Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Program Kebijakan Pemerintah Dalam Meningkatkan Kreatifitas Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Di Kabupaten Lombok Tengah Nurul Fitrah febriani; Hidayatullah Hidayatullah; Lalu Sopan Tirta Kusuma
Journal of Government and Politics (JGOP) Vol 1, No 2 (2019): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jgop.v1i2.3958

Abstract

Proses pengembangan wisata desa sukarara didukung oleh pemerintah dengan dilakukan promosi-promosi meliputi media elektronik, media cetak dan festival tahunan Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana peran pemerintah daerah (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) dalam meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan wisata serta faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kreativitas masyarakat Desa Sukarara Kabupaten Lombok Tengah Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yaitu suatu analisis yang berusaha mencari hubungan dan makna dari data yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan-pernyataan, tafsiran-tafsiran setelah menggali informasi dari para informan yang selanjutnya di deskripsikan dan diinterpresentasikan serta disimpulkan sebagai jawaban dari masalah pokok yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tehnik wawancara, observasi, dokumentasi dan penelusuran data secara online. Hasil penelitian menunukan 2 hal yakni, pertama kebijakan dalam pengelolaan pariwisata dilakukan melalui tiga program yaitu, program pengembangan pemasaran pariwisata, program pengembangan destinasi pariwisata dan program pengembangan kemitraan.. kedua dalam meningkatkan kreativitas masyarakat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor pendukung meliputi, website dan kelompok sadar wisata dan sadar budaya, dan faktor penghambat meliputi, sumber daya manusia, lokasi objek wisata dan sarana dan prasarana.
Empowered Villages and the Paradox of Poverty Intervention Between Administrative Design and Social Transformation in West Nusa Tenggara Habibullah Habibullah; Azwar Subandi; Lalu Sopan Tirta Kusuma
JURNAL ILMIAH DETUBUYA Vol. 3 No. 3 (2026): June
Publisher : Visi Pencerah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64581/jid.v3i3.181

Abstract

This article examines the paradox of village-based poverty alleviation programs in West Nusa Tenggara (NTB), highlighting the tension between neat administrative designs and the need for profound social transformation. Building on reflections on the “Empowered Village” Program in NTB, this paper examines three main issues: (1) the limitations of expenditure-based poverty approaches, (2) the problem of direct assistance and thematic programs that are not accompanied by a change in mindset, and (3) the risk of administrative bias when poverty reduction targets are too pressing. The method used is a literature review with content analysis of studies on Empowered Villages, village economic empowerment, and poverty alleviation strategies in eastern Indonesia. The results of the study indicate that many programs are administratively successful (indicators achieved, reports are neat), but changes in economic culture, local institutions, and cultural poverty have not been truly touched (Orbawati et al., 2024; Lestary et al., 2022; Nisak ​​& Kusbandrijo, 2025; Toda, 2016). Studies on the Rumah Zakat Empowered Village (Desa Berdaya Rumah Zakat), the development of Village-Owned Enterprises (BUMDes), the creative economy, and local agribusiness show that a combination of mentoring, institutional strengthening, economic literacy, and citizen participation results in more sustainable transformation (Barung et al., 2025; Orbawati et al., 2024; Rosyidi et al., 2022; Savira et al., 2025). This article recommends strengthening the social change design within the NTB Empowered Village Program through a behavior change curriculum, more contextually relevant poverty mapping, and repositioning mentors as social learning facilitators rather than merely program administrators.
Social Identity and Economic Values: A Study of the Baiq and Lalu Clans in Increasing Sasak Traditional Wedding Dowry Baiq Fera Susmita Putri; Lalu Sopan Tirta Kusuma; Azwar Subandi; Nur Hidayat Sardini
JURNAL ILMIAH DETUBUYA Vol. 3 No. 1 (2025): December
Publisher : Visi Pencerah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64581/jid.v3i1.159

Abstract

This study aims to develop a comprehensive synthesis of the dynamics of social identity and economic values ​​in Sasak traditional wedding dowry practices, with a focus on the role of the Baiq and Lalu clans in shaping social expectations and increasing dowry values. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, this study examines literature indexed in Scopus, Google Scholar, and DOAJ for the period 2018–2025. The results indicate that dowry is a multidimensional construct that reflects complex interactions between cultural, social, and economic aspects, and plays a significant role in reinforcing social hierarchy through status symbols and cultural identity. The findings also indicate that most research is descriptive and has not systematically integrated cross-disciplinary approaches, leaving a gap in understanding the transformation of dowry values ​​amidst the currents of modernization. This study recommends three directions for further research: reinterpreting dowry values ​​by the younger generation, developing a dowry model based on social and economic justice, and examining the impact of cultural commercialization on the sanctity of customary practices. The theoretical and practical implications of this study are expected to enhance the understanding of local culture and support adaptive social policy reform grounded in traditional values.
Internalisasi Nilai Integritas dan Anti-Korupsi dalam Kerangka Good Village Governance pada Aparatur Pemerintah Desa Bagik Polak Inka Nusamuda Pratama; Lalu Sopan Tirta Kusuma; Azwar Subandi; Ayatullah Hadi; Ajai Saputra; Nurmalasari Nurmalasari; Firra Nurfajriah
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.2587

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur Desa Bagik Polak dalam menerapkan prinsip Good Village Governance melalui internalisasi nilai integritas dan anti-korupsi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan pendekatan capacity building. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman aparatur desa terhadap prinsip tata kelola yang baik, yang diukur melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test dengan peningkatan rata-rata sebesar lebih dari 30%. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa dokumen kode etik aparatur desa, matriks risiko korupsi, serta dashboard monitoring integritas melalui inovasi Sistem Integritas Desa Terpadu (SIDeT). Implementasi program ini berkontribusi terhadap penguatan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam tata kelola desa. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu aparatur desa, tetapi juga memperkuat sistem kelembagaan dalam pencegahan korupsi berbasis lokal.