Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STUDI DINAMIKA SENYAWA FOSFAT DALAM KUALITAS AIR SUNGAI CILIWUNG HULU KOTA BOGOR RTM Sutamihardja; Mia Azizah; Yunita Hardini
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 8 No. 1 (2018): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.301 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v8i1.114

Abstract

Study of Dynamics of Phosphate in the Water Quality in Bogor of Upstream Ciliwung RiverCiliwung River has existed and become an important part of the community since ancient period. Since 2009, the Ciliwung River has been polluted condition from upstream. One of the pollutant that could decrease the quality of river water was phosphate. Excessive phosphate level in water bodies caused nutrient enrichment conditions (eutrophication). The presence of nitrate supporting phosphate also caused algae blooming, one of the environmental problem. The research was conducted to determine the dynamics of the phosphate compound of Ciliwung River whether the pollution was reduced, same, or worse. The research included sampling of river water at three points of Katulampa, Pasar Bogor, and Warung Jambu River with sampling time interval of 8 hours in a day for 3 weeks in a row. The data of phosphate and nitrate concentration were measured and compared to the results in PP No.82 year 2001. The total of phosphate in Ciliwung river water has exceeded threshold level in accordance with the environmental quality standard of PP. 82 year 2001, and has been indicated to be in eutrophication condition.Keywords: Ciliwung River, Water Quality, Water Pollution, Phosphate.ABSTRAKSungai Ciliwung telah ada dan menjadi bagian penting masyarakat sejak zaman purba. Namun seiring dengan berlalunya waktu dan perkembangan pesat, sejak tahun 2009 Sungai Ciliwung telah tercemar dari hulu. Salah satu polutan yang bisa menurunkan kualitas air sungai adalah fosfat. Keberadaan fosfat yang berlebihan di badan air dapat menyebabkan kondisi pengayaan nutrisi (eutrofikasi), dan dengan dukungan nitrat dapat menyebabkan algae blooming yang menjadi salah satu masalah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dinamika senyawa fosfat Sungai Ciliwung apakah pencemarannya berkurang, sama, atau lebih buruk. Ruang lingkup penelitian meliputi pengambilan sampel air sungai pada tiga titik Katulampa, Pasar Bogor, dan Warung Jambu dengan interval waktu sampling 8 jam dalam sehari, dan dilakukan setiap minggu selama 3 minggu berturut-turut. Kemudian dilakukan analisis sampel di laboratorium, serta interpretasi data dengan membandingkan hasilnya terhadap PP No.82 tahun 2001. Nilai total fosfat di air sungai Ciliwung Hulu tidak memenuhi standar kualitas lingkungan PP. 82 tahun 2001, dan diindikasikan berada dalam kondisi eutrofikasi.Kata kunci: Sungai Ciliwung, Kualitas Air, Polusi Air, Fosfat.
PEMANFAATAN LIMBAH TIMBUNAN LEMAK ABDOMEN IKAN PATIN RTM Sutamihardja; Ratna Fatmasari; Vieriya Devi; Padmono Citroreksoko
Jurnal Ecolab Vol 2, No 2 (2008): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.783 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2008.2.2.76-84

Abstract

Fishery industries of ikan patin (Pangasius hypothalamus) has increasing steadily through the prospect of highprice. The portion of the fish is used just only the meat part, but the head and abdomen of the fish portion werethrown away regarded as a waste. The purpose of the study was tried to seek the content and composition of thewaste part of the fish abdomen containing accumulation of fat, especially for the polyunsaturated fatty acids(PUFA) so the potency of PUFA as an essential nutrient.The abdomen fish fat was analyzed for its water content, fat content, iod value, separation of the fat by thin layerchromatography, and the content and composition of fatty acid by gas chromatography. The content and compositionsof the fish fat were as followed: oleic fatty acid as mono unsaturated fatty acid (MUFA) was 44,13%, linoic acidas PUFA was 19,01%, and palmitic acid was 22,14%. For further uses each fatty acid can be separated throughfractionation according to its various temperature and its melting point.
POTENSI BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA PROSES BIODEGRADASI ALKIL BENZENA SULFONAT LINEAR (LAS) DALAM TIGA JENIS DETERGEN KOMERSIAL Mamay Maslahat; RTM Sutamihardja; Farila Rakhmanika
Jurnal Ecolab Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2010.4.2.89-96

Abstract

Penggunaan deterjen dalam kegiatan rumah tangga dan industri dapat meningkatkan pencemaran lingkungan. Zat aktif yang umum digunakan dalam deterjen adalah Alkil Benzena Sulfonat Linear (LAS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan Pseudomonas aeruginosa dalam mendegradasi LAS yang terdapat pada tiga jenis detergen yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Pseudomonas aeruginosa sebagai dekomposer dan menambahkan (NH4)2SO4, KH2PO4, K2HPO4, dan C6H12O6 sebagai sumber N, P, dan C. Sebagai sampel digunakan tiga jenis deterjen komersial (A, B, dan C) dengan variasi konsentrasi uji 35mg/L, 50mg/L, dan 100mg/L. Penurunan kadar LAS dalam detergen selama 30 hari proses biodegradasi ditetapkan secara Methylene Blue Active Substances (MBAS) dan menggunakan instrumen spektrofotometer Uv-Vis pada λ652 nm. Hasil penelitian menunjukkan pada hari ke 30 proses biodegradasi deterjen A, B, dan C dengan konsentrasi uji 35mg/L menghasilkan residu LAS berturut-turut sebesar 3,62; 4,66 dan 11,62 mg/L. Pada konsentrasi uji 50 mg/L, residu LAS pada deterjen A, B, dan C berturut-turut sebesar 7,71; 11,88; dan 21,16mg/L. Sedangkan pada konsentrasi uji 100mg/L, residu LAS pada deterjen A, B, dan C berturut-turut sebesar 27,98; 37,54; 66,81mg/L
Kandungan Gingerol Dan Shogaol Dari Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Roscoe) Dengan Metode Maserasi Bertingkat Srikandi Srikandi; Mira Humaeroh; RTM Sutamihardja
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 7, No 2 (2020): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v7i2.6545

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu varietas jahe yang beredar luas di masyarakat. Sifat khas jahe merah adalah beraroma harum dan berasa pedas. Komponen utama pembentuk rasa pedas pada jahe merah ialah gingerol dan shogaol. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui kualitas ekstrak jahe merah berdasarkan SNI-06-1313-1998, golongan metabolit sekunder serta  kandungan gingerol dan shogaol jahe merah.  Metode yang digunakan untuk mendapatkan ekstrak jahe merah adalah dengan cara simplisia jahe  dimaserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol. Penelitian diawali dengan uji kualitas ekstrak jahe merah dan fitokima. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder yang dimiliki jahe merah. Senyawa gingerol dan shogaol termasuk senyawa fenolik sehingga pada uji fitokimia ditandai dengan adanya reaksi positif pada golongan flavonoid, saponin dan tanin.  Kadar gingerol dan shogaol pada masing-masing fraksi diuji dengan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak jahe merah tertinggi sebesar 12,91% pada pelarut etanol. Hasil bilangan ester dari ekstrak heksana 11,56, ekstrak etil asetat 14,36 dan ekstrak etanol 13,20 sehingga kualitas minyak memenuhi syarat SNI 06-1312-1998 yaitu maks 15 mg KOH/g sedangkan untuk minyak lemak hasilnya negative. Pengujian fitokimia ekstrak jahe merah mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan tanin. Kandungan tertinggi 6-gingerol terdapat pada pelarut etil asetat sebesar 19,02 %, kandungan 8-gingerol tertinggi pada pelarut heksana sebesar 4,49 %, kandungan 10-gingerol tertinggi pada pelarut heksana sebesar 4,17 % dan kandungan 6-shogaol tertinggi pada pelarut heksana sebesar 4,71 %. Kata Kunci: Ekstrak jahe merah; heksana; etil asetat; etanol; KCKT; gingerol; Shogaol.