Salah satu bentuk implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu menghubungkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan budaya agar pembelajaran lebih bermakna. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan berbasis kolaborasi dan partisipasi. Langkah-langkah pelaksanaannya meliputi: persiapan kegiatan, workshop pengembangan modul ajar, pengembangan modul ajar, telaah/uji ahli, penyempurnaan, dan rancangan tindak lanjut. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, sebagian besar guru Bahasa Indonesia di Kota Malang masih jarang mengimplementasikan unsur budaya dalam modul ajar. Selanjutnya, kegiatan workshop dilaksanakan dengan mempertimbangkan beberapa kebutuhan guru terhadap pengembangan modul ajar yang mengimplementasikan budaya lokal. Seluruh peserta memberikan respon positif terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Sebagian besar peserta 58,33% menyatakan sangat setuju dan 41,67% setuju materi pelatihan membantu pemahaman konsep midul ajar responsif budaya bagi guru.Peserta workshop juga sebagian besar sangat siap dan siap untuk menerapkan modul ajar responsif busaya (sejumlah 95,83%).Meskipundemikian 4,17% peserta masih merasa kurang siap. Persentase tersebut menunjukkan bahwa pelatihan ini secara umum dinilai efektif. Berdasarkan hasil penilaian yang diberikan oleh para validator dalam uji ahli, modul ajar yang dikembangkan secara umum menunjukkan kualitas yang baik. Kualitas perencanaan dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,96. Kualitas materi pembelajaran dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,98. Selanjutnya, integrasi budaya lokal juga dinilai sangat baik dengan dengan rata-rata skor 3,88. Strategi pembelajaran juga dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,94. Asesmen pembelajaran dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,73. Aspek bahasa dan keterbacaan juga dinilai sangat baik dengan skor 3,84. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam penguatan pendidikan yang berkualitas, bermakna, dan memperkuat identitas nasional. Assistance in the Development of Local Culture-Responsive Indonesian Language Teaching Modules in Junior High Schools in Malang City to Strengthen In-Depth Learning Abstract One form of implementation of the deep learning approach in Indonesian language learning is connecting Indonesian language learning with culture to make learning more meaningful. The implementation of this community service activity uses a collaboration and participation-based approach. The implementation steps include: activity preparation, teaching module development workshop, teaching module development, expert review/testing, refinement, and follow-up design. Based on the results of the needs analysis, most Indonesian language teachers in Malang City still rarely implement cultural elements in teaching modules. Furthermore, the workshop activity was carried out by considering several teacher needs for the development of teaching modules that implement local culture. All participants gave a positive response to the implementation of the workshop. Most participants (58.33%) stated that they strongly agreed and 41.67% agreed that the training materials helped teachers understand the concept of culturally responsive teaching modules. Most workshop participants were also very ready and prepared to implement culturally responsive teaching modules (95.83%). However, 4.17% of participants still felt less prepared. This percentage indicates that this training was generally considered effective. Based on the assessment results given by the validators in the expert test, the developed teaching module generally showed good quality. The quality of the planning was assessed as very good with an average score of 3.96. The quality of the learning materials was assessed as very good with an average score of 3.98. Furthermore, the integration of local culture was also assessed as very good with an average score of 3.88. The learning strategy was also assessed as very good with an average score of 3.94. The learning assessment was assessed as very good with an average score of 3.73. The language and readability aspects were also assessed as very good with a score of 3.84. This training makes a positive contribution to strengthening quality, meaningful education and strengthening national identity.