Kartika Tiara Syarifuddin
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembentukan Kosakata Baru Sebagai Bentuk Coinage dalam Media Sosial Instagram Kartika Tiara Syarifuddin; Abdul Hafid
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol 2 No 1 (2018): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.198 KB) | DOI: 10.31539/kibasp.v2i1.450

Abstract

This study aimed to describe the process of forming a new vocabulary as a form of coinage in the hashtag from the point of view of the adoption process and adaptation processes that existed on social media, especially Instagram, which currently became one of the most active social media used by Indonesian teens. The method used in this study was a qualitative descriptive method. The data collection technique used was the note taking technique, while the data analysis technique used was the data analysis technique by Miles and Huberman (interactive models) which was started from the data collection stage, data reduction, data presentation (data display), and verification or conclusion (conclusion drawing). Determination of the process of forming a new vocabulary was based on the word formation process. Based on the results of the study, it was found that 14 data experienced the adoption process, and 6 data that experienced an adaptation process. Conclusion, on Social media Instagram which was focused on the hashtag used as a coinage form showed that the number of new vocabulary formation from the adoption process was divided into seven types of adoption forms, meanings and purposes of use, (1) single + two double vowels, (2) double vowels+ two words, (3) double vowels + three words, (4) two words, (5) three words, (6) acronyms, (7) whole words + word loss, while the adaptation process was divided into two types of meaning adaptations, words and class words namely, (1) KVK and KVKV, (2) KKVK + word dissolution. Keywords: Coinage, Social Media, Instagram.
Analisis Perluasan Makna Bahasa Slang Komunitas Sepak Bola Kajian Semantik Adi Iwan Hermawan; Kartika Tiara Syarifuddin; Supriyati Fatma Rabia
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 8, No 1 (2023): Metalingua, Edisi April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v8i1.9800

Abstract

Lingkungan komunikasi di masyarakat semakin luas dan berkembang, dari komunikasi eksternal hingga di jejaring sosial terdapat perbedaan. Kata-kata baru semakin banyak bermunculan karena adanya proses mengintegrasikan, memperoleh, dan mengubah maknanya menjadi lebih sesuai untuk masing-masing kelompok masyarakat yang tertentu. Oleh karena itu, penelitian itu bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan makna pada bahasa yang digunakan oleh komunitas sepak bola. Subjek dalam penelitian ini yaitu kata dan gabungan kata yang digunakana dalam komunitas sepak bola Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik abc.  Penelitian ini menganalisis 22 kata yang digunakan dalam komunitas sepak bola, dan hasilnya setelah dianalisis terdapat perubahan makna menyembit sebanak 7 kata, perubahan makna meluas sebanyak 1 kata, perubahan makna total sebanyak 5 kata, dan akronim sebanyak 9 kata.
ANALISIS FILM AIR MATA DIUJUNG SAJADAH BERDASARKAN KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES LEA MUKIM, PAPUANANI; Witdianti, Yeni; Tiara Syarifuddin, Kartika
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v6i1.191

Abstract

Konstruksi realitas yang ditampilkan dalam film tentunya sedikit banyak berakar pada realitas yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat tanpa kita sadari. Hal ini juga sering digambarkan dalam dunia perfilman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana disfungsi keluarga yang digambarkan dalam film “Film Air Mata di Ujung Sajadah.” Disfungsi adalah suatu keadaan di mana terjadi konflik dan perselisihan pendapat antara individu yang satu dengan individu yang lain sehingga menyebabkan hilangnya rasa kasih sayang, kehangatan kekeluargaan dan rasa hormat. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes yaitu mengkaji makna denotasi, konotasi dan mitos. Peneliti menganalisis 13 adegan yang berisi adegan tentang air mata di pinggir sajadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi dalam film tersebut adalah air mata di ujung sajadah. Dalam "Film Air Mata di Tepian Sajadah" bercerita tentang tujuh tahun yang berlalu. Dalam film ini, Aqila menjadi pemeran utama yang baru mengetahui kalau anaknya masih hidup dan dirawat oleh Arif dan Yumna. Sepasang suami istri yang hanya mempunyai satu harapan untuk mempunyai anak. Setelah mengetahui keberadaannya, Aqila berangkat dari kehidupannya yang hampa di Eropa menuju kota Solo untuk mencari masa depan baru. Akankah Aqila tega mengambil Baskara yang sudah bertahun-tahun diasuh Arif dan Yumna? Memang ada daging dan darah di dalam Baskara, namun ada juga keringat dan air mata Yumna.
Pengadaan Bidak Baca untuk Memperkuat Kemampuan Literasi Siswa SD Inpres 138 Matawolot Adi Iwan Hermawan; Abdul Hafid; Rima Rima; Siti Fatihaturrahmah Al Jumroh; Kartika Tiara Syarifuddin; Selfiani Selfiani
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): April: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v5i2.2902

Abstract

This community service activity aims to improve elementary school students' literacy skills through the provision of innovative learning media, "Bidak Baca," at SD Inpres 138 Matawolot. This program is motivated by the low interest in reading and basic literacy skills among lower-grade students, which is further exacerbated by the lack of engaging and relevant learning media for their lives. To achieve this goal, the implementation method of this activity uses a participatory approach that involves several stages, namely needs observation, planning, media production, teacher training, and evaluation of the use of the provided media. The results of this activity indicate that the Bidak Baca media successfully increased student motivation and participation in reading activities. This media not only functions as an aid, but also helps teachers in creating a fun, active, and educational game-based literacy learning atmosphere. With this media, students not only learn to recognize letters and words, but also begin to build confidence in reading and discussing with their friends. In conclusion, the provision of Bidak Baca media is an effective and simple strategy to encourage the growth of a culture of literacy from an early age in elementary schools. Furthermore, this method can be easily replicated in other educational institutions, thus hopefully having a broader positive impact on improving literacy among students in various regions. Thus, this effort is expected to contribute to improving the quality of education in Indonesia and creating a smarter and more competitive generation in the future. Through this activity, it is hoped that students will develop a greater love of reading and make literacy an essential part of their daily lives.
Pengembangan Media Edukasi Inklusif Berbasis Budaya Papua untuk Literasi Pesisir Syarifuddin, Kartika Tiara; Hermawan, Adi Iwan; Feyza, Khaila; Ihram
Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikandasar.v7i3.4014

Abstract

Pendidikan inklusif di wilayah pesisir Papua Barat Daya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya guru terlatih, serta rendahnya literasi baca-tulis siswa dengan gaya belajar yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Noken Pintar, sebuah media edukasi inklusif berbasis budaya Papua yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model Plomp yang meliputi lima tahap, yaitu penelusuran awal, perancangan, realisasi, tes-evaluasi-revisi, dan implementasi. Data diperoleh melalui wawancara dengan 3 guru, observasi terhadap 28 siswa kelas III SD Yapis Doom, validasi oleh 5 ahli (bahasa, materi, dan media), serta uji coba terbatas di kelas III. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif (persentase kelayakan, kepraktisan, dan N-gain) serta deskriptif kualitatif (analisis masukan ahli dan respon pengguna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Noken Pintar memperoleh persentase kelayakan sangat valid dari para ahli, respon siswa sebesar 92% dengan kategori sangat praktis, respon guru 87% dengan kategori praktis, serta nilai N-gain 0,46 dengan kategori sedang. Dengan demikian, Noken Pintar dinilai berhasil sebagai media edukasi inklusif berbasis budaya Papua yang kontekstual, menarik, dan relevan untuk meningkatkan literasi di wilayah pesisir