Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemodelan Numerik Perilaku Keruntuhan Balok Tinggi Beton Bertulang Yosafat Aji Pranata; Bambang Suryoatmono
Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v6i1.1326

Abstract

Metode strut-and-tie model merupakan metode perencanaan struktur yang didasarkan padapemahaman tentang adanya daerah D dan daerah B pada struktur beton bertulang. Untuk itu, metodestrut-and-tie model dirintis oleh penelitian yang dilakukan oleh Schlaich [Schlaich et al., 1987] diUni-Stuttgart, Jerman. Selanjutnya berkembang pesat [Adebar et al., 1990; Jirsa et al., 1991; Reineck,1996, 1999, 2002; ACI 318R, 2002, 2005, 2008]. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari metodestrut-and-tie model untuk perencanaan balok tinggi beton bertulang, mempelajari simulasi numerikmodel benda uji dengan menggunakan metode elemen hingga dengan ADINA untuk mendapatkanparameter yang diperlukan dalam perencanaan metode strut-and-tie model. Model benda uji dalampenelitian ini diambil dari hasil penelitian eksperimental balok tinggi Hardjasaputra [Hardjasaputra,2006]. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perbedaan %_relatif lendutan balok hasil simulasiADINA terhadap eksperimental berkisar antara 25,49%-27,71%. Perbedaan %_relatif regangan-z hasilsimulasi ADINA terhadap eksperimental berkisar antara 10,53%-17,25%. Penentuan nilai
Studi Eksperimental Geser Blok pada Batang Tarik Kayu Indonesia Nessa Valiantine Diredja; Bambang Suryoatmono
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i2.1418

Abstract

Salah satu kegagalan yang dapat terjadi pada suatu sambungan baja atau kayu adalah kegagalangeser blok. Penelitian ini mempelajari geser blok pada batang tarik kayu Indonesia. Ujieksperimental pada penelitian ini menggunakan 3 jenis kayu yang berbeda yaitu Sengon, AkasiaMangium, dan Meranti Kuning. Jumlah benda uji yang dibuat adalah 3 benda uji untuk masingmasing jenis kayu. Sambungan kayu adalah sambungan geser ganda dengan menggunakan alatsambung batang baja berulir berdiameter 10 mm. Jarak-jarak baut minimum setiap benda ujidibuat sesuai ketentuan SNI 7973:2013. Berdasarkan hasil perhitungan sambungan geser ganda,didapatkan hasil analisis bahwa kegagalan sambungan kayu yang terjadi adalah kegagalan tumpupada komponen utama kayu akibat tertekan alat sambung namun hasil pengujian eksperimentalmenunjukkan terjadinya keruntuhan geser blok pada sambungan kayu. Hasil kuat tarik dari ujieksperimental dan perhitungan menggunakan persamaan pada SNI 7973:2013 memiliki persenbeda antara 41,1% - 50,5% untuk Sengon, 47,2% - 48,1% untuk Akasia Mangium, dan 34,2% -47,7 % untuk Meranti.
Kajian Numerik Perilaku Sambungan Kayu Geser Tunggal Menggunakan Elemen Balok dan Elemen Solid Wijaya, Naga; Suryoatmono, Bambang; Tjahjanto, Helmy Hermawan
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 2, DESEMBER 2024
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i2.61725

Abstract

Modelling single shear wood connection using solid elements is more accurate, especially in simulating the contact between the surface of the lag screw and the surface of the pre-drilled hole, but it is more complicated in terms of geometry and number of nodes. An alternative method is approached by modelling the lag screw as a beam element, with the limitations of modelling the contact interaction between the lag screw and timber members. In this study, diameter variations were also modelled to investigate joint behavior. To validate the model accuracy, a modelling was also performed in which the connectors and timber members were all modelled as solid elements and performed theoretical calculations. Numerical analysis was carried out by modelling the connection specimens using the finite element method in the ABAQUS software. The results showed that the connection capacity between solid element and beam element modelling are quite similar. The accuracy of modelling the lag screw as a beam element is lower at larger diameters and requires a method to correct the results.