Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Status Mineral Darah (Ca, P, Mg, Zn, Cu) Kambing Kacang yang diberi Pakan Pelengkap Multinutrien Blok Muhamad Dinar Arrizqi; B.I.M. Tampoebolon; Surahmanto Surahmanto; Retno Iswarin Pujaningsih
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 1 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i1.223

Abstract

Penelitian untuk mengkaji status mineral darah (ca, p, mg, zn, cu) kambing kacang yang diberi pakan pelengkap multinutrien blok. Materi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain obat cacing, multinutrien blok (MNB), pakan, alkohol dan 12 ekor kambing kacang jantan umur 7 bulan sehat secara klinis dengan 4 perlakuan level MNB yang berbeda. Kambing dibagi kedalam 3 kelompok bobot badan yaitu Kelompok I : 17,5 – 20 kg, Kelompok II : 15 – 16,5 kg, Kelompok III : 13,5 – 15 kg setiap kelompok berisi 4 ekor kambing. Setiap kelompok kambing mendapat 4 perlakuan berbeda berupa level pemberian MNB. Alat yang digunakan terdiri dari 12 buah kandang individu, 12 palung, 12 ember, 12 buah spet 10 ml dan jarum suntik, label, 12 buah tabung vacuulab dengan EDTA, cooling box, alkohol dan alat tulis untuk mencatat serta memberi label pada sampel darah. Kambing dibagi kedalam 3 kelompok bobot badan setiap kelompok berisi 4 ekor kambing yang melipti T0 : Hijauan + Konsentrat + Tanpa Pemberian MNB, T1 : Hijauan + Konsentrat + MNB sebanyak 5 g, T2 : Hijauan + Konsentrat + MNB sebanyak 10 gr dan T3 : Hijauan + Konsentrat + MNB sebanyak 15 g. Parameter yang diamati yaitu kadar Ca, P, Mg, Zn dan Cu di dalam plasma darah kambing. Data analisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MNB (0, 5, 10 15 g) tidak berpengaruh terhadap status mineral (Ca, P, Mg, Zn, Cu) dalam plasma darah kambing kacang. Simpulan dari penelitian ini bahwa pemberian MNB (0, 5, 10, 15 g) memberikan efek yang sama terhadap status mineral (Ca, P, Mg, Zn, Cu) dalam plasma darah kambing kacang.Kata Kunci : Multinutrien blok, kambing kacang, status mineral, plasma darah
The Effect Of Duration Time On Onggok Fermentation With Enrichment N, S, P By Trichoderma Reesei On Nutrien Value Nila Cahyaning Febriyani; Agung Subrata; Surahmanto Surahmanto; Joelal Achmadi
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 1 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i1.226

Abstract

The aim of this research was to study the effect of incubation time on onggok fermentation with enrichment N, S, P by Trichoderma reesei on nutrient value. The materials of this research were onggok, T. Reesei and N, S, P element. This research used completely randomized design with 4 treatments different incubation time with 5 replication; T0: 0 day, T1: 2 days, T2: 4 days and T3: 6 days. The parameters observed were crude protein, crude fat, crude fiber, and nitrogen free extract of fermented onggok. Data analysis was used by Analysis of Variance (ANOVA) and continued by Duncan’s Multiple Range test if they were significantly different. Results of this research showed that there were haven’t effect (P>0.05) of the treatment on nutrient value. The conclusion of this research was incubation time on onggok fermentation with enrichment N, S, P by Trichoderma reesei have not been able to decrease crude fiber.Keywords : Onggok, fermentation, T.reesei
Kandungan Neutral Detergent Fibre (NDF), Acid Detergent Fibre (ADF), Hemiselulisa, Selulosa dan Lignin Onggok yang Difermentasi Trichoderma reesei dengan Suplementasi N, S, P Pramisti Wildany Putri; Surahmanto Surahmanto; Joelal Achmadi
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 1 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i1.227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Neutral Detergeni Fibre (NDF), Acid Detergent Fibre (ADF), hemiselulosa, selulosa dan lignin onggok yang difermentasi Trichoderma ressei dengan suplementasi N, S, P. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari T0 (onggok + NSP + T. reesei 1,5% 0 day incubation), T1 (onggok + NSP + T. reesei 1,5% 2 days incubation), T2 (onggok + NSP + T. reesei 1,5% 4 days incubation), T3 (onggok + NSP + T. reesei 1,5% 6 days incubation). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis of variance (ANOVA), apabila terdapat pernedaan nyata maka dilanjutkan menggunakan uji Duncan. Parameter yang diamati yaitu kandungan NDF, ADF, hemiselulosa, selulosa dan lignin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi onggok menggunakan Trichoderma reesei dengan suplementasi N, S, P berpengaruh nyata terhadap kandungan NDF, selulosa dan lignin (P<0,05) namun tidak berpengaruh terhadap kandungan ADF dan hemiselulosa (P>0,05). Kata Kunci : NDF, ADF, Hemiselulosa, Selulosa
Kecernaan dan Fermentabilitas Ruminal In Vitro Onggok yang Difermentasi Trichoderma reesei dengan Suplementasi N, S dan P Shibghatullah Dina Muhammad; Agung Subrata; Surahmanto Surahmanto; Joelal Achmadi
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 2 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i2.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecernaan dan fermentabilitas ruminal in vitro onggok yang difermentasi Trichoderma reesei (T. reesei) dengan suplementasi N, S dan P. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah onggok yang telah disuplementasi N, S dan P dengan rasio 13:1:1 serta starter T. reesei sebanyak 1,5% dari BK substrat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan berupa T0 (lama fermentasi 0 hari), T1 (lama fermentasi 2 hari), T2 (lama fermentasi 4 hari) dan T3 (lama fermentasi 6 hari). Parameter yang diamati meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), konsentrasi volatile fatty acids (VFA) dan amonia (NH3). Data dianalisis menggunakan analisis ragam taraf 5%, apabila ada pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi dapat meningkatkan (P<0,05) KcBK, KcBO dan konsentrasi VFA, akan tetapi menurunkan (P<0,05) konsentrasi NH3 onggok. Simpulan yang diperoleh yaitu lama fermentasi dapat meningkatkan kecernaan dan konsentrasi VFA akan tetapi menurunkan konsentrasi NH3 onggok.Kata kunci: lama fermentasi, suplementasi mineral, onggok, in vitro
Penambahan Air Laut, Inokulasi Rhizobium Terhadap Kadar Protein Kasar Dan Fermentabilitas Jerami Kedelai In Vitro Asmaul Husna; Surahmanto Surahmanto; Eny Fuskhah
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.479 KB)

Abstract

This study aims to determine the levels of crude protein (PK), ammonia (NH3) and volatile fatty acid (VFA) of soybean straw with the addition of seawater and Rhizobium bacteria. The research was conducted in 3 stages, namely the preparation, preliminary and treatment stages. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) 4 x 2 factorial pattern with 4 replications. The first factor is seawater with treatment (L0, L1, L2 and L3), namely without seawater, dilution of seawater is 1 mmhos / cm, dilution of seawater is 2 mmhos / cm and dilution of seawater is 3 mmhos / cm. The second factor was Rhizobium bacteria treated (R1 and R2) without Rhizobium bacteria and the addition of Rhizobium bacteria, respectively. The parameters observed included levels of PK, NH3 and VFA. PK laboratory analysis was measured by the Kjeldahl method, for NH3 production was measured by the Conway microdilution method and VFA production was measured by steam distillation techniques. The data obtained were analyzed based on analysis of variance, and if the treatment had a significant effect, it was continued with the Duncan multiple area test at 5% level to test the differences between each treatment. The results showed that the use of seawater and Rhizobium bacteria had no significant effect on PK levels, NH3 production and had a significant effect on VFA production with the given seawater treatment. The average PK levels in the L0, L1, L2 and L3 treatments were 10.35; 10,13; 9.32 and 9.68% the average value of NH3 production is 4.26; 4.16; 4.09 and 4.14 mM, while the average VFA production was 112; 113; 92 and 127 mM.