Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Migran Terhadap Perubahan Guna Lahan Di WIlayah Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak Garin Rezani Damarafi; Djoko Suwandono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2022.29616

Abstract

Migrants are a person or group of people who carry out migration activities. The definition of migration itself is the movement of population from one region to another for the purpose of settling. Movement and the need for space for migrants have had many impacts on land use, particularly on green space conversion.. The city of Semarang as a center of activity has experienced rapid development, this development has spread to areas that are located on the edge, one of which is Bandungrejo Village. Migrant movement is a routine phenomenon that occurs from time to time. This migration is also motivated by many factors ranging from internal to external. Meanwhile, changes in land use that occur in an area do not occur without causes and factors. Through this research, it is hoped that a relation and correlation can be found between the presence of migrants and their activities on land use changes that occur in Bandungrejo Village, Mranggen District, Demak Regency.
Elemen Desain yang Adaptif terhadap Kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi COVID-19 di Kawasan Alun-Alun Klaten Santoso, Ersan Putro; Suwandono, Djoko
Ruang Vol 10, No 1 (2024): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.10.1.37-47

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan bencana skala global sejak tahun 2020 yang melahirkan perilaku baru bagi masyarakat dengan mengharuskan adanya protokol kesehatan : menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan. Ruang publik merupakan ruang yang masih dikunjungi oleh banyak orang di masa pandemi, salah satunya Alun-Alun Klaten. Banyak ruang publik didesain dengan prinsip close (dekat) dan closure (tertutup). Prinsip tersebut saat pandemi ternyata bertentangan dengan kebijakan protokol kesehatan sehingga diperlukan penyesuaian. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi penerapan elemen desain di Kawasan Alun-Alun Klaten yang adaptif terhadap Kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis statistik deskriptif dan skoring. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan studi dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah berupa accidental sampling dengan ukuran sampel sejumlah 865 sampel. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis aktivitas pengguna dan kesesuaian elemen desain terhadap protokol kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen desain di Alun-Alun Klaten berupa bangku taman, jalur pedestrian, bangunan pedagang kaki lima, dan tempat cuci tangan belum mampu mewadahi aktivitas pengguna di tengah kondisi Pandemi COVID-19. Oleh karena itu, Alun-Alun Klaten perlu menerapkan flexible design terhadap elemen desain yang sudah ada dengan melakukan penyesuaian desain sesuai prinsip protokol kesehatan. Kata kunci: Aktivitas pengguna; Elemen desain; Protokol kesehatan.
Evaluasi Ketersediaan Prasarana Permukiman Di Kelurahan Wulung Maharani, Tifa Eri; Suwandono, Djoko
Ruang Vol 11, No 1 (2025): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphi.v%vi%i.1-7

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas masyarakat. Peningkatan aktivitas masyarakat perlu diimbangi dengan penyediaan prasarana penunjang yang memadai mengacu pada SNI 03-1733-2004. Sebagai pusat kegiatan lokal di Kecamatan Randublatung, kelurahan wulung dilengkapi prasarana yang cukup lengkap. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengevaluasi ketersediaan prasarana permukiman di Kelurahan Wulung berdasarkan SNI dan persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif kuantitatif dan komparatif. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk identifikasi hasil survei ketersediaan dan kondisi prasarana di lapangan serta hasil kuesioner. Analisis deskriptif komparatif digunakan untuk membandingkan hasil temuan dengan SNI dan persepsi masyarakat. Hasil yang didapat dalam penelitian ini yaitu ketersediaan prasarana permukiman di Kelurahan Wulung telah memenuhi standar dengan kondisi baik, permasalahan terjadi pada jaringan drainase yang mengalami penyumbatan akibat tanaman liar dan sampah, serta pada jaringan persampahan yang masih ditemukan sampah di pinggir jalan dan tepian sungai akibat kurangnya jangkauan pelayanan 
PROSPEK PENGEMBANGAN KAWASAN MUSEUM DIPONEGORO MAGELANG BERBASIS PARIWISATA HERITAGE BERKELANJUTAN Mussadun, Mussadun; Suwandono, Djoko; Ristianti, Novia Sari; Biruni, El Sifa Mega; Devi, Fionita Yuliani
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i1.24

Abstract

Museum Diponegoro merupakan salah satu museum yang menyimpan bukti sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda. Tulisan ini bertujuan mengkaji prospek pengembangan Museum Diponegoro berbasis pariwisata heritage berkelanjutan dengan memperhatikan aspek (1) atraksi, (2) fasilitas akomodasi pelayanan, (3) kemudahan aksesibiltas dan transportasi, (4) kelengkapan informasi dan promosi, serta (5) tata kelola yang baik. Disarankan perlunya kemitraan antara pengelola, swasta, masyarakat, akademisi, pemerintah dan komunitas seniman dalam pengelolaan Museum Diponegoro. Pengembangan fungsi museum sebagai pelestari lingkungan, sejarah dan budaya, edukasi bagi generasi muda, dan memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan untuk pendapatan masyarakat dan daerah secara berkelanjutan dapat terwujud.