Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Implementasi dan Analisis Teknik Reduksi PAPR OFDM Menggunakan Metode PTS pada WARP Rizkha Ajeng Rochmatika; Titiek Suryani; Suwadi Suwadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.515 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16295

Abstract

Sistem OFDM cocok digunakan sebagai solusi yang dapat memenuhi layanan komunikasi data kecepatan tinggi karena memiliki efisiensi bandwidth dengan performansi terbaik. Namun dalam implementasinya, sistem OFDM memiliki kelemahan yang disebabkan oleh tingginya nilai Peak to Average Power Ratio (PAPR) sehingga sinyal OFDM rentan terkena distorsi nonlinear yang disebabkan oleh adanya komponen RF power amplifier yang menyebabkan kompleksitas komponen Analog to Digital Converter (ADC) yang terdapat pada Wireless Open Access Research Platform (WARP). Nilai PAPR yang besar pada OFDM membutuhkan power amplifier dengan dynamic range yang lebar untuk mengakomodasi sinyal, apabila hal tersebut tidak terpenuhi maka menyebabkan distorsi nonlinear dan pada akhirnya menurunkan performansi OFDM. Oleh karena itu, untuk mengatasinya dibutuhkan suatu metode yang dapat mereduksi nilai PAPR salah satunya menggunakan metode PTS. Guna melihat unjuk kerja teknik PTS, maka pada penelitian ini dibandingkan dua skema antara sistem OFDM tanpa dan dengan teknik PTS menggunakan analisa pada bit error rate dan nilai CCDF. Dari hasil pengukuran menunjukkan bahwa implementasi kinerja teknik PTS mampu meningkatkan kinerja sistem OFDM saat terkena distorsi nonlinear, terlihat pada pengukuran dengan modulasi 16-QAM untuk gain 56 didapatkan peningkatan BER sebesar 95.98%. Sedangkan pada grafik CCDF terjadi penurunan nilai PAPR sebesar 34.17% untuk M=4.
Implementasi dan Evaluasi Kinerja Multi Input SingleOutput Orthogonal Frequency Division Multiplexing (MISO OFDM) Menggunakan Wireless Open Access Research Platform (WARP) Galih Permana Putra; Titiek Suryani; Suwadi Suwadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.503 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17065

Abstract

Teknologi komunikasi nirkabel terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan manusia akan koneksi informasi yang cepat, pengiriman data yang berkapasitas besar dan dapat diandalkan. Di dalam proses tersebut banyak sekali gangguan yang dapat mempengaruhi penurunan kinerja komunikasi diantaranya adalah multipath fading [1]. Multi Input Single Output (MISO) merupakan salah satu teknik space diversity yang menggunakan banyak antena dengan tujuan untuk mengatasi multipath fading. Adapun pada proses transmisi digunakan teknik Orthogonal Frequency-Division Multiplexing (OFDM) yang bertujuan memberikan keuntungan dalam hal efisiensi pada saat transmisi data dan mampu menghindari Inter Simbol Interference (ISI). Pada penelitian ini akan dibandingkan kinerja sistem MISO OFDM dan SISO OFDM yang akan disimulasikan dan di implementasikan pada modul Wireless Open Access Penelitian Platform (WARP) untuk mengevaluasi kinerja BER sebagai fungsi dari daya pancar dan jarak variasi. Parameter yang digunakan di dalam pengukuran berdasarkan IEEE 802.11 a/g karena menggunakan frekuensi 2,4 Ghz. Terdapat dua skema pengukuran yaitu SISO OFDM dan MISO OFDM dengan variasi jarak 4,6 dan 8 meter dengan variasi daya pancar -35 s/d -4 dBm dengan peningkatan gain 5 kali secara berkala. Dari dua skema yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak antara pemancar dan penerima maka dibutuhkan penambahan gain untuk menjaga kualitas data yang dikirimkan. Disamping itu, terdapat perbedaan nilai gain untuk mencapai nilai BER = dibutuhkan penambahan gain = - 33 sedangkan pada SISO OFM dibutuhkan penambahan gain = -18.
Metode Interference Cancellation yang Efisien pada Jaringan Nirkabel Area Tubuh Putrissa Damayanti; Wirawan Wirawan; Titiek Suryani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.648 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21202

Abstract

Jaringan Nirkabel Area Tubuh (Wireless Body Area Network) adalah sensor yang berada pada tubuh manusia yang bisa langsung berkomunikasi kepada perangkat penerima secara nirkabel. Aplikasi yang digunakan dari WBAN ini adalah untuk membantu memudahkan dalam bidang kesehatan untuk pasien agar data pengukuran di tubuh bisa langsung diterima oleh dokter agar segera diperiksa. Pada kanal WBAN sangat rentan terhadap gangguan, yaitu gangguan berupa Intersymbol Interference (ISI) maupun Multiple Access Interference (MAI). Kesalahan dalam pengiriman data pasien akan sangat membahayakan. Diperlukan metode pengurangan gangguan untuk mengatasi masalah tersebut. Successive Interference Cancellation banyak diterapkan untuk mengatasi masalah gangguan yang terjadi pada sistem MIMO. Pada studi ini didapatkan skema yang paling efisien untuk mengurangi eror akibat interferensi pada kanal WBAN yaitu dengan menggunakan sistem komunikasi MIMO Alamouti dan menambahkan equalizer Zero Forcing dan Successive Interference Cancellation menghasilkan nilai BER 0,0001 pada EbNo=14. 
A Feature-Based Fragile Watermarking of Color Image for Secure E-Government Restoration Lusia Rakhmawati; Wirawan Wirawan; Suwadi Suwadi; Titiek Suryani; E Endroyono
Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Vol 5: EECSI 2018
Publisher : IAES Indonesia Section

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.481 KB) | DOI: 10.11591/eecsi.v5.1705

Abstract

this research developed a method using fragile watermarking technique for color images to achieve secure e-government tamper detection with recovery capability. Before performing the watermark insertion process, the RGB image is converted first into YCbCr image. The watermark component is selected from the image feature that approximates the original image, in which the chrominance value features as a watermark component. For a better detection process, 3-tuple watermark, check bits, parity bits, and recovery bits are selected. The average block in each 2 x 2 pixels is selected as 8 restoration bits of each component, the embedding process work on the pixels by modifying the pixels value of three Least Significant Bit (LSB) . The secret key for secure tamper detection and recovery, transmitted along with the watermarked image, and the algorithm mixture is used to extract information at the receiving end. The results show remarkably effective to restore tampered image.
Performance Evaluation of MC DS CDMA using Wireless Open Access Research Platform Suwadi Suwadi; Titiek Suryani; Devy Kuswidiastuti; Victor Hariadi; Dwi Anie Gunastuti
JAREE (Journal on Advanced Research in Electrical Engineering) Vol 2, No 2 (2018): October
Publisher : Department of Electrical Engineering ITS and FORTEI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25796216.v2.i2.59

Abstract

The need for reliable wireless communication systems has become an issue of communication technology development in the modern era. Multi Carrier Direct Sequence Code Division Multiple Access (MC-DS-CDMA) communication system offers superiority in efficient use of frequency spectrum through multicarrier principle as well as good information security level through direct sequence principle. WARP (Wireless Open Access Research Platform) is one type of SDR (Software Defined Radio) technology that can be programmed to create a prototype wireless communication system, one for MC DS CDMA communication system. Implementation of MC DS CDMA communication system using WARP device aims to evaluate the performance of MC DS CDMA communication system and to know how many users are able to be served simultaneously at the time of downlink compared to SC DS CDMA. The measurement results showed that the performance of BER will increase along with the increase of distance between nodes. At a distance of 3 meters the BER performance for gain 20 is 0, whereas at a distance of 5 meters for the same gain the BER performance is 0.0011. BER performance is also inversely proportional to the level of transmit power, where the greater the level of transmit power, the smaller the BER performance. At a distance of 5 meters for the transmit power level 10 obtained BER value 0.0125 and for the level of transmit power 20 obtained value BER 0.0016. In addition, MC DS CDMA communication system is more suitable for multiuser communication than SC DS CDMA with proven BER curves that are still smooth linear for data transmission of 20 users. BER performance is also the same linear down to the increase of transmit power value and Eb/No. Keywords: BER, MC DS CDMA, WARP
Sosialisasi Bahaya Listrik bagi Rumah Tangga pada Hunian Baru Korban Letusan Semeru, Kabupaten Lumajang I Made Yulistya Negara; I Gusti Ngurah Satriyadi Hernanda; Dimas Anton Asfani; Titiek Suryani; Devy Kuswidiastuti; Achmad Affandi; Puji Handayani
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7899.44 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.494

Abstract

Gunung Semeru terletak pada Kabupaten Lumajang dimana pada Sabtu, 4 Desember 2021 pukul 15.15 WIB terjadi erupsi yang berakibat di dusun sekitar lereng Gunung Semeru. Dusun Curah Kobokan merupakan salah satu dari beberapa daerah yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Pasalnya, hampir semua rumah warga di lokasi itu hancur. Sebanyak 300 kepala keluarga dari Dusun Curah Kobokan mengungsi dari total 4.250 orang pengungsi. Terdapat hunian baru yang terletak di Desa Sumbermujur dan menjadi tempat pengungsian warga Dusun Curah Kobokan yang terdampak. Dengan adanya hunian baru ini dirasa warga memerlukan adanya pengetahuan terkait bahaya listrik bagi rumah tangga dan instalasi listrik yang benar. Oleh karena itu, melalui skema pengabdian masyarakat yang dilakukan Laboratorium Tegangan Tinggi Departemen Teknik Elektro ITS turut membantu menjawab permasalahan tersebut dengan menciptakan sebuah kegiatan penyuluhan Sosialisasi Bahaya Listrik Bagi Rumah Tangga Pada Hunian Baru Korban Letusan Semeru, Kabupaten Lumajang. Sasaran kegiatan yang dituju pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para warga Desa Sumbermujur, Kabupaten Lumajang.
Alat Pemberi Pakan Udang Otomatis Portabel Berbasis Panel Surya guna Membantu Proses Budidaya Tambak Udang di Desa Tambak Ploso Kabupaten Lamongan Dimas Anton Asfani; I Gusti Ngurah Satriyadi Hernanda; I Made Yulistya Negara; Suwadi; Affandi; Devy Kuswidiastuti; Puji Handayani; Titiek Suryani
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3587.289 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.497

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu wilayah yang memiliki tambak udang seluas 932,29 Ha. Salah satu tambak yang terkenal di Lamongan adalah tambak udang yang berisi udang udang windu (Penaeus monodon) dan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Berdasarkan hasil produksi maka perlu dilakukan pembudidayaan secara intesif untuk meningkatkan hasil produksi dan dapat unggul di pasar lokal maupun internasional. Salah satu faktor adalah dalam hal pemberian pakan pada udang yang merupakan hal penting dalam kegiatan pembudidayaan udang. Namun sayangnya saat ini sistem pemberian makan pada udang masih sangat bergantung dengan sumber daya manusia yang dilakukan secara manual. Berkaca pada masalah tersebut, pengabdi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupaya untuk merancang dan membuat sebuah alat pemberi pakan otomatis yang menggunakan solar panel sebagai sumber tenaganya. Tak hanya membuat konsep dan alat saja, tetapi kegiatan sosialisasi pun dilakukan untuk memperkenalkan cara menggunakan serta maintenance alat. Pengabdi berharap dengan adanya teknologi pemberi pakan otomatis bisa memudahkan dalam pemberian pakan udangnya.
Sosialisasi Serta Pembuatan Buku Panduan Mengenai Bahaya dan Mitigasi Petir Guna Mengurangi Resiko Tersambar Petir di Desa Ngendut, Ponorogo Asfani, Dimas Anton; Negara, I Made Yulistya; Hernanda, I Gusti Ngurah Satriyadi; Handayani, Puji; Suryani, Titiek; Kuswidiastuti, Devy; Setijadi, Eko; Nugraha, Yurid Eka; Fahmi, Daniar
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.840

Abstract

Sambaran petir merupakan salah satu bencana alam yang dapat menyebabkan korban jiwa dan kerugian material. Desa Ngendut, Ponorogo merupakan salah satu desa yang sering dilanda sambaran petir. Untuk mengurangi risiko tersambar petir di desa ini melalui skema pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Laboratorium Tegangan Tinggi Departemen Teknik Elektro ITS turut menjawab permasalahan tersebut dengan melakukan sosialisasi bahaya dan mitigasi sambaran petir serta pembuatan buku penangkal petir sederhana guna mengurangi risiko tersambar petir di Desa Ngendut, Ponorogo. Materi sosialisasi meliputi bahaya sambaran petir, dan cara menghindari sambaran petir, serta membuat buku panduan bahaya petir dan prosedur keselamatannya untuk memudahkan warga desa dalam memahami materi sosialisasi. Sasaran kegiatan penyuluhan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para Warga Desa Ngendut, Kabupaten Ponorogo. Hasil dari sosialisasi ini telah meningkatkan kesadaran Warga Desa Ngendut bahaya sambaran petir dan meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan mitigasi sambaran petir.
PAPR Reduction of CC-OFDM MIMO Radar Waveform using Golay Codes Kuswidiastuti, Devy; Suryani, Titiek; Prasetya, Alif Yudha
JAREE (Journal on Advanced Research in Electrical Engineering) Vol 8, No 2 (2024): July
Publisher : Department of Electrical Engineering ITS and FORTEI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jaree.v8i2.412

Abstract

The development of modern radar technology demands multi-functional features that lead to the importance of designing a flexible, software-controlled digital waveform generator. The CC-OFDM MIMO radar waveforms allow flexibility in subcarrier management; hence it is possible to generate multiple narrow beams which transmitted simultaneously for providing all time coverage of the area.However, the main issue of OFDM is the high level of its PAPR value. This will cause non-linear distortion that potentially ruin the orthogonality of the OFDM subcarriers and in the end gives error in the radar detection results. In this paper, PAPR reduction using phase coding is done, by comparing the performance of complementary Hadamard, complementary Golay codes and combining it with Selective Mapping (SLM). The PAPR results show that complementary Golay codes without SLM are superior to complementary Hadamard with or without SLM. The maximum PAPR value of 65 beams transmitted simultaneously are 4.9 dB and 11.1 dB for CC OFDM waveform using complementary Golay codes and Hadamard respectively.
Wireless Data Communications in WSN Networks Using UAV Miptahudin, Rd Apip; Suryani, Titiek; Wirawan, Wirawan
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.2.2940

Abstract

This research explores the impact of environmental and technical factors on air-to-ground (A2G) wireless communications using drones, specifically tackling challenges like multipath propagation, Doppler effects, and geographical variability. The study aims to analyze performance determinants of A2G communications, develop a simulation model to predict communication issues and offer recommendations for optimizing interactions between drones and ground stations. The methodology includes data collection from field tests and simulations, focusing on various environmental and weather conditions. Statistical data analysis, including regression and hypothesis testing, is employed to interpret the results. Key findings reveal that factors such as operational altitude, drone speed, and weather conditions—mainly rain—significantly affect throughput, latency, and packet loss. Optimal communication performance is achieved at a drone height of 120 meters, with rural environments offering the best conditions for data transmission. Conversely, urban settings experience decreased throughput and increased latency due to physical obstructions like buildings and infrastructure. These insights highlight the need for adaptive communication technologies and comprehensive testing across diverse conditions. The research advocates further exploring advanced antenna technologies, dynamic operational adjustments informed by real-time environmental data, and robust security measures to enhance communication reliability. In conclusion, this study establishes a strong foundation for future advancements in drone communication technologies, aiming to improve the safety and efficiency of drone operations across various applications. The findings serve as a roadmap for developing innovative solutions to address the inherent challenges of A2G communications in varying operational environments.