WOLLWICH TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM 6-8 JAM Irma Mulyani
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 4 (2022): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i4.960

Abstract

Penyebab utama kegagalan menyusui adalah kecemasan akan kurangnya produksi ASI. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah pijat Woolwich sebagai bentuk sentuhan yang merangsang sekresi oksitosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat Woolwich terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu. Penelitian dilakukan menggunakan desain quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Sampel penelitian ibu postpartum 6-8 jam yang telah melahirkan normal di PMB Yuliana Ayu L, S.S.T tahun 2021. Jumlah sampel pada kelompok intervensi yaitu 25 orang dan pada kelompok kontrol 25 orang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney test. Hasil penelitian diketahui bahwa rerata produksi ASI pada kelompok intervensi sebelum diberikan pijat Wollwich adalah 0,404 cc sedangkan setelah diberikan pijat Wollwich sebesar 0,712 cc. Didapatkan p value 0,000 artinya ada perbedaan peningkatan produksi ASI ibu postpasrtum 6-8 jam antara sebelum dan setelah diberikan pijat Wollwich. Pada kelompok kontrol, diketahui rerata produksi ASI saat pretest adalah 0,292 cc, sedangkan saat posttest 0,348 cc. Didapatkan p value 0,040 yang artinya ada perbedaan peningkatan produksi ASI ibu postpasrtum 6-8 jam pada kelompok control.
PENGARUH PENGETAHUAN, DUKUNGAN SUAMI, DAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA IBU MENIKAH DINI Irma Mulyani; Alamsyah Aziz; Nunung Nurwanti
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i1.1008

Abstract

The proportion of contraceptive use married women in early ages was 46%. The use of contraceptives in married women at early age is still low due to lack of knowledge, information and support. This study aims to analyze the influence of knowledge, support of husbands, and health workers on the use of contraceptives, and know the supporting and inhibiting factors in the use of contraceptives in mothers who married at an early age in West Bandung regency. The research method uses mixed methods with concurrent embedded design. A sample of 126 respondents using Multistage Random Sampling. Data collection was done by giving questionnaire and then selection of some informants to be interviewed. Data analysis used univariate, multivariate analysis (multiple logistic regression) and qualitative descriptive. The result showed 60,3% using contraception, 43,7% good knowledge about contraception, and 50,8% got support from husband and health worker in using contraception. Husband's support influences the use of contraceptives, while knowledge and support of health workers has no effect on the use of contraceptives. Husband support is the most influential factor on the use of contraceptives. Supporting factors in the use of contraceptives is the presence of information from health personnel. The inhibiting factor in the use of contraceptives is the absence of husband support. Suggested Local Government, health service and health worker to increase socialization through health promotion related to use of contraception by involving husband doing counseling.
Pengaruh Relaksasi Genggam Jari Terhadap Pasien Pasca Operasi Untuk Penurunan Nyeri Sectio Caesarea Erni Hernawati Sutisna; Anita Sukmawati; Irma Mulyani
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jaia.v8i2.400

Abstract

Sayatan setelah operasi caesar terasa sakit, mengubah kontinuitas jaringan. 12 jam setelah operasi, rasa tidak nyaman ini masih ada sehingga membuatnya sulit untuk bergerak lebih awal dan menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana relaksasi genggam jari mempengaruhi tingkat nyeri pasien Sectio Caesarea(SC) di Rumah Sakit Advent Bandung pada tahun 2023. Desain pre-test dan post-testdigunakan dalam penelitian semacam ini, yang merupakan quasi-eksperimental untuk satu kelompok. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang menjalani operasi caesar pada hari ke 1-2 di RS Advent Bandung dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2023. Sampel berjumlah 30 orang. Relaksasi genggama jari terhadap terhadap penurunan nyeri ibu sectio caesarea memiliki nilai signifikan p-value sebesar 0,000 dimana nilai probabilitas 0,000 kurang dari 0,05. kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh relaksasi genggaman jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi SC di RS. Advent Bandung tahun 2023
Pijat Oketani dan Tuina terhadap Sindrom ASI Kurang pada Ibu Pospartum Mulyani, Irma; Lestari, Yuliana Ayu
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1025

Abstract

Penyebab utama kegagalan menyusui adalah kecemasan akan kurangnya produksi ASI. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah pijat Oketani dan Tuina sebagai bentuk sentuhan yang merangsang sekresi oksitosin. Pijat Oketani dapat menstimulus kekuatan otot pectoralis untuk meningkatkan produksi ASI, payudara menjadi lebih lembut dan elastis sehingga memudahkan bayi untuk mengisap ASI sedangkan Tuina dapat menyeimbangkan hormone oksitosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui Perbedaan Efektivitas Pijat Oketani dan Tuina Terhadap Sindrom ASI Kurang pada ibu postpartum. Penelitian dilakukan menggunakan desain quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Sampel penelitian ibu postpartum 10 hari yang telah melahirkan normal di PMB Yuliana Ayu L, S.S.T tahun 2023. Jumlah sampel yang akan di teliti adalah 50 ibu postpartum pada kelompok intervensi yaitu 25 orang dan pada kelompok kontrol 25 orang sesuai jumlah ibu Post partum yang ada di tempat yang akan diteliti. Analisis data menggunakan uji Independent Samples Test . Hasil penelitian diketahui bahwa rerata produksi ASI pada kelompok intervensi setelah diberikan pijat Oketani sebesar 112,00 cc sedangkan produksi ASI kelompok kontrol sebesar 59,20 cc. Diketahui ada perbedaan peningkatan produksi ASI pada ibu postpasrtum 10 Hari antara kelompok intervensi dan kontrol (p- Value 0,000). Namun pijat oketani menunjukan peningkatan peoduksi ASI yang lebih signifikan di bandingkan pijat tuina.
Pengaruh Pemberian Puding Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas 4-10 Hari Mulyani, Irma; Ivana Yasmin, Diya; Nurhanifah Budiadi, Hana
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2421

Abstract

Latar Belakang. Ketidakcukupan produksi ASI sebagai salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan pemberian ASI eksklusif mempengaruhi ibu melakukan pemberhentian dini dalam menyusui. Dalam pemberian ASI ibu nifas sering mengalami kendala. Salah satunya adalah produksi ASI yang tidak lancar. Daun kelor mengandung laktagogum untuk meningkatkan volume produksi ASI pemberian daun kelor dapat meningkatkan prolactin dan volume ASI. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui Pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap produksi ASI ibu nifas 4-10 hari. Desain Penelitian. Menggunakan desain quasi experiment one group pre test and post test design. Dengan sampel ibu nifas 4-10 hari berjumlah 30 orang menggunakan teknik purposive sampling. Uji yang digunakan uji t berpasangan. Hasil Penelitian. Produksi ASI sebelum diberikan puding daun kelor rerata sebesar 61,33 cc dan produksi ASI setelah diberikan puding daun kelor rerata sebesar 183,67 cc. Terdapat pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap peningkatakan produksi ASI secara signifikan dengan p value 0,000 < 0,05. Simpulan. Terdapat pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap produksi ASI ibu nifas 4-10 hari .
Penyuluhan Kesehatan Membangun Keluarga Berkualitas dengan Program Keluarga Berencana di Desa Tugumukti Kabupaten Bandung Barat Mulyani, Irma; Rustendi, Salma Sania; Azzahra, Rahmi Erliana; Yosan, Katarina Oktaviany; Oktapiani, Resvi; Nurzanah, Dian Siti; Munawar, Rohimah; Rostiana, Lusi; Mutiara, Fahsya Aulia; Salama, Meutia Putri; Dyanti, Susi Eka Kusman; Karlina, Intan
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i1.735

Abstract

Menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pasangan Usia Subur (PUS) merupakan pasangan suami istri yang istrinya berusia 15-49 tahun dan masih haid. PUS perlu menjaga dan memanfaatkan kematangan organreproduksinya dengan menekan angka kelahiran menggunakan program Keluarga Berencana (KB). Pada tahun 2021,menurut data Badan Pusat Statistik Kab. Bandung Barat, terdapat 321.992 PUS namun hanya sekitar 74% (237.780) yangaktif mengikuti program KB. Penyuluhan kesehatan dengan tema "Membangun Keluarga Berkualitas dengan Program Keluarga Berencana" dilaksanakan di Desa Tugumukti, Kabupaten Bandung Barat, dengan sasaran utama PUS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman PUS tentang pentingnya perencanaan keluarga dalammenciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Penyuluhan ini dihadiri oleh 10 PUS yang diharapkan dapat memahamimanfaat program KB dalam mengatur jumlah dan jarak kelahiran, serta dampaknya terhadap kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan meliputi kegiatan pretest dan post-test, presentasi materi, dan diskusi interaktif untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai pilihan metode, manfaat, serta cara akses layanan KB yang tersedia. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan PUS di Desa Tugumukti mengenai program KB. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat Desa Tugumukti dalam mengikuti program KB untuk mewujudkan keluarga berkualitas.