Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Deskripsi Pembekalan Program Pembelajaran Kolaboratif-Partisipatif pada Kegiatan Implementasi Kurikulum Kerjasama MBKM Agustan Syamsuddin; Ratnawati Tahir; Abdul Munir
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Januari - April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.5.1.2022.1660

Abstract

Kemampuan awal mahasiswa dalam merancang skenario pembelajaran belum berorientasi pada PjBL atau Case Based Learning yang bersesuaian dengan tuntutan bentuk pembelajaran yang tertuang dalam kebijakan MBKM Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran proses pembekalan program pembelajaran kolaboratif pada implementasi kurikulum kerja sama MBKM. Bentuk pembekalan difokuskan pada pengembangan kemampuan peserta Asistensi Mengajar dalam merancang skenario pembelajaran yang tertuang dalam bentuk RPP berbasis PjBL dan/atau Case Based Learning (CBL). Penelitian ini melibatkan 341 dosen, 16 tenaga kependidikan dan 3692 mahasiswa yang diperoleh melalui teknik random sampling untuk mendapatkan gambaran pengetahuan secara umum terkait implementasi program MBKM dan dampaknya pada peningkatan terhadap hard-skill dan soft-skill bagi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa baik dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan bahwa implementasi program MBKM memberi konstribusi terhadap peningkatan hard-skill dan soft-skill mahasiswa. Selain itu, pembekalan program pembelajaran kolaboratif pada implementasi kurikulum kerja sama MBKM – Asistensi Mengajar dapat memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk Menyusun scenario pembelajaran yang sesuai dengan tuntuan implementasi kurikulum MBKM.
Status Kedudukan Perempuan Dalam Berita Kekerasan Seksual Pemerkosaan Pada Media Online: Analisis Wacana Kritis Teori Sara Mills Harlia Harlia; Sitti Aida Azis; Abdul Munir
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui bentuk-bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan dalam isi teks berita pada media Detik.com, Tribunnews.com dan Merdeka.com. dan (2) mengetahui status dan kedudukan perempuan dalam isi teks berita kekerasan seksual terhadap perempuan di Detik.com, Tribunnews.com dan Merdeka.com. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian analisis wacana kritis yang menerapkan teori Sara Mills terhadap teks berita kekerasan seksual pada media Detik.com, Tribunnews.com, Merdeka.com. Data penelitian ini adalah bentuk-bentuk kekerasan seksual yaitu: pelecehan seksual secara fisik, pelecehan seksual secara verbal, pemerkosaan, kekerasa dan ancaman. Data berikutnya yakni status kedudukan perempuan yang dilihat dari usia dan profesi. Teknik pengumpumpulan data penelitian ini yaitu; teknik dokumentasi. Analisis data pada teks berita kekerasan seksual menggunakan teknik dekskriptif kualitatif. Pengujian keabsahan data penelitian dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, ketekunan, dan diskusi dengan pembimbing dan teeman sejawat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: (1) bentuk-bentuk kekerasan dalam berita kekerasan seksual pada media online Detiknews.com, Tribunnews.com. Merdeka.com sangat berfariatif. Pada Media Online detik.com, Tribunnews.com, dan Merdeka.com menemukan bahwa perempuan belum dijadikan prioritas dalam teks berita. Media berita juga masih menyudutkan perempuan dengan memproduksi kata-kata mengarah pada pelabelan negatif pada perempuan. Media masih melanggengkan budaya patriarki dalam teks berita sehingga perempuan selalu rendah. (2) Hasis analisis Status dan Kedudukan Perempuan dalam Berita Kekerasan Seksual Pada Media Online detik.com, Tribunnews Timur, dan Merdeka.com dapat memberikan kontribusi penting kepada penulis atau dalam hal ini media Online dalam menampilkan berita kekerasan seksual dan juga bagi pembaca atau dalam hal ini publik agar bijak dan dapat memposisikan diri.
SIKAP BERBAHASA INDONESIA MASYARAKAT DESA BISSOLORO KECAMATAN BUNGAYA KABUPATEN GOWA Subaedah Subaedah; Munirah Munirah; Abdul Munir
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KREDO VOLUME 5 NO 2 TAHUN 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v5i2.6340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui sikap berbahasa Indonesia masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa serta faktor yang mempengaruhi sikap berbahasa Indonesia masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten gowa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara kemudian ditranskip untuk analisis. Hasil penelitian pada rumusan pertama menunjukkan masyarakat Bissoloro yang memiliki sikap positif dalam menggunakan bahasa Indonesia, yaitu; pertama, pada aspek kesetiaan masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bugaya Kabupaten Gowa memiliki memiliki  sikap positif dalam menggunakan bahasa Indonesia, yaitu adanya dorongan untuk tetap mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasanya. Kedua, pada aspek kebanggan masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan bungaya Kabupaten Gowa memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Ketiga, temuan pada aspek kesadaran, yaitu masyarakat Desa Bissoloro memiliki sikap positif dengan adanya kesadaran dalam menggunakan bahasa Indonesia. Pada rumusan masalah kedua mengenai faktor yang mempegaruhi sikap berbahasa Indonesia masyarakat Bissoloro terbagi 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pertama, pada faktor internal terdapat faktor adanyak kontak bahasa nasional, faktor pendidikan, faktor pekerjaan atau status ekonomi yang mempengaruhi sikap berbahasa Indonesia Masyarakat Desa Bissoloro. Pada faktor kontak dengan bahasa nasional terdapat 20 informan dan terdapat 14 orang yang dipengaruhi oleh kontak dengan bahasa nasional (internal). Peneliti melihat bahwa hal ini disebabkan oleh lingkungan tempat tinggal responden. Pada faktor pendidikan terdapat 14 responden yang sikap berbahasa Indonesianya dipengaruhi oleh faktor pedidikan. Berdasarkan temuan peneliti melihat bahwa masyarakat Desa Bissoloro sudah mengalami perkembangan dalam hal pendidikan dan hal ini mempengaruhi sikap berbahasa masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Pada faktor pekerjaan atau status ekonomi terdapat  20 informan dan yang mempengaruhi sikap berbahasa Indonesia pada faktor pekerjaan atau status ekonomi terdapat 8 orang.
ABILITAS GURU BAHASA INDONESIA DI SMA Nasir; Abd. Rahman Rahim; Abdul Munir; Jihad Talib; Asdar
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jpss.v10i1.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (i) Keterampilan dasar mengajar guru dalam membuka pelajaran (ii) Keterampilan dasar mengajar guru dalam menutup pelajaran (iii) Keterampilan dasar mengajar guru dalam menjelaskan pelajaran (iv) Keterampilan dasar mengajar guru dalam bertanya (v) Keterampilan dasar mengajar guru dalam mengadakan variasi (vi) Keterampilan dasar mengajar guru dalam memberikan penguatan (vii) Keterampilan dasar mengajar guru dalam mengelola kelas (ix) Keterampilan dasar mengajar guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan Guru Bahasa Indonesia kelas XII dan wawancara dengan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) Indikator keterampilan dasar mengajar guru dalam membuka pelajaran telah diterapkan dan dikuasai oleh Guru (ii) Indikator keterampilan dasar mengajar guru dalam menutup pelajaran telah diterapkan dan dikuasai oleh Guru (iii) Indikator keterampilan dasar mengajar guru dalam menjelaskan pelajaran telah diterapkan dan dikuasai oleh Guru (iv) Indikator Keterampilan dasar mengajar guru dalam bertanya telah diterapkan dan dikuasai oleh Guru (v) Indikator keterampilan dasar mengajar guru dalam mengadakan variasi telah diterapkan dan dikuasai oleh Guru kecuali pada indikator variasi menarik perhatian tidak diterapkan oleh Guru (vi) Indikator keterampilan dasar mengajar guru dalam memberikan penguatan telah diterapkan dan dikuasai oleh Guru (vii) Indikator keterampilan dasar mengajar guru dalam mengelola kelas telah diterapkan dan dikuasai oleh Guru (ix) Indikator keterampilan dasar mengajar guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil telah diterapkan dan dikuasai oleh Guru.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IV SD NEGERI 106 LABOJO KABUPATEN BULUKUMBA suci amalya; Abdul Munir; Maria Ulvianii
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6394

Abstract

This study aims to improve the speaking skills of fourth-grade students at SD Negeri 106 Labojo through the implementation of the Student Facilitator and Explaining learning model. The research was motivated by the students' low speaking abilities, as reflected in their lack of confidence, fluency, clarity, and courage when speaking in public. The method used was Classroom Action Research (CAR), conducted over two cycles. Data collection techniques included observation, interviews, speaking skill tests, and documentation. The results showed a significant improvement in students’ speaking skills, with the average score increasing from 62 in the first cycle to 92 in the second cycle, and learning mastery rising from 23% to 100%. Thus, the Student Facilitator and Explaining model is effective in enhancing students’ speaking skills Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Negeri 106 Labojo melalui penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara siswa, yang terlihat dari kurangnya keberanian, kefasihan, kejelasan, dan kepercayaan diri saat berbicara di depan umum. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes keterampilan berbicara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan berbicara siswa dari rata-rata nilai 62 pada siklus I menjadi 92 pada siklus II, dengan ketuntasan belajar meningkat dari 23% menjadi 100%. Dengan demikian, model pembelajaran Student Facilitator and Explaining efektif diterapkan dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Representasi Feminisme dalam Film Level 16 Karya Danishka Esterhazy Kajian Semiotika Stuart Hall Nurhidayat Alip Alawi; Siti Suwadah Rimang; Abdul Munir
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8319

Abstract

This study aims to identify the dominant, negotiating, and oppositional positions in the film Level 16 in representing women's struggles against patriarchal power. The method used is qualitative content analysis with observation techniques and visual documentation of scenes, dialogues, and symbols that appear in the film. Primary data is the film Level 16, while secondary data is obtained from feminist theory literature and media studies. Stuart Hall's representation theory is used to identify three positions of reading meaning, namely dominant, negotiating, and oppositional. The results of the study show that the dominant position is displayed through institutional control over the bodies and behavior of girls in the academy. The negotiating position is seen from the main character's doubts about the system, while the oppositional position is manifested in acts of resistance and escape. This study confirms that Level 16 symbolically conveys criticism of the patriarchal and capitalist systems through the construction of a dystopian narrative. These findings reinforce the relevance of social feminism theory and media representation in shaping gender awareness. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi dominan, negosiasi, dan oposisi dalam film Level 16 dalam merepresentasikan perjuangan perempuan terhadap kekuasaan patriarkal. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi visual terhadap adegan, dialog, serta simbol-simbol yang muncul dalam film. Data primer berupa film Level 16, sementara data sekunder diperoleh dari literatur teori feminisme dan kajian media. Teori representasi Stuart Hall digunakan untuk mengidentifikasi tiga posisi pembacaan makna, yakni dominan, negosiasi, dan oposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi dominan ditampilkan melalui kontrol institusi terhadap tubuh dan perilaku perempuan-perempuan dalam akademi. Posisi negosiasi terlihat dari keraguan karakter utama terhadap sistem, sedangkan posisi oposisi terwujud dalam tindakan perlawanan dan pelarian. Penelitian ini menegaskan bahwa film Level 16 secara simbolik menyampaikan kritik terhadap sistem patriarki dan kapitalistik melalui konstruksi narasi distopia. Temuan ini memperkuat relevansi teori feminisme sosial dan representasi media dalam membentuk kesadaran gender.