Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Pembangunan Fasilitas Rekreasi Pada Kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Semarang Addini Ayu Tresiana; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.221-230

Abstract

Kolam retensi yang saat ini telah dibangun pada Kelurahan muktiharjo Kidul, Semarang seringkali dikunjungi masyarakat untuk sekedar mengisi waktu luang dengan bercengkrama disekitar kolam, meskipun tidak terdapat fasilitas penunjang untuk pengunjung. Perencanaan fasilitas rekreasi pada kolam retensi perlu dilakukan supaya pengembangan aktivitas dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menggangu kinerja kolam retensi dalam mengatasi banjir. Rencana tersebut berupa rancangan fasilitas rekreasi yang akan dibangun dari segi fisik serta pembiayaan, sebagai rekomendasi rencana pembangunan bagi pemerintah. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dalam analisis perhitungan pembiayaan pembangunan dan kelayakan ekonomi dengan pendekatan kualitatif karena observasi dilakukan secara naturalistik. Pengamatan pada wilayah studi dilakukan hanya dengan mengamati kondisi lingkungan sekitar yang tidak terkuantifikasi. Hasil akhir dari penelitian adalah rekomendasi yang ditujukan untuk pemerintah dalam perencanaan kolam retensi khususnya manajemen pengembangan untuk membangun fasilitas rekreasi. Konsep manajemen pembangunan yang disusun berupa analisis kelayakan ekonomi, perhitungan pembiayaan pembangunan dan bentuk kerjasama pemerintah-swasta yang sesuai pada fasilitas rekreasi.
Persepsi Kenyamanan Pejalan Kaki Terhadap Pemanfaatan Jalur Pedestrian di Jalan Protokol Kota Semarang (Studi Kasus Jalan Pandanaran) Selviana Indira Wopari; Djoko Suwandono
Ruang Vol 6, No 1 (2020): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.6.1.40-50

Abstract

Kawasan Jalan Pandanaran, merupakan kawasan jalan yang banyak dilalui oleh pengguna jalan, termasuk pejalan kaki. Sejak awal tahun 2013 penyediaan fasilitas jalur sirkulasi yang dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang di kawasan ini berupa jalur pedestrian, kurang memberikan kenyamanan bagi penggunanya yang disebabkan jalur pedestrian yang digunakan aktivitas pedagang kaki lima yang sedang melakukan aktivitas perdagangan dan juga parkir mobil ataupun motor sembarangan pada jalurpedestrian di sepanjang Jalan Pandanaran. Hal ini yang menyebabkan ketidaknyamanan pada jalur pedestrian di jalan pandanaran karena jalur pedestrian mempunyai fungsi ganda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kenyamanan jalur pedestrian di Jalan Pandanaran melalui persepsi masyarakat, dengan sasaran yaitu : 1) identifikasi kondisi eksisting dan fasilitas jalur pedestrian di Jalan Pandanaran yang berkaitan dengan aspek kenyamanan pengguna; 2) identifikasi karakteristik penggunajalur pejalan kaki di Jalan Pandanaran; 3) analisis kondisi eksisting kaitannya dengan fasilitas penunjang jalur pedestrian di Jalan Pandanaran kaitannya dengan aspek kenyamanan penggunanya; 4) tingkat kenyamanan jalur pedestrian di Jalan Pandanaran melalui persepsi masyarakat sebagai pejalan kaki. Metodologi dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dan metode purposive sampling yang di pilih dalam kriteria tertentu, dengan metode analisis deskriptif kuantitatif juga analisis standar jalurpedestrian. Hasil dari penelitian ini yaitu kenyamanan Jalur Pedestrian di Jalan Pandanaran dimana pada dimensi jalur pedestriam di Jalan Pandanaran sudah memenuhi standar minimum tentang pejalan kaki sebagai sebuah jalur pedestrian di perkotaan dan persepsi para pejalan kaki mengenai tingkat kenyamanan terdapat 2 aspek dari keseluruhan aspek kenyamanan seperti kebisingan kendaraan dan juga aroma tidak sedap, yang tidak memenuhi kriteria tingkat kenyamanan dengan capaian nilai persentase dari responden yaitu 52% > Persen > 36%. Dengan demikian perlu adanya pengelolaan lebih lanjut dan juga penegasan aturan mengenai sirkulasi dan pemanfaat jalur pedestrian serta mengevaluasi penataan PKL dan menambah petugas kebersihan yang dapat tetap menjaga kebersihan dan keindahan jalur pedestrian
Kajian Keamanan Jalur Pejalan Kaki Di Jalan Arteri Sekunder Berdasarkan Aspek Fisik dan Masyarakat (Studi Kasus: Jalan Pemuda Kabupaten Klaten) Zulhazmi Alfian Nur; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 1 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.1.1-10

Abstract

Kabupaten Klaten merupakan kabupaten yang menghubungkan dua pusat pertumbuhan dari kota Surakarta menuju kota Yogyakarta. Kedua wilayah tadi dihubungkan oleh jalan arteri sekunder yang  terletak melewati kawasan pusat kota Klaten. Pertumbuhan pada jalan arteri sekunder ini memicu kedatangan pejalan kaki yang beraktifitas di sekitar jalan arteri sekunder. Permasalahan terjadi ketika jalan arteri sekunder yang mempunyai kecepatan rencana 40km/jam disandingkan dengan aktifitas pejalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keamanan jalur pejalan kaki yang terletak di sempanjang koridor arteri sekunder di pusat kota klaten. Penelitian menggunakan dasar analisis kuantitatif deskriptif yang menjelaskan data hasil temuan dilapangan berdasarkan teori yang digunakan. Variabel yang berpengaruh adalah variabel penyeberangan di tengah ruas, persimpangan, dan rambu lalu lintas dan trotoar. Dari empat variabel tersebut digunakan untuk menjelaskan keamanan jalur pejalan kaki berdasarkan aspek fisik dan aspek persepsi masyarakat.Hasil yang didapat adalah berdasarkan aspek fisik, kondisi jalur pejalan kaki di wilayah studi termasuk dalam kategori baik. Hal ini didukung oleh hasil observasi yang menunjukan bahwa kesesuaian kondisi wialayah studi dengan teori sekitar 75%, hal ini masuk dalam kategori baik. Hasil analisis terhadap persepsi masyarakat,  nilai total hasil skoring menunjukan angka 2453 (sekitar 69.68% terhadap nilai maksimal). Dengan menggunakan rentang interval kelas berikut maka termasuk pada kategori kualitas keamanan baik.
Arahan Konsep dan Strategi Pengembangan Kawasan Desa Wisata Nongkosawit Sebagai Destinasi Wisata Kota Semarang Ernie Yuliati; Djoko Suwandono
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.051 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.263-272

Abstract

Sejak diresmikan oleh Walikota Semarang pada tahun 2012, Desa Wisata Nongkosawit belum mengalami perkembangan yang cukup signifikan yaitu masih banyak potensi-potensi alam yang belum tergali, belum terlihat adanya identitas dan kegiatan desa wisata yang menonjol. Selain itu, kurangnya promosi dan pemasaran yang dilakukan, serta minimnya informasi terkait Desa Wisata Nongkosawit berakibat pada tidak banyak orang atau masyarakat luas yang mengetahui bahwa di Kota Semarang ini memiliki beberapa desa wisata. Padahal Desa Wisata Nongkosawit dapat dikategorikan cukup prospektif untuk dikembangkan. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan analisis SWOT. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini konsep pengembangan dibagi menjadi dua, yaitu konsep secara spasial dan konsep secara non spasial. Dari hasil penilaian bobot dan scoring yang telah dilakukan pada tabel IFAS dan EFAS sebelumnya, dapat diperoleh hasil bahwa strategi SO (Strength-Opportunity) memiliki nilai skor tertinggi yaitu sebesar 3,686. Strategi ini kemudian dapat diartikan bahwa memanfaatkan kekuatan (S) secara maksimal untuk meraih peluang atau kesempatan (O) yang ada.
Karakteristik dan Preferensi Pengguna Dalam Pemilihan Lokasi Parkir di Koridor Jalan Pemuda, Klaten Marcellus Lendra Kusuma; Djoko Suwandono
Ruang Vol 5, No 1 (2019): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.451 KB) | DOI: 10.14710/ruang.5.1.11-19

Abstract

Pemuda road corridor is the main corridor in Klaten Regency which has function as Central Business District (CBD). The growth of an area led to the need for parking space also increased. The problem is that many parked carelessly vehicles that cause roadblocks and reduce the aesthetics of the city. Needs a parking area planning in accordance with the characteristics of the people there. The purpose of this study is to understand the characteristic and preferences of users in choosing of parking location on Pemuda road corridor Klaten Regency. Data collection in this study used primary data obtained from the questionnaire. The respondent's target in this research is all the people who park their vehicles in Pemuda road corridor, which is divided into four zones of location and three time zones; morning, noon and afternoon. The result is characteristics of the user in the morning is dominated by the purpose of visit is to work with a long time parking duration (> 4 hours), then in the noon is dominated by the purpose of visit is shopping with medium parking duration (1-2 hours), and shopping and recreation purposes with medium duration parking (1-2 hours) in the afternoon. Meanwhile the preference analysis puts the security variable to be the most important in choosing of parking location.
Upaya Pelestarian Kota Pusaka Kawasan Klampok, Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara Nugroho Adi Kurniawan; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.131-140

Abstract

Kawasan Klampok yang pada masa lalu merupakan area pertanian tebu pendukung pabrik-pabrik gula Banyumas kini berada pada transisi pertumbuhan desa – kota menjadi kota, dengan kegiatan perdagangan dan jasa yang semakin bertumbuh.  Sepanjang waktu kira – kira setengah abad sejak tahun 1889 Klampok merupakan kota pabrik gula penting di wilayah Banyumas yang memiliki lahan pertanian tebu yang sangat luas dan mencakup Purwonegoro, Mandiraja, Klampok, Susukan, Somagede hingga selatan Banyumas. Kini kehidupan kawasan Klampok lebih didominasi oleh persawahan yang didukung oleh jaringan irigasi tersier serta kawasan komersil pengrajin keramik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini, analisis yang digunakan yaitu análisis kondisi eksisting yang dilihat dari sejarah perekembangan kawasan, analisis eksistensi Kota Pusaka Kawasan Klampok baik dikaji secara fisik dan non fisik dan analisis upaya pelestarian kota pusaka dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif untuk menentukan upaya – upaya pelestarian yang tepat dalam melestarikan kota pusaka di kawasan Klampok. Output penelitian berupa upaya yang sesuai dalam melestarikan Kota Pusaka Kawasan Klampok. Hasil penilaian menggunakan skala likert didapat upaya pelestarian yang sesuai untuk Kota Pusaka Kawasan Klampok yaitu rehabilitasi Kawasan. 
Perencanaan Fasilitas Rekreasi Pada Kolam Retensi di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kota Semarang (Dalam Aspek Perancangan Fisik) Muhammad Iqbal; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.231-240

Abstract

Kolam retensi merupakan salah satu cara untuk mengatasi permaslaahn banjir yang sering terjadi. Kolam retensi tersebut dapat ditingkatkan menjadi sebuah ruang aktivitas agar lahan dari kawasan kolam retensi tersebut dapat berkembang. Penelitian dan perencanaan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi dari kolam retensi yang hanya bersifat fungsional untuk pengendali banjir yang mengakibatkan fungsi lahan kolam retensi tidak produktif sehingga diperlukan sebuah aktivitas untuk meningkatkan fungsi tersebut. Isu permasalahan berupa lokasi dari koalm retensi yang perlu dilakukan kajian ulang dan juga diperlukan sebuah rencana untuk menyatukan kolam retnnsi dan fasilitas rekreasi dengan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat berupa fasilitas rekreasi. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik analisis statistic deskriptif yang kemudian diketahui hasil dari penelitian yang didapat. Hasil dari penelitian yaitu masih banyaknya masyarakat yang belum terpenuhi akan fasilitas rekreasi. Selain itu, aktivitas rekreasi pada kolam retensi perlu dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat permukiman yang terdapat di sekitar kolam retensi tersebut. Konsep yang digunakan yaitu, Public Recreation Space, yang mendukung elemen society dan nature sehingga ruang public dapat menjadi wadah bagi masyarakat serta menjadi salah satu paru – paru kota Semarang.
Perilaku Pengguna Ruang Terbuka Publik Terkait Ketersediaan Akses Internet Pada Taman Lansia Kota Bandung Yanuar Akbar Anindita; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.639 KB) | DOI: 10.14710/ruang.1.4.301-310

Abstract

Fasilitas internet nirkabel/ wireless Internet telah menjadikan internet sebagai sesuatu yang mudah dijangkau dimanapun dan tidak lagi memerlukan sambungan kabel seperti di rumah ataupun kantor-kantor. Penggunaan internet kini menjadi kegiatan sehari-hari orang-orang ketika berada di taman, plaza, mall dan ruang publik lainnya. Kota Bandung merupakan kota yang telah melengkapi ruang-ruang publiknya dengan akses wireless internet. Taman Lansia Kota Bandung merupakan salah satu taman yang telah dilengkapi akses internet sehingga penggunanya dapat mengakses internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penataan taman dan ketersediaan akses internet menentukan perilaku/ aktivitas manusia serta bagaimana penggunaan internet saat ia berada di ruang terbuka publik ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode campuran dengan melakukan teknik analisis distribusi frekuensi. Berdasarkan kuesioner yang dihimpun, 88% responden tergolong kedalam pengguna berat internet dan porsi penggunaan internet pada Taman Lansia dalam sekali berkunjung bisa selama 1-3 jam. Dari hasil identifikasi karakteristik penggunaan internet juga menunjukkan 3 Klaster yang terbagi berdasarkan motif/tujuan penggunaan internet dimana 2 klaster terbesar sebesar 36% dan 53% merupakan kaum muda yang suka menggunakan internet pada Taman Lansia. Sementara itu hasil pemetaan perilaku memperlihatkan bahwa penataan taman seperti bangku-bangku taman, vocal point, dan pedagang kaki lima berperan sangat besar dalam pembentukan perilaku pasif pada Taman Lansia ditambah lagi dengan kehadiran internet terlihat zona-zona “nyaman” bagi para pengguna internet di taman yang juga ternyata memberikan pengaruh positif bagi fungsi ekonomi Taman Lansia. 
Perencanaan Fasilitas Rekreasi Pada Kolam Retensi Di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Semarang (Dalam Desain Detail Perancangan Ruang Publik) Kirana Prameswari Miolo; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.191-200

Abstract

Penelitian dari perencanaan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi dari kolam retensi yang hanya bersifat fungsional yaitu untuk pengendali banjir. Peningkatan fungsi tersebut akan direncanakan dengan mengembangkan kolam retensi sebagai ruang publik serta fasilitas rekreasi yang dapat meningkatkan daya tarik bagi masyarakat serta wisatawan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif karena bertujuan untuk mencari pola yang tepat dalam perencanaan fasilitas rekreasi pada kolam retensi. Pendekatan yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif karena pendekatan tersebut dilakukan dengan observasi secara naturalistik. Hasil akhir yang ingin dicapai berupa kajian penentuan lokasi kolam retensi. Selain itu pembangunan fasilitas rekreasi pada kolam retensi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar kolam retensi akan kegiatan rekreasi. Konsep yang digunakan untuk pengembangan fasilitas rekreasi pada kolam retensi adalah Waterfront As A Public Space and Recreation. Konsep ini didukung dengan teori Waterfront Development dan juga Child Friendly Space.
Studi Efektifitas Lapangan Pancasila Simpang Lima sebagai Ruang Publik Djoko Suwandono
Ruang Vol 3, No 2 (2017): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.3.2.%p

Abstract

Kawasan Simpanglima Semarang merupakan salah satu ikon utama untuk kota Semarang, karena berbagai fasilitas sarana kota yang dapat dilayani di kawasan ini, antara lain Pusat Perbelanjaan, Perhotelan, Rekreasi dan Hiburan, dan Olah Raga. Lapangan Pancasila merupakan lapangan (Field) yang berada di tengah kawasan Simpanglima ini; yang berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau, Pengatur arus lalu lintas dan fungsi secara umum sebuah lapangan untuk interaksi sosial, olah raga, rekreasi, mobilisasi masa, upacara dsb. Sekarang kawasan Simpanglima sedah berkembangmenjadi Central Bussiness District (CBD) dan pusat keramaian kota Semarang, Lapangan Pancasila sebagai ruang orientasi akan mengalami perubahan yang sejak awal merupakan ruang terbuka aktif akan terganggu oleh kegiatan bisnis di sekitar lapangan tersebut, atau justru menjadi semakin meningkat fungsinya. Berdasarkan fungsi tersebut maka boleh dikatakan bahwa Lapangan Pancasila berfungsi sebagai Ruang Publik, namun apakah memang benar fungsi Lapangan Pancasila sesuai dengan pelayanannya sebagai Ruang Publik secara optimal, atau hanya sekedar Ruang Terbuka Hijau dan lapangan saja. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan:”Apakah Lapangan Pancasila  sudah efektif sebagai Ruang Publik?”. Dan studi ini adalah untuk mengukur seberapa efektifitas Lapangan Pancasila tersebut sebagai Ruang Publik. Adapun metodologi penelitiannya memakai positivisme yakni kuantitatif, yang akan mengukur variabel Kualitas Pelayanan Secara Umum, Misi Ruang Publik, Kondisi Fisik dan Jenis Aktivitas yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata Lapangan Pancasila secara keseluruhan belum menjadi Ruang Publik yang efektif, tapi terhitung hanya cukup efektif saja sebagai Ruang Publik. Sehingga masih diperlukan peningkatan peningkatan prasarana dan sarana pelayanan agar Lapangan Pancasila benar-benar menjadi efektif untuk Ruang Publik.