Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Visipena

MANAJEMEN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ICT DI SD NEGERI 46 KOTA BANDA ACEH Hazal Fitri
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.351 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.332

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran sebagai usaha mengelola pembelajaran yang efektif dan efisien. Kegiatan belajar mengajar menjadi semakin mudah karena peran ICT. Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran sebagai media pembelajaran untuk memudahkan penyampaian informasi atau bahan ajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) penyusunan perencanaan pembelajaran, 2) pelaksanaan pembelajaran, 3) evaluasi manajen pelaksanaan pembelajaran ICT di SD Negeri 46 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru, kepala sekolah, pengawas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru dalam pemanfaatan ICT yaitu berdasarkan KTSP dengan berpedoman pada BSNP. Perangkat pembelajaran dalam pemanfaatan ICT hanya disusun oleh guru kelas IV, V dan VI bidang studi matematika, IPA, IPS dan TIK. Perangkat tersebut diserahkan kepada kepala sekolah pada setiap awal semester untuk ditandatangani. Perangkat yang disusun meliputi minggu efektif, prota, prosem, silabus dan RPP. 2) Pembelajaran tidak semua dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Hal ini disebabkan keterbatasan media dan waktu pelaksanaan yang tidak sesuai. Kegiatan pembelajaran belum sepenuhnya dilaksanakan secara sistematis melalui proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Pada kegiatan pendahuluan guru melakukan absensi, apersepsi, memotivasi siswa dan memberitahukan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti, guru menerapkan metode tanya jawab, demonstrasi, pembelajaran langsung, praktek dan penugasan. Pada akhir pembelajaran guru memberitahukan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya, memberikan tugas, menegaskan kembali materi yang telah diajarkan dan guru bersama siswa mengambil kesimpulan. 3) Evaluasi yang dilakukan oleh guru lebih sering menilai keaktifan siswa, cara kerjanya dan hasil yang dikerjakannya. Evaluasi sering diambil nilai praktek, karena setiap pembelajaran selalu dilakukan di lab dan selalu ada tugas yang harus dipraktekkan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN PROGRAM SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Hazal Fitri
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.997 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.405

Abstract

Principal strategy is a factor that can encourage schools to realize the vision, mission, goals and targets of the school are implemented in a planned and gradual. The purpose of this research is to know the principal strategy in preparing the school program. This research uses descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used: 1) observation, 2) interview, and 3) documentation study. Research subjects: 1) principal, 2). teacher, 3). head of MGMP, 4) school committee and 5) supervisor. The results of the study show that the program to improve teacher competency is documented through annual program, RKS, and RKAS. The program is structured based on principal analysis that does not involve all school personnel. Programs devised to improve teacher competence are the development of the teacher profession through MGMP activities, carry out correct learning evaluations, understand and implement K-2013, educational research, personality training, community service, and professionally certified teachers. This problem is seen in the number of programs that can not be implemented. Evaluation is carried out according to the time schedule determined by the principal but sometimes even done suddenly by not preparing an instrument or guideline for the evaluation. The results of the evaluation are collected into a principal's notes and submitted to the MGMP meeting and forum activities as a follow-up to the evaluations that have been implemented. Obstacles faced by the headmaster and teacher / employee in performing their main tasks, so that the program is not yet completed and needs to be followed up, the limited funds to develop the program activities, the passive role of school committees, teachers are less motivated, driven, and moved personally in developing the profession. Abstrak Strategi kepala sekolah adalah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam menyusun program sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) studi dokumentasi. Subjek penelitian :1) kepala sekolah, 2). guru, 3). ketua MGMP, 4)komite sekolah dan 5) pengawas. Hasil penelitian menunjukkan tentang program untuk meningkatkan kompetensi guru didokumentasikan melalui program tahunan, RKS, dan RKAS. Program disusun berdasarkan analisis kepala sekolah yang tidak melibatkan seluruh personel sekolah. Program yang disusun untuk meningkatkan kompetensi guru adalah pengembangan profesi guru melalui kegiatan MGMP, melaksanakan evaluasi pembelajaran secara benar, memahami dan melaksanakan K-2013, penelitian pendidikan, pelatihan kepribadian, pengabdian masyarakat, dan guru bersertifikasi profesi. Permasalahan ini terlihat pada banyaknya program yang tidak sempat terlaksanakan. Evaluasi dilaksanakan berdasarkan jadwal waktu yang telah ditentukan oleh kepala sekolah akan tetapi bahkan kadang-kadang dilakukan secara tiba-tiba dengan tampa menyiapkan sebuah instrumen atau pedoman pelaksanaan evaluasi. Hasil evaluasi tersebut dikumpulkan menjadi sebuah catatan kepala sekolah dan disampaikan pada kegiatan rapat dan forum MGMP sebagai tindak lanjut evaluasi yang sudah dilaksanakan. Hambatan yang dihadapi adanya kesibukan kepala sekolah dan guru/pegawai dalam melaksanakan tugas utamanya, sehingga adanya program yang belum tuntas dan perlu ditindaklanjuti, keterbatasannya dana sekolah untuk mengembangkan kegiatan yang telah diprogramkan, pasifnya peran komite sekolah, guru yang kurang terpacu, terdorong, dan tergerak secara pribadi dalam mengembangkan profesi. Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah, Peningkatan Kompetensi Guru
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM PEMANFAATAN SISTEM ICT TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-KOTA BANDA ACEH Irfandi; Hazal Fitri
Jurnal Visipena Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.695 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v9i1.432

Abstract

The general purpose of this research is to design the development of a suitable learning evaluation management model in the utilization of ICT system at elementary school level in Banda Aceh City, to develop a model of evaluation evaluation management such as what is suitable in the utilization of ICT system of elementary school level Se- City of Banda Aceh. The method used in this research is research development (research and development version of Borg and Gall, 1983). The expected benefit in this study is that all teachers who teach at elementary level can use / utilize ICT system in learning process, this is for improvement of education quality at that level. Abstrak Adapun yang menjadi tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendesain pengembangan model manajemen evaluasi pembelajaran yang cocok dalam pemanfaatan sistem ICT tingkat Sekolah Dasar Se- Kota Banda Aceh, mengembangkan sosok model manajemen evaluasi pembelajaran seperti apakah yang cocok dalam pemanfaatan sistem ICT tingkat Sekolah Dasar Se- Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development versi Borg and Gall, 1983). Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini dimana semua guru yang mengajar pada jenjang sekolah dasar dapat menggunakan/memanfaatkan system ICT dalam proses pembelajaran, hal ini demi peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang tersebut. Kata Kunci: Pengembangan, Manajemen, Evaluasi, dan Sistem ICT