Musrowati Lasindrang
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FORMULASI KUE APANGI YANG KAYA BETAKAROTEN DENGAN FORTIFIKASI TEPUNG BERAS MERAH (Oryza nivara) Firna Amali; Musrowati Lasindrang; Siti Liputo
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.098 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i2.7721

Abstract

Beras merah merupakan bahan pangan yang bernilai kesehatan tinggi. Berasmerah umumnya dikonsumsi tanpa melalui proses penyosohan. Salah satu bentuk olahan sederhana dari beras merah adalah pembuatan tepung. Beras merah selain mengandung komponen kimia lain juga terkandung betakaroten yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan menangkap radikal bebas tubuh dan menjaga sistem kardiovaskuler dan melindungi usus besar dari kanker. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kadar betakaroten, kandungan proksimat dan hasil organoleptik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan satu faktor yaitu formulasi tepung beras merah terhadap kue apangi yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu 100% tepung beras putih, 100% tepung beras merah, 75% tepung beras merah, 50% tepung beras merah dan 25 tepung beras merah dengan tiga kali ulangan sehingga didapat 15 satuan percobaan. Penelitian ini dilakukan dari bulanJanuari sampai bulan Februari 2018 di Laboratorium Fakultas Pertanian,Laboratorium Teknologi Farmasi dan Balai Riset Standarisasi Manado. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kandungan betakaroten pada setiap perlakuan yang tertinggi pada perlakuan 100% tepung beras merah dan 0% tepung beras putih sebaliknya yang terendah atau bisa dikatakan hampir tidak terdapat kandungan betakaroten adalah perlakuan 100% tepung beras putih dan 0% tepung beras merah. Pengujian proksimat (protein, lemak, kadar air dan kadar abu) mengalami peningkatan, semakin banyak kandungan tepung beras merah maka nilai uji proksimat semakin meningkat kecuali pada karbohidrat mengalami penurunan, karena kandungan karbohidrat pada tepung beras merah lebih rendah dari pada tepung beras putih.
PENGARUH PENAMBAHAN PEKTIN EKSTRAK KULIT BUAH SALAK TERHADAP SIFAT FISIK SELAI KULIT PISANG KEPOK Fitri Yanto; Musrowati Lasindrang; Suryani Une
Jambura Journal of Food Technology Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.831 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v2i2.7265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi pektin kulit buah salak terhadap karakteristik fisik selai kulit pisang kepok dan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap selai kulit pisang kepok dengan penambahan variasi konsentrasi pektin kulit buah salak. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu variasi kosentrasi penambahan pektin kulit buah salak. Dalam penelitian ini masing-masing perlakuan diulang 3 kali dengan variasi konsentrasi pektin 0%, 0.5%, 1% dan 1.5%. Parameter yang diuji dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa). Uji kimia (kadar air, sineresis dan daya oles). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan perlakuan, dan perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Data diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2007 dan apliikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan penambahan pektin pada selai kulit pisang kepok memberikan pengaruh nyata pada aroma, rasa, tekstur, kadar air, total, sineresis dan daya oles, serta memberikan pengaruh tidak nyata pada warna selai. Penambahan pektin pada selai diperoleh pada perlakuan 1.5% penambahan pektin dengan hasil penilaian pada warna selai dengan nilai 4.3, aroma selai dengan nilai 5.67 (agak suka), tekstur selai dengan nilai 5.16 (suka), rasa selai dengan nilai 5.33 (suka). Kadar air dengan nilai 49.74%, sineresis dengan nilai 0.06%, dan daya oles dengan nilai 11.66 cm.