Evi Aeni Rufaedah
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM UPAYA MENUMBUHKAN SIKAP PROSOSIAL SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SE- KABUPATEN INDRAMAYU Evi Aeni Rufaedah; Latifatul Masruroh
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 1, January 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.751 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i1.268

Abstract

Sikap prososial merupakan sikap yang perlu dikembangkan bagi setiap individu baik melalui lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah untuk membantu agar individu dapat menjalin hubungan sosial dengan baik. Hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari yang terjalin dengan baik, maka akan menumbuhkan sikap saling menghormati, menghargai dan pada akhirnya akan tumbuh sikap suka berbagi kepada sesama sesuai dengan kemampuannya. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Hurlock bahwa salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan penyesuaian sosial yang memadai agar siswa tersebut tahu bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, sehingga mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.  Oleh karena itu, salah satu layanan bimbingan dan konseling yang diasumsikan dapat membantu siswa untuk mengembangkan sikap prososial adalah melalui bimbingan kelompok. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, telah dihasilkan nilai F hitung (3,795578) yang lebih besar dari pada nilai F tabel (2,84), maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan secara signifikan antara nilai pro sosial sebelum dan sesudah perlakuan dengan bimbingan kelompok, juga ada perbedaan secara signifikan dengan kelompok kontrol.
Bimbingan dan konseling menurut m. Quraish shihab Dalam tafsir al-mishbah qur’an surat al-ashr ayat 3 Fauzan, Ibnudin; Evi Aeni Rufaedah; Desi Angraeni
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.802 KB) | DOI: 10.31943/counselia.v3i1.36

Abstract

Di era zaman modern ini manusia banyak sekali mengalami permasalahan yang sulit dan kompleks, terkadang manusia ingin keluar dari permasalahan, tetapi muncul permasalahan yang baru sehingga butuh seseorang untuk memberikan arahan, bimbingan, acuan agar dapat menyelesaikan permasalahan didalam kehidupannya. Menurut M.Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah Qur’an Surat Al-Ashr Ayat 3 menjelaskan bahwa sesama manusia harus saling menasehati dalam hal kebaikan, maka dari itu bimbingan dan konseling sangatlah dibutuhkan dalam hal tersebut. Kajian ini mengkaji tentang bimbingan dan konseling menurut Perspektif Al-Qur’an dalam Tafsir Al-Mishbah Surat Al-Ashr Ayat 3. Pada penelitian ini bimbingan dan Konseling Menurut Perspektif Al-Qur’an Surat Al-Ashr Ayat 3 adalah berarti suatu aktifitas memberikan bimbingan, pelajaran, dan pedoman kepada individu yang meminta bimbingan (klien)untuk dapat mengembangkan potensi akal pikiran, kejiwaan, keimanan, keyakinan, serta dapat menanggulangi problematika hidup dan kehidupannya dengan baik yang berpandangan kepada Al-Quran dan As-Sunnah.
Dorongan Minimal Dan Interpretasi Dalam Konseling Syifa Nur Fadilah; Evi Aeni Rufaedah; Muhammad Dimas Maulid
Journal Of Psychology, Counseling And Education Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/psy.v1i1.1

Abstract

Artikel ini membahas tentang komunikasi antara konselor dan klien. Konselor harus menguasai keterampilan dalam merespon klien melalui tekhnik – tekhnik yang ada dalam konseling. Respon yang menyentuh, merangsang, dan mendorong. Keterbukaan konseli dalam menyatakan pikiran, perasaan dan pengalamannya, akan membantu jalannya koselor dengan lancar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Kesimpulan yang didapat bahwa dalam konseling, seorang konselor harus memahami betul tentang situasi dan kondisi yang sedang dialami oleh para calon konselingnya, hal ini akan membantu proses pelayanan konseling dengan baik dan mampu untuk dapat membantu dalam pemecahan masalah yang sedang di alami oleh konseli. Dengan demikian para ahli pun menyaran kepada para konselor agar dapat menggunakan beberapa tekhnik dalam pelayanan konseling, di anataranya ialah menggunakan tekhnik Dorongan Mininal maupun Teknik Interpretasi.
Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Menangani Perilaku Bullying di SMP Negeri 1 Balongan Evi Aeni Rufaedah; Ibnu Rusydi
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i1.2140

Abstract

Perilaku bullying atau perundungan adalah tindakan maladaptif yang dilakukan oleh seseorang secara sengaja dan berulang-ulang, sehingga perilaku tersebut tidak bisa dianggap normal, karena akan memberikan dampak negatif kepada korban. Para korban bullying akan merasa tertekan, tidak percaya diri, takut, khawatir, dan stress ketika datang ke sekolah. Solusi yang ditawarkan untuk mencegah bullying yaitu dengan menawarkan kegiatan psikoedukasi anti bully di SMP Negeri 1 Balongan dengan harapan bahwa sekolah tersebut memiliki pengetahuan tentang bullying dan dapat menghindari praktek bullying di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah, bimbingan kelompok, modeling, role play, dan diskusi kelompok. Metode ceramah dipilih karena metode ini akan membuka pemahaman para peserta kegiatan untuk lebih memahami makna bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, serta bentuk-bentuk tindakan pencegahan bullying yang dapat dilakukan. Selanjutnya metode bimbingan kelompok dan diskusi kelompok adalah motode kombinasi yang dipilih dengan pertimbangan kedua metode ini dapat merangsang keaktifan para peserta dalam mendiskusikan beberapa permasalahan bullying yang terjadi di sekolah, serta mencari jalan keluar dalam memecahkan kasus-kasus tersebut.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Kedisiplinan Siswa Kelas XI Di MAN 3 Indramayu Sofiliah Nur Alfianti; Evi Aeni Rufaedah; Akhmad Mujani
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i1.319

Abstract

Dalam kehidupan manusia mengendalikan emosi merupakan suatu hal yang diperlukan. Tidak hanya emosi dalam diri sendiri melainkan emosi orang lain juga harus bisa dikendalikan. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti aturan yang sudah ada atau sudah ditetapkan, dengan demikian perilaku disiplin dalam diri akan tumbuh dan menciptakan batasan pada diri untuk tidak melakukan suatu tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional siswa kelas XI MAN 3 Indramayu dan mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap tingkat kedisiplinan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan sampel yang berjumlah 46 responden, teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dan analisis yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil data dari uji normalitas menunjuan adanya hubungan signifikan antara dua variable kecerdasan emosional dengan kedisiplinan. Berdasarkan data diatas, diketahui bahwa nilai signifikannya adalah sebesar 0,054 dan 0,200 yang artinya lebih besar dari 0,05 dan apabila probabilitas dari 0,05 maka H0 akan diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kecerdasan emosional dan kedisiplinan adalah Normal. Adapun data dari hasil analisis korelasi pearson yang memberikan hasil Sig.(2-tailed) pada variabel (X) adalah 0,049 dimana angka tersebut 0,05 dan dapat diartikan bahwa variabel (X) memiliki hubungan signifikan pada variabel (Y). Dan nilai Pearson Correlation yang positif menunjukan bahwa arah kedua variabel adalah linear atau searah. Dan dilihat dari signifikan data tersebut maka disimpulkan bahwa ada pengaruh antara kecerdasan emosional variabel (X) dan kedisiplinan variabel (Y).
Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Kontrol Diri Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Negeri 1 Sindang Indramayu Azka Zahara Dewi; Ibnu Rusydi; Evi Aeni Rufaedah
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i1.320

Abstract

Masa remaja adalah saat para remaja mengalami proses pencarian jati diri, sangat mudah untuk dipengaruhi karena mereka memiliki semangat yang tidak terkendali untuk mengetahui dan mencoba hal-hal baru. Dengan adanya kontrol diri remaja dapat meredam atau menahan emosi, mampu membangun perilaku baik, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Semakin tinggi kontrol diri yang dimiliki maka semakin berkurang tindakan atau perilaku negatifnya. Kontrol diri dapat mengarahkan seseorang pada perilaku positif sehingga sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dimasyarakat dan dapat diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecerdasan spiritual siswa kelas XI jurusan teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 1 Sindang Indramayu dan mengetahui pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kontrol diri siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan sampel yang berjumlah 30 responden, teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dan analisis yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual siswa kelas XI jurusan teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 1 Sindang Indramayutergolong tingkat sedang yaitu sebanyak 26 (78,8%) siswa. Dan untuk kontrol diri siswa kelas XI jurusan teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 1 Sindang Indramayu tergolong tingkat tinggi yaitu sebanyak 20 (60,6%) siswa. Diketahui bahwa thitung > ttabel (2,929 > 1,696). Karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan spiritual terhadap kontrol diri siswa. Dan dari hasil uji t pula, diketahui nilai sign. 0,006 lebih kecil dari 0,05 (0,006 < 0,05) ini menunjukkan terdapat pengaruh yang erat antara variabel kecerdasan spiritual terhadap variabel kontrol diri siswa.
Classical Guidance Services in Reducing Gadget Addiction in Grade VII Students of SMPN 1 Balongan Astri Racmawati; Evi Aeni Rufaedah
Journal Of Psychology, Counseling And Education Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/psy.v3i3.12

Abstract

Gadgets are sophisticated devices equipped with various applications that can provide a variety of news media, social networks, hobbies, and even entertainment. This means that gadgets already provide everything needed and required by all groups, especially students. The development of technology (gadgets) is currently experiencing rapid progress, marked by advances in the fields of information and technology. The purpose of this study was to determine the effectiveness of classical guidance services in reducing gadget addiction among students at SMPN 1 Balongan. The subjects were seventh-grade students at SMPN 1 Balongan, using a case study method. The results showed several factors contributing to students' gadget addiction, including loneliness, environmental factors, and poor parental role models. However, the researchers observed that students were able to reduce their gadget addiction after receiving classical guidance services.
Konsep Adab Menuntut Ilmu Perspektif Muhammad Syakir Dalam Kitab Washoya Dan Relevansinya Dengan Etika Pendidikan Modern Himmawan, Didik; Khuzaimah, Khuzaimah; Evi Aeni Rufaedah
Journal Islamic Pedagogia Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Islamic Pedagogia
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/pedagogia.v4i1.113

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada kajian kritis dan mendalam terhadap bahan pustaka yang relevan. Tinjauan pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber yang kemudian disajikan dengan cara baru atau untuk tujuan baru.baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Washoya al-abâ li al abnâ merupakan kitab klasik yang masih digunakan di beberapa pesantren sebagai media pendidikan akhlak. Buku Washoya berisi petuah-petuah kehidupan sehari-hari yang diperuntukkan bagi para pelajar. Setiap Nasihat yang disampaikan oleh Muhammad Syakir memiliki teks yang dijadikan acuan dalam penulisan buku ini. Dengan demikian, teks-teks yang berkaitan dengan teks nasehat bersumber dari Alquran, hadits, atau teks-teks dari kitab-kitab akhlak lainnya. Kemudian dalam Kitab Washoya membahas tentang adab antar manusia seperti adab terhadap orang tua, adab terhadap guru dan adab terhadap teman. Kemudian kitab Washoya juga membahas adab kepada santri seperti adab menuntut ilmu, adab muthola'ah, adab ibadah dan adab majelis. Selain itu, panel ini menunjukkan adanya relevansi antara konsep adab menurut Muhammad Syakir dengan etika pendidikan modern. Secara umum, analisis etika manusia penting dalam konteks pendidikan modern. Pendidikan modern menekankan perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa, yang semuanya terkait dengan interaksi dan hubungan satu sama lain. Dua analisis yang peneliti temukan adalah Analisis Etika Sesama Manusia dalam Buku Washoya dengan Etika Pendidikan Modern dan Analisis Etika Sesama Siswa dalam Buku Washoya dengan Etika Pendidikan Modern.