Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kecerdasan Emosional dan Berpikir Kreatif terhadap Prestasi Belajar Matematika Lin Mas Eva; Mei Kusrini
Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Vol 5, No 3 (2015): Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.494 KB) | DOI: 10.30998/formatif.v5i3.650

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship of emotional intelligence and thought kretaif to mathematics achievement, emotional intelligence to determine the relationship of mathematics achievement and determine the relationship of creative thinking to mathematics achievement. The method used in this study is a survey with multiple correlation analysis. Population in this research is class VIII SMP N 01 West Cikarang, West Java. The sample in this research is class VIII SMP N 01 West Cikarang, West Java are registered in the school year 2013/2014 as many as 60 students from 12 classes. The results show there is a relationship of intelligence emotional and thought kretaif to mathematics achievement, there is a relationship of emotional intelligence on mathematics achievement and creative thinking there is a relationship to mathematics achievement Keywords: Emotional Intelligence, Creative Thinking and Learning Achievement in Mathematics 
Workshop Guru Penyusunan Penilaian Holistik Witri Lestari; Hawa Liberna; Lin Mas Eva
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tnp5aw83

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) diadakan di SMP Negeri 210 Jakarta sebagai mitra dalam pelaksanaan PKM. Peserta dari kegiatan ini adalah seluruh guru di SMP Negeri 210. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk: a) memperoleh wawasan dan teknik yang relevan untuk diterapkan oleh guru di kelas; b) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menyusun penyusunan penilaian holistik.  Beberapa masalah yang dihadapi oleh mitra antara lain: (a) Kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan konsep penilaian ini;  b) Kurangnya pelatihan yang memadai mengenai penilaian holistik. c) Keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran juga menjadi kendala dalam penyusunan penilaian holistik.. Metode yang diterapkan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi antara tim pelaksana dan mitra, serta diadakan workshop tentang penyusunan penilaian holistik. Metode ini dilaksanakan kepada kelompok mitra yang terdiri dari 40 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: 1) 85% guru merasa lebih percaya diri dalam menerapkan metode penilaian holistik setelah mengikuti kegiatan ini. 2) 90% peserta mengungkapkan bahwa mereka akan menerapkan teknik yang dipelajari dalam praktik pembelajaran sehari-hari mereka. Hal ini menunjukkan bahwa workshop tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memotivasi guru untuk mengimplementasikan perubahan dalam cara mereka menilai siswa.