Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN BAHAN AJAR MUSIK BERBASIS PENDEKATAN PROSES PADA MATERI TEORI MUSIK DASAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Dedy Setyawan; Sena Radya Iswara Samino; Kanzul Fikri
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 10 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Oktober
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.614 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa dalam penerapan bahan ajar musik berbasis pendekatan proses pada materi teori musik dasar. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment semu tanpa kelas control. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Bajawa, Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2018. Pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes tulis, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bahan ajar musik berbasis pendekatan proses dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep ditinjau dari hasil belajar kelas VII SMP. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji coba pre-test, nilai rata-rata yang diperoleh 65.75 dengan ketuntasan belajar 30%. Sedangkan, hasil uji coba post-test nilai rata-rata yang diperoleh 83 dengan ketuntasan belajar 85%. Data yang diperoleh menunjukkan terdapat peningkatan ketuntasan belajar yang mencapai presentase 55%. Hal tersebut diperkuat dengan analisis pengujian hipotesis dengan teknik uji signifikansi dengan perolehan nilai ????ℎ???????????????????? lebih besar daripada ???????????????????????? (28.1>1,729).
Pentas Seni Dalam Upaya Pelestarian Tarian Teke di Desa Waebela Yaltiana Laurensa; Mikael Embong; Ferdinandus Bate Dopo; Sena Radya Iswara Samino; Kanzul Fikri; Melkior Wewe
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v5i1.544

Abstract

Abstrak Kegiatan ini bertujuan untuk membahas peran pentas seni dalam upaya pelestarian Tarian Teke di Desa Waebela, yang merupakan salah satu bentuk tari tradisional yang kaya akan nilai budaya dan sejarah. Tarian Teke, yang telah menjadi simbol identitas masyarakat Waebela, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis bagaimana pentas seni yang diadakan di desa ini berkontribusi terhadap pelestarian tarian tersebut. Hasil kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan bahwa pentas seni tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan penguatan identitas budaya bagi generasi muda. Selain itu, pentas seni juga berperan dalam menarik perhatian masyarakat luas, meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan Tarian Teke, dan menciptakan ruang interaksi yang mendorong regenerasi penari.
REDEFINING THE ROLE OF TEACHERS IN THE DIGITAL ERA 5.0: IMPLEMENTING CREATIVE PEDAGOGY IN MUSIC ARRANGEMENT COURSES Sena Radya Iswara Samino; Dedy Setyawan
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i1.2749

Abstract

The rapid development of artificial intelligence in music software during the Society 5.0 era has significantly transformed how students approach music arrangement. Automated features and generative systems enable students to produce sonically complex works in a short time. However, this condition also gives rise to a phenomenon known as the illusion of competence, in which convincing musical output is not necessarily accompanied by a solid understanding of underlying musical structures. This study aims to describe how the instructor's role needs to be redefined through a creative pedagogical approach in response to these changes. The research employs a descriptive qualitative method, combining literature review and classroom observation of arrangement learning supported by music software. The findings indicate that instructors can no longer function merely as technical trainers. Instead, they need to act as post-algorithmic aesthetic validators, guiding students to reflect on and justify their musical decisions. The study highlights that integrating AI into music education may accelerate sound production while simultaneously shortening the development of musical reasoning, if not balanced by critical pedagogical intervention. Redefining the instructor’s role, therefore, becomes essential to ensure that arrangement learning cultivates musical awareness rather than merely operational proficiency with digital systems.