Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AdBispreneur

STRATEGI AGILITAS BISNIS PEER-TO-PEER LENDING STARTUP FINTECH DI ERA KEUANGAN DIGITAL DI INDONESIA Chandra Hendriyani; Sam un Jaja Raharja
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 1 (2019): Adbispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.423 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v4i1.20595

Abstract

Technological developments have encouraged financial technology literacy where Fintech startups came into the world of peer to peer lending to bridge the gap between conventional banking and those who cannot get capital from banks. The technology allows the process of financial facilitation to become more convenient, faster, and more cost-efficient. Fintech has a big opportunity in Indonesia and the government has protected customers by the regulation of Authority of Financial Services Number 77/POJK.01/2016 Indonesian Fintech about money lending services based on information technology. This study is intended to illustrate a strategy business agility in financial technology companies that perform peer-to-peer lending. The method used in this study was qualitative research with descriptive approach. The data collection technique applied is literature study. The results show that P2P lending companies have already performed a strategy business agility to grab customers in the era of digital financial in Indonesia by using platform technology that they have made which is a simple application for gaining competitive advantages.Perkembangan teknologi telah mendorong percepatan  teknologi keuangan di mana startup Fintech peer to peer lending  muncul untuk mengambil peluang pasar konsumen yang tidak bisa mendapatkan modal dari bank konvensional.  Teknologi yang diterapkan membuat fasilitas keuangan menjadi lebih nyaman, cepat dan lebih hemat biaya. Fintech memiliki peluang besar di Indonesia dan pemerintah telah melindungi pelanggan dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77 / POJK.01 / 2016 Fintech Indonesia tentang layanan peminjaman uang berbasis teknologi informasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan strategi agilitas bisnis di perusahaan teknologi keuangan yang melakukan peer to peer lending. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan peer to peer lending telah melakukan strategi agilitas bisnis untuk meraih pelanggan di era keuangan digital di Indonesia dengan menggunakan platform teknologi dan membuat aplikasi sederhana untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. 
ANALISIS PENGUNAAN WHATSAPP BUSINESS UNTUK MENINGKATKAN PERJUALAN DAN KEDEKATAN DENGAN PELANGGAN DI PT SAUNG ANGKLUNG UDJO Chandra Hendriyani; Selvia Putri Dwianti; Tetty Herawaty; Budiana Ruslan
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i2.29171

Abstract

 The use of communication platforms is beneficial for companies, one of which is the use of mobile-based applications, namely the WhatsApp Business application, to meet market demands that require easy access to information directly and quickly. The purpose of this study was to determine the increase in sales at PT Saung Angklung Ujdo after using WhatsApp Business in the implementation of the sales process. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques are carried out by observation, interviews with the Digital Strategy Manager, and literature study of books, journals, and documents related to research discussions. The results show that there is a match between theory and practice in the sales process with the use of the WhatsApp Business application and an increase in sales after the use of the WhatsApp Business application by PT Saung Angklung Udjo.  Penggunaan platform komunikasi sangat membantu perusahaan salah satunya adalah penggunaan aplikasi berbasis mobile yaitu aplikasi WhatsApp Business untuk memenuhi tuntutan pasar yang membutuhkan kemudahan akses informasi secara langsung dan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penjualan pada PT Saung Angklung Ujdo setelah menggunakan WhatsApp Business dalam pelaksanaan proses penjualannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dengan Manajer Strategi Digital, dan studi pustaka terhadap buku, jurnal, dan dokumen yang berkaitan dengan pembahasan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara teori dan praktek dalam proses penjualan dengan penggunaan aplikasi WhatsApp Business dan peningkatan penjualan setelah penggunaan aplikasi WhatsApp Business yang dilakukan oleh PT Saung Angklung Udjo.   
7Ss McKinsey MODEL UNTUK MERESPONS PERILAKU PEMBELIAN PELANGGAN MILLENIAL PADA PT RABBANI HYPNO FASHION Erna Maulina; Chandra Hendriyani
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.022 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i3.19288

Abstract

 The rapid development of technology has changed customer behavior to become more mobile and switch to digital transactions. Changes in customer behavior prompted PT Rabbani Hypnofashion to change the company's platform to digital marketing by using many models to win the market, especially millennial customers, is the 7Ss McKinsey Model. The purpose of this study is to analyze the application of the McKinsey 7Ss model in response to the buying behavior of millennial customers in the Muslim fashion industry. The method used in this study is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques used are literature studies. The results show that PT Rabbani Hypnofashion has implemented the McKinsey 7Ss Model. This model is integrated all of which support each other to achieve the vision of PT Rabbani Hypnofashion to be the World's Best and Biggest Veil Company in 2020. The results of the study show that the McKinsey 7Ss (Strategy, Structure, System, Staff, Style, Skill, and Superordinate Goals) model can be used by entrepreneurs to develop business and dominate the market, especially for the millennial segment. Furthermore, we propose company should enggament millennial customer with optimalisize database and communication using electronic customer relationship management(e-crm). Pesatnya perkembangan teknologi telah merubah perilaku pelanggan menjadi lebih mobile dan beralih ke transaksi digital. Perubahan perilaku pelanggan mendorong PT Rabbani Hypnofashion untuk  merubah platform perusahaan ke pemasaran  dengan menggunakan banyak model untuk memenangkan pasar dan salah satu model yang dapat digunakan untuk mengendalikan segmen pasar terutama pelanggan millennial adalah 7Ss Model McKinsey. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penerapan model 7Ss McKinsey dalam merespon perilaku pembelian pelanggan millennial pada industri busana muslim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa PT Rabbani Hypnofashion telah menerapkan 7Ss Model McKinsey. Model ini terintegrasi yang semuanya saling mendukung untuk mencapai visi PT Rabbani Hypnofashion menjadi Perusahaan Kerudung Terbaik dan Terbesar Dunia pada tahun 2020.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7Ss McKinsey (Strategy, Structure, System, Staff, Style,  Skill,  dan Superordinate Goals) Model dapat digunakan oleh pengusaha untuk  mengembangkan bisnis dan menguasai pasar khususnya untuk segment millennial. Kami menyarankan untuk kelangsungan bisnis  PT Rabbani Hypnofashion harus  terus meningkatkan kedekatan dengan pelanggan  millennial melalui optimalisasi database pelanggan dan intensitas komunikasi dengan menggunakan electronic customer relationship management.