Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisa Perbandingan Penambahan Kalor dan Laju Aliran Massa Pada Condensate Water System PLTU Unit 1 Dan 2 Suwarti Suwarti; Budhi Prasetiyo
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.342 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1026

Abstract

Condensate water system adalah siklus air pada PLTU dari hot well sampai dengan deaerator, dalam PLTU ini terjadi pemanasan sehingga terjadi penambahan kalor. Pada Unit 1 terjadi penambaha kalor bersih sebesar 24621,34 kkal/s dan unit 2 sebesar 25569,85 kkal/s. Heat Loss pada unit 1 sebesar 444,62 kkal/s dan unit 2 255,352 kkal/s. Sedangkan beban pada saat pengambilandata pada unit 1 lebih kecil daripada unit  sehingga laju aliran massa condensate water system pada unit 1 lebih kecil daripada unit 2. Kata kunci: condensate water system, kalor, heat loss, laju aliran massa
ANALISIS TURBIN ANGIN TIPE POROS HORIZONTAL TERHADAP VARIASI JUMLAH SUDU DENGAN SUDU DIBUAT DARI PIPA PVC UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN - Suwarti
Eksergi Vol 9, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.972 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v9i2.191

Abstract

Kebutuhan listrik semakin meningkat, maka sumber energi alternatif sangatlah diperlukan,seperti turbin angin yang bergerak dikarenakan angin.Turbin angin   adalah pembangkit yang menggunakan tenaga alternatif yaitu dengan menggunakan tenaga angin. Beban yang digunakan pada turbin angin adalah tahanan geser. Turbin angin yang dibuat adalah turbin angin poros horizontal terhadap variasi jumlah sudu dengan sudu dibuat dari pipa pvc untuk pembangkit listrik tenaga angin. Turbin angin terdiri dari jumlah sudu 3, 4, 5, 6, dan 7. Dalam pengujian turbin angin ini dengan memvariasi jumlah sudu dan variasi kecepatan angin. Dengan variasi jumlah sudu tersebut, nantinya akan di pilih jumlah sudu yang terbaik dan efisiensi yang paling tinggi. Sudu yang baik untuk pembangkit listrik adalah jumlah sudu 3 dengan nilai efisiensi sebesar 2,23 % pada kecepatan angin 6,55 m/s, putaran poros 935 rpm, putaran dinamo 1561 rpm, Vdinamo 3,7 V, Idinamo 0,38 A Kata kunci :turbin angin,jumlah sudu ,efisiensi  
ANALISIS PENGARUH INTENSITAS MATAHARI, SUHU PERMUKAAN & SUDUT PENGARAH TERHADAP KINERJA PANEL SURYA - Suwarti
Eksergi Vol 14, No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.8 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i3.1373

Abstract

Abstrak Tujuan utama tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas matahari, suhu permukaan, dan sudut pengarah terhadap daya panel surya. Pengaruh intensitas matahari didapat dengan cara perubahan waktu sehingga intensitasnya bervariasi dengan sudut tetap 90odan suhu permukaan relatif sama, suhu permukaan didapatkan dengan cara memvariasi suhu dengan sudut pengarah tetap 90odan intensitas relatif sama, sudut pengarah didapat dengan cara memvariasi sudut pengarah dengan intensitas dan suhunya relatif sama. Pengaruh kinerja panel surya yaitu semakin besar intensitas matahari maka arusnya semakin besar dan tegangannya cenderung tetap. Suhu permukaan mempengaruhi performa panel surya yaitu semakin besar temperaturenya maka tegangannya semakin kecil dan arusnya cenderung tetap. Sudut pengarah mempengaruhi performa panel surya yaitu semakin mendekati tegak lurus terhadap datangnya cahaya matahari maka tegangan dan arusnya akan semakin besar. Data-data hasil pengujian kemudian diolah untuk mengetahui daya listrik maksimum yang mampu dihasilkan. Hasil tugas akhir ini menunjukkan bahwa pada intensitas matahari 1006 W/m2 dengan daya terbesar yang mampu dihasilkan adalah 28,035 watt. Pada temperature permukaan 54,5oC dengan daya terbesar 28,035 watt. Pada sudut pengarah 90o daya terbesar yang dihasilkan adalah 26,7735 watt. Peforma panel surya dipengaruhi oleh intensitas matahari, temperatur permukaan, dan sudut pengarah semakin besar faktor yang mempengaruhinya daya yang dihasilkan juga semakin besar. Kata kunci : Peforma panel surya, Daya yang dihasilkan, Faktor pengaruh.
Analisis Pengaruh Intensitas Matahari, Suhu Permukaan & Sudut Pengarah Terhadap Kinerja Panel Surya - Suwarti; - Wahyono
Eksergi Vol 14, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.083 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i2.1325

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas matahari, suhu permukaan, dan sudut pengarah terhadap daya panel surya. Pengaruh intensitas matahari didapat dengan cara perubahan waktu sehingga intensitasnya bervariasi dengan sudut tetap 90o dan suhu permukaan relatif sama, suhu permukaan didapatkan dengan cara memvariasi suhu dengan sudut pengarah tetap 90o dan intensitas relatif sama, sudut pengarah didapat dengan cara memvariasi sudut pengarah dengan intensitas dan suhunya relatif sama. Pengaruh kinerja panel surya yaitu semakin besar intensitas matahari maka arusnya semakin besar dan tegangannya cenderung tetap. Suhhu permukaan mempengaruhi performa panel surya yaitu semakin besar temperaturenya maka tegangannya semakin kecil dan arusnya cenderung tetap. Sudut pengarah mempengaruhi performa panel surya yaitu semakin mendekati tegak lurus terhadap datangnya cahaya mathari maka tegangan dan arusnya akan semakin besar. Data-data hasil pengujian kemudian diolah untuk mengetahui daya listrik maksimum yang mampu dihasilkan. Hasil tugas akhir ini menunjukkan bahwa pada intensitas matahari 1006 W/m2dengan daya terbesar yang mampu dihasilkan adalah 28,035 watt. Pada temperature permukaan 54,5oC dengan daya terbesar 28,035 watt. Pada sudut pengarah 90odaya terbesar yang dihasilkan adalah 26,7735 watt. Peforma panel surya dipengaruhi oleh intensitas matahari, temperatur permukaan, dan sudut pengarah semakin besar faktor yang mempengaruhinya daya yang dihasilkan juga semakin besar. Kata kunci : Peforma panel surya, Daya yang dihasilkan, Faktor pengaruh.
The effect of variations in electric load on the performance of a 3 kW Micro Hydro Power Plant using an undershot waterwheel Yusuf Dewantoro Herlambang; Bono Bono; Gatot Suwoto; Suwarti Suwarti; Baktiyar Mei Hermawan; F Gatot Sumarno; Margana Margana; Marliyati Marliyati
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 2 (2023): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i2.3195

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the performance of the undershot water wheel type with a 3 kW generator as a micro-hydro power plant that generates electricity by utilizing water power from paddy fields and local resources. Where the irrigation canal can irrigate approximately 247 hectares of rice fields during the dry season. The research technique employs a waterwheel with a 1.1-meter diameter, 12 blades with a 70-centimeter blade arm length, and a 2-inch shaft diameter. The transmission system employs a chain to increase rotation and decrease slippage and rotation losses, making it simpler to drive the generator to produce electricity. The test was conducted by varying the lamp capacity from 100 W to 800 W while maintaining constant water discharge and flow. Water discharge, water head, generator rotation, electric current traveling through the load, and output voltage are the test parameters. With a discharge of 0.476 m3/s, a water flow speed of 3.229 m/s, a waterwheel rotation of 42.39 rpm, and electric power of 207 W, the utmost efficiency value of 8.35% was determined.