Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SmartComp

Analisis Tekno Ekonomi Distributed Antenna Systems (DAS) Aktif dan Pasif Menggunakan Teknologi Mobile 5G Di Apartemen XYZ Fernando, Roki; Suryanegara, Muhammad
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 12, No 3 (2023): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v12i3.5377

Abstract

Pengenalan teknologi 5G telah memicu peningkatan kebutuhan akan kecepatan internet yang lebih tinggi dan koneksi yang lebih andal. Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan 5G, teknologi Distributed Antenna Systems (DAS) telah menjadi fokus utama dalam industri telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penggunaan DAS dalam memperbaiki kinerja jaringan 5G dan memperkuat aspek ekonomi dari teknologi tersebut. Teknologi DAS yang akan diteliti adalah teknologi DAS aktif dan pasif dengan tiga skenario pelanggan serta dua jenis layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis tekno ekonomi. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder tentang 5G dan DAS aktif maupun pasif, termasuk hasil uji coba serta pengalaman praktis dalam penerapan teknologi tersebut di industri telekomunikasi. Analisis dilakukan melalui pengukuran kinerja jaringan, biaya implementasi dan operasional, serta dampak ekonomi dari penerapan teknologi DAS dalam jaringan 5G disalah satu apartemen yang berlokasi di daerah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan DAS aktif dan pasif dalam jaringan 5G akan dapat meningkatkan kinerja jaringan dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Secara umum, investasi jaringan dinilai melalui metode Net Present Value (NPV) dan dari hasil penelitian ini, NPV untuk tiap skenario bernilai positif, maka artinya infrastruktur tersebut menghasilkan investasi yang menguntungkan. Dengan nilai ENPV DAS aktif untuk pelanggan yang menggunakan pemakaian layanan bandwith 100 GB adalah sebesar IDR 28.669.004.118, untuk pelanggan yang menggunakan pemakaian layanan paket bulananan adalah sebesar IDR 12.701.931.570, serta ENPV DAS pasif juga bernilai positif untuk pelanggan yang menggunakan pemakaian layanan bandwith 100 GB adalah sebesar IDR 30.055.126.567, untuk pelanggan yang menggunakan pemakaian layanan paket bulananan adalah sebesar IDR 14.088.054.019. Namun NPV mungkin tidak akan seperti yang diharapkan karena ketidakpastian di masa depan, salah satunya adalah jumlah pelanggan. Jika dilihat dari sisi modal, penggunaan DAS aktif akan memakan biaya yang lebih besar dari pada DAS pasif, sementara dari fungsi kemampuan, DAS aktif akan memberikan kecepatan dan jangkuan yang lebih besar dari DAS pasif. Namun saat implementasi DAS, hal ini tentu akan disesuaikan dengan kondisi area atau daerah dimana jaringan DAS akan di bangun. Kata Kunci—, Teknologi 5G, DAS aktif dan pasif, tekno ekonomi, jaringan, NPV.
Analisis Peluang Implementasi Teknologi Open Ran di Indonesia dengan Metode Regulatory Impact Assessment (Ria) Safrida, Annisa; Suryanegara, Muhammad
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 12, No 2 (2023): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v12i2.5144

Abstract

Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 telah mendorong kebutuhan transformasi digital nasional menjadi semakin krusial. Banyaknya wilayah yang Tidak Memiliki Menara BTS Menurut Provinsi dan Penerimaan Sinyal Telepon Selulardi Indonesia adalah 5098 wilayah. Kendala yang dihadapi dalam mendorong penetrasi mobile broadband adalah kondisi geografis wilayah, kondisi sumber daya yang minim, kondisi keuangan operator seluler yang menunjukan keuntungan/revenue yang kurang baik dan masih kurangnya regulasi pendukung baik dari pemerintah pusat maupun daerah menimbulkan biaya yang tinggi dalam pembangunan jaringan telekomunikasi. Penyediaan layanan mobile broadband atau menara jaringan seluler di daerah yang belum terlayani akses telekomunikasi seluler, khususnya di daerah-daerah non-komersial dan 3T yang masih dalam keadaan tidak terlayani. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa peluang implementasi teknologi Open RAN dari aspek regulasi. Metode Regulatory Impact Assessment (RIA) dipakai untuk analisis dari aspek regulasi. Metode ini diharapkan akan mampu membantu pengambil kebijakan dalam implementasi teknologi Open RAN dan sebagai landasan perlu atau tidaknya membentuk regulasi baru. Pada penelitian ini, target responden adalah Regulator, Vendor, Operator, dan Sistem Integrator yang berperan sebagai stakeholder telekomunikasi. Menilik pada idealisasi tersebut, penelitian ini fokus pada pertanyaan perlu dibuat regulasi dalam proses implementasi teknologi Open RAN di Indonesia yang diharapkan akan membantu memberikan dampak positif bagi transformasi digital