Articles
Edukasi Pola Makan yang Baik dan Bergizi Pada Warga dimasa Pandemi Covid 19
Suhermi Suhermi;
Fatma Jama;
Rahmawati Ramli
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.767 KB)
|
DOI: 10.35334/neotyce.v1i1.2069
Zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi membawa pengaruh terhadap sistem tubuh. Maka tidak salah bila dikatakan bahwa pola asupan makanan menentukan status kesehatan seseorang. Namun, pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya perubahan pola makan sebagian orang. Perubahan pola makan tersebut dikaitkan dengan adanya kecemasan dan ketakutan yang dialami sebagian orang yang menyebabkan berkurangnya keinginan atau motivasi untuk makan dan berkurangnya kenikmatan saat makan. Padahal, salah satu upaya yang dapat kita lakukan agar dapat bertahan di saat pandemi Covid-19 adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat. Tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai isi piringku. Metode kegiatan yaitu ceramah, diskusi dan demonstrasi Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Peserta merespon dengan baik tentang penyuluhan pola makan yang sehat dan bergizi selama masa Pandemi Covid 19, peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Peserta mampu menyebutkan makanan yang bergizi dan Peserta mampu mendemonstrasikan cuci tangan dengan 6 langkah yang benar
EDUKASI PENERAPAN PERAWATAN LUKA PADA KLIEN POT SECTIO CAESAREA
Fatma Jama;
Rizqy Iftitah Alam
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.118 KB)
|
DOI: 10.35334/neotyce.v2i2.2875
Sectio Caesresa merupakan tindakan pembedahan yang bertujuan melahirkan bayi yang dapat menimbulkan resiko infeksi bahkan mengancam jiwa. Perawatan luka yang tidak tepat dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatnya pengetahuan dan keterampilan klien dan keluarga dalam melakukan manajemen perawatan luka post Sectio Caesarea. Metode pelaksanaan berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil kegiatan setelah dilakukan edukasi pengetahuan klien meningkat. Kesimpulan, manajemen perawatan luka yang terstandar dan respon positif dari klien akan membantu proses penyembuhan luka.
Pengaruh Massase Effleurage Abdomen terhadap Penurunan Dismenore Primer pada Remaja Putri
Fatma Jama;
Asna Azis
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v1i1.244
Dismenore adalah nyeri pada saat menstruasi. Nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi kerusakan. Salah satu tindakan non-farmakologi dalam menangani nyeri yaitu massase dengan teknik massase effleurage yang aman dapat mengurangi nyeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh massase effleurage abdomen terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja putri SMAN 1 Siotapina.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan desain pra-eksperiment dengan rancangan pretest-postest. Pada penilitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode consecutive sampling, Populasi pada penilitian ini adalah semua siswi putri yang mengalami dismenore primer pada kelas Xl IPA yang berjumlah 16 siswi. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat, dimana bivariat menggunakan analisa uji Wilcoxon. Instrumen yang digunakan Numeric Rating Scale (NRS). Sampel diberikan terapi massase effleurage abdomen 3-5 menit selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ lebih kecil dari α=0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga, dapat disimpulkam bahwa terdapat berbedaan hasil sebelum dan setelah pemberian massase effleurage abdomen sehingga terdapat adanya pengaruh massase effleurage abdomen dengan skala nyeri disminore.
Efektifitas Aromaterapi Lavender dalam Adaptasi Nyeri Persalinan Fase Aktif
Yusrah Taqiyah;
Rizqy Iftitah Alam;
Juwita Puspita Leisubun;
Fatma Jama
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/sf.v14i1.2688
Pain due to myometrial contractions, stretching of the lower uterine segment and cervix, and ischemia as a physiological process of childbirth raises concerns that can have an impact on the mother and fetus. Aromatherapy is a non-pharmacological method for treating pain. This study aims to determine the effectiveness of lavender aromatherapy on adaptation to active phase of labor pain. The research design was one group pretest-posttest. The study involved 30 mothers in the active phase of labour, who were selected by purposive sampling technique. Pain levels were measured before and after giving lavender aromatherapy, then an analysis of differences in Wilcoxon test pain levels was carried out. The p value obtained was 0.002, which means that there was a difference in the level of pain between before and after the intervention was given. So it was concluded that lavender aromatherapy is effective for adaptation to active phase of labor pain.Keywords: lavender aromatherapy; labor pain; active phase ABSTRAK Nyeri akibat kontraksi miometrium, regangan segmen bawah rahim dan serviks, serta iskemia sebagai proses fisiologis persalinan menimbulkan kekhawatiran yang dapat berdampak pada ibu dan janin. Aromaterapi adalah salah satu metode nonfarmakologis untuk menangani nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas aromaterapi lavender terhadap adaptasi nyeri persalinan fase aktif. Desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest. Penelitian melibatkan 30 ibu bersalin fase aktif yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Dilakukan pengukuran tingkat nyeri sebelum dan sesufah pemberian aromaterapi lavender, lalu dilakukan analisis perbedaan tingkat nyeri uji Wilcoxon. Nilai p yang didapatkan adalah 0,002, yang berarti ada ada perbedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Maka disimpulkan bahwa aromaterapi lavender efektif untuk adaptasi nyeri persalinan fase aktif.Kata kunci: aromaterapi lavender; nyeri persalinan; fase aktif
Lilin Aromaterapi Lavender Dapat Menurunkan Tingkat Dismenore Primer
Feigi Friscilia Mokoginta;
Fatma Jama;
Nur Ilah Padhila
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/won.v1i2.252
Dismenore adalah kram, nyeri dan ketidaknyamanan lainnya yang dihubungkan dengan menstruasi. Angka kejadian nyeri menstruasi di dunia sangat tinggi, dikatakan demikian karena diperkirakan >50% perempuan di semua negara mengalami nyeri menstruasi. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64.25% yang terdiri dari 54.89% dismenore primer dan 9.36% dismenore sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lilin aromaterapi lavender terhadap tingkat dismenore primer pada siswi SMA Negeri 1 Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra-eksperimental, dengan desain one group pretest-posttest design. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik total sampling, dimana sampel pada penelitian ini adalah semua siswi yang mengalami dismenore primer pada kelas XI IPA A dan XI IPA B yang berjumlah 24 orang. Analisa yang digunakan uji statistik Wilcoxon. Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Sampel diberikan lilin aromaterapi lavender selama 60 menit saat merasakan nyeri haid. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ<α, maka Ha diterima. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh lilin aromaterapi terhadap tingkat dismenore primer pada siswi SMA Negeri 1 Kotamobagu. Adapun saran dari penelitian ini adalah mengatasi nyeri bisa dilakukan dengan metode non farmakologis seperti melakukan teknik relaksasi dengan menggunakan lilin aromaterapi.
PENGARUH AROMATERAPI LILIN LAVENDER TERHADAP TINGKAT DISMENORHEA PRIMER PADA MAHASISWI KEPERAWATAN
Fatma Jama;
Yusrah Taqiyah;
Najihah Najihah
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3381
Dismenorhea merupakan hal yang sangat mengganggu aktivitas remaja dan jika tidak ditangani akan berdampak buruk bagi mereka. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lilin aromaterapi lavender terhadap tingkat dismenore primer pada mahasiswi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra-eksperimental, dengan desain one group pretest-posttest design. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik total sampling dengan besar sampel sebanyak 30 responden. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α = 0.05.Hasil penelitian ini menunjukkan nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρα, maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh lilin aromaterapi terhadap tingkat dismenore primer pada Mahasiswi Keperawatan UMI. Adapun saran dari penelitian ini adalah mengatasi nyeri bisa dilakukan dengan metode non farmakologis seperti melakukan teknik relaksasi dengan menggunakan lilin aromaterapi lavender tanpa harus mengonsumsi obat-obatan farmakologis, diharapkan sebaiknya mahasiswa dapat menggunakan alternative pengobatan komplenter berupa lilin aromaterapi lavender.
Edukasi Deteksi Dini Cara Mencegah dan Mengatasi Depresi Baby Blues pada Ibu Post Partum
Fatma Jama;
Rizqy Iftitah Alam;
Tutik Agustini
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setiap ibu atau wanita pasti mempunyai reaksi emosi yang berbeda-beda dalam menghadapi masa hamil, persalinan, dan nifas. Setiap reaksi yang muncul sangat tergantung kepada kepribadian masung-masing. Baby Blues termasuk depresi ringan yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, dimana ibu ini merasa sedih yang hebat tanpa sebab yang jelas, dan disertai dengan gejalah penyertanya. Tujuan kegiatan pengabdian Kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan cara mengatasi depresi Baby Blues pada ibu post partum. Metode pelaksaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dan Tanya jawab dengan media leaflet. Berdasarkan survei yang dilakukan di Ruang Perawatan Assalam RS. Ibnu Sina Makassar, 5 dari 7 ibu post partum merupakan pengalaman pertama melahirkan dan ibu tidak mengetahui cara mencegah mengatasi depresi Baby Blues. Kegiatan yang dilakukan untuk mencegah dan mengatasi Baby Blues melalui Edukasi Penyuluhan. Metode yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, simulasi, dan role play. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu Post Partum dan keluarga tentang cara mencegah dan mengatasi Depresi Baby Blues.
Pijat Oxitosin sebagai Salah Satu Metode dalam Memperlancar Pengeluaran ASI pada Ibu Post Partum
Rizqy Iftitah Alam;
Fatma Jama
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal. Oleh karena itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar setiap bayi baru lahir mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan. Namun pada sebagian ibu tidak memberikan ASI eksklusif karena alasan ASInya tidak keluar atau hanya keluar sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan bayinya Salah satu solusi dari ketidaklancaran ASI adalah pijat oksitosin, dimana pijat okstiosin dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan sehingga sangat berperan dalam produksi ASI. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu post partum tentang teknik pemijatan oksitosin untuk membantu memperlancar pengeluaran ASI. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan metode simulasi. Hasil dari kegiatan ini yakni masih banyak ibu-ibu post partum yang tidak mengetahui bagaimana cara agar ASI-nya dapat berproduksi. Hal tersebut yang menjadi acuan sehingga dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini.
Edukasi Kebutuhan Gizi Seimbang pada Ibu Menyusui di Ruang Nifas RSU Ibnu Sina Makassar
Yusrah Taqiyah;
Rizqy Iftitah Alam;
Fatma Jama
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/psnpkm.v2i1.1017
Gizi pada ibu menyusui sangat penting untuk meningkatkan produksi ASI. Status Gizi pada ibu menyusui sangat mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Meningkatnya produksi ASI juga di pengaruhi oleh cadangan didalam tubuh seperti lemak yang di ubah menjadi energi dalam ASI. Oleh sebab itu sangat diperlukan penyuluhan tentang gizi pada ibu menyusui. Tujuan dilakukan penyuluhan ini adalah ibu post partum memahami tentang pentingnya kebutuhan gizi seimbang selama menyusui. Metode yang dilakukan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Hasil yang di peroleh setelah dilakukan penyuluhan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu post partum tentang gizi seimbang selama menyusui.