Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Massase Effleurage Abdomen terhadap Penurunan Dismenore Primer pada Remaja Putri Fatma Jama; Asna Azis
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v1i1.244

Abstract

Dismenore adalah nyeri pada saat menstruasi. Nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi kerusakan. Salah satu tindakan non-farmakologi dalam menangani nyeri yaitu massase dengan teknik massase effleurage yang aman dapat mengurangi nyeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh massase effleurage abdomen terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja putri SMAN 1 Siotapina.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan desain pra-eksperiment dengan rancangan pretest-postest. Pada penilitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode consecutive sampling, Populasi pada penilitian ini adalah semua siswi putri yang mengalami dismenore primer pada kelas Xl IPA yang berjumlah 16 siswi. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat, dimana bivariat menggunakan analisa uji Wilcoxon. Instrumen yang digunakan Numeric Rating Scale (NRS). Sampel diberikan terapi massase effleurage abdomen 3-5 menit selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ lebih kecil dari α=0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga, dapat disimpulkam bahwa terdapat berbedaan hasil sebelum dan setelah pemberian massase effleurage abdomen sehingga terdapat adanya pengaruh massase effleurage abdomen dengan skala nyeri disminore.
Efektifitas Aromaterapi Lavender dalam Adaptasi Nyeri Persalinan Fase Aktif Yusrah Taqiyah; Rizqy Iftitah Alam; Juwita Puspita Leisubun; Fatma Jama
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i1.2688

Abstract

Pain due to myometrial contractions, stretching of the lower uterine segment and cervix, and ischemia as a physiological process of childbirth raises concerns that can have an impact on the mother and fetus. Aromatherapy is a non-pharmacological method for treating pain. This study aims to determine the effectiveness of lavender aromatherapy on adaptation to active phase of labor pain. The research design was one group pretest-posttest. The study involved 30 mothers in the active phase of labour, who were selected by purposive sampling technique. Pain levels were measured before and after giving lavender aromatherapy, then an analysis of differences in Wilcoxon test pain levels was carried out. The p value obtained was 0.002, which means that there was a difference in the level of pain between before and after the intervention was given. So it was concluded that lavender aromatherapy is effective for adaptation to active phase of labor pain.Keywords: lavender aromatherapy; labor pain; active phase ABSTRAK Nyeri akibat kontraksi miometrium, regangan segmen bawah rahim dan serviks, serta iskemia sebagai proses fisiologis persalinan menimbulkan kekhawatiran yang dapat berdampak pada ibu dan janin. Aromaterapi adalah salah satu metode nonfarmakologis untuk menangani nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas aromaterapi lavender terhadap adaptasi nyeri persalinan fase aktif. Desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest. Penelitian melibatkan 30 ibu bersalin fase aktif yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Dilakukan pengukuran tingkat nyeri sebelum dan sesufah pemberian aromaterapi lavender, lalu dilakukan analisis perbedaan tingkat nyeri uji Wilcoxon. Nilai p yang didapatkan adalah 0,002, yang berarti ada ada perbedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Maka disimpulkan bahwa aromaterapi lavender efektif untuk adaptasi nyeri persalinan fase aktif.Kata kunci: aromaterapi lavender; nyeri persalinan; fase aktif
Lilin Aromaterapi Lavender Dapat Menurunkan Tingkat Dismenore Primer Feigi Friscilia Mokoginta; Fatma Jama; Nur Ilah Padhila
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v1i2.252

Abstract

Dismenore adalah kram, nyeri dan ketidaknyamanan lainnya yang dihubungkan dengan menstruasi. Angka kejadian nyeri menstruasi di dunia sangat tinggi, dikatakan demikian karena diperkirakan >50% perempuan di semua negara mengalami nyeri menstruasi. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64.25% yang terdiri dari 54.89% dismenore primer dan 9.36% dismenore sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lilin aromaterapi lavender terhadap tingkat dismenore primer pada siswi SMA Negeri 1 Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra-eksperimental, dengan desain one group pretest-posttest design. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik total sampling, dimana sampel pada penelitian ini adalah semua siswi yang mengalami dismenore primer pada kelas XI IPA A dan XI IPA B yang berjumlah 24 orang. Analisa yang digunakan uji statistik Wilcoxon. Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Sampel diberikan lilin aromaterapi lavender selama 60 menit saat merasakan nyeri haid. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ<α, maka Ha diterima. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh lilin aromaterapi terhadap tingkat dismenore primer pada siswi SMA Negeri 1 Kotamobagu. Adapun saran dari penelitian ini adalah mengatasi nyeri bisa dilakukan dengan metode non farmakologis seperti melakukan teknik relaksasi dengan menggunakan lilin aromaterapi.
PENGARUH AROMATERAPI LILIN LAVENDER TERHADAP TINGKAT DISMENORHEA PRIMER PADA MAHASISWI KEPERAWATAN Fatma Jama; Yusrah Taqiyah; Najihah Najihah
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3381

Abstract

Dismenorhea merupakan hal yang sangat mengganggu aktivitas remaja dan jika tidak ditangani akan berdampak buruk bagi mereka. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lilin aromaterapi lavender terhadap tingkat dismenore primer pada mahasiswi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra-eksperimental, dengan desain one group pretest-posttest design. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik total sampling dengan besar sampel sebanyak 30 responden. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α = 0.05.Hasil penelitian ini menunjukkan nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρα, maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh lilin aromaterapi terhadap tingkat dismenore primer pada Mahasiswi Keperawatan UMI. Adapun saran dari penelitian ini adalah mengatasi nyeri bisa dilakukan dengan metode non farmakologis seperti melakukan teknik relaksasi dengan menggunakan lilin aromaterapi lavender tanpa harus mengonsumsi obat-obatan farmakologis, diharapkan sebaiknya  mahasiswa dapat menggunakan alternative pengobatan komplenter berupa lilin aromaterapi lavender.
Edukasi Deteksi Dini Cara Mencegah dan Mengatasi Depresi Baby Blues pada Ibu Post Partum Fatma Jama; Rizqy Iftitah Alam; Tutik Agustini
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap ibu atau wanita pasti mempunyai reaksi emosi yang berbeda-beda dalam menghadapi masa hamil, persalinan, dan nifas. Setiap reaksi yang muncul sangat tergantung kepada kepribadian masung-masing. Baby Blues termasuk depresi ringan yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, dimana ibu ini merasa sedih yang hebat tanpa sebab yang jelas, dan disertai dengan gejalah penyertanya. Tujuan kegiatan pengabdian Kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan cara mengatasi depresi Baby Blues pada ibu post partum. Metode pelaksaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dan Tanya jawab dengan media leaflet. Berdasarkan survei yang dilakukan di Ruang Perawatan Assalam RS. Ibnu Sina Makassar, 5 dari 7 ibu post partum merupakan pengalaman pertama melahirkan dan ibu tidak mengetahui cara mencegah mengatasi depresi Baby Blues. Kegiatan yang dilakukan untuk mencegah dan mengatasi Baby Blues melalui Edukasi Penyuluhan. Metode yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, simulasi, dan role play. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu Post Partum dan keluarga tentang cara mencegah dan mengatasi Depresi Baby Blues.
Pijat Oxitosin sebagai Salah Satu Metode dalam Memperlancar Pengeluaran ASI pada Ibu Post Partum Rizqy Iftitah Alam; Fatma Jama
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal. Oleh karena itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar setiap bayi baru lahir mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan. Namun pada sebagian ibu tidak memberikan ASI eksklusif karena alasan ASInya tidak keluar atau hanya keluar sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan bayinya Salah satu solusi dari ketidaklancaran ASI adalah pijat oksitosin, dimana pijat okstiosin dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan sehingga sangat berperan dalam produksi ASI. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu post partum tentang teknik pemijatan oksitosin untuk membantu memperlancar pengeluaran ASI. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan metode simulasi. Hasil dari kegiatan ini yakni masih banyak ibu-ibu post partum yang tidak mengetahui bagaimana cara agar ASI-nya dapat berproduksi. Hal tersebut yang menjadi acuan sehingga dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini.
Edukasi Kebutuhan Gizi Seimbang pada Ibu Menyusui di Ruang Nifas RSU Ibnu Sina Makassar Yusrah Taqiyah; Rizqy Iftitah Alam; Fatma Jama
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v2i1.1017

Abstract

Gizi pada ibu menyusui sangat penting untuk meningkatkan produksi ASI. Status Gizi pada ibu menyusui sangat mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Meningkatnya produksi ASI juga di pengaruhi oleh cadangan didalam tubuh seperti lemak yang di ubah menjadi energi dalam ASI. Oleh sebab itu sangat diperlukan penyuluhan tentang gizi pada ibu menyusui. Tujuan dilakukan penyuluhan ini adalah ibu post partum memahami tentang pentingnya kebutuhan gizi seimbang selama menyusui. Metode yang dilakukan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Hasil yang di peroleh setelah dilakukan penyuluhan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu post partum tentang gizi seimbang selama menyusui.
Pogram Mind Body Intervention Spiritual Hipnoprenatal Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Yusrah Taqiyah; Fatma Jama
Window of Community Dedication Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v3i1.227

Abstract

Perubahan fisiologis pada sistem homonal yang terjadi pada kehamilan akan memicu mood swing, yaitu kondisi emosi yang cenderung berubah-ubah.Selain itu, masalah psikologis yang sering menyerang ibu hamil adalah kecemasan. Dalam pelayanan di PKM yang diberikan hanya terfokus pada kesehatan fisik ibu hamil saja, sehingga rasa cemas, khawatir, dan stres sering terjadi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mengatasi kecemasan setelah diberikan Penyuluhan dan Pelatihan Program Mind Body Intervention Spiritual hipnoprenatal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi. Dengan jumlah sampel sebanyak 25 ibu hamil. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan dimana pengetahuan dan keterampilan ibu meningkat dalam mengatasi tingkat kecemasan selama hamil, Saran kepada pihak Puskesmas untuk tetap melanjutkan Kegiatan Program Mind Body Intervention Spiritual hipnoprenatal untuk mencegah dan mengatasi kecemasan pada ibu hamil.
Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Esensial Lemon Dan Relaksasi Benson Terhadap Intensitas Dysmenorrhea Pada Remaja Putri Fatma Jama; Sri Wahyuni; Nopi Nur Khasanah; Wahyu Endang Setyowati; Andi Masnilawati; Latifah Rahmawati Bauw
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/b32adg18

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common complaints experienced by adolescent girls and can impact daily activities, concentration in school, and quality of life. Various non-pharmacological efforts have been developed to address dysmenorrhea, one of which is through a combination of lemon essential aromatherapy and Benson relaxation, which is known to provide a relaxing effect, reduce anxiety, and help reduce uterine muscle spasms. The mechanisms by which aromatherapy and relaxation techniques exert their effects involve modulation of the nervous system and reduced levels of stress-related hormones, which can contribute to decreased uterine contractions and reduced pain perception. This study aims to determine the effect of administering a combination of lemon essential aromatherapy and Benson relaxation on the intensity of dysmenorrhea in adolescent girls. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The study sample consisted of 33 respondents selected using a purposive sampling technique. The intensity of dysmenorrhea was measured using a Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test with a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed a decrease in the intensity of dysmenorrhea after administering a combination of lemon essential aromatherapy and Benson relaxation. Before the intervention, the majority of respondents experienced moderate pain, while after the intervention, most respondents experienced mild pain, and some respondents no longer felt pain. The Wilcoxon test showed a p-value <0.05, indicating a significant effect of the combination of lemon essential aromatherapy and Benson relaxation on reducing dysmenorrhea intensity in adolescent girls. This study concluded that the combination of lemon essential aromatherapy and Benson relaxation was effective in reducing dysmenorrhea intensity in adolescent girls. Understanding the underlying mechanisms can help healthcare professionals better appreciate the potential benefits and optimize the implementation of this non-pharmacological approach.
Penerapan Terapi Benson pada Ny. S untuk Mengurangi Nyeri Pasca Open Reduction and Internal Fixation pada Fraktur Femur di Instalasi Bedah Sentral RSUD Labuang Baji-Kota Makassar Sulistiyawaty Putri A. Umar; Fatma Jama; Ernasari Ernasari; Arifuddin Arifuddin
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 3 No. 4 (2025): October : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v3i4.870

Abstract

Acute pain is a common complaint following surgery in patients with femur fractures and can hinder recovery if not managed effectively. This study aimed to describe the application of Benson’s relaxation therapy in reducing pain after Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) for femur fracture. A nursing care case study was conducted on Mrs. S, an 82-year-old woman, in the Central Operating Theatre of Labuang Baji General Hospital, Makassar. Assessment was performed in the post-anesthesia care unit, followed by the identification of the nursing diagnosis Acute Pain (D.0077), intervention using Benson’s relaxation therapy combined with collaborative pharmacological analgesia (ketorolac), implementation, and one-hour evaluation. Results showed a reduction in pain intensity from a score of 6 to 4 on the Numeric Rating Scale, a change in pain pattern from continuous to intermittent, and improved vital signs along with decreased behavioral indicators of pain (grimacing, restlessness, and protective posture). These findings indicate that Benson’s relaxation therapy is an effective non-pharmacological intervention for managing acute postoperative pain, consistent with theoretical evidence that this technique reduces pain perception through muscle relaxation, deep breathing, and reinforcement of spiritual beliefs.