Articles
Implementasi Modulasi dan Demodulasi GMSK pada DSK TMS320C6416T
Aditya Sukmana;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (951.019 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5388
Gaussian minimum shift keying (GMSK) adalah teknik modulasi yang mengurangi spectrum sidelobe pada MSK dengan cara melewatkan sinyal NRZ ke filter LPF Gaussian sehingga menimbulkan kelebihan dan kekurangan tertentu. Modulator dan demodulator GMSK dapat diprogram dengan menggunakan DSP processor. DSK TMS320C6416T adalah salah satu board/hardware untuk memproses sinyal digital yang termasuk dalam platform TMS320C6000. Aplikasi DSP processor ini bekerja pada frekuensi 0-96 kHz yang merupakan standar dalam sistem telekomunikasi. Tugas Akhir ini melakukan implementasi modulasi dan demodulasi GMSK secara real ke dalam DSP Starter Kit TMS320C6416T. Pemodelan sistemnya di-generate dengan menggunakan software Simulink MATLAB. Simulasi dan implementasi sistem yaitu dengan input bernoulli binary generator, pulse generator, dan random integer. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kinerja DSK TMS320C6416T secara real terhadap parameter GMSK yang diujikan seperti efisiensi bandwidth dan karakteristik ISI terhadap perubahan nilai bandwidth/bit time (BT) serta kinerja BER, terhadap variasi nilai Eb/N0 dan BT yang dilakukan dengan mengirimkan 100.000 bit yang ditampilkan pada blok display Simulink MATLAB dan Visual Analyser. Kinerja terbaik terdapat pada implementasi yang menggunakan nilai BT sama dengan 1 dan nilai Eb/N0 sama dengan 15 dan kinerja terburuk terdapat pada implementasi dengan nilai BT dan nilai Eb/N0 yang semakin menurun mendekati 0.
Implementasi Encoder dan Decoder Cyclic Redundancy Check Pada TMS320C6416T
Grace Natalia;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.838 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5504
CRC merupakan metode yang paling populer digunakan saat ini karena kemampuanya paling baik dalam mendeteksi error. Pada Tugas Akhir ini memaparkan bagaimana CRC diimplementasikan pada TMS320C6416T. Evaluasi yang akan diteliti yaitu kinerja proses encoder dan decoder CRC sebagai fungsi Eb/No dari error per blok melalui kanal ideal AWGN dengan modulasi BPSK serta melihat seberapa besar kemampuan CRC dalam mendeteksi kesalahan. Pengujian yang dilakukan melalui simulink matlab dan implementasi secara real ke dalam TMS320C6416T. Adapun kode CRC yang dipilih yaitu CRC-8 dan CRC-16 dimana pada implementasi pada TMS dilakukan pengiriman sebesar 100.000 bit dalam 12.500 frame. Hasil pengujian yang diperoleh yaitu jumlah error yang dideteksi pada CRC-8 rata-rata jumlah error adalah 2.750 frame dan rata-rata jumlah error bit informasi 1.957 bit. Sedangkan untuk CRC-16 rata-rata jumlah error adalah 3.520 frame dan rata-rata jumlah error per bit informasi yaitu 1.971 bit. Dari pengujian membuktikan bahwa kemampuan CRC-16 dalam menjaga keamanan data bit informasi jauh lebih baik dibandingkan dengan CRC-8.
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) Menggunakan WARP
Hasan Hasan;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4497.743 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8386
Salah satu permasalahan dalam perkembangan teknologi telekomunikasi yaitu bagaimana mencapai data rate yang besar namun dengan bandwidth yang tidak lebih besar dari bandwidth koheren kanal untuk menghindari terjadinya Inter-Symbol Interference (ISI). Salah satu solusi yang ditawarkan yaitu transmisi multi-carrier. Contoh transmisi multicarrier yaitu Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dimana subcarrier-subcarrier dapat saling tegak lurus satu sama lain sehingga bendwidth yang dibutuhkan menjadi lebih efisien jika dibandingkan dengan multicarrier konvensional seperti FDM. SDR merupakan sistem pemancar dan penerima yang menggunakan pemrosesan sinyal digital untuk coding, decoding, modulasi dan demodulasi data. Modul WARP tersebut digunakan sebagai model pemancar dan penerima pada pengukuran kualitas unjuk kerja sistem OFDM dengan barbagai kondisi. Hasil dari implementasi dan pengukuran menunjukkan bahwa nilai BER tidak selalu berpengaruh terhadap perubahan jarak karena ketika jarak semakin jauh tidak menjamin nilai BER semakin besar. Sementara dalam hal obstacle, nilai BER sangat berpengaruh dimana nilainya akan lebih baik saat tidak adanya obstacle. Seperti saat daya pancar sebesar -26.125 dBm nilai BER saat Line Of Sight (LOS) sudah 0 sementara Non Line of Sight (NLOS) bernilai 9.3x10-6. Untuk lingkungan pengukuran, lingkungan indoor menghasilkan kualitas sistem yang paling baik dibandingkan dengan lingkungan lainnya.
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Modulasi dan Demodulasi GMSK dengan menggunakan WARP
Dwi Putri Kusumadewi;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7523.39 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8387
Modulasi GMSK ( Gaussian Minimum Shift Keying) adalah teknik modulasi yang mengurangi spectrum sidelobe pada modulasi Minimum Shift Keying (MSK) dengan cara melewatkan sinyal NRZ ke filter LPF Gaussian. Pada Tugas Akhir ini dilakukan proses perancangan dan implementasi modulasi dan demodulasi GMSK pada platform WARP. Proses perancangan modulasi GMSK dilakukan melalui pemrograman pada software MATLAB 2012. Sistem diimplementasi pada modul WARPLab7. Jumlah bit yang dibangkitkan adalah 106800 bit. Sebelum sistem diimplementasikan pada modul WARP, sinyal hasil ditambahkan dengan bit pilot dan preamble yang nantinya berguna untuk mendeteksi data informasi di penerima. Setelah penambahan pilot dan preamble, data di upsample terlebih dahulu kemudian dilakukan proses upconvert agar dapat dikirimkan melalui WARP. Pengujian implementasi sistem dilakukan dengan cara pengukuran nilai BER (Bit Error Rate) secara real pada beberapa kondisi, diantaranya perbedaan nilai BT, perbedaan jarak antara node pengirim dan node penerima dan kondisi LOS (Line of Sight) dan NLOS (No Line of Sight). Berdasarkan hasil pengujian didapatkan pada lingkungan indoor nilai BER terkecil diperoleh pada jarak 4 meter kondisi LOS dengan TxRF sebesar -22.97 dBm dengan BER 6x10-6, sedangkan untuk lingkungan outdoor nilai BER terkecil diperoleh pada jarak 6 meter kondisi LOS dengan TxRF sebesar -22.97 dBm dengan BER 6.9x10-5
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Direct Sequence Spread Spectrum menggunakan Wireless Open-Access Research Platform (WARP)
Aditya Sukmana Putra;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6671.149 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8388
Dalam sistem komunikasi nirkabel, khususnya pada dunia komunikasi taktis atau militer, salah satu yang harus dihadapi adalah gangguan jamming.Salah satu sistem yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) dimana informasi akan dikalikan secara langsung dengan pseudo-noise sequence yang mempunyai laju chip jauh lebih besar.Sistem ini dapat diimplementasikan pada Wireless Open-Access Research Platform (WARP) yang merupakan salah satu dari jenis Software Define Radio (SDR).Modul WARP mampu diprogram secara langsung dengan software MATLAB.Kinerja sistem terbaik didapatkan ketika daya sinyal jamming lebih kecil atau sama dengan daya sinyal carrier sistem DSSS. Pada Single Tone Jamming (STJ) sistem akan mencapai nilai BER 10E-3 saat daya sinyal jamming 125 % dari daya sinyal sistem DSSS, sedangkan pada Multi Tone Jamming (MTJ) sistem akan mencapai BER 10E-3 saat daya sinyal jamming 100 % dari daya sistem DSSS.
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) Menggunakan WARP
Rini Nurpita Sari;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5160.126 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8394
Proses pengiriman informasi dari pengirim ke penerima terkadang terdapat gangguan, maka untuk mengatasi masalah tersebut dapat menggunakan metode Spred Spectrum, yang merupakan teknik pengiriman sinyal yang tahan terhadap gangguan berupa noise maupun jamming. Frequency Hopping Spread Spectrum merupakan sinyal informasi ditransmisikan yang dilompat ke dalam suatu spektrum frekuensi secara random atau sesuai pola tertentu. Implementasi sistem komunikasi SISO pada FHSS menggunakan Wireless Open Access Research Platform (WARP). Sistem FHSS ini akan dimodelkan dengan menggunakan software Matlab. Ketahanan sistem FHSS terhadap Single Tone Jamming dan Multi Tone Jamming akan diketahui dengan melakukan beberapa pengujian. Hasil yang diperoleh nilai Bit Error Rate (BER) akan semakin kecil jika daya yang dipancarkan semakin besar, sedangkan pada jamming dipengaruhi oleh nilai daya jamming. Penelitian ini menunjukan bahwa kinerja sistem berjalan baik saat Single Tone Jamming lebih baik dari pada Multi Tone Jamming. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai BER saat daya jamming 300% untuk Single Tone Jamming sebesar 0.4194, dan Multi Tone Jamming sebesar 0.4892. Rata-rata sistem tidak terpengaruh oleh gangguan jamming, saat nilai daya jamming 75% dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem FHSS lebih tahan terhadap Single Tone Jamming dan Multi Tone Jamming dibandingkan sistem 4-ary FSK.
Implementasi Dan Evaluasi Kinerja Kode Konvolusi Pada Modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) Menggunakan WARP
Desrina Elvia;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4359.678 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8413
Komunikasi digital membutuhkan suatu sistem komunikasi yang memberikan transfer data handal dan tahan terhadap noise yang terdapat pada kanal transmisi. Untuk memberikan transfer data yang handal dan tahan terhadap noise maka dibutuhkan suatu system pengkodean kanal yang mampu mendeteksi kesalahan dan mengoreksi kesalahan. Kode konvolusi merupakan suatu teknik pengkodean kanal yang dapat mendeteksi dan mengoreksi kesalahan. Dengan menggunakan kode konvolusi maka akan mempengaruhi nilai Bit Error Rate (BER), dan modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) merupakan suatu modulasi yang memiliki efisiensi bandwidth dua kali lebih besar, karena duat bit dikirimkan pada satu symbol sinyal termodulasi. Dengan implementasi pada Wireless Open-Access Research Platform (WARP) akan di analisis kinerja dari kode konvolusi pada modulasi QPSK. Dari hasil implementasi dan pengukuran menunjukkan bahwa pada saat daya pancar sama, modulasi QPSK dengan kode konvolusi memiliki BER lebih kecil dibandingkan modulasi QPSK tanpa kode konvolusi, yaitu untuk kode konvolusi dengan kode rate 1/2 pada jarak 6 meter nilai BER = 0.00065232 sedangkan untuk nilai BER tanpa kode konvolusi = 0.0048828, dan untuk pengkodean dengan code rate 7/8 memiliki nilai BER lebih baik dibandingkan pengkodean dengan code rate 1/2, 2/3, 3/4 dan 5/6 dengan nilai BER = 0.00037495.
ANALISIS MODEM AKUSTIK OFDM MENGGUNAKAN TMS320C6416 PADA LINGKUNGAN KANAL BAWAH AIR
Johanna Aprilia;
Wirawan Wirawan;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (853.8 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9716
Saat ini banyak penelitian untuk membangun sebuah jaringan sensor nirkabel bawah air yang menggunakan sinyal akustik yang bersifat realtime serta kapabilitas untuk self-configuration dan membawa keuntungan yang signifikan untuk aplikasi seperti eksplorasi komersial, perlindungan wilayah dan deteksi ancaman militer. Perbedaan karakteristik dari komunikasi bawah air menuai banyak paradigma yang sebaiknya ditinjau kembali. Diantaranya adalah bandwidth yang tersedia terbatas, delay propagasi pada bawah air amplitudonya lima kali lebih besar dibandingkan kanal HF. Serta Bit Error Rate (BER) yang tinggi dan kehilangan koneksi yang sementara bisa dialami karena karakteristik dari kanal bawah air tersebut. Analisis kinerja modem OFDM dilakukan pada penelitian ini. Dengan berhasilnya sistem pada kanal ideal, selanjutnya disimulasikan pada kanal AWGN serta kanal Rayleigh dimana kanal ini dapat merepresentasikan kanal bawah air. Kinerja sistem yang dibuat belum memiliki kinerja yang baik dimana BER mencapai 0,5115 pada kanal bawah air yang direpresentasikan melalui speaker dan microphone. Hal ini disebabkan belum adanya sinkronisasi phasa dan carrier serta estimasi kanal.
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Kode Walsh Hadamard Pada Code Division Multiple Access (CDMA) Menggunakan Wireless Open-Access Research Platform (WARP)
Fadhila Andam Dewi;
Titiek Suryani;
Suwadi Suwadi
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1147.409 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9782
Perkembangan teknologi komunikasi bergerak di masa yang akan datang banyak bertumpu pada Code Division Multiple Access (CDMA), dimana setiap pengguna menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu bersamaan tetapi menggunakan sandi unik yang saling ortogonal. Sandi-sandi ini membedakan antara pengguna satu dengan pengguna yang lain. Pengiriman pengguna menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu bersamaan bisa menimbulkan Multi user Inteference. Salah satu sistem yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah Walsh Hadamard yang memiliki sifat orthogonal. Sistem ini dapat diimplementasikan pada Wireless Open-Access Research Platform (WARP) yang merupakan salah satu dari jenis Software Define Radio (SDR). Dengan WARP dapat terlihat unjuk kerja sistem secara real pada kanal nirkabel . Modul WARP mampu diprogram secara langsung dengan software MATLAB, sehingga pemodelan sistem baseband, passband pada pengirim dan penerima dapat dilakukan dengan mudah. Hasil dari implementasi dan pengukuran menunjukan bahwa nilai BER berpengaruh terhadap banyaknya user yang dikirim karena ketika jumlah user yang dikirim lebih banyak nilai BER semakin besar. Sementara dalam hal jarak nilai BER berpengaruh terhadap perubahan jarak dimana nilainya akan lebih baik saat jarak 3meter daripada jarak 5meter dan 7meter.
Implementasi Dan Evaluasi Kinerja Encoder-Decoder Reed Solomon Pada M-Ary Quadrature Amplitude Modulation (M-Qam) Mengunakan Wireless Open-Access Research Platform (WARP)
Nadya Noor Oktarini;
Suwadi Suwadi;
Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (829.463 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.9787
Teknik modulasi multilevel seperti M-ary Quadrature Amplitude Modulation (M-QAM) memiliki kelemahan yaitu semakin tinggi level modulasi yang digunakan, maka semakin tinggi pula nilai BER yang dihasilkan. Hal ini menyebabkan kinerja sistem menjadi tidak maksimal karena sistem semakin tidak tahan terhadap noise. Salah satu teknik error control coding yang digunakan untuk mendeteksi kesalahan sekaligus memperbaiki kesalahan yaitu kode Reed Solomon. Kelebihan dari kode Reed Solomon adalah sifatnya yang non-binary artinya data diolah dalam simbol sehingga kemampuan koreksi data lebih banyak. WARP merupakan salah satu jenis dari teknologi SDR yang bisa diprogram untuk membuat prototype sistem komunikasi nirkabel. Pengimplementasian encoder dan decoder reed solomon dengan menggunakan perangkat WARP bertujuan untuk membandingkan modulasi M-QAM dengan dan tanpa kode reed solomon, kemudian mengetahui kinerja code rate yang berbeda pada modulasi M-QAM, serta mengetahui pengaruh besarnya daya pancar dan jarak pada sistem komunikasi. Hasil implementasi terbaik terdapat pada sistem RS (15,9) yang mana dapat memperbaiki kesalahan di semua level modulasi karena memiliki kemampuan koreksi error ganda (t=3) dengan ukuran k yang sama. Dari hasil implementasi juga didapatkan kesimpulan bahwa nilai BER akan semakin besar terhadap bertambahnya jarak antar node untuk daya pancar tetap, ini menandakan jarak sangat mempengaruhi kualitas kinerja suatu sistem komunikasi.